Anda di halaman 1dari 18

Isolasi DNA pada Buah Jeruk, Semangka dan Melon

LAPORAN PRAKTIKUM
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
Genetika 1
yang dibimbing oleh Prof. Dr. Hj. Siti Zubaidah, M.Pd dan
Andik Wijayanto, S.Si, M.Si

Oleh:
Kelompok 11
Offering C
Iqbal Bilgrami B. (150341606676)
Nurul Marifah (150341601660)

The Learning University

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Maret 2017
A. JUDUL
Isolasi DNA pada Buah Jeruk, Semangka dan Melon
B. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengaruh jenis deterjen terhadap hasil isolasi DNA
buah Jeruk, Semangka, dan Melon
2. Untuk mengetahui metode yang tepat dalam mengisolasi DNA buah Jeruk,
Semangka, dan Melon
C. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengaruh jenis deterjen terhadap hasil isolasi DNA buah
Jeruk, Semangka, dan Melon
2. Bagaimana cara mengetahui metode yang tepat untuk mengisolasi DNA
buah Jeruk, Semangka, dan Melon
D. Dasar Teori
DNA (Deoxyribose Nucleic Acid) merupakan salah satu molekul asam
nukleat beruntai heliks ganda yang monomer polinukleotidanya berisi gula gugus
pentosa, pospat, dan basa nitrogen (adenine, guanine, timin, sitosin), mampu
bereplikasi dan bertindak sebagai materi genetik yang mampu diwariskan pada
keturunannya (Lewin, 2008).Padas sel eukariotik, DNA dapat berada dalam
kloroplas, mitokondria, maupun kromosom (Reece et al., 2010). Isolasi DNA
merupakanlangkah awal yang harus dikerjakan dalamrekayasa genetika sebelum
melangkah keproses selanjutnya. Prinsip dasar isolasi total DNA dari jaringan adalah
denganmemecah dan mengekstraksi jaringantersebut sehingga akan terbentuk
ekstraksel yang terdiri atas sel-sel jaringan, DNA,dan RNA. Kemudian ekstrak sel
dipurifikasisehingga dihasilkan pelet sel yang mengandung DNA total (Faatih, 2009).
Isolasi bertujuan untuk memurnikan DNA lewat perlakuan fisik maupun perlakuan
kimia. Perlakuan fisik yang sering digunakan adalah sentrifugasi dan penyaringan,
sedangkan perlakuan kimia berupa pemberian enzim hidrolitik tertentu yang
menghancurkan molekul selain DNA (protein, RNA, dsb) (Yulianti, 2006).Hal yang
perlu diperhatikan dalam isolasi buah adalah tingginya kandungan senyawa
kontaminan seperti polisakarida dan polifenol (Lodhi et al., 1994).

Menurut Faatih (2009), Isolasi DNA memiliki beberapatahapan,


yaitu: (1)Isolasi sel; (2)Lisis dindingdan membran sel;
(3)Ekstraksi dalamlarutan; (4)Purifikasi; dan (5)Presipitasi.
Sedangkan menurut Boyer (2012) terdapat 3 tahap: (1) Perlakuan
yang bertujuan untuk menghancurkan dinding sel, dengan enzim seperti lisozim
mengkatalisis hidrolisis ikatan glikosidik di dinding sel, sehingga dinding sel rusak
dan memungkinkanpelepasan DNA dan komponen seluler lainnya dari membrane sel.
Media untuk solusi dari DNA adalah larutan garam buffer mengandung EDTA. DNA,
yang ionik, lebih larut dan stabil dalam larutan garam dari dalam air suling. (2)
Disosiasiprotein-DNAcomplexes,untuk melarutkan membran sel dan mengganggu
interaksi ionik antara histon bermuatan positif dan tulang punggung bermuatan
negatif dari DNA. Sodium dodecyl sulfat (SDS) diperlukan untuk mengikat protein
dan memberi karakter anionik yang luas. Serta merubah sifat deoxyribonucleases dan
protein lainnya. Untuk memastikan disosiasi lengkap kompleks DNA-protein dan
menghilangkan amina kation terikat, konsentrasi tinggi garam (NaCl atau natrium
perklorat) ditambahkan. Garam bertindak dengan mengurangi interaksi ionik antara
DNA dan kation. (3) Pemurnian DNA, menurut Zeugin and Hartley (1985) salah satu
metode yang digunakan adalah presipitasi ethanol (grain alcohol).
Deterjen komersial (setiltrimetilamonium bromida, SDS) menurut Bahl and
M. Pfenninger (1996) mengandung campuran deterjen (yang dirancang untuk
menghilangkan bahan organik), enzim (misalnya protease, lipase) dan kompleks
pengkelat (misalnya EDTA) sehingga dapat membantu proses isolasi DNA dengan
lebih efektif dan efisien. Sedangkan kuantitas DNA dapat dihitung secara kuantitatif
menggunakan metode Ethidium-Bromide Fluorescent Assay (Boyer, 2012).
E. Alat dan Bahan
Alat: Bahan:
1. Blender 1. Buah Jeruk
2. Timbangan 2. Buah Semangka
3. Pisau 3. Buah Melon
4. Gelas ukur 4. Deterjen bubuk
5. Beaker glass 5. Deterjen cair
6. Batang pengaduk 6. Deterjen krim
7. Corong Kaca 7. NaCl
8. Pipet tetes 8. Aquades
9. Kain Saring 9. Alkohol absolut dingin
10. Spatula 10. Kertas saring
11. Tabung Reaksi
12. Perasan jeruk

