Anda di halaman 1dari 6

PROGRAM STUDI

DIPLOMA IV Laboratorium Pengujian Material


Jalan dan Jembatan
PERANCANGAN JALAN
DAN JEMBATAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI PADANG

PENGUJIAN KADAR AIR KAYU


(Testing The Water Content Of Wood)
KY - 01

A. JADWAL PELAKSANAAN
Hari / tanggal : Senin / 19 Desember 2016
Waktu : 08.00 wib s/d Selesai
Lokasi : Laboratorium Pengujian Bahan Jurusan Teknik Sipil
Politeknik Negeri Padang

B. TUJUAN PELAKSANAAN
1. Tujuan Umum
Dapat menentukan kadar air dari berbagai jenis kayu pada keadaan atau
kekeringan tertentu
2. Tujuan Khusus
a. Dapat melakukan dan memahami prosedur pelaksanaan pengujian kadar
air kayu dengan benar
b. Dapat menggunakan peralatan pengujian kadar air kayu dengan benar
c. Dapat melakukan pencatatan dan analisa data pengujian kadar air kayu
d. Dapat menyimpulkan besarnya kadar air kayu berdasarkan standar

C. REFERENSI
- SNI 03- 6850- 2002
- ASTM D 2016 7A, Annual Book of ASTM standards, 1982
- Pedoman Pengujian Fisik dan Mekanik Kayu, Publikasi khusus LPHH
Bogor,1974
- SNI 01-5007-3-2000
- Lusyana. 2012. Job Sheet Labor Bahan II Teknik Sipil PNP : Padang.

D. DASAR TEORI
Kadar air kayu adalah banyaknya air atau persentase air yang dikandung oleh
sepotong kayu terhadap berat kering. Kemampuan kayu untuk menghisap
tergantung kepada suhu dan kelembapan udara disekelilingnya. Standar yang
ditetapkan untuk menetukan kadar air dengan mengeringkan kayu dalam oven
pada suhu 100oC 105oC hingga kayu mencapai berat tetap. Pada kondisi ini

Kelompok 3 KY -
01
PROGRAM STUDI
DIPLOMA IV Laboratorium Pengujian Material
Jalan dan Jembatan
PERANCANGAN JALAN
DAN JEMBATAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI PADANG

kandungan air masih terdapat sekitar 1%. Sifat fisis kayu dipengaruhi oleh
perubahan kadar air kayu, kadar air kayu rata-rata 15%.
AB
100
Kadar air B

Dimana : A = berat awal


B = berat akhir
Kemampuan kayu untuk menghisap dan mengeluarkan air tergantung pada suhu
dan kelembapan udara sekelilingnya, sehingga banyaknya air dalam kayu selalu
berubah-ubah sesuai keadaan udara atau atmosfir sekelilingnya.

Kayu memiliki kandungan air lebih banyak pada kayu muda atau hijau yang akan
mengalami penyusutan yang besar dibandingkan dengan kayu tua. Air terdapat
pada seluruh dinding sel dan dinding kayu. Jika seluruh sel kosong dan dinding
sel jenuh air maka kondisi ini disebut titik jenuh serat, biasanya kadar air berada
antara 23% - 27% karena sifat hidroskopois semua kayu berusaha untuk mencapai
kadar air seimbang.

Kayu adalah bagian yang didapat dari tumbuh-tumbuhan di alam, kayu bersifat
higroskopis, artinya kayu mempunyai daya Tarik terhadap air, baik dalam bentuk
uap atau cair. Masuk dan keluarnya air dari kayu menyebabkan kayu basah atau
kering, akibatnya kayu akan mengembang atau menyusut.

Kadar air maksimum terjadi jika air berhubungan dengan kayu, baik kayu segar
maupun dalam pemakaian, maka sesudah dinding sel jenuh air. Kadar air
maksimum akan tercapai bila semua rongga dalam dinding sel dan rongga sel
telah jenuh dengan air.
Banyaknya air dalam kayu pada titik kejenuhannya ditentukan oleh :
1. Volume rongga dalam kayu yang tidak diisi oleh zat dinding sel dan zat
ekstraktif
2. Berat jenis kayu berdasarkan berat dan volume masing-masing dalm
keadaan kering oven
1,5BJ
100
Kadar air max (%) 1,5BJ

Kadar air keseimbangan terjadi jika kayu diletakkan pada suhu atmosfir dengan
kelembapan tertentu, pada akhirnya akn mencapai suatu kadar air yang tetap, ini
diseb ut kadar air keseimbangan (equilibrium moisture content). Kadar air
keseimbangan tergantung pada lembab nisbi dan suhu dari udara sekelilingnya.

