Anda di halaman 1dari 6

KEJAKSAAN NEGERI LHOKSEUMAWE

UNTUK KEADILAN

TANGGAPAN PENUNTUT UMUM (REPLIK) ATAS EKSEPSI

TERHADAP PENASEHAT HUKUM TERDAKWA MAULIANA

Majelis Hakim Yang

Mulia,................................................................................................

Saudara Penasehat Hukum Yang Kami

Hormati,............................................................................................

Hadirin Sidang Pengadilan Yang Kami

Muliakan,..........................................................................................

Mengawali tanggapan kami atas eksepsi penasehat hukum

TERDAKWA MAULIANA Binti IHSAN, perkenankan kami terlebih dahulu

mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah Swt oleh karena atas

ridha_Nya kita semua yang hadir dalam persidangan ini diberikan

kesehatan.
Terimakasih kepada Majelis Hakim yang dengan penuh kesabaran

telah memimpin persidangan ini dan berjalan dengan baik dan tertib.

Terimakasih kepada Penasehat Hukum TERDAKWA MAULIANA Binti IHSAN

yang telah gigih memperjuangkan hak-hak terdakwa dan sudah barang

tentu materi dibuat dalam eksepsi penasehat hukum TERDAKWA

MAULIANA Binti IHSAN pada tanggal 15 Juni 2017 itu merupakan Pledoi

dari sudut pandang penasihat hukum TERDAKWA MAULIANA Binti IHSAN.

Bahwa sudah barang tentu Eksepsi (pembelaan) tidak terlepas dari

pengaruh faktor-faktor subjektif serta kaca mata (sudut pandang)

penasehat hukum TERDAKWA MAULIANA Binti IHSAN.

Sehubungan dengan itu hanya Malaikat sebenarnya yang bisa

menegakkan kebenaran materil, manusia hanya berusaha mendekatkan

kepada keadilan materil. Namun semua itu untuk mencari suatu kepastian

hukum (recht zekenheid) yang nantinya akan bermuara kepada kepastian

hukum yang mengandung kebenaran dan keadilan.

Majelis Hakim Yang

Mulia,................................................................................................

Saudara Penasehat Hukum Yang Kami


Hormati,............................................................................................

Hadirin Sidang Pengadilan Yang Kami

Muliakan,..........................................................................................

Setelah kami menjelaskan Eksepsi Penasehat Hukum TERDAKWA

MAULIANA Binti IHSAN.

Mengenai materi Eksepsi (bantahan) yang dibacakan oleh Penasehat

Hukum Terdakwa:

- bahwa mengenai dasar hukum mengenai keberatan Terdakwa atau

Penasehat Hukum TERDAKWA MAULIANA terhadap surat dakwaan

Jaksa Penuntut Umum diatur dalam Pasal 156 Ayat (1) KUHAP yang

pada pokoknya menyatakan bahwa Terdakwa atau Penasihat Hukum

dapat mengajukan keberatan bahwa pengadilan tidak berwenang

mengadili perkaranya atau dakwaan tidak dapat diterima atau surat

dakwaan harus dibatalkan.


- bahwa yang dimaksud mengenai keberatan mengenai dakwaan tidak

dapat diterima adalah keberatan yang diajukan apabila surat

dakwaan yang mengandung cacat formal atau mengandung

kekeliruan beracara (eror in procedure)


- bahwa dakwaan Penuntut Umum tidak dapat diterima atau tuntutan

Penuntut Umum harus ditangguhkan terlebih dahulu karena ada


perselisihan prayudisial sebagaimana yang diatur dalam Pasal 81

KUHP.
- bahwa terdakwa telah mengupayakannnya penyelesaian secara damai

melalui lembaga adat gampong. Sesuai dengan Qanun Nomor 9

Tahun 2009 tentang pembinaan kehidupan adat dan istiadat., Yaitu

pada BAB VI penyelesaian sengketa/perselisihan pada Pasal 13 ayat

(1) huruf M tentang penganiayaan ringan.


- bahwa dakwaan Jaksa Penuntut Umum tidak memenuhi kaidah-

kaidah penyusunan surat dakwaan, sehingga menyesatkan

(meisleading) dan cenderung asal-asalan saja dalam penerapan Pasal

yang mengisaratkan bahwa Jaksa Penuntut Umum tidak memahami

duduk perkara dalam perkara ini.

Terhadap kesimpulan Eksepsi Penasehat Hukum tersebut Jaksa Penuntut

Umum memberikan tanggapan sebagai berikut:

- bahwa pada saat penyidikan dalam perkara ini sangat jelas sekali

perkara ini termasuk dalam perkara tindak pidana dan disaksikan

oleh dua orang saksi yang sama sekali tidak ada hubungan keluarga.
- bahwa surat dakwaan yang dibuat oleh Jaksa Penuntut Umum telah

memenuhi ketentuan Pasal 140 Ayat (1) yang artinya surat dakwaan

dibuatkan berdasarkan hasil penyidikan oleh intansi terkait.


- bahwa benar pihak terdakwa telah mengupayakan upaya hukum

mengenai jalur non litigasi ini sesuai dengan Qanun nomor 9 tahun
2009 tentang pembinaan kehidupan adat dan istiadat., yaitu pada

BAB VI penyelesaian sengketa/perselisihan pada Pasal 13 Ayat (1)

huruf M tentang penganiayaan ringan. Akan tetapi upaya tidak

berhasil karena tidak tercapai sebuah kesepakatan antara kedua

belah pihak, akibat pihak terdakwa hanya mengupayakan damai

melalui penggantian ganti rugi secara materil.


- bahwa pada saat penyidikan dalam perkara ini yang kemuddian

dituangkan dalam surat dakwaan sudah sesuai dengan fakta yang

ada sehingga tidak adanya unsur mendramatisir yang dituduhkan

oleh penasehat hukum terdakwa dalam eksepsinya.


- bahwa dalam menyusun surat dakwaan Jaksa penuntut umum

sudah sesuai dengan kaidah penyusunan surat dakwaan yang ada.

Sehingga tidak ada unsur menyesatkan (misleading) atau kekeliruan

beracara (eror in procedure) apalagi asal-asalan dalam mendakwa

karena Jaksa penuntut umum sesuai dengan fakta hasil dari

penyidikan.
- bahwa demikian surat dakwaan Jaksa penuntut umum adalah sah

menurut hukum.

Berdasarkan uraian tersebut Jaksa penuntut umum dalam perkara atas

hukum dan mohon kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhokseumawe

menetapkan sebagai berikut:


- Menolak seeluruh dalil-dalil eksepsi penasihat hukum TERDAKWA

MAULIANA binti IHSAN


- Menyataakan pemeriksaan perkara atas nama TERDAKWA

MAULIANA binti IHSAN di lanjutkan.

Dengan demikian demikian tanggapan Jaksa penuntut umum

terhadap eksepsi penasihat hukum MAULIANA binti IHSAN.

Lhokseumawe, 22 Juni 2017


JAKSA PENUNTUT UMUM I

HELMAYTA SARI BR M,S.H.,M.H

Jaksa Muda NIP.140510066