F. Prosedur Kerja
1. Isolasi DNA Buah Jeruk
Disiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk isolasi DNA buah Jeruk

Buah Jeruk diperas dan ditimbang sebanyak 300 gram

Air Perasan jeruk tersebut lalu disaring sebanyak 3 kali, saringan pertama dengan
kain saring dan saringan kedua dan ketiga dengan kertas saring

Air jeruk yang telah disaring 3 kali tersebut dimasukkan ke 3 beaker glass
sebanyak masing-masing 30 mL lalu ditambah 1 spatula detergen bubuk, deterjen
cair, dan deterjen krim yang telah larut

Campuran tersebut dihomogenkan dengan hati-hati agar tidak terbentuk buih

Ditambahkan NaCl sebanyak 1 spatula lalu campuran kembali dihomogenkan

Diambil 10 mL campuran air jeruk yang telah disaring + deterjen bubuk, air jeruk
yang telah disaring + deterjen krim, air jeruk yang telah disaring + deterjen cair
dan dimasukkan dalam tabung reaksi yang berbeda

Ditambah alkohol absolut dingin sebanyak 5 ml ke dalam masing-masing tabung


reaksi dengan hati-hati melalui dinding tabung reaksi

Diamati bentuk cincin DNA yang telah diisolasi dan kecepatan waktu
pembentukan cincin menggunakan stopwatch

Hasil tersebut dicatat pada tabel pengamatan

2. Isolasi DNA Buah Semangka


Disiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk isolasi DNA buah Semangka

Buah Semangka ditimbang sebanyak 300 gram, ditambahkan air sebanyak 200 mL
lalu diblender

Air Semangka tersebut lalu disaring sebanyak 3 kali, saringan pertama dengan kain
saring dan saringan kedua dan ketiga dengan kertas saring

Air semangka yang telah disaring 3 kali tersebut dimasukkan ke 3 beaker glass
sebanyak masing-masing 30 mL lalu ditambah 1 spatula detergen bubuk, deterjen
cair, dan deterjen krim yang telah larut

Campuran tersebut dihomogenkan dengan hati-hati agar tidak terbentuk buih

Ditambahkan NaCl sebanyak 1 spatula lalu campuran kembali dihomogenkan

Diambil 10 mL campuran air semangka yang telah disaring + deterjen bubuk, air
semangka yang telah disaring + deterjen krim, air semangka yang telah disaring +
deterjen cair dan dimasukkan dalam tabung reaksi yang berbeda

Ditambah alkohol absolut dingin sebanyak 5 ml ke dalam masing-masing tabung


reaksi dengan hati-hati melalui dinding tabung reaksi

Diamati bentuk cincin DNA yang telah diisolasi dan kecepatan waktu
pembentukan cincin menggunakan stopwatch

Hasil tersebut dicatat pada tabel pengamatan

3. Isolasi DNA Buah Melon


Disiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk isolasi DNA buah melon

Buah melon ditimbang sebanyak 300 gram, ditambahkan air sebanyak 200 mL lalu
diblender