Kelompok 3 KY -
01
PROGRAM STUDI
DIPLOMA IV Laboratorium Pengujian Material
Jalan dan Jembatan
PERANCANGAN JALAN
DAN JEMBATAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI PADANG

Kadar air dalam kayu ada dua macam, yaitu:


1. Kadar air bebas
Yaitu kadar air yang didapat dalam rongga sel, air ini paling mudah dan
dahulu keluar
2. Air terikat
Yaitu air yang berada di dalam dending sel kayu, air ini sangat sulit
dilepaskan

Bila kadar air bebas telah keluar dan masih ada air terikat, maka dikatakan telah
mempunyai titik jenuh (filber saturation point). Ada lima tingkat kelembapan
kayu :
1. Kadar air 0%
Berarti kering maksudnya tidak ada air di dalam maupun di rongga sel
2. Kadar air 0% - 25%
Berarti berat air terdapat di dalam maupun di rongga sel tetapi tidak terdapat
dala serat kayu. Pada kondisi ini kayu cocok digunakan untuk konstruksi
3. Kadar air 25% - 30%
Berarti serat kayu tidak jenuh air dan tidak ada air dalam rongga sel,
keadaan ini dinamakan dengan titik jenuh serat
4. Kadar air > 30%
Berarti serat jenuh air, bagian rongga terisi air, kondisi ini terdapat pada
jenis kayu yang baru ditebang
5. Kadar air >70%
Berarti serat jenuh air dan rongganya terdapat atau terisi air tergantung pada
lam penyimpanan kayu di dalam air
Pengaruh kadar air pada kayu :
1. Pengembangan dan penyusutan kayu pada batas maksimum
2. Semakin kecil kadar air kayu, semakin besar kekuatan kayu
3. Kayu tidak akan mengalami kerusakan berarti jika kadar air yang
dikandung < 20%
4. Jika melakukan pengawetan kayu akan jelas dengan cara memfernis
kayu, mencat atau membekukan lapisan peranan kayu akan lebih efektif
jika dilaksanakan pada kadar air yang tepat

E. PERALATAN dan BAHAN


1. Peralatan
a. Gergaji
b. Penggaris atau jangka sorong
c. Pensil
d. Timbangan digital dengan ketelitian 0,01 gram
e. Oven dengan suhu 110o + 5oC
f. Desikator volume + 3 liter
g. Alat tulis

Kelompok 3 KY -
01
PROGRAM STUDI
DIPLOMA IV Laboratorium Pengujian Material
Jalan dan Jembatan
PERANCANGAN JALAN
DAN JEMBATAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI PADANG

2. Bahan
Kayu dengan ukuran 5x5x5 cm sebanyak 5 buah

Catatan :
Bahan yang digunakan untuk pengujian ini adalah kayu jenis Banio
yang berasal dari daerah Batu Busuk Kota Padang

F. KESELAMATAN KERJA
Pada pengujian ini keselamatan kerja yang harus dilaksanakan adalah:
1. Gunakan peralatan sesuai petunjuk prosedur pratikum dan atas petunjuk
pembimbing pratikum
2. Periksalah peralatan sebelum digunakan
3. Bersihkanlah peralatan dan ruang kerja setelah selesai pratikum
4. Gunakan penunjang keselamatan, seperti:
a. Memakai masker
b. Memakai sarung tangan
c. Pakaian praktek
d. Sepatu safety

G. PROSEDUR PELAKSANAAN
Dalam melakukan pengujian ini kita dapat mengikuti langkah- langkah berikut:
1. Menyiapkan semua peralatan dan bahan yang diperlukan
2. Setelah dipotong, benda uji ditimbang beratnya, lalu catat berat awal (A gr)
3. Lalu keringkan benda uji di dalam oven pada suhu 110o + 5oC
4. Penimbangan berat akhir dilakukan setelah benda uji dioven dan didinginkan,
lalu catat hasil penimbangan (B gr)
5. Hitung kadar air kayu berdasarkan data yang didapatkan

H. PENGOLAHAN DATA
Hasil dari pengujian berat jenis kayu didapatkan pengolahan datasebagai berikut:

Kelompok 3 KY -
01
PROGRAM STUDI
DIPLOMA IV Laboratorium Pengujian Material
Jalan dan Jembatan
PERANCANGAN JALAN
DAN JEMBATAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI PADANG

Benda uji 1
A = 93 gr
B = 79,20 gr

9379,20
100
Kadar air 79,20

= 17,42%

Dari pengujian Kadar Air Kayu yang telah diuji di Laboratorium Jurusan Teknik
Sipil Politeknik Negeri Padang digunakan empat buah sampel dan didapat kan data
sebagai berikut:

Berat Kayu

No. Benda Uji Awal (A) Kering Oven (B) Kadar Air
Kayu
Gram Gram

1. 93 79,20 17,42 %
2. 94 79,81 17,78 %
3. 92 78,52 17,17 %
4. 83 70,55 17,65 %
Rata-rata 17,505 %

I. KESIMPULAN

Dari pengujian kadar air kayu yang dilakukan pada hari Senin, 19 Desember 2016
yang menggunakan kayu jenis Banio yang berasal dari Batu Busuk Kota Padang
berasal dari Sungai Batu Busuak diperoleh rata-rata kadar air kayu sebesar
17,505%. Berdasarkan SNI 03-6850-2002, standar kadar air kayu yang diizinkan
adalah 15-18%, maka dapat disimpulkan bahwa kayu jenis banio yang berasal dari
sungai batu busuak yang dilakukan pengujian ini dapat digunakan untuk
konstruksi.

J. LAMPIRAN
- Form data
- Kebtuhan Bahan Pengujian
- Skema Prosedur
- Animasi Pengujian
- Gambar Peralatan

Kelompok 3 KY -
01
PROGRAM STUDI
DIPLOMA IV Laboratorium Pengujian Material
Jalan dan Jembatan
PERANCANGAN JALAN
DAN JEMBATAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI PADANG

- SNI

Kelompok 3 KY -
01