Anda di halaman 1dari 15

Mitosis pada Akar Bawang Merah (Allium cepa)

LAPORAN PRAKTIKUM
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
Genetika 1
yang dibimbing oleh Prof. Dr. Hj. Siti Zubaidah, M.Pd dan
Andik Wijayanto, S.Si, M.Si

Oleh:
Kelompok 11
Offering C
Iqbal Bilgrami B. (150341606676)
Nurul Marifah (150341601660)

The Learning University

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Maret 2017
A. JUDUL
Mitosis pada Akar Bawang Merah (Allium cepa)

B. TUJUAN
1. Mengamati tahap-tahap proses pembelahan sel secara mitosis pada sel-sel ujung
akar bawang merah (Allium cepa )
C. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana proses pembelahan sel secara mitosis pada sel-sel ujung akar bawang
merah (Allium cepa )?
D. DASAR TEORI
Organisme pada umumnya mengenal 3 macam reproduksi sel yaitu amitosis,
mitosis dan meiosis. Pembelahan secara amitosis hanya terjadi pada organisme
prokariotik dan uniseluler seperti Amoeba, bakteri dan ganggang. Pada pembelahan
tersebut tidak tampak adanya kromosom (Sastrosumardjo, 2006).Pembelahan sel
secara Mitosis dan Meiosis pada
umumnya berlangsung pada organisme eukariotik dan multiseluler yang meliputi
pembagian inti sel (kariokinesis) dan pembagian sitoplasma (sitokinesis). Setiap kali
pembelahan memiliki tahapan-tahapan yang didasarkan pada perubahan letak
kromosom selama berlangsungnya proses pembelahan. Setiap tahap pembelahan
mempunyai ciri-ciri tertentu yang dapat diamati proses-prosesnya melalui teknik atau
perlakuan tertentu yang diberikan pada kromosom tersebut (Sumadi dan Aditya
Marianti, 2007).
Pada mitosis terdapat beberapa tahapan-tahapan yaitu:
a. Interfase: kromosom tidak dapat dibedakan antara satu dengan yang lainnya, dan
nukleus terlihat sebagai gumpalan padat. Ini merupakan tahap kromosom yang saling
aktif dalam fungsi mikanisme fisiologis. Selama tahap ini, informasi gen dibaca dan
ditransisikan untuk mikanisme biokimia organisme. Kromosom dikelilingi oleh
membran nukleus (selaput inti) yang memisahkan nukleus dari bagian isi sel yang
lain (sitoplasma).
b. Profase: kromosom mempersiapkan diri untuk proses pembelahan sel, dengan jalan
melakukan penebalan dan pemendekan kromosom. Kromatid (yang merupakan
duplikasi setengah bagian memanjang kromosom, yang terjadi dari duplikasi), mulai
terlihat. Pada tahap ini nokleolus (anak inti) yang bundar dan berwarna gelap juga
terlihat. Pada titik-titik tertentu kromosom tersebut saling berpasangan. Proses ini
sangat penting dalam mikanisme pembelahan sel dan penyusun kromosom yang
baru.
c. Metafase: ditandai dengan munculnya gelendong pembelahan. Kromosom menyusun
diri secara acak pada satu bidang ekuator atau tengah-tengah sel. Pada awal fase ini,
membran nukleus dan nukleolus lenyap. Sentromer, suatu daerah vital bagi
pergerakan kromosom, melekat pada serabut gelendong yang bertanggung jawab
terhadap arah pembelahan kromosom selama pembelahan.
d. Anafase: sentromer membelah mengikuti panjang kromosom dan kromatid mulai
bergerak pada serabut gelendong menuju ke kutub-kutub sel terdekat. Setiap
kromatid sekarang dipandang sebagai kromosom-kromosom yang baru.
e. Telofase: kromosom baru telah menyelesaikan pergerakannya menuju kutub dan di
dalam membran nukleus. Selama tahap ini berlangsung suatu dinding sel baru mulai
terbentuk diantara dua nukleus baru.