Air melon tersebut lalu disaring sebanyak 3 kali, saringan pertama dengan kain
saring dan saringan kedua dan ketiga dengan kertas saring

Air melon yang telah disaring 3 kali tersebut dimasukkan ke 3 beaker glass
sebanyak masing-masing 30 mL lalu ditambah 1 spatula detergen bubuk, deterjen
cair, dan deterjen krim yang telah larut

Campuran tersebut dihomogenkan dengan hati-hati agar tidak terbentuk buih

Ditambahkan NaCl sebanyak 1 spatula lalu campuran kembali dihomogenkan

Diambil 10 mL campuran air melon yang telah disaring + deterjen bubuk, air
melon yang telah disaring + deterjen krim, air melon yang telah disaring + deterjen
cair dan dimasukkan dalam tabung reaksi yang berbeda

Ditambah alkohol absolut dingin sebanyak 5 ml ke dalam masing-masing tabung


reaksi dengan hati-hati melalui dinding tabung reaksi

Diamati bentuk cincin DNA yang telah diisolasi dan kecepatan waktu
pembentukan cincin menggunakan stopwatch

Hasil tersebut dicatat pada tabel pengamatan

G. Data dan Hasil Pengamatan


Tabel 1. Hasil Pengamatan Isolasi DNA
No. Nama Jenis Waktu Kuantitas Keteranga Gambar
Buah Deterjen terbentuk DNA n
DNA (s)

Bubuk 80 + Benang

1. Jeruk Cair 11 ++ Benang

Krim 5 +++ Benang

Bubuk 147 +++ Kabut

2. Semangka Cair 64 + Kapas

Krim 61 ++ Benang

Bubuk 27 +++ Kabut

3. Melon Cair 14 ++ Kabut

Krim 14 + Kabut

Keterangan: + = sedikit
++ = sedang
+++ = banyak
= DNA yang terisolasi
H. Analisis Data
Pada praktikum ini, DNA yang akan diisolasi diambil dari tiga macam
buah yakni buah jeruk, buah semangka, dan buah melon. Sebelumnya, diambil
sari buahnya terlebih dahulu dengan cara memblender atau diperas dan merusak
dinding sel buah, setelah itu, ditambahkan deterjen krim, bubuk, dan cair pada
30mL sari buah yang berbeda-beda yang bertujuan untuk melisiskan membran
sel, kemudian dicampurkan NaCl dan alkohol absolute dingin agar terbentuk
presipitasi DNA, jenis presipitasi ada tiga yakni: kabut, benang dan kapas yang
terbentuk diantara lapisan sari buah (berada di bagian bawah) dan lapisan alkohol
absolute dingin (lapisan atas).
Pada detergen bubuk, kecepatan terisolasinya DNA buah jeruk adalah 80
detik dengan kuantitas DNA yang sedikit dan bentuk benang. Sedangkan waktu
pembentukan DNA buah jeruk menggunakan reagen deterjen cair adalah 11 detik
dengan bentuk benang dan kuantitas banyak. Pada reagen deterjen krim, waktu
terbentuk DNA buah jeruk selama 5 detik dengan kuantitas DNA yang sangat
banyak dan bentuk seperti benang.
Pada buah Semangka, DNA yang terbentuk dari deterjen bubuk adalah
kabut dengan keepatan pembentukan 147 detik dan kuantitas yang sangat
banyak. Sedangkan pada deterjen cair, waktu terbentuknya DNA adalah 64 detik
dengan bentukan hasil isolasi DNA seperti kapas dan kuantitas yang sedikit. Pada
reagen deterjen krim, DNA yang terbentuk banyak dan waktu kecepatan
pembentukannya 61 detik serta bentuk benang.
Pada buah melon, waktu isolasi DNA deterjen bubuk selama 27 detik
dengan kuantitas DNA yang sangat banyak dan bentuk kabut. Dengan reagen
deterjen cair, waktu terbentuknya semakin cepat yakni 14 detik dengan kuantitas
DNA yang banyak dan bentukan hasil isolasi DNA kabut. Pada deterjen krim,
bentukan hasil isolasi DNA juga kabut dan kuantitas DNA sedikit, serta terbentuk
selama 14 detik.

