Anda di halaman 1dari 19

GENERATOR

GENERATOR

I.1. Umum

Salah satu bagian besar dari sistem tenaga listrik adalah stasiun pembangkit tenaga listrik.

Stasiun pembangkit tenaga listrik tersebut dapat berupa generator yang digerakkan dengan

tenaga gas, tenaga air, tenaga diesel dan lain sebagainya. Pokok utama dalam pengadaan

sistem tenaga listrik adalah bagian dari pembangkitnya atau dalam hal ini generatornya.

Apabila suatu sistem pembangkit terganggu, maka seluruh sistem tenaga listrik akan terhenti

pengoperasiannya.

Penyebab gangguan pada sistem pembangkit terdiri atas dua bagian yaitu:

1. Gangguan dari luar generator, yaitu gangguan dalam sistem yang dihubungkan generator.

2. Gangguan di dalam generator.

3. Gangguan pada mesin penggerak generator.

Dari ketiga jenis gangguan di atas, bila salah satu generator yang bekerja secara paralel

mengalami gangguan, kemungkinan besar generator yang sedang beroperasi tidak sanggup

lagi untuk memikul beban keseluruhannya. Oleh sebab itu diperlukan perhitungan besarnya

beban yang harus diputuskan secara tiba-tiba agar dapat diperoleh kestabilan sistem.

I.2. Prinsip Kerja Generator

Generator serempak (sinkron) adalah suatu penghasil tenaga listrik dengan landasan hukum

Faraday. Jika pada sekeliling penghantar terjadi perubahan medan magnet, maka pada

penghantar tersebut akan dibangkitkan suatu gaya gerak listrik (GGL) yang sifatnya
menentang perubahan medan tersebut. Untuk dapat terjadinya gaya gerak listrik (GGL)

tersebut diperlukan dua kategori masukan, yaitu:

1. Masukan tenaga mekanis yang akan dihasilkan oleh penggerak mula (prime mover).

2. Arus masukan (If) yang berupa arus searah yang akan menghasilkan medan magnet yang

dapat diatur dengan mudah.

USSumbu PutarIfIf

dimana:

If : Arus medan

U S : Kutub generator

Sumbu Putar : Poros Generator

: Fluks medan

Apabila rotor generator diputar pada kecepatan nominalnya, dimana putaran tersebut

diperoleh dari putaran penggerak mulanya (prime mover), kemudian pada kumparan medan

rotor diberikan arus medan sebesar If, maka garis-garis fluksi yang dihasilkan melalui kutub-

kutub inti akan menghasilkan tegangan induksi pada kumparan jangkar stator sebesar:

Ea = C. n.

dimana:

Ea : Tegangan induksi yang dibangkitkan pada jangkar generator

C : Konstanta

n : Kecepatan putar

: Fluksi yang dihasilkan oleh arus penguat (arus medan)


Apabila generator digunakan untuk melayani beban, pada kumparan jangkar generator akan

mengalir arus. Untuk generator 3 fasa, setiap belitan jangkar akan memilki beda fasa sebesar

120.

120 120120FASA 1FASA 2FASA 3

I.3. Konstruksi Generator

Generator terdiri dari dua bagian yang paling utama, yaitu:

1. Bagian yang diam (stator).

2. Bagian yang bergerak (rotor).

I.3.1. Bagian yang diam (Stator)

Bagian yang diam (stator) terdiri dari beberapa bagian, yaitu:

1. Inti stator.

Bentuk dari inti stator ini berupa cincin laminasi-laminasi yang diikat serapat mungkin untuk

menghindari rugi-rugi arus eddy (eddy current losses). Pada inti ini terdapat slot-slot untuk

menempatkan konduktor dan untuk mengatur arah medan magnetnya.

2. Belitan stator.

Bagian stator yang terdiri dari beberapa batang konduktor yang terdapat di dalam slot-slot

dan ujung-ujung kumparan. Masing-masing slot dihubungkan untuk mendapatkan tegangan

induksi.

3. Alur stator.

Merupakan bagian stator yang berperan sebagai tempat belitan stator ditempatkan.