Sumber : Campbel et al, 2010

E. ALAT & BAHAN


1. Alat :
a. Mikroskop cahaya
b. Kaca Benda
c. Kaca Penutup
d. Silet dan jarum pentul
e. Pipet tetes
f. Kertas hisap/Tissue
2. Bahan :
a. Akar bawang merah (Allium cepa)
b. Alkohol 70%
c. HCl 1N
d. Asetocarmin
e. Larutan FAA

F. PROSEDUR KERJA

G. DATA HASIL PENGAMATAN


No. Fase Pembelahan Gambar Perbesaran
1 Profase 10x10

Sumber : Reece, 2014


2 Metafase - -

Sumber : Reece, 2014


3 Anafase Perbesaran 10x10

Sumber : Reece, 2014


4 Telofase Perbesaran 10x10

Sumber : Reece, 2014

H. ANALISIS DATA
Pada praktikum kali ini, dilakukan pemotongan tudung akar bawang yang bertujuan
untuk mengetahui fase-fase pembelahan mitosisnya. Praktikum ini dimulai dengan
perendaman selama 3-4 hari dengan menggunakan aquades, kemudian pada hari ke 3
dilakukan pemotongan akar bawang tepat pukul 12 malam, kemudian direndam dalam larutan
FAA, untuk keesokan harinya di bawa ke laboratorium untuk dilihat fase-fase pembelahan
mitosisnya. Akar yang telah dipotong diletakkan di kaca benda dan kemudian ditetesi alkohol
70%, ditunggu selama 4 menit. Setelah itu sisa Alkohol dihisap dengan kertas hisap dan
kemudian ditetesi HCl 1 N secukupnya, dan ditunggu selama 4 menit. Selanjutnya, sisa HCl
1 N dihsap dengan kertas hisap dan potong ujung akar yang nampak paling putih. Tudung
akar yang nampak paling putih tersebut kemudian di tetesi dengan Asetocarmin 1-2 tetes, dan
dicacah dengan jarum pentul/ silet yang tumpul. Tutup dengan kaca benda kemudian diamati
di bawah mikroskop untuk mencarai fase-fase pembelahan mitosisnya.

Dari hasil pengamatan diperoleh data berbagai macam fase pembelahan mitosis yaitu
fase profaae yang ditandai dengan warna gelap di tengah sel, tahap anafase terlihat kromosom
telah menuju ke kutub yang berlawanan, sedangkan pada tahap telofase sel telah terbelah
dengan sempurna.