I. Pembahasan
Berdasarkan analisis diatas, hasil isolasi DNA pada setiap jenis buah berbeda secara
kuantitas, bentuk dan durasi waktu yang diperlukan dalam mengisolasi DNA
tergantung dari prosedur yang dilakukan. Menurut Hildebrand (2016) Secara umum,
proses ekstraksi DNA dari inti sel memerlukan beberapa tahapan seperti berikut ini:
1. Perusakan sel dan membran nukleus secara mekanik (pencampuran/blending,
pencampuran/mixing) dan secara kimia (deterjen).
2. Pemisahan puing selular dari DNA (dengan filtrasi, bersifat opsional di
beberapa prosedur).
3. Pengendapan dan penggumpalan ribuan molekul DNA menggunakan alkohol.

Pada praktikum kali ini digunakan detergent dengan 3 macam (bubuk, cair
dan krim) sebagai faktor pembanding dari hasil isolasi DNA, karena pada dasarnya
penggunaan detergent, shampoo, sabun cuci piring, dll dapat melarutkan membran sel
yang tersusun dari lipid bilayer

Sumber : Stueber, 2007

Molekul sabun juga lipid, seperti molekul penyusun membran sel, tetapi
memiliki satu perbedaan utama, yaitu bagian hidrofilik (head, water-loving) lebih
mampu larut dalam air namun juga masih memiliki sedikit sifat hidrofobik
(tail,water-hating). Dengan ini berarti bahwa mereka masih bersifat lipid enough
untuk bercampur dengan lipid pada membran sel, tetapi juga bersifat water enough
untuk bercampur dengan air di sekitar membran, sehingga molekul sabun atau
deterjen pindah ke dalam membran dan memisahkan air dan lipid sehingga menjadi
berminyak, dan membentuk gelembung sabun (Stueber, 2007).

Sumber : Stueber, 2007

Sebelum memasuki proses filterisasi, kadangkala diberi perlakuan purifikasi


yang bertujuan untuk memisahkan DNA dari protein pelindungnya (histon) maka
akan dihasilkan isolasi DNA yang lebih murni dengan menambahkan enzim protease
(bromealin atau papain). Penggunaan alkohol yang dingin juga berfungsi untuk
menonaktifkan beberapa enzim yang membungkus DNA (DNAase) sehingga enzim
tersebut akan mudah dihilangkan (G. Carboni, 2007). Pemberian garam
memungkinkan untai DNA untuk tetap bersama-sama atau mengendap, karena
muatan positif natrium/sodium berinteraksi dengan gugus fosfat yang bermuatan
negatif pada ujung 5 untai DNA untuk menetralisir molekul, sehingga membuat
DNA kurang larut terhadap campuran air / alkohol (Isis, 2004), sedangkan menurut
Hildebrand (2016) garam dapat melindungi fosfat negatif pada ujung DNA, yang
memungkinkan ujung untai DNA tersebut untuk datang lebih dekat (menggerombol)
sehingga DNA dapat mengendap dari larutan alkohol yang dingin.
DNA tidak akan larut dalam alkohol, ketika DNA berada di campuran garam
(salty water) akan berbentuk larutan, tetapi ketika terpapar dengan alkohol akan
membentuk endapan (turns into a solid that forms from a liquid solution), sedangkan
semua komponen sel lainnya akan tertinggal dalam larutan garam (Stueber, 2007).

Grafi k
160
147

140

120

100
80 Jeruk

Waktu terbentuk DNA (Second) 80 Semangka


64 61
Melon
60

4027
14
11 14
20 5
0
De te rg e n t B u b u k

Jenis Detergent

Kuantitas DNA
3.5 3 3 3
3
2.5 2 2 2
2
1.5 1 1 1
1
0.5
Jumlah (+) 0

Jeruk Semangka Melon


Kuantitas DNA yang ditemukan pada berbagai jenis buah dipengaruhi oleh
tipe ploidi yang dimiliki, contohnya saja buah strowberi yang memiliki berbagai
macam ploidi hingga spesies yang Octaploid Decaploid serti species Fragaria
cascadensis yang ditemukan oleh K.E. Hummer di pegunungan cascade (Hummer,
2012), begitupula dengan buah yang kami uji seperti semangka yang kebanyakan
telah bersifat triploid (Ishtiaq, 2013).