4. Rumah stator.
Bagian dari stator yang umumnya terbuat dari besi tuang yang berbentuk silinder. Bagian

belakang dari rumah stator ini biasanya memiliki sirip-sirip sebagai alat bantu dalam proses

pendinginan.

I.3.2. Bagian yang bergerak (Rotor)

Rotor adalah bagian generator yang bergerak atau berputar. Antara rotor dan stator dipisahkan

oleh celah udara (air gap). Rotor terdiri dari dua bagian umum, yaitu:

1. Inti kutub

2. Kumparan medan

Pada bagian inti kutub terdapat poros dan inti rotor yang memiliki fungsi sebagai jalan atau

jalur fluks magnet yang dibangkitkan oleh kumparan medan. Pada kumparan medan ini juga

terdapat dua bagian, yaitu bagian penghantar sebagai jalur untuk arus pemacuan dan bagian

yang diisolasi. Isolasi pada bagian ini harus benar-benar baik dalam hal kekuatan

mekanisnya, ketahanannya akan suhu yang tinggi dan ketahanannya terhadap gaya

sentrifugal yang besar.

Konstruksi rotor untuk generator yang memiliki nilai putaran relatif tinggi biasanya

menggunakan konstruksi rotor dengan kutub silindris atau cylinderica poles dan jumlah

kutubnya relatif sedikit (2, 4, 6). Konstruksi ini dirancang tahan terhadap gaya-gaya yang

lebih besar akibat putaran yang tinggi.

Untuk putaran generator yang relatif rendah atau sedang (kurang dari 1000 rpm), dipakai

konstruksi rotor dengan kutub menonjol atau salient pole dengan jumlah kutub-kutub yang

relatif banyak.
Pada prinsipnya, salah satu dari penghantar atau kutub-kutub ini dibuat sebagai bagian yang

tetap sedangkan bagian-bagian yang lainnya dibuat sebagai bagian yang berputar.

I.4. Pengaturan Putaran

Putaran adalah salah satu faktor yang penting yang memberi pengaruh besar terhadap

tegangan yang timbul oleh arus bolak-balik (alternating current). Frekuensi listrik yang

dihasilkan oleh generator sinkron harus sebanding dengan kecepatan putar generator tersebut.

Dalam hal ini, rotor sebagai bagian yang bergerak terdiri atas rangkaian-rangkaian

elektromagnet dengan arus searah (DC) sebagai sumber arusnya. Medan magnet rotor akan

bergerak sesuai dengan arah putaran rotor. Untuk menjaga putaran tetap konstan, maka pada

penggerak mula (prime mover) dilengkapi governor. Governor itu sendiri adalah suatu alat

yang berfungsi mengatur putaran tetap konstan pada keadaan yang bervariasi.

Besar kecepatan putaran generator dapat dihitung melalui persamaan berikut:

dimana:

n = kecepatan putaran (rpm)

f = frekuensi (Hz)

p = jumlah kutub

I.5. Pengaturan Tegangan

Tegangan generator sinkron dalam keadaan berbeban akan lebih rendah nilainya daripada

tegangan generator sinkron dalam keadaan tanpa beban. Nilai relatif, yaitu nilai selisih antara

tegangan dalam keadaan berbeban penuh dengan keadaan tanpa beban biasanya disebut

dengan regulasi tegangan atau voltage regulation (VR).

dimana:
VR = regulasi tegangan (voltage regulation)

VNL = tegangan tanpa beban (no load voltage)

VFL = tegangan beban penuh (full load voltage)

Generator-generator sekarang dirancang dan dibuat untuk tegangan yang bervariasi akibat

dari adanya variasi arus jangkar atau variasi beban yang menimbulkan turunnya tegangan

(voltage drop) pada kumparan jangkar yang bervariasi pula. Jatuhnya tegangan impedansi

tersebut tergantung kepada besar arus dan faktor daya beban. Dengan pengaturan arus

eksitasi, tegangan dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.

Yang dimaksud dengan eksitasi atau biasa disebut sistem penguatan adalah suatu perangkat

yang memberikan arus penguat (If) kepada kumparan medan generator arus bolak-balik

(alternating current) yang dijalankan dengan cara membangkitkan medan magnetnya dengan

bantuan arus searah.

