Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Biologi adalah ilmu tentang makhluk hidup. Biologi mempelajari
makhluk hidup dan segala aspek yang menyertainya, mulai dari proses
biokimia di dalam sel sampai pada tingkatan ekosistem, bahkan hingga ke
perubahan iklim global.
Setelah mempelajari kegiatan ini diharapkan dapat: mendeskripsikan
objek-objek dan persoalan Biologi pada tingkat molekul, sel, jaringan,
organ,individu, populasi, ekosistem, dan bioma.
Anda tentu telah mengetahui bahwa Biologi adalah cabang IPA yang
khusus mempelajari makhluk hidup dan gejala kehidupannya. Kajian atau
bahasan dalam Biologi sangatlah luas, meliputi seluruh makhluk hidup, baik
yang uniseluler maupun yang multiseluler, baik yang hidup di darat, di laut, di
udara, maupun di dalam tanah. Singkatnya segala sesuatu yang memiliki
hidup menjadi bahan kajian biologi.
Objek atau kajian dalam biologi yang sangat luas atau beragam itu kini
telah dikelompokkan atau diklasifikasikan oleh para ahli Biologi menjadi 5
Kingdom (Animalia, Plantae, Fungi, Protista, dan Monera). Selain kelima
kingdom tersebut ada satu objek lain yang juga dikaji dalam Biologi, yaitu
Virus. Virus dipisahkan dari kelima kingdom karena tubuh virus tidak tersusun
oleh sel melainkan oleh asam nukleat yang diselubungi protein dan belum
merupakan sel. Sedangkan kelima kingdom tubuhnya sudah berupa sel (bagi
organisme uniseluler) ataupun tersusun atas banyak sel (bagi organisme
multiseluler).
Dalam perkembangan, biologi selalu berhubungan dengan ilmu
pengetahuan lain, seperti fisika, kimia, ekonomi, dan geografi. Perkembangan
biologi, terutama di Eropa terjadi sejak renaisan, yaitu masa peralihan dari
abad pertengahan keabad modern, pada awal tahun 1600 ditemukan
mikroskop cahaya berlensa tunggal oleh Antonie Van Leeuwenhoek.
Dalam biologi kita mempelajari metode ilmiah yang digunakan untuk
mengatasi masalah melalui urutan langkah-langkah penelitian ilmiah, sebelum
kita jauh mempelajari tentang biologi, ada baiknya kita mengetahui apa itu
biologi?

B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian biologi?
2. Bagaimanakah perkembangan biologi?
3. Apa sajakah manfaat biologi bagi kehidupan?
4. Bagaimanakah tingkat organisasi kehidupan?

C. Tujuan Penulisan
1. Agar dapat mengetahui pengertian biologi
2. Agar kita dapat mengetahui perkembangan biologi.
3. Agar kita dapat mengidentifikasi manfaat biologi bagi kehidupan.
4. Supaya kita mengetahui tingkat organisasi kehidupan.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Biologi
Biologi (ilmu hayat) adalah ilmu mengenai kehidupan. Istilah ini
diambil dari bahasa Belanda "biologie", yang juga diturunkan dari gabungan
kata bahasa Yunani, , bios ("hidup") dan ,logos ("lambang", "ilmu").
Dahulu sampai tahun 1970-an digunakan istilah ilmu hayat (diambil dari
bahasa Arab, artinya "ilmu kehidupan")
Biologi adalah ilmu tentang makhluk hidup. Biologi mempelajari
makhluk hidup dan segala aspek yang menyertainya, mulai dari proses
biokimia di dalam sel sampai pada tingkatan ekosistem, bahkan hingga ke
perubahan iklim global.

