Anda di halaman 1dari 17

c c

   



c  

Uji keras merupakan pengujian yang paling efektif karena dengan


pengujian ini, kita dapat dengan mudah mengetahui gambaran sifat mekanik suatu
material.Meskipun pengukuran hanya dilakukan pada satu titik, atau daerah
tertentu saja, nilai kekerasan cukup valid untuk menyatakan kekuatan suatu
material.Dengan melakukan uji keras, material dapat dengan mudah digolongkan
sebagai material ulet atau getas.

Uji keras juga dapat digunakan sebagai salah satu metode untuk
mengetahui pengaruh perlakuan panas dan perlakuan dingin terhadap material.
Material yang telah mengalami cold working, hot working, dan heat treatment,
dapat diketahui gambaran perubahan kekuatannya, dengan mengukur kekerasan
permukaan suatu material. Oleh sebab itu, dengan uji keras kita dapat dengan
mudah melakukan quality control terhadap material.

 
 

1. Mengetahui macam-macam metode pengujian keras serta aplikasinya


2. Mengetahui prosedur dan standar pengujian keras
3. Mengetahui sifat mekanik serta perubahan yang terjadi akibat proses
pemanasan
4. Mengetahui kelebihan dan kekurangan metode-metode pengujian
kekerasan.
5. Mampu menghitung besaran sifat mekanik suatu material
c c

   
£ecara umum, kekerasan sebuah material dapat didefinisikan sebagai

ketahanan suatu material terhadap deformasi plastis. Kekerasan dapat juga

diartikan menjadi berbagai macam definisi, yaitu :

Ketahanan terhadap penekanan di bawah beban statik atau dinamik

|nergi yang diserap ketika diberikan beban impak

Ketahanan terhadap pengoresan

Ketahanan terhadap abrasi

Ketahanan terhadap pemotongan dan pengeboran

£yarat untuk benda yang akan diuji kekerasannya adalah :

ÿ Ketebalan pemotongan harus sesuai dengan ketebalan material

ÿ ermukaan uji harus datar

ÿ ermukaan uji harus bersih dari lapisan-lapisan lain yang mungkin

mempengaruhi kekerasan material

ÿ ermukaan material dan benda penguji (indenter)diusahakan membentuk

bidang tegak lurus

ÿ ceban penguji harus memiliki harga kekerasan yang lebih besar dari

material yang ingin diuji agar tidak terjadi deformasi plastis pada benda

penguji.

ÿ Ukuran benda penguji harus lebih kecil daripada material yang diuji agar

tidak terjadi perubahan lain dari material,misalnya pembengkokan.


ÿ engujian dilakukan beberapa kali di beberapa tempat agar nilainya lebih

mewakili dari seluruh permukaan.

  !"#$

%& !

rinsip pengujian kekerasan dengan metode goresan adalah

mengukur kekerasan, berbagai mineral dan bahan lainnya dapat disusun

berdasarka kemampuan garesan yang satu terhadap yang lain yang

dijadikan sebagai referensi. Kekerasan goresan dinyatakan dengan skala

Mohs. £kala ini terdiri dari 10 standar mineral yang telah menjadi

standar patokan nilai kekerasan gores, dimana 10 standar ini telah

disusun menurut kekerasannya. Nilai 1 menunjukkan harga kekerasan

paling rendah sedangkan nilai 10 menunjukkan harga kekerasan paling

tinggi.

£kala Mohs tidak cocok untuk pengukuran logam karena interval

skala pada nilai kekerasan yang tinggi, tidak benar. £ebut saja bahwa

logam yang paling keras mempunyai harga kekerasan Mohs antara 4

sampai 8.
G&#'!!

Kekerasan dinamik disebut juga kekerasan pantul. Kekerasan

dinamis diukur dengan alat yang disebut shore schleroscope. rinsip

metode ini adalah menjatuhkan suatu indentor pada permukaan suatu

material, kemudian diamati ketinggian pantul indentor. erbedaan

ketinggian antar ketinggian saat dijatuhkan dengan ketinggian pantul

menunjukkan besar energi yang diserap material.

^& ()!!*

 rinsip umum pengujian ini adalah dengan menekan spesimen uji dengan

suatu indentor, lalu dicari nilai kekerasannya. engujian kekerasan metode

penekanan juga terdiri atas beberapa cara, antara lain :

%&  !c

Êndentor berupa bola baja dengan beban bervariasi dari 500 kg hingga

3000 kg. 500kg untuk soft material, 1500kg untuk intermediate

hardness, dan 3000kg untuk hard metal. Cara kerjanya, benda ditekan

dengan indentor selama kurang lebih 30 detik setelah itu diukur

diameter bekas penekanan pada material dengan menggunakan

mikoskop untuk menentukan harga kekerasan crinell.


Angka Kekerasan crinell (c N) adalah beban ( ) dibagi dengan luas

permukaan lekukan.Rumusnya :

G

  ü G
ü˜G

dimana:

: beban penekan (Kg)

D : diameter bola penekan (mm)

d : diameter lekukan (mm)

Keuntungan penggunaan metode brinell antara lain :

 „idak dipengaruhi oleh oleh permukaan material yang kasar

 cekas penekanan cukup besar, sehingga mudah diamati dan dapat

mengatasi ketidakseragaman fasa material pada pengujian.

Kerugiannya antara lain :

 „idak dapat dikenakan pada benda yang tipis dan permukaan yang

kecil, serta pada daerah kritis di mana penekanan dapat

mengakibatkan kegagalan.