I. PEMBAHASAN
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui tahapan mitosis pada akar bawang merah
(Allium cepa). Bagian akar dipilih karena menurut Novel dkk (2010) Proses mitosis terjadi di
dalam sel somatik yang bersifat meristematik, yaitu sel-sel yang hidup terutama sel-sel yang
sedang tumbuh (ujung akar dan ujung batang). Sebelumnya, akar bawang ditumbuhkan
selama satu minggu kemudian akar dipotong tepat pukul 00.00 WIB yakni pada saat sel
melakukan pembelahan. Menurut Rindyastuti dan Daryono (2009), lama fase mitosis secara
khusus diatur oleh gen dan bervariasi antara spesies yang satu dengan spesies lainnya, antara
organ yang satu dengan organ yang lainnya dalam satu spesies, bahkan antara tipe sel satu
dengan tipe sel yang lainnya.
Kemudian akar difiksasi menggunakan larutan FAA agar sel tetap terjaga kondisinya
dan tidak lisis, penggunaan alkohol untuk membersihkan sisa FAA dan HCl digunakan untuk
melisiskan lamella tengah (Muhlisyah dkk, 2014). Metode yang digunakan dalam praktikum
ini adalah metode squash yaitu suatu metode untuk mendapatkan suatu preparat dengan cara
meremas suatu potongan jaringan atau suatu organisme secara keseluruhan, sehingga
didapatkan suatu sediaan yang tipis yang dapat diamati di bawah mikroskop (Susanto, 2011).
Siklus sel adalah periode dari permulaan satu pembelahan menuju ke permulaan yang
lainnya, sedangkan reproduksi seluler adalah proses perputaran dari pertumbuhan mitosis dan
pembelahan sel. Siklus sel terdiri dari interfase dan mitosis. Interfase itu sendiri terdiri dari
tiga fase (G1, S, dan G2). Sedangkan mitosis terdiri dari 5 fase yaitu profase, prometafase,
metafase, anafase dan telofase (Suryo, 2007). Mitosis adalah proses pembagian genom yang
telah digandakan oleh sel ke dua sel identik yang dihasilkan oleh pembelahan sel. Mitosis
umumnya diikuti oleh sitokinesis yang membagi sitoplasma dan membran sel. Proses ini
menghasilkan dua sel anak yang identik, yang memiliki distribusi organel dan komponen sel
yang sama, serta bertujuan untuk mempertahankan pasangan kromosom yang sama melalui
pembelahan inti secara berturut-turut (Loveless, 1983). Pada praktikum ini ditemukan sel-sel
ujung akar bawang merah pada tahap profase, anaphase dan telofase yang berwarna merah
muda dengan pewarnaan acetokarmin.
Pada tahap prophase karakteristik dari selnya menurut Tamarin (2001) adalah
pembentukan spindle mitosis serta pemendekan dan penebalan kromosom sehingga
kromosom individu dapat teramati. Pada tahap ini, membrane nucleus terdisintegrasi dan
nucleolus semakin menghilang (Tamarin, 2001). Pada praktikum, terlihat kromosom yang
padat dan ukuran dari nucleus yang besar dan membrane inti yang semakin menghilang.
Snustad (2012) menambahkan bahwa Pembentukan spindle mitosis disertai dengan
fragmentasi banyak organel intraseluler misalnya, retikulum endoplasma dan Kompleks
Golgi. Namun, organel lain seperti mitokondria dan kloroplas tetap utuh. Seiring dengan
fragmentasi retikulum endoplasma, membran inti memecah menjadi banyak kecil vesikel,
dan mikrotubulus terbentuk dalam sitoplasma. Beberapa mikrotubulus ini mulai muncul
merupakan tanda dari tahap profase akhir.
Pada praktikum, tidak dapat ditemukan fase mitosis selanjutnya yakni fase metafase.
Hal ini dikarenakan karena ketidaktelitian praktikan dalam proses pengamatan maupun
karena disebabkan pada saat jam pengamatan sel belum memasuki fase metafase. Fase ini
sendiri ditandai dengan kromosom yang tersusun secara acak pada bidang ekuator atau
bagian tengah sel (Tamarin, 2001).
Pada pengamatan sel pada tahap anaphase, kromatid terlihat mendekati kutub sel
anaknya masing-masing. Menurut Snustad (2012), proses pemisahan dari sister chromatids
akan berakhir ketika microtubul menempel di kinetokor, yang merupakan struktur protein
terkait dengan sentromer kromosom diduplikasi, dan memisah materi yang menyatukan
sister chromatid tersebut,. Suryo (2007) menambahkan bahwa kinetokor berfungsi dalam
pergerakan kromosom sewaktu pembelahan sel.
Pada praktikum, tidak dapat ditemukan fase mitosis selanjutnya yakni fase metafase.
Hal ini dikarenakan karena ketidaktelitian praktikan dalam proses pengamatan maupun
karena disebabkan pada saat jam pengamatan sel belum memasuki fase metafase. Fase ini
sendiri ditandai dengan kromosom yang tersusun secara acak pada bidang ekuator atau
bagian tengah sel (Tamarin, 2001). Tamarin (2001) menambahkan dalam anafase ada dua
tahap anafase A, kromosom bergerak ke arah kutub. Selama proses ini, kinetokor sendiri
bertindak sebagai motor mikrotubulus, pembongkaran mikrotubulus karena bergerak ke
bawah mereka, menarik kromosom bersama. Dengan demikian, kromosom metasentrik
muncul V-berbentuk subtelocentrics muncul J-berbentuk, dan telocentrics muncul berbentuk
batang. Di anafase B, poros itu sendiri memanjang interpolar sebagai tumpang tindih
mikrotubulus geser. Proses elongasi poros menarik kromosom terpisah.
Pada pengamatan berikutnya ditemukan sel dalam fase telofase pada tahap ini,
ditandai dengan pembentukan membran inti yang mulai terlihat. Menurut Novel, dkk (2010)
pada fase ini kromosom baru telah menyelesaikan pergerakannya menuju kutub dan mulai
menyebar di dalam membran nukleus. Selama tahap ini berlangsung suatu dinding sel baru
mulai terbentuk diantara dua nukleus baru. Menurut Reece et al. (2014), pada tanaman,
proses sitokinesis tidak diikuti dengan pembelahan alur melainkan terbentuk vesikula yang
merupakan derivat kompleks golgi di sepanjang microtubul pada bagian tengah sel, , dimana
mereka berlekatan dan membentuk cell plate. Materi dari dinding sel yang dihimpun dalam
vesikula tersebut bersama dengan pertumbuhan sel.
J. KESIMPULAN
Tahap mitosis antara lain:(1) Profase: kromosom mempersiapkan diri untuk proses
pembelahan sel, dengan jalan melakukan penebalan dan pemendekan kromosom. (2)
Metafase: ditandai dengan munculnya gelendong pembelahan. Kromosom menyusun diri
secara acak pada satu bidang ekuator atau tengah-tengah sel. (3) Anafase: sentromer