B. Perkembangan Biologi
1. Cabang-cabang ilmu biologi
Dalam kehidupan sehari-hari, segala hal yang berhubungan dengan
hidup ini tidak lepas dari ilmu biologi. Biologi merupakan ilmu yang
mempelajari segala aspek kehidupan. Seiring perkembangan zaman dan
perkembangan teknologi, ilmu Biologi pun dituntut untuk mengikuti
perkembangan tersebut. Untuk mengimbanginya, Biologi berkembang
menjadi cabang-cabang yang lebih khusus dan spesifik. Cabang-cabang
Biologi tersebut memiliki fungsi yaitu mengkaji lebih spesifik lagi
mengenai suatu objek permasalahan yang sedang dipelajari.
Biologi memiliki cabang-cabang yang cukup banyak. Cabang-
cabang Biologi tersebut digunakan sesuai dengan permasalahan yang akan
dipelajari. Contoh cabang-cabang Biologi diantaranya sebagai berikut:
a. Genetika, yaitu ilmu yang mempelajari sifat keturunan dan cara
pewarisan sifat.
b. Ekologi, yaitu ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara
makhluk hidup dengan lingkungannya, baik abiotik maupun biotik.
c. Morfologi, yaitu ilmu yang mempelajari struktur bentuk luar tubuh
makhluk hidup.
d. Virologi, yaitu ilmu yang mempelajari mengenai virus.
e. Mikologi, yaitu ilmu yang mempelajari mengenai jamur.
f. Botani, yaitu ilmu yang mempelajari mengenai tumbuhan.
g. Zoologi, yaitu ilmu yang mempelajari mengenai hewan.
h. Entomologi, yaitu ilmu yang mempelajari mengenai serangga.
i. Bakteriologi, yaitu ilmu yang mempelajari mengenai bakteri.
j. Bioteknologi, yaitu ilmu yang mempelajari mengenai teknologi
pemanfaatan makhluk hidup.
2. Keterkaitan Biologi Dengan Ilmu Lain
a. Biologi Dan Arkeologi
Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tulang belulang
maka biologi akan memiliki keterkaitan dan pengaruh yang sangat
kuat dengan bidang ini karena ada bidang / cabang ilmu biologi yang
mempelajari tentang struktur dan susunan tulang .
b. Biologi Dan Geografi
Saat kita belajar biologi tentu kita akan belajar mengenai respirasi atau
pernapasan , maka saat kita belajar geografi ada keterkaitan saat
mempelajari tentang tinggi rendah suatu daerah dan akan berlanjut
dengan pengaruh tinggi rendah daerah tinggal ke cara seseorang
bernapas / respirasi.
c. Biologi Dan Sosiologi
Perkembangan ilmu biologi di bidang cloning telah memiliki
keterkaitan dengan ilmu sosiologi , karena saat tubuh seorang menusia
di klon maka akan tercipta orang yang dna dan selnya sama / identik
namun memiliki sikap yang sangat berbeda , dan kita tau sifat sifat
manusia dipelajari dalam pelajaran sosiologi.
d. Biologi Dan Fisika
Fisika dan biologi merupakan dua dari sekian banyak ilmu
pengetahuan alam yang ada. Penyatuan dua cabang ilmu ini
menghasilkan cabang ilmu biofisika, dan fisika medis. Biofisika
mempelajari tentang bagaimana mengaplikasikan hasil temuan bidang
fisika terhadap dunia biologis (ilmu penyakit dan
penanggulangannya). Sebagai contoh, penggunaan radiasi gamma dan
emisi positron sebagai penghambat sel kanker dan pelacak bagian
tubuh yang digerogoti kanker. Fisika merupakan ilmu yang
memahami tentang interaksi alam dan penyebab interaksi tersebut.
Biologi mempelajari tentang benda hidup serta sifat-sifat dari benda
hidup. Penyatuan antara keduanya memberikan sebuah cabang ilmu
baru yang memperkaya khazanah ilmu pengetahuan alam.
e. Biologi Dengan Kimia
Biologi dan kimia jelas memiliki keterkaitan yang erat. Buktinya ada
ilmu yang bernama biokimia,salah satu contoh hubungan kimia
dengan biologi adalah, Biologi mempelajari tentang fotosintesis,
sedangkan fotosintesis dapat terjadi jika ada zat-zat kimia yg
diperlukan. misalnya, klorofil, karbon dioksida,dan air. Hasil dari
fotosintesis pun menghasilkan zat kimia yaitu karbohidrat
sederhana(glukosa) dan oksigen.
3. Keterkaitan Biologi dengan Metode Ilmiah
Pernahkah Anda berpikir, mengapa para ilmuwan bisa menemukan
teori atau hukum dalam ilmu pengetahuan? Sebenarnya, mereka bukan
orang-orang yang super, tetapi mereka memiliki kelebihan dalam hal
ketekunan, kerajinan, serta tidak mudah merasa putus asa. Keberhasilan
tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan saja, tetapi harus didukung dengan
kerja keras dan ketekunan sehingga dapat diperoleh suatu keberhasilan.
Para ilmuwan tersebut bekerja secara sistematis, tekun, teliti, dan
disiplin. Metode apakah yang digunakan para ilmuwan tersebut? Coba
ingat kembali langkah-langkah metode ilmiah yang telah Anda pelajari di
SMP/MTs! Langkah-langkah metode ilmiah yang digunakan ilmuwan
sehingga berhasil menemukan suatu ilmu adalah sebagai berikut:
a. Menemukan dan merumuskan masalah.
b. Merumuskan hipotesis (menyusun dugaan sementara).
c. Merancang eksperimen untuk merancang hipotesis.
d. Melakukan percobaan.
e. Mengadakan observasi atau pengumpulan data.
f. Menarik kesimpulan.
g. Menguji kesimpulan dengan eksperimen lain.
h. Merumuskan hukum, konsep, atau prinsip.
Berikut ini akan diberikan contoh penggunaan metode ilmiah dalam
biologi mengenai penelitian terhadap anggota gerak bebas pada mamalia
diantaranya :
a. Pengamatan atau observasi
b. penyusunan hipotesis
c. pengujian hopotesis