 „idak berlaku untuk material yang sangat lunak maupun sangat

keras.
G&  !#

Kekerasan Meyer pada dasarnya serupa dengan kekerasan crinell,

namun dalam perhitungannya, dalam uji keras meyer yang dihitung

adalah luas proyeksinya yang berbentuk lingkaran. Angka kekerasan

Meyer dapat dirumuskan sebagai berikut:



 ˜G

dimana:

: beban yang diterapkan (Kg)

d : diameter proyeksi jejak (mm)

Keuntungan metode ini yaitu lebih stabil, harga kekerasan tidak

tergantung pada besar beban. £edangkan kerugiannya yaitu jika

beban yang diberikan terlalu kecil, maka deformasi material daerah

sekitar penekanan tidak sepenuhnya plastis, sehingga hasil pengukuran

kurang valid.

^&  !+' !

Uji kekerasan Vickers menggunakan penekan berupa piramida intan

dengan sudut diantara 2 bidang yang berhadapan adalah 136o .sudutini


dipilih karena nilai tersebut mendekati sebagian besar nilai

perbandingan yang diinginkan antara diameter lekukan dan diameter

bola penumbuk pada uji kekerasan crinell. Angka kekerasan Vickers

(V N) adalah beban dibagi dengan pengukuran mikroskopik dari

panjang diagonal jejak.

 
G  
 G  

mG mG

dimana:

: beban penekan (Kg)

L : panjang diagonal rata-rata (mm)

DŽ : sudut antara permukaan intan yang berlawanan (136o)

Keuntungan metode Vickers :


 Êndentor dibuat dari bahan yang cukup keras, sehingga

dimungkinkan dilakukan untuk berbagai jenis logam.



 Memberikan hasil berupa skala kekerasan yang kontinu dan dapat

digunakan untuk menentukan kekerasan pada logam yang sangat

lunak dengan kekerasan D 5 hingga logam yang sangat keras

dengan D 1500

 Dapat dilakukan untuk benda-benda dengan ketebalan yang sangat

tipis, sampai 0.006 inchi



 arga kekerasan yang didapat dari uji Vickers tidak bergantung

pada besar beban indentor

£edangkan kerugiannya yaitu pengujian ini tidak dapat digunakan

untuk pengujian rutin karena pengujian tersebut lama, memerlukan

persiapan permukaan benda uji yang teliti, dan rentan terhadap

kesalahan perhitungan panjang diagonal.

u&  ! ' ,

Metoda ini paling banyak digunakan karena sifatnya yang cepat,

relatif bebas dari kesalahan dari manusia, mampu untuk

membedakan perbedaan kekerasan kecil yang dimiliki oleh baja

yang diperkeras, dan ukuran lekukan yang ditimbulakan oleh uji

Rockwell kecil. Uji ini memperhitungkan kedalaman bekas

penekanan yang diukur dengan dial gage , yang kemudian

dikonversikan ke dalam skala Rockwell (0-100). embebanan yang

diberikan pada uji ini dilakukan dua kali yaitu dengan pembebanan

makro (10 Kg) dan kemudian dengan menggunakan beban makro

yang besarnya beragam (60Kg-150Kg).

Kekerasan Rockwell dapat dibagi menjadi:

ë Rockwell A

enetrator berupa kerucut intan dengan pembebanan 60 Kg.

ciasa digunakan untuk jenis-jenis logam yang sangat keras


ë Rockwell c

Êndentor berupa bola baja dengan diameter 1,6 mm dan

pembebanan 100 Kg. ciasa digunakan untuk material-material

yang lunak.

ë Rockwell C

Êndentor berupa kerucut intan dengan pembebanan 150 Kg.

ciasa digunakan untuk logam-logam yang diperkeras dangan

pemanasan.

engkategorian ini berdasarkan kombinasi jenis indentor yang

digunakan dengan beban yang diberikan. engkategorian ini

dimaksudkan agar penguji manggunakan jenis kombinasi yang tepat

pada benda uji sesuai dengak sifat yang dimiliki oleh benda uji

tersebut.
u& '!!

 Menggunakan indentor piramida intan dengan beban antara 1-

100gr. engukuran micro hardness digunakan untuk permukaan benda yang

sempit dan ketebalan yang tipis, serta daerah kritis. Jenis metode

pengukuran kekerasan micro hardness:

%& +' !

Mirip dengan metoda Vickers yang telah dijelaskan di atas namun

Vickers untuk micro hardness test menggunakan beban yang lebih

kecil.

G&  

Geometri indentor Knoop yang memiliki alas dengan perbandingan

diameter 7:1 memungkikan indentor Knoop menjangkau daerah-daerah

yang lebih sempit dan tipis dari Vickers.

Untuk mendapatkan ketelitian hasil pengukuran kekerasan, hal yang

harus diperhatikan sebelum waktu melakukan pengujian yaitu :


 ermukaan benda kerja harus bersih dari kerak dan kotoran lainnya.


 osisi permukaan spesimen diusahakan tegak lurus dengan arah

indentasi.


 ermukaan spesimen harus diam statis sebelum diberi beban tekan.

 Ketebalan spesimen paling tidak 10 kali diameter indentor.


 Jarak antar titik pengukuran harus lebih besar dari 3 kali diameter

indentor.


 Jarak titik pengukuran dari tepi spesimen paling tidak 3 kali diameter

indentor.


c c

 -c 
c c+
 


c c+
   

c c+
 .



Callister, William D. ´Materials and £cience |ngineering: an Êntroductionµ, 6th


edition. John Wiley & £ons, Ênc. 2003.

Dieter, George |. ´Mechanical Metallurgyµ. McGraw ill cook Co. 1988.


c c+
 

 
 
 

 
c