membelah mengikuti panjang kromosom dan kromatid mulai bergerak pada serabut
gelendong menuju ke kutub-kutub sel terdekat. Serta (4)Telofase: kromosom baru telah
menyelesaikan pergerakannya menuju kutub dan di dalam membran nukleus. Selama tahap
ini berlangsung suatu dinding sel baru mulai terbentuk diantara dua nukleus baru. Pada
praktikum ini hanya ditemukan tahap profase, anafase, dan telofase.
K. SARAN
Dalam praktikum selanjutnya, praktikan harus memahami konsep sehingga tidak ada
kebingungan dalam membedakan tahap-tahap mitosis pada akar bawang merah. Selain itu,
prosedur harus dilakukan dengan cermat sehingga tidak ada kemungkinan yang besar dalam
membuat kesalahan pada waktu praktikum
L. DISKUSI
Pertanyaan
1. Berikut ini adalah kemikalia yang dipakai dalam praktikum mitosis akar bawang
merah:
- FAA
- Alkohol 70%
- HCl 1N
- Acetocarmin
a. Jelaskan fungsi kemikalia di atas!
b. Bagaimana proses biologis kerja dari kemikalia diatas sehingga dapat menjelaskan
fungsi tersebut?
c. Mengapa konsentrasi alkohol yang dipakai adalah 70%? Jelaskan!
2. Mengapa dalam pencacahan akar bawang merah digunakan silet berkarat? Jelaskan!
3. a. Mengapa pada praktikum mitosis akar bawang merah yang dipakai adalah
tudung akar? Kemukakanlah pendapat saudara!
b. Apabila bagian akar yang dipakai selain bagian tudung akar, bagaimana hasilnya?
4. Jika ditemukan permasalahan-permasalahan berikut, jelaskan kemungkinan
penyebabnya dan berikan solusi yang tepat!
a. pada pengamatan dibawah mikroskop, sel-sel penyebarannya banyak yang
bertumpuk-tumpuk!
b. warna sel terlalu pucat setelah diwarnai dengan acetokarmin!
c. warna sel terlalu pekat setelah diwarnai dengan acetokarmin!
d. pada preparat hanya ditemukan beberapa fase saja dari keseluruhan fase mitosis!
5. Jelaskan alasan dilakukan pemotongan tudung akar pada pukul 00.00!
6. Terkait dengan ilmu genetika, jelaskan tujuan peristiwa mitosis pada Makhluk Hidup!
Jawaban
1. A. Tujuan pemberian FAA adalah untuk memfiksasi sel-sel ujung akar bawang merah
sehingga dalam proses pengamatan nanti masih terlihat utuh dan mencegah
plasmolisis sel. Alkohol 70% digunakan sebagai penyegar sediaan sel serta pembersih
sisa larutan FAA, HCl 1 N digunakan sebaggai faktor pelisis lamela tengah serta
penyedia kondisi asam bagi pewarnaan acetokarmin. Acetokarmin digunakan untuk
pewarnaan kromosom pada ujung akar bawang merah
B. Larutan FAA : Pada saat pemotongan dilakukan pada jam 00.00 WIB, larutan FAA
akan menghambat atau menahan sel dan mencegah kondisi sel dari lisis, plasmolisis,
dan sebagainya. Alkohol 70% : Pada saat akar bawang merah direndam dalam alkohol
70% selama 4 menit, alkohol akan menetralkan kandungan FAA yang terdapat dalam
akar serta mengembalikan kesegaran sel, selain itu selama perendaman, alkohol juga
mensterilkan mikroba yang mungkin ada dalam akar bawang merah.HCl 1 N akan
memperjelas bagian putih pada tudung akar dan akar bawang yang direndam dengan
HCl akan menjadi lunak. Selain itu, melisiskan lamela tengah. Acetocarmin : warna
merah pada acetocarmin akan diserap oleh sel-sel akar bawang merah sehingga sel-sel
akar bawang merah yang semula putih akan menjadi berwarna.
C. digunakan alkohol 70% karena alkohol dalam konsentrasi ini merupakan larutan
desinfektan terbaik atau sebagai larutan yang berfungsi membunuh bakteri/ mikroba
yang mungkin ada di dalam akar bawang sehingga nantinya didapatkan bahan amatan
yang steril.
2. Dalam penggunaan silet berkarat karena untuk mencacah sel bawang hingga tipis
namun tidak sampai merusak bentuk sel. Selain itu juga mampu mengefektifan proses
penyerapan warna. Seperti kita ketahui dalam karat besi terdapat Fe Cl 2 yang mampu
mengoksidasi sehingga mampu menyerap air pada saat pencacahan dan acetocarmin
dapat akan mudah diserap oleh sel-sel akar bawang merah.
3. a. Akar bawang digunakan untuk mempelajari mitosis dengan alasan karena akar
bawang memiliki kromosom yang besar, jumlah kromosomnya tidak terlalu banyak,
sehingga lebih memungkinkan untuk mendapatkan hasil percobaan yang lebih baik,
mudah didapatkan, dan mudah dilakukan (membuat preparat dan meneliti
jaringannya) dan karena akar merupakan salah satu jaringan yang sel-sel penyusunnya
adalah sel-sel somatik, khusus pada ujung akar terdiri dari sel-sel yang bersifat
meristematik, yaitu sel-selnya selalu aktif membelah, sehingga diharapkan fase-fase
mitosis dapat diamati secara lengkap.
b. Apabila yang dipakai bukan bagian tudung akar melainkan bagian jaringan yang
sudah dewasa maka tidak akan nampak peristiwa mitosis terjadi.
4. a. Penyebabnya adalah ketidaksesuaian dalam proses mencacah atau menggunakan
metode squash dengan penjetan yang pelan sehingga jaringan belum sepenuhnya
rusak. Solusi yang tepat adalah dengan memperhatian apakah cacahan atau sediaan
yang dipencet susunan selnya sudah tipis atau masih terlalu tebal.
B. sel menjadi terlalu pucat karena pada saat penggerusan, kaca
penutup ditekan terlalu kuat sehingga acetocarmine banyak yang
keluar dari kaca penutup, akibatnya hanya sedikit acetocarmine
yang diserap oleh sel akar bawang merah.
c. sel menjadi terlalu pekat karena pada saat penggerusan, kaca
penutup ditekan terlalu lemah sehingga acetocarmine banyak
terkumpul di preparat, bisa juga karena pemberian acetocarmine
yang terlalu banyak sehingga warna merah yang diserap sel akar
bawang merah juga menjadi banyak.
5. Pemotongan akar bawang merah dilakukan pada pukul 00.00 WIB,
karena pada waktu ini sel-sel pada daerah meristem titik tumbuh akar
sedang aktif membelah. Hal ini dikarenakan pada ujung akar bawang
merah banyak sel yang mengalami aktivitas pembelahan dengan
rentangan 5 menit sebelum dan sesudah pukul 00.00 WIB.
6. Fungsi mitosis adalah untuk menduplikasi kromosom sel; langkah
penting selama pembelahan sel dan replikasi. Agar suatu organisme
dapat memperbaiki dan tumbuh, sel-sel yang harus mampu
menduplikasi, terkait pada penggadaan jumlah sel yang berguna dalam pertumbuhan dan
perkembangan makhluk hidup.