C. Manfaat Biologi Bagi Kehidupan


Biologi memiliki banyak manfaat yang berhubungan dengan
kehidupan. Adanya cabang-cabang dari ilmu biologi yang mempelajari lebih
spesifik lagi mengenai suatu permasalahan, menyebabkan manfaat biologi
menjadi lebih banyak dan lebih luas. Dalam zaman modern ini Biologi
mempunyai banyak manfaat yang akan terus bertambah seiring
perkembangan zaman yang semakin modern.Ilmu biologi dimanfaatkan
untuk memecahkan berbagai macam masalah untuk meningkatkan
kesejahteraan manusia. Berbagai masalah yang berkaitan dengan sandang,
pangan, papan, energi, lingkungan kesehatan bahkan sosial dapat diatasi
dengan ilmu biologi.
1. Manfaat ilmu biologi dibidang kedokteran
Sebagai ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk kehidupan,
manfaat Biologi dalam meningkatkan kesejahteraan manusia tidak perlu
diragukan lagi. Dahulu banyak masalah penyakit yang tidak dipahami
penyebab maupun cara pengobatannya, sehingga cara yang ditempuh
untuk mencegah maupun dalam menyembuhkannya tidak tepat. Tetapi
berkat perkembangan Biologi, khususnya dalam cabang ilmu: anatomi dan
fisiologi manusia, mikrobiologi, virologi dan patologi, telah banyak
membantu para dokter dalam memahami penyebab gangguan tersebut.
2. Manfaat biologi dibidang pertanian
Dahulu para petani hanya mengetahui cara-cara bertani yang
sederhana/tradisional, yakni hanya dengan mencangkul tanah kemudian
menanaminya dengan tanaman yang diinginkan lalu disirami secukupnya.
Dan hasil yang didapat ternyata tidak terlalu menggembirakan baik mutu
maupun jumlahnya. Jika hal ini tidak segera diperbaiki maka kebutuhan
masyarakat akan pangan tidak dapat tercukupi, dan akan terjadi
kekurangan bahan pangan (rawan pangan). Apalagi pada masa sekarang
ini, dimana telah terjadi ledakan jumlah penduduk, tentunya masalah
rawan pangan merupakan masalah yang harus segera ditangani.Usaha
yang harus dilakukan tidak hanya pada bagaimana membatasi
pertambahan jumlah penduduk, tetapi juga harus dipikirkan bagaimana
caranya meningkatkan produksi pangan.
Berkat kemajuan cabang-cabang Biologi dan teknologinya, sudah
banyak orang mengetahui bagaimana cara meningkatkan hasil
pertaniannya. Masyarakat khususnya para petani, kini telah banyak
mengetahui bagaimana cara memilih bibit tanaman unggul, bagaimana
cara memilih pupuk yang diperlukan berikut cara memupuknya, serta
bagaimana cara memberantas hama dengan pestisida atau insektisida,
dengan maksud meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panennya.
Mereka pun telah banyak mengetahui teknik-teknik berkebun seperti
mencangkok, menempel, mengenten dan sebagainya.
3. Manfaat biologi perikanan
Ikan, baik ikan yang hidup di air tawar maupun yang hidup di laut,
merupakan organisme air yang dapat dimanfaatkan manusia sebagai salah
satu bahan pangan, karena diketahui kandungan proteinnya sangat tinggi.