Berdasarkan grafik diatas durasi waktuisolasi DNA tercepat dimiliki oleh


buah jeruk, dikarenakan kandungan air dari buah jeruk lebih sedikit jika
dibandingkan dengan buah semangka ataupun melon dan semakin tinggi kadar air
maka sel yang terlarut di dalam ekstrak akan semakin sedikit, sehingga DNA yang
terpretisipasi juga akan sedikit. Keadaan alkohol juga berpengaruh dalam proses
penggumpalan DNA karena pada saat praktikum suhu alkohol tidak stabil

J. Kesimpulan
Terdapat 3 tahap isolasi DNA, yaitu (1) Pemecahan sel dan membran secara
mekanik dan kimiawi. (2) Pemisahan dan purifikasi agar DNA terpisah dengan
protein dan substansi sel. (3) Pengendapan dan penggumpalan DNA oleh alkohol
sehingga dapat membentuk struktur khas (kabut, kapas, benang dll). Buah jeruk
memiliki durasi waktu tercepat dalam proses isolasi DNA dengan waktu 5 detik
menggunakan detergent cream.

K. Saran
Seharusnya waktu yang disediakan untuk mengamati proses pemisahan DNA
lebih lama agar DNA dapat lebih jelas terlihat, kemudian dalam proses pengamatan
usahakan untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin dalam kegiatan agar kerja
lebih efektif.

L. Diskusi
1) Apakah yang dimaksud dengan isolasi DNA ?
Jawab :
Isolasi DNA adalah teknik yang bertujuan untuk memperoleh
DNA murni dari suatu organisme baik hewan maupun tumbuhan,
metode yang paling sederhana adalah dengan menggunakan cara
mekanik dan sehingga dapat memecahkan dinding sel, membran
plasma dan membran inti, kemudian diberi alkohol akar DNA
menggumpal dan terpisah dari molekul lainnya.
2) Apa fungsi penambahan detergent ?
Jawab:
Penggunaan detergent, shampoo, sabun cuci piring, dll dapat
melarutkan membran sel yang tersusun dari lipid bilayer. Karena pada
detergen mengandung sodium dodesil sulfat ( SDA ) yang dapat
menyebabkan hilangnya molekul lipid pada membran sel sehingga
struktur membran akan rusak dan melisiskan isi sel sehingga DNA
akan terekspose keluar sel.

3) Apakah fungsi dari penambahan garam ?


Jawab :
Pemberian garam memungkinkan untai DNA untuk tetap
bersama-sama atau mengendap, karena muatan positif
natrium/sodium berinteraksi dengan gugus fosfat yang bermuatan
negatif pada ujung 5 untai DNA untuk menetralisir molekul, sehingga
membuat DNA kurang larut terhadap campuran air / alkohol dan
garam dapat melindungi fosfat negatif pada ujung DNA, yang
memungkinkan ujung untai DNA tersebut untuk datang lebih dekat
(menggerombol) sehingga DNA dapat mengendap dari larutan alkohol
yang dingin.
4) Apakah fungsi penambahan alkohol? Mengapa alkohol yang
ditambahkan harus dalam keadaan dingin?
Jawab :
Penambahan alkohol dingin akan mempermudah koagulasi
DNA sehingga DNA yang bersifat transparan dapat terlihat dengan
jelas berupa benang-benang halus pada lapisan tengah campuran buah
dan detergen, selain itu juga karena pada alkhohol yang dingin dapat
membentu mempercepat proses mempertifikasi DNA dan penggunaan
alkohol yang dingin juga berfungsi untuk menonaktifkan beberapa
enzim yang membungkus DNA (DNAase) sehingga enzim tersebut
akan mudah dihilangkan.
5) Mengapa pengadukan campuran setelah ditambahkan detergent tidak
boleh sampai berbusa?
Jawab :
Karena busa yang ditimbulkan oleh detergen akan mengganggu
pengamatan, dan DNA yang berhasil diisolasi akan nampak tipis, busa
yang terlalu banyak akan membuat DNA tersebut tertutup karena busa
yang terbentuk akan membuat DNA terperangkap dan ikut terlarut
didalamnya

6) Apakah kecepatan penggabungan DNA pada masing-masing buah dan


masing-masing detergent berbeda? Mengapa?
Jawab :

Berbeda, karena jenis buah dan jenis detergen berpengaruh


terhadap hasil isolasi DNA. DNA pada masing-masing buah
mempunyai kadar atau jumlah yang berbeda dan warnanya pun
berbeda. Contohnya Buah jeruk yang memiliki durasi waktu tercepat
dalam proses isolasi DNA dengan waktu 5 detik menggunakan
detergent cream karena buah jeruk memiliki kandungan air yang lebih
sedikit daripada buah semangka dan melon.