Sistem penguatan dapat digolongkan berdasarakan cara penyediaan tenaganya, yaitu:

1. Sistem penguatan sendiri.

2. Sistem penguatan terpisah.

Untuk generator berkapasitas besar umumnya digunakan sistem penguatan sendiri. Sistem

penguatan ini digunakan pada generator tanpa sikat (brushless alternator). Generator tanpa

sikat ini mempunyai exiter yang kumparan jangkarnya pada rotor dan kumparan medannya

pada stator. Arus penguatan didapat dari induksi magnet sisa (remanensi) pada stator generator

utama yang diberikan oleh stator generator penguat. Arus tersebut diatur terlebih dahulu oleh

AVR (automatic voltage regulator) yang merupakan alat pengatur tegangan yang bekerja secara

otomatis.
Sebagai salah satu contoh sistem eksitasi penguatan sendiri yang dipakai adalah sistem

eksitasi penguatan sendiri dengan menggunakan magnet permanen (permanent magnet

generator excited-AVR controlled generators). Dalam hal ini, generator magnet permanen

(PMG) berperan memberikan suplai untuk sistem eksitasi melalui AVR dimana AVR berperan

sebagai alat untuk mengontrol tingkat eksitasi yang disediakan untuk medan exiternya. AVR

akan memberikan respon terhadap sinyal tegangan yang

dirasakannya melalui transformator berisolasi (isolating transformer) dari kumparan stator

utama. Dengan mengendalikan suplai yang rendah dari medan eksitasinya, kontrol untuk

suplai yang tinggi yang diperlukan pada medan exiter dapat terpenuhi melalui keluaran

penyearah dari stator eksitasi.

Sistem ini menghasilkan sumber eksitasi yang konstan dan mampu menyediakan start motor

yang tinggi dan juga memiliki kekebalan terhadap gangguan berbentuk gelombang

(waveform distortion) pada keluaran stator utama yang dapat terjadi karena adannya beban

yang non linear. AVR akan merasakan tegangan dua fasa rata-rata mendekati regulasi

tegangan yang diinginkan. AVR ini juga mampu mendeteksi perubahan kecepatan mesin dan

dapat mengatasi tegangan turun sebagai akibat turunnya kecepatan putaran mesin dibawah

frekuensi yang telah ditentukan sehingga dapat menghindari eksitasi berlebih pada saat

kecepatan mesin rendah dan memperhalus dampak dari perubahan beban (load switching)

untuk menghindari kerusakan mesin. Sistem ini juga menyediakan proteksi untuk eksitasi

berlebih yang bekerja dengan waktu tunda tertentu ketika terjadi lonjakan tegangan medan

eksitasi.

I.6. GPC (Generator Paralelling Controller)


GPC adalah suatu unit (alat) yang berfungsi sebagai pengontrol dan pengaman generator.

GPC akan mengeluarkan semua kebutuhan serta tugas-tugas untuk mengontrol dan

memproteksi operasi sebuah generator tanpa harus memperhatikan penggunaan generator

tersebut.

Hal ini berarti GPC dapat digunakan untuk berbagai tipe aplikasi seperti:

1. Satu generator (generator tunggal).

2. Kontrol beragam beban generator.

3. Beban utama yang tetap (dasar beban).

Sistem pengukuran GPC adalah melalui tegangan 3 fasa yang diukur pada tegangan generator,

arus generator dan tegangan bus utama.

I.6.1. Kontrol Fungsi

Kontrol fungsi dari GPC ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Dinamik sinkronisasi.

a. Perubahan frekuensi.

b. Check tegangan.

c. Kompensasi waktu tunda pemutus.

d. Pemeriksaan urutan fasa.

2. Beban tetap (dasar beban) jalannya generator.

3. Berjalannya frekuensi yang tetap pada generator yang berdiri sendiri.

4. Pembagian beban antar generator dengan beban beragam serta pengontrol frekuensi.

5. Output rele untuk speed governor.


6. Output rele untuk menutup dan membukanya pemutus generator.

7. Mengatur ramp up dan ramp down dari beban generator.

8. Output rele untuk start stop generator berikutnya (berdasarkan tinggi rendahnya

beban).