Selain itu, ikan-ikan yang bentuk ataupun permukaan tubuhnya tampak
menarik dapat dijadikan hiasan dalam sebuah akuarium. Adapun
pemanfaatan Biologi dalam bidang perikanan tampak antara lain dalam
upaya pembudidayaan ikan, juga dalam usaha pelestarian ekosistem
perairannya. Pembudidayaan ikan yang telah banyak dilakukan yakni
dalam pembuatan tambak-tambak, karamba jala apung (kajapung),
maupun rumpon, serta Pelestarian terumbu karang, mangrove, hutan
bakau, dan lamun. Pada tambak-tambak, usaha pembudidayaan ikan-ikan
yang diketahui bernilai gizi tinggi atau yang bernilai ekonomis adalah
dengan dilakukannya pemijahan.
Dengan teknik pemijahan dalam tambak-tambak, spermatozoa dan
sel telur dari ikan jantan dan ikan betina, dapat dengan mudah bertemu
menjadi zigot, tanpa harus terganggu oleh arus air laut. Selain itu telur-
telur yang dihasilkan juga akan terhindar dari para pemangsa/predatornya,
sehingga besar kemungkinannya telur-telur itu akan menetas dan menjadi
ikan. Contoh pemanfaatan Biologi lainnya dalam bidang ini adalah dengan
diketemukannya manfaat daun singkong yang ternyata dapat dijadikan
pakan tambahan bagi ikan nila merah sehingga dapat mempercepat
pertumbuhan ikan tersebut.
4. Manfaat biologi peternakan
Seperti halnya pada bidang pertanian, pemanfaatan Biologi pada
bidang peternakan pun sudah sedemikian besar. Dengan menerapkan
pengetahuan cabang-cabang Biologi seperti zoologi, anatomi hewan,
fisiologi hewan, genetika, biologi reproduksi, embriologi, dan biologi
molekuler/rekayasa genetika, para peternak dan masyarakat yang lebih
luas telah dapat menikmati hasilnya. Melalui penerapan ilmu-ilmu tersebut
telah banyak dihasilkan ternak varietas unggul, diantaranya adalah ayam
penghasil banyak telur, ayam pedaging, sapi pedaging, sapi penghasil
banyak susu, dan domba pedaging.
5. Manfaat biologi industri
Dahulu manusia hanya mengambil sesuatu dari lingkungannya yang
langsung dapat dimanfaatkan untuk kehidupannya, misalnya buah-buahan
langsung dipetik untuk dimakan, sementara bagian lain dari tumbuhan itu
dibiarkan atau dibuang begitu saja. Begitu pula pemanfaatan manusia
terhadap hewan, hanya diambil daging atau telurnya saja. Namun setelah
berkembangnya Biologi, khususnya pada cabang zoologi, botani,
taksonomi, biokimia, mikrobiologi, dan bioteknologi, manusia telah
berhasil menemukan berbagai bagian tubuh tumbuhan atau hewan yang
dapat diolah menjadi bahan baku industri. Berikut ini adalah contoh-
contoh pemanfaatan biologi pada bidang industri.
a. Ditemukannya kandungan gula yang cukup tinggi pada batang tebu,
menyebabkan berkembangnya pabrik pengolahan tebu menjadi gula.
b. Diketahuinya bahwa serabut biji kapas dan bulu domba dapat diolah
menjadi benang, dan kepompong ulat sutera dapat diolah menjadi
benang sutera, maka berkembanglah industri tekstil/kain, kain wol dan
kain sutera.