7) Apakah kesimpulan dari praktikum isolasi DNA ?


Jawab:

Terdapat 3 tahap isolasi DNA, yaitu (1) Pemecahan


sel dan membran secara mekanik dan kimiawi. (2)
Pemisahan dan purifikasi agar DNA terpisah dengan
protein dan substansi sel. (3) Pengendapan dan
penggumpalan DNA oleh alkohol sehingga dapat membentuk struktur
khas (kabut, kapas, benang dll). Buah jeruk memiliki durasi waktu
tercepat dalam proses isolasi DNA dengan waktu 5 detik menggunakan
detergent cream.

M. Daftar Rujukan

Bahl and M. Pfenninger. 1996. A rapid method of DNA isolation using


laundrydetergent. Oxford University Press Nucleic Acids Research,
1996, Vol. 24, No. 7 15871588
Boyer. 2012. Biochemistry Laboratory: Modern Theory and Techniques (2nd
Edition) 2nd Edition. Boston: Pearson Prentice Hall
Faatih, Mukhlissul. 2009. ISOLASI DAN DIGESTI DNA KROMOSOM
(ISOLATION AND DIGESTION OF CHROMOSOMAL DNA) Jurnal
Penelitian Sains & Teknologi, Vol. 10, No. 1, 2009: 61 - 67

G. Carboni. 2007. How to Extract DNA From Fruits Text editing by Donald
Desaulniers, Ph.D. http://www.funsci.com/fun3_en/dna/dnaen.htm
(diakses 28 maret 2017)

Hildebrand, David., Serdoz, Scott. 2016. Isolation of Fruit DNA. Kentucky :


University of Kentucky, College of Agriculture, Plant & Soil Science
Department.

Hummer, K.E. 2012. A new species of Fragaria (Roseaceae) from Oregon.


Journal of Botanical Research Institute of Texas. 6(1):9-15.
Ishtiaq, Ahmad et al. 2013. Morphological Dissimilarity Between Tetrapoloid
and Diploid Watermelon (Citrullus lanatus Thunb.). World Applied
Sciences Journal 21 (6): 858-861

Isis M. Ramrez., N. N. Rodrguez., Juliette Valds-Infante., Maricela Capote.,


D. Becker and W. Rohde. 2004. ISOLATION OF GENOMIC DNAs
FROM THE TROPICAL FRUIT TREES AVOCADO, COCONUT,
GUAVA AND MANGO FOR PCR-BASED DNA MARKER
APPLICATION. Cultivos Tropicales. vol. 25, no. 1, p. 33-38

Lewin, B. (2008). Genes IX. Sudbury: Jones & Bartlett Publishers


Lodhi, Muhammad A.: Guang-Ning Ye, Norman F. Weeden, and Bruce I. Reisch
A. 1994. Simple and Efficient Method for DNA Extraction from
Grapevine Cultivars and Vitis Species. Plant Molecular Biology
Reporter pages 613 12 (1) 1994 Commentary
Reece et al. 2010.Campbell Biology Tenth Edition. USA : Pearson Education,
Inc.

Stueber, Nancy. 2007. DNA Extraction. Portland : OMSI

Yulianti. 2006. Pengembangan Teknik Isolasi DNA Tumbuhan Menggunakan


Detergen Komersial. Tidak diterbitkan. Dipresentaskan dalam
SEMINAR NASIONAL MIPA 2006 dengan tema Penelitian,
Pendidikan, dan Penerapan MIPA serta Peranannya dalam Peningkatan
Keprofesionalan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang
diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
UNY, Yogyakarta pada tanggal 1 Agustus 2006
Zeugin JA, Hartley JL. 1985. Ethanol Precipitation of DNA. Focus. 7 (4): 12.
Retrieved 2008-09-10
LAMPIRAN