I.6.2. Fungsi Proteksi Generator

Proteksi terhadap generator yang terdapat pada operasi sistem GPC dapat dibagi atas dua

kelompok, yaitu proteksi untuk:

1. Daya balik (reverse power).

2. Over current (dengan 2 level).

Fungsi proteksi terhadap generator dapat dipilih untuk mengaktifkan salah satu dari empat

rele yang dapat disusun. Opsi A dan Opsi B tidak dapat dipilih pada waktu yang bersamaan

diantara fungsi keduanya.

a. Opsi A

1. Vector jump.

2. (rocof). dtdf

3. Over voltage (2 level).

4. Low voltage (2 level).

5. Over frekuensi (2 level).

6. Low frekuensi (2 level).


b. Opsi B Bus Proteksi

1. Over voltage (2 level).

2. Low voltage (2 level).

3. Over frekuensi (2 level).

4. Low frekeunsi (2 level).

c. Opsi D Tegangan, VAR/Power Factor Control

Pemilihan yang dipilih pada opsi D dapat diaktifkan dengan cara pemilihan mode dari GPC

itu sendiri (mode input 4, 5 dan 6).

d. Opsi E Analog Governor dan Output AVR Control

Pemilihan opsi E memerlukan papan tambahan yang akan diletakkan pada slot #4 yaitu pada

terminal 65 72 dimana ada dua output analog hadir berkisar 20 mA. Output ini diberi

penguatan terpisah. Bagian GPC yang terakhir adalah output aktif (tidak memerlukan

tambahan tegangan dari luar).

e. Opsi F1, 2x Transducer Output

Pemilihan opsi F1, berarti ada sebuah papan tambahan yang akan ditambahkan pada slot #6

(terminal 90 97) dimana terdapat dua output analog (0 20 mA). Output diberi penguatan

terpisah dan di GPC terakhir outputnya adalah output aktif (tidak memerlukan tambahan

tegangan dari luar).

Komponen utama dari generator

Komponen utama dari sebuah generator listrik dapat secara luas diklasifikasikan sebagai

berikut:

1. Mesin

2. Alternator
3. Sistem Bahan Bakar

4. Voltage Regulator

5. Pendingin dan Exhaust System

6. Sistem Pelumasan

7. Charger Baterai

8. Control Panel

9. Kerangka Utama / Frame

Uraian tentang komponen utama dari generator diberikan di bawah ini :

(1) Mesin

Mesin adalah sumber energi input mekanis untuk generator. Ukuran mesin berbanding lurus

dengan output daya maksimum generator dapat pasokan. Ada beberapa faktor yang Anda

perlu diingat saat menilai mesin generator Anda. Para produsen mesin harus dikonsultasikan

untuk mendapatkan spesifikasi operasi mesin penuh dan jadwal pemeliharaan.

(A) Bahan Bakar

yang Digunakan mesin Generator beroperasi pada berbagai bahan bakar seperti diesel,

bensin, propana (dalam bentuk cair atau gas), atau gas alam. Mesin yang lebih kecil biasanya

beroperasi pada bensin sementara mesin yang lebih besar berjalan pada diesel, propana cair,

gas propana, atau gas alam. Mesin tertentu juga dapat beroperasi pada umpan ganda dari

kedua solar dan gas dalam mode operasi bi-bahan bakar.

(B) Overhead Valve (OHV)


Mesin versus non-OHV Mesin mesin OHV berbeda dari mesin lain dalam bahwa katup

intake dan exhaust dari mesin yang terletak di kepala silinder mesin sebagai lawan yang

dipasang pada blok mesin. Mesin OHV memiliki beberapa keunggulan dibandingkan mesin

lain seperti:

Desain ringkas

Mekanisme Simpler operasi

Daya Tahan

User-friendly dalam operasi

Namun, OHV-mesin juga lebih mahal daripada mesin lainnya.

(C) Cast Iron Sleeve (CIS) di Cylinder Engine

CIS adalah lapisan dalam silinder mesin. Mengurangi keausan, dan memastikan daya tahan

mesin. Kebanyakan OHV-mesin dilengkapi dengan CIS tetapi penting untuk memeriksa fitur

ini di mesin generator. CIS adalah bukan merupakan fitur mahal tetapi memainkan peranan

penting dalam daya tahan mesin terutama jika Anda harus menggunakan generator Anda

sering atau untuk jangka waktu yang panjang.