D. Tingkatan Organisasi Kehidupan


Berdasarkan tingkat organisasi kehidupan, objek biologi merupakan
kehidupan pada tingkatan-tingkatan yang berurutan dari yang paling
sederhana sampai yang paling kompleks. Tingkatan tersebut sebagai berikut:
1. Organisasi Kehidupan Tingkat Molekul
Molekul adalah bahan kimia dasar penyusun kehidupan. Molekul
mengalami kondensasi sehingga membentuk asam amino, substansi
kehidupan yang akan membentuk menjadi sel. Tubuh organisme hidup
tersusun atas molekul organik yang mengandung atom karbon (C), oksigen
(O), dan hydrogen (H). Molekul organik ini dibedakan menjadi 4, yaitu
molekul karbohidrat, molekul asam nukleat, molekul protein. Molekul-
molekul tersebut akan menyusun organel-organel sel. Contohnya membran
plasma yang tersusun atas molekul-molekul sepereti protein, karbohidrat
dan ion-ion lain. Adanya molekul tersebut memungkinkan membran
plasma mejalankan fungsinya sebagai bagian terluar sel yang memisahkan
sel dengan lingkungan sekitarnya.
Gambar 1.1 molekur pada membran sel
Sumber http://biologi.com

2. Organisasi Kehidupan Tingkat Sel


Organel-organel yang saling berinteraksi membentuk satu kesatuan
terkecil dari makhluk hidup yang disebut sel. Jadi, sel merupakan unit
organisasi terkecil makhluk hidup yang menjadi dasar kehidupan dalam
arti biologis. Setiap sel memiliki organel-organel yang mampu
menjalankan fungsinya untuk hidup. Pada umumnya setiap sel terdiri
dari membran sel, sitoplasma, dan inti sel. Contoh: sel hewan dan sel
tumbuhan.

Gambar 1.2 Sel hewan


Sumber http://biologi.com

3. Organisasi Kehidupan Tingkat Jaringan


Jaringan merupakan kumpulan sel yang memiliki bentuk, susunan, dan
fungsi sama. Kumpulan sel tersebut bekerja sama membentuk dan
menjalankan tugasnya sesuai dengan fungsinya. Kajian tentang jaringan
dipelajari dalam histologi. Pada makhluk hidup terdapat berbagai macam
jaringan, seperti jaringan saraf, jaringan otot, dan jaringan ikat.

Jaringan saraf memiliki fungsi menyampaikan rangsang dari luar untuk


diteruskan menuju otak. Otak tersebut menanggapi rangsang melalui
jaringan saraf untuk meresponnya. Misalnya, saat memegang benda panas,
kita akan merespons dengan melepas benda panas tersebut.