M. DAFTAR RUJUKAN

Campbell et al. Biology 8th Edition. USA : Pearson Education, Inc


Loveless A.R, 1983. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropik I.
Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Muhlisyah, Cut Muthiadin, Baiq Farhatu, Wahidah, Isna Rasdianah Aziz. 2014.
Preparasi Kromosom Fase Mitosis Markisa Ungu (Passiflora edulis)
Varietas Edulis Sulawesi Selatan. Biogenesis Volume 2 2014

Novel SS, Nuswantara S, Syarif S. 2010. Genetika Laboratorium. Jakarta: Trans


Info Media.
Reece et al. 2010.Campbell Biology Tenth Edition. USA : Pearson Education, Inc

Rindyastuti R dan Daryono BS. 2009. Identifikasi Papasan (Coccinia grandis (L.)
voigt) di Tiga Populasi di Yogyakarta. Jurnal Biologi Indonesia. vol 6 (1):
131- 142
Sastrosumardjo, dkk. 2006. Panduan Laboratorium Sitogenetika Tumbuhan. Bogor:
IPB Press.
Snustad. 2012. Principles of Genetics 6th ed. USA: John Wiley and Sons publishing
Sumadi dan Aditya Marianti. 2007. Biologi Sel .Yogyakarta : Graha Ilmu.
Suryo. 2007. Sitogenetika. Yogyakarta: Gadjah mada University Press.
Susanto HA. 2011. Genetika. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Tamarin. 2001. Principles of Genetics, Seventh Edition.USA : The McGrawHill
Companies