(2) Alternator

Alternator, juga dikenal sebagai genhead, adalah bagian dari generator yang menghasilkan

output listrik dari input mekanis yang diberikan oleh mesin. Ini berisi perakitan bagian-

bagian diam dan bergerak terbungkus dalam perumahan. Komponen bekerja sama untuk

menyebabkan gerakan relatif antara medan magnet dan listrik, yang pada gilirannya

menghasilkan listrik.

(A) Stator
Ini adalah komponen stasioner. Ini berisi satu set konduktor listrik luka dalam gulungan lebih

dari inti besi.

(B) Rotor / Amature

Ini adalah komponen bergerak yang menghasilkan medan magnet berputar pada salah satu

dari tiga cara berikut:

(I) Berdasarkan induksi

Ini dikenal sebagai alternator brushless dan biasanya digunakan pada generator besar.

(Ii) Dengan magnet permanen Ini adalah umum pada unit alternator kecil.

(Iii) Dengan menggunakan sebuah exciter Exciter adalah sebuah sumber kecil arus searah

(DC) yang memberikan energi rotor melalui perakitan melakukan slip ring dan sikat.

Rotor menghasilkan medan magnet yang bergerak di sekitar stator, yang menginduksi

perbedaan tegangan antara gulungan stator. Ini menghasilkan arus bolak-balik (AC) output

dari generator.

Berikut ini adalah faktor-faktor yang Anda perlu diingat saat menilai alternator generator:

(A) Logam Plastik dibandingkan Perumahan Sebuah desain semua-logam menjamin daya

tahan alternator. Rumah plastik mendapatkan cacat dengan waktu dan menyebabkan bagian

yang bergerak dari alternator yang akan terkena. Ini meningkat keausan dan yang lebih

penting, adalah berbahaya bagi pengguna.

(B) Ball Bearing Bearing dibandingkan Jarum Bantalan peluru lebih disukai dan lebih lama.

(C) Brushless Desain Sebuah alternator yang tidak menggunakan sikat membutuhkan

perawatan yang kurang dan juga menghasilkan listrik bersih.

(3) Sistem Bahan Bakar


Tangki bahan bakar biasanya memiliki kapasitas yang cukup untuk menjaga generator

operasional selama 6 sampai 8 jam pada rata-rata. Dalam kasus unit generator kecil, tangki

bahan bakar adalah bagian dari dasar skid generator atau dipasang di atas bingkai generator.

Untuk aplikasi komersial, mungkin perlu untuk mendirikan dan menginstal tangki bahan

bakar eksternal. Semua instalasi tersebut tunduk pada persetujuan dari Divisi Perencanaan

Kota. Klik link berikut untuk rincian lebih lanjut mengenai tangki bahan bakar untuk

generator .

Fitur umum dari sistem bahan bakar adalah sebagai berikut:

(A) Pipa sambungan dari tangki bahan bakar untuk mesin Garis pasokan mengarahkan

bahan bakar dari tangki ke mesin dan jaringan balik mengarahkan bahan bakar dari mesin ke

tangki.

(B) Ventilasi pipa untuk tangki bahan bakar Tangki bahan bakar memiliki pipa ventilasi

untuk mencegah penumpukan tekanan atau vakum selama pengisian ulang dan drainase

tangki. Jauhkan logam kontak antara nosel pengisi dan tangki bahan bakar untuk menghindari

percikan api.

(C) Overflow koneksi dari tangki bahan bakar ke pipa pembuangan ini diperlukan sehingga

setiap meluap selama mengisi ulang tangki tidak menyebabkan tumpahan cairan pada genset.

(D) Bahan Bakar pompa Ini bahan bakar transfer dari tangki penyimpanan utama ke tangki

hari. Pompa bahan bakar biasanya dioperasikan secara elektrik.

(E) Bahan Bakar Air Separator / Fuel Filter hal ini memisahkan air dan asing dari bahan

bakar cair untuk melindungi komponen lain dari generator dari korosi dan kontaminasi.

(F) Bahan Bakar Injector Ini atomizes bahan bakar cair dan semprotan jumlah yang

diperlukan bahan bakar ke ruang pembakaran mesin.