Gambar 1.3 Jaringan saraf


Sumber http://biologi.com
4. Organisasi Kehidupan Tingkat Organ
Organ merupakan bagian tubuh yang memilki satu atau lebih fungsi
tertentu. Organ tersusun atas beberapa jenis jaringan yang terorganisir dan
saling berkaitan antara satu dan lainnya. Suatu organ memiliki tugas untuk
menjalankan fungsinya. Contoh: Usus halus, berfungsi untuk menyerap
sari-sari makanan. Struktur usus halus ini terdiri dari jaringan otot,
jaringan epitel, jaringan syaraf, dan jaringan ikat. Contoh lain organ
jantung.

Gambar 1.4 Jantung


Sumber http://biologi.com
Sistem organ adalah gabungan dari organ-organ yang bekerja sama
untuk membentuk suatu sistem dalam kehidupan. Sistem organ merupakan
bentuk kerjasama antar organ untuk melakukan fungsi-fungsi yang lebih
kompleks lagi sehingga proses yang berlangsung di dalam tubuh suatu
organisme dapat berjalan dengan baik sesuai aktivitas yang bersangkutan.
Contoh: sistem pencernaan disusun oleh lambung, usus halus, usus besar,
dan usus 12 jari.
5. Organisasi Kehidupan Tingkat Individu
Individu merupakan organisme yang tersusun oleh kumpulan sistem
organ. Kumpulan sistem organ tersebut membentuk individu. Adanya
berbagai sistem organ yang memiliki fungsi berbeda, membuat suatu
individu mampu melakukan fungsi hidupnya dengan baik. Contoh
organisasi kehidupan tingkat individu adalah seekor kucing, seekor
ular,seorang manusia, sebuah pohon dll.

Gambar 1.5 Hewan dan tumbuhan sebagai organisme mahluk hidup


Sumber http://biologi.com

6. Organisasi Kehidupan Tingkat Populasi


Populasi merupakan kumpulan dari individu-individu yang terdiri
dari satu spesies tunggal yang secara bersama-sama menempati luas
wilayah yang sama. Selain berada pada habitat yang sama juga
mengandalkan sumber daya yang sama, dan dipengaruhi oleh lingkungan
yang sama, serta memiliki kemungkinan tertinggi untuk saling berinteraksi
satu dengan yang lainnya. Contoh : populasi sapi, populasi badak bercula
satu.
Gambar 1.6 Populasi sapi
Sumber http://biologi.com
7. Organisasi Kehidupan Tingkat Komunitas
Komunitas merupakan sekelompok populasi yang hidup dalam suatu
daerah dan menempati lingkungan yang sama. Komunitas merupakan
organisasi kehidupan yang memiliki banyak objek untuk diamati. Contoh:
komunitas sawah, terdiri dari padi, tikus, ular, elang; komunitas kolam
terdiri dari teratai, ikan, katak, dll.

Gambar 1.7 Komunitas kolam


Sumber http://biologi.com

8. Organisasi Kehidupan Tingkat Ekosistem


Ekositem merupakan hubungan timbal balik atau interaksi antara
organisme dengan lingkungan abiotiknya. Definisi yang lebih tepat
mengenai ekosistem adalah tingkatan organisasi kehidupan yang
mencakup organisme dan lingkungan tak hidup, dimana kedua komponen
tersebut saling mempengaruhi dan berinteraksi. Contoh: ekosistem hutan,
benda mati terdiri dari tanah, bebatuan, hujan, angin, dll., makhluk hidup
terdiri dari harimau, lintah, gajah, dll.; ekosistem laut, benda mati terdiri
dari air laut, batu karang, dll., makhluk hidup terdiri dari ikan, udang,
kepitin g, plankton, dll.
Gambar 1.8 Ekosistem laut
Sumber http://biologi.com
9. Organisasi Kehidupan Tingkat Bioma
Bioma adalah kumpulan species (terutama tumbuhan) yang
mendiami tempat tertentu di bumi yang dicirikan oleh vegetasi tertentu
yang dominan dan langsung terlihat jelas di tempat tersebut. Contohnya
bioma gurun, bioma taiga, bioma hutan hujan tropis, dan bioma tundra.

