Anda di halaman 1dari 6

HIPERTENSI ESSENSIAL

No. :
Dokumen
SOP
No. Revisi :

Tanggal :
Terbit
Halaman :

drg. Dharmawati Zahara


Puskesmas Simomulyo NIP. 19570714 198103 2 006

1. Pengertian
Hipertensi Essensial adalah kondisi terjadinya peningkatan tekanan darah Sistolik

140 mmHg dan tekanan darah diastolik 90 mmHg, Kondisi ini sering tanpa gejala .

Peningkatan tekanan darah yg tidak terkontrol dapat mengakibatkan komplikasi,seperti


stroke,aneurisma,gagal jantung,Serangan jantung dan kerusakan ginjal,Keluhan
Mulai dari tidak bergejala sampai dengan bergejala.

Gejala hipertensi antara lain:

Sakit/nyeri kepala,
Gelisah,
Jantung berdebardebar,
Pusing
Leher kaku
Penglihatan kabur
Dan rasa sakit di dada.

Gejala yang tidak spesifik antara lain :

Tidak nyaman kepala


Mudah lelah
Impotensi.

Gambaran klinis :
~ Tekanan darah dan jika pada pengukuran pertama memberikan hasil yang
Tinggi makatekanan darah diukur kembali sebanyak 2 kali pada 2 hari
Berikutnya untuk meyakinkan adanya hipertensi.
Hasil pengukuran bukan hanya menentukan adanya tekanan darah tinggi,
Tetapi juga digunakan untuk menggolongka beratnya hipertensi.

Tekanan darah Tekanan darah


Sistolik Diastolik
Stadium 1 140-159 mmhg 90-99 mmhg
Hipertensi ringan
Stadium 2 160-179 mmhg 100-99 mmhg
Hipertensi rsedang
Stadium 3 >180 mmhg 110 mmhg
Hipertensi berat
Diagnosis
~ Tekanan darah diukur setelah seseorang duduk / berbaring 5 menit.Apabila pertama kali
diukur tinggi (* 140/90 mmHg ) maka pengukuran diulang 2 x pada 2 hari berikutnya
untuk meyakinkan adanya hipertensi.

2. Tujuan Sebagai acuan dalam penerapan langkah langkah kerja petugas untuk Melakukan
pemeriksaan Dan penatalaksanaan pada pasien Hypertensi essensial

3. Kebijakan

4. Referensi ~ Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014


Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer
~ Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2007

5. Alat dan Bahan a. Alat :-


b. Bahan :-
6. Prosedur 1. Petugas memanggil pasien dengan ramah
2. Petugas mencocokkan identitas pasien dengan rekam medis
3. Petugas melakukan kajian awal
4. Petugas menegakkan diagnosa
5. Petugas membuat rencana terapi dengan melibatkan pasien :
Petugas menjelaskan hasil pemeriksaan
Petugas menjelaskan tentang terapi yang akan diberikan

6. Petugas memberikan terapi dan atau melakukan tindakan medis

Pemberian obat anti hipertensi merupakan pengobatan jangka panjang .


Kontrol pengobatan dilakukan setiap 2 minggu atau 1 bulan untuk mengoptimalkan hasil
pengobatan.

A. Langah awal biasanya adalah mengubah pola hidup penderita :


~ Menurunkan berat badan sampai batas ideal
~ Mengubah pola makan pada penderita diabetes,kegemukan atau kadar
Kolesterol dalam darah tinggi.
~ Mengurangi pemakaian garam sampai kurang dari 2,3 gr natrium
Atau 6 gr NaCl setiap hari disertai dengan asupan kalsium,magnesium
Dan kalium yg cukup.Dan mengurangi alkohol.
~ Olahraga aerobik yang tidak terlalu berat
~ Penderita hipertensi essensial tidak perlu membatasi aktivitas selama
Tekanan darahnya terkendali.

B. Terapi obat
~ Hidroklorotiazid (HCT) 12,5-25 mg/hari, dosis tunggal pada pagi hari
(Pada hipertensi dalam kehamilan,hanya digunakan bila disertai
Hemokonsentrasi / udem paru.
~ Reserpin 0,1-0,25 mg sehari sebagai dosis tunggal
~ Propanolol mulai dari 10 mg ,2 x sehari dapat dinaikkan 20 mg 2x sehari
(kontra indikasi untuk pasien asma)
~ Kaptopril 12,5 25 mg 2-3 x sehari (kontra indikasi pada kehamilan
Selama janin hidup dan penderita asma )
~ Nifedipin mulai dari 5 mg,2 x sehari,bisa dinaikkan 10 mg 2x sehari.
Kriteria Rujukan
~ Hipertensi dengan komplikasi.
~ Resistensi hipertensi.
~ Krisis hipertensi (hipertensi emergensi dan urgensi).

7.Diagram alir
Mulai

. Petugas memanggil pasien dengan ramah

Petugas mencocokkan identitas pasien dengan

Petugas melakukan kajian awal

Petugas menegakkan diagnosa

melibatkan pasien
Petugas membuat rencana terapi dengan

Petugas memberikan terapi dan atau melakukan


tindakan medis

Petugas mendokumentasikan hasil pelayanan


klinis pada rekam medis dan simpus

Rekam medis
dan simpus

selesai

8.Hal-hal yang perlu -


diperhatikan
9.Unit Terkait Loket Pendaftaran
Poli KIA dan KB
Poli MTBS
Poli Gigi
Poli Lansia
Poli Battra
Laboratorium
Kamar Obat
Rawat Inap
10.Dokumen Terkait 1. Rekam medis
2. Blanko rujukan
3 Blanko resep
4. Blanko Pelimpahan Tindakan medis
5. Blanko Inform concent
6. Blanko Laboratorium

11.Rekaman Historis Perubahan


No Yang Diubah Isi perubahan Tanggal mulai diberlakukan
PEMERINTAH KOTA SURABAYA
DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS SIMOMULYO
Jalan.Gumuk Bogo No. 01 Surabaya (60181)
Telp. (031) 5312201

DAFTAR TILIK
SOP HIPERTENSI ESSENSIAL

Unit / Poli : ................................................................................................................


Nama Petugas : ................................................................................................................
Tanggal Pelaksanaan : ................................................................................................................

No Prosedur Y T TB

1 Petugas memanggil pasien dengan ramah

2 Petugas mencocokkan identitas pasien dengan rekam medis

3 Petugas melakukan pengkajian awal

4 Petugas menegakkan diagnosa Hipertensi Essensial

5 Petugas membuat rencana terapi dengan melibatkan pasien

a. Petugas menjelaskan hasil pemeriksaan

b. Petugas menjelaskan tentang terapi yang akan diberikan

6 Petugas memberikan terapi dan atau melakukan tindakan medis terhadap


pengobatan Hipertensi Essensial
7 Petugas mendokumentasikan hasil pelayanan klinis pada rekam
medis dan simpus.
8 Jumlah

Compliance Rate ( CR )= Ya / Total x 100 % .......... 100% .........

Auditee Auditor

................................................... ..............................................