(4) Voltage Regulator


Sesuai namanya, komponen ini mengatur tegangan keluaran dari generator. Mekanisme ini

dijelaskan di bawah ini terhadap satu komponen yang berperan dalam proses siklus regulasi

tegangan.

(1) Voltage Regulator: Konversi Tegangan AC ke DC Kini regulator tegangan memakan

sebagian kecil dari output generator tegangan AC dan mengkonversikannya menjadi arus DC.

Regulator tegangan DC ini kemudian feed saat ini untuk satu set gulungan sekunder di stator,

yang dikenal sebagai gulungan exciter.

(2) Exciter Belitan: Konversi DC ke AC Current Kini gulungan exciter sekarang mirip

dengan gulungan stator utama fungsi dan menghasilkan arus AC kecil. Gulungan exciter yang

terhubung ke unit yang dikenal sebagai berputar rectifier.

(3) Rotating Rectifier: Konversi dari AC ke DC Current kini ini memperbaiki arus AC yang

dihasilkan oleh gulungan exciter dan mengubahnya menjadi arus DC. Ini arus DC

diumpankan ke rotor / angker untuk menciptakan medan elektromagnetik selain medan

magnet yang berputar rotor / angker.

(4) Rotor / Amature: Konversi DC sekarang untuk Tegangan AC Rotor / angker sekarang

menginduksi tegangan AC yang lebih besar di seluruh gulungan stator, yang kini

memproduksi generator sebagai tegangan output AC yang lebih besar.

Siklus ini terus berlanjut sampai generator mulai memproduksi setara tegangan output untuk

kapasitas operasi penuh. Sebagai output dari kenaikan generator, regulator tegangan kurang

menghasilkan arus DC. Setelah generator mencapai kapasitas operasi penuh, regulator

tegangan mencapai keadaan kesetimbangan dan menghasilkan DC saat ini hanya cukup untuk

mempertahankan output generator di tingkat operasi penuh.


Bila Anda menambahkan beban untuk generator, output tegangan dips sedikit. Hal ini

mendorong regulator tegangan ke dalam tindakan dan siklus di atas dimulai. Siklus ini

berlanjut sampai landai output generator sampai dengan kapasitas operasi yang asli penuh.

(5) Pendingin & Exhaust Sistem

(A) Sistem Pendingin

Penggunaan terus menerus generator menyebabkan berbagai komponen untuk mendapatkan

memanas. Sangat penting untuk memiliki pendingin dan sistem ventilasi untuk menarik panas

yang dihasilkan dalam proses.

Air baku / segar kadang-kadang digunakan sebagai pendingin untuk generator, tetapi ini

sebagian besar terbatas pada situasi tertentu seperti generator kecil dalam aplikasi kota atau

unit yang sangat besar di atas 2250 kW dan di atas. Hidrogen kadang-kadang digunakan

sebagai pendingin untuk gulungan stator unit pembangkit besar karena lebih efisien dalam

menyerap panas dari pendingin lainnya. Hidrogen menghilangkan panas dari generator dan

transfer melalui penukar panas menjadi sirkuit pendingin sekunder yang berisi de-

mineralisasi air sebagai pendingin. Inilah sebabnya mengapa sangat besar dan generator

pembangkit listrik kecil sering memiliki menara pendingin yang besar di samping mereka.

Untuk semua aplikasi umum lainnya, baik perumahan dan industri, radiator standar dan kipas

terpasang pada generator dan bekerja sebagai sistem pendingin primer.

Hal ini penting untuk memeriksa tingkat pendingin generator setiap hari. Sistem pendingin

dan pompa air baku harus memerah setelah setiap 600 jam dan penukar panas harus

dibersihkan setelah setiap 2.400 jam operasi generator. Generator harus ditempatkan di

daerah terbuka dan berventilasi yang memiliki pasokan yang cukup dari udara segar.

(B) Sistem Pembuangan Gas


Exhaust asap yang dipancarkan oleh generator hanya seperti knalpot dari setiap diesel atau

mesin gasonline dan mengandung bahan kimia yang sangat beracun yang perlu dikelola

dengan baik. Oleh karena itu, adalah penting untuk menginstal sistem pembuangan yang

memadai untuk membuang gas buang. Hal ini tidak dapat ditekankan cukup sebagai

keracunan karbon monoksida tetap menjadi salah satu penyebab paling umum untuk

kematian di daerah pasca badai yang terkena dampak karena orang cenderung tidak berpikir

tentang hal itu sampai terlambat.