Gambar 1.9 Bioma gurun


Sumber http://biologi.com
11. Organisasi Kehidupan Tingkat Biosfer
Biosfer (lapisan kehidupan) adalah seluruh planet bumi beserta
makhluk hidup yang ada di dalamnya. Biosfer juga merupakan
keseluruhan ekosistem di bumi, meliputi semua bagian bumi yang
mengandung kehidupan. (komponen biotik yang berinteraksi dengan
komponen abiotik meliputi atmosfer, hidrosfer, litosfer, dst).

Gambar 1.10 Biosfer


Sumber http://biologi.com
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Biologi adalah ilmu yang mempelajari tingkatan organisasi kehidupan
yang meliputi sel,jaringan, organ, system organ, individu,populasi,
komunitas.
2. Dalam perkembangan, biologi selalu berhubungan dengan ilmu
pengetahuan lain, seperti fisika, kimia, ekonomi, dan geografi.
3. Biologi memiliki banyak manfaat yang berhubungan dengan kehidupan. Adanya
cabang-cabang dari ilmu biologi yang mempelajari lebih spesifik lagi mengenai
suatu permasalahan, menyebabkan manfaat biologi menjadi lebih banyak dan
lebih luas.
4. Berdasarkan tingkat organisasi kehidupan, objek biologi merupakan kehidupan
pada tingkatan-tingkatan yang berurutan dari yang paling sederhana sampai yang
paling kompleks.

B. Saran

Tulisan ini kami serahkan kepada pembaca untuk dipelajari dan kami
mengharapkan suara-suara yang berfaedah untuk memperbaiki segala sesuatu
yang dirasa perlu. Dengan mempelajari ilmu biologi kita dapat
mempersiapkan diri kita sendiri dan anggota masyarakat lain agar dapat
berpartisipasi dalam menjaga dan melestarikan lingkungan alam sekitar.
DAFTAR PUSTAKA

Aziz, Abdul. 2008. Dan Alampun Bertasbih. Jakarta: Balai Pustaka

Alie Kamaroe, 2015. Ruang Lingkup Biologi. (online) https://www.academia.edu.


Diunggah 12 Agustus 2015.
Biologipedia, 2010. Organisasi Kehidupan. (online)
http://biologipedia.blogspot.com Diunggah 12 Agustus 2015.
Campell, et al. 2008. Biologi Edisi 8 Jilid 1. Jakarta: Erlangga

Karmana Oman, 2013. Biologi Untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas Kelompok
Peminatan Matematika dan Ilmu-ilmu Alam. Bandung : Grafindo Media
Pratama.

Priadi, Arif. 2009. Biologi X. Jakarta: Yudistira


KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong hamba-Nya


menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia
mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang
BIOLOGI UMUM, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai
sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu
yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan
penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah SWT akhirnya makalah ini
dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang Ruang Lingkup Biologi. Walaupun
makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas
bagi pembaca.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing
mata kuliyah Biologi Umum. Yaitu Ibu Devie Novallyan, S. Si yang telah
membimbing penyusun agar dapat mengerti tentang bagaimana cara kami
menyusun makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada
pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun
mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

Kelompok I

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
LATAR BELAKANG, TUJUAN... ii
DAFTAR ISI... iii

BAB I
Pendahuluan .. 1

BAB II ISI
Pengertian dan Ruang Lingkup Biologi.. 2
Keterkaitan Biologi Dengan Ilmu Lain... 4
Metode Ilmiah 6
1. Langkah-langkah Metode Ilmiah ... 6
2. Sikap Ilmiah 7

3. Sifat-sifat metode Ilmiah 7

BAB III PENUTUP


Kesimpulan . iv

DAFTAR PUSTAKA .. v