Pipa knalpot biasanya terbuat dari besi cor, besi tempa, atau baja. Ini harus berdiri bebas dan

tidak harus didukung oleh mesin generator. Pipa knalpot biasanya melekat pada mesin

dengan konektor fleksibel untuk meminimalkan getaran dan mencegah kerusakan pada sistem

knalpot generator. Pipa knalpot berakhir di luar rumah dan mengarah menjauh dari pintu,

jendela dan lubang lainnya ke rumah atau bangunan.

Anda harus memastikan bahwa sistem pembuangan generator Anda tidak terhubung dengan

yang peralatan lain. Anda juga harus berkonsultasi tata kota setempat untuk menentukan

apakah operasi generator Anda akan perlu untuk mendapatkan persetujuan dari pemerintah

daerah untuk memastikan anda sesuai dengan hukum setempat yang melindungi terhadap

denda dan hukuman lain.

(6) Sistem pelumas

Sejak generator terdiri dari bagian yang bergerak dalam mesin, memerlukan pelumasan untuk

memastikan operasi daya tahan dan halus untuk jangka waktu yang panjang. Mesin generator

dilumasi oleh minyak disimpan dalam pompa. Anda harus memeriksa tingkat minyak

pelumas setiap 8 jam operasi generator. Anda juga harus memeriksa kebocoran pelumas dan

mengubah minyak pelumas setiap 500 jam operasi generator.


(7) Charger Baterai

Fungsi awal dari generator adalah dioperasikan dengan baterai. Pengisi daya baterai membuat

baterai pembangkit dibebankan dengan memasok dengan tegangan yang tepat melayang.

Jika tegangan mengambang sangat rendah, baterai akan tetap undercharged. Jika tegangan

mengambang sangat tinggi, akan mempersingkat masa pakai baterai. Pengisi baterai yang

biasanya terbuat dari stainless steel untuk mencegah korosi. Mereka juga sepenuhnya

otomatis dan tidak memerlukan pengaturan yang harus dilakukan atau pengaturan diubah.

Output tegangan DC dari charger baterai ditetapkan sebesar 2,33 Volt per sel, yang adalah

tegangan mengambang tepat untuk baterai asam timbal. Pengisi daya baterai memiliki output

tegangan DC terpencil yang tidak mengganggu fungsi normal dari generator.

(8) Control Panel

Ini adalah antarmuka pengguna dari generator dan mengatur beberapa ketentuan untuk outlet

listrik dan kontrol. Artikel berikut memberikan rincian lebih lanjut mengenai panel kontrol

pembangkit . Produsen yang berbeda telah bervariasi fitur yang ditawarkan dalam panel

kontrol unit mereka. Beberapa di antaranya disebutkan di bawah.

(A) awal Electric dan shut-down panel kontrol Auto awal secara otomatis memulai

generator selama pemadaman listrik, memantau generator saat beroperasi, dan secara

otomatis mematikan unit ketika tidak lagi diperlukan.

(B) Mesin pengukur pengukur yang berbeda menunjukkan parameter penting seperti

tekanan minyak, suhu pendingin, tegangan baterai, kecepatan putaran mesin, dan durasi

operasi. Pengukuran dan pemantauan konstan dari parameter ini memungkinkan built-in

menutup generator ketika salah satu menyeberangi tingkat masing-masing ambang batas.

(C) Generator alat pengukur Panel kontrol juga memiliki meter untuk pengukuran arus

keluaran dan tegangan, dan frekuensi operasi.


(D) kontrol lain Tahap pemilih beralih, frekuensi switch, dan mesin saklar kontrol (mode

manual, mode otomatis) antara lain.

(9) Kerangka Utama / Frame

Semua generator, portabel atau stasioner, telah disesuaikan perumahan yang menyediakan

basis dukungan struktural. Bingkai juga memungkinkan untuk dihasilkan harus dibumikan /

grounding untuk keselamatan.