Anda di halaman 1dari 23

GENERATOR AC

Generator adalah salah satu komponen yang dapat mengubaha energi gerak menjadi energi
listrik.Prinsip kerjanya dapat dipelajari dengan teori medan elekronik .Poros pada generator
dipasang dengan material ferromagnetic permanen.Setelah itu disekeliling poros terdapat
stator yang bentuk fisisnya adalah kumparan-kumparan kawat yang membentuk loop.Ketika
poros generator mulai berputar maka akan terjadi perubahan fluks pada stator yang akhirnya
karena terjadi perubahan tegangan dan arus listrik tertentu.Tegangan dan arus listrik yang
dhasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan listrik. Berdasarkan arus yang
disalurkangenerator menjadi 2 jenis yaitu generator AC (bolak balik) dan generator
DC(searah).Generator AC merupakan komponen yang dapat mengubah energy gerak menjadi energi
listrik.Penggunaan generator saat ini dapat dimanfaakan sebagai pembangkit listrik Generator
AC atau altenator bekerja pada prinsip yang sama dari induksi elektromagnetik
sebagai generator DC.Arus bolak balik dapat dihasilkan dari perputaran lilitan pada medan
magnet atau perputaran medan magnet pada lilitan stasioner(seimbang/tidak berubah).Nilai
dari tegangan tergantung pada:
- Jumlah perputaran pada lilitan
- Kekuatan medan
- Kecepatan rotasi lilitan/medan magnet
Cara Kerja Generator AC :

- Ketika kumparan diputar didalam medan magnet,satu sisi


kumparan(biru) bergerak ketas sedang lainnya(kuning)bergerak
kebawah
- Kumparan mengalami perubahan garis gaya magnet yang semakin
sedikit,sehingga pada kedua sisi kumparan mengalir arus listrik mengitari kumparan mengalir
arus listrik mengitari kumparan hingga kumparan sinusoid
- Pada posisi sinusoid kumparan tidak mengalami perubahan garis gaya magnet
sehingga tidak ada listrik yang mengalir pada kumparan
- Pada posisi ini kumparan mendapat garis garis magnet maksimum
- Kumparan terus berputar hingga sisi biri bergerak kebawah dan sisi kuning
bergerak keatas
- Kumparan mengalami perubahan garis gaya magnet yang bertambah
banyak,sehingga pada setiap sisi kumparan mengalir arus listrik yang berlawanan hingga
posisi kumparan
sinusoidal.Kumparan terus berputar hingga sisi biru bergerak ketas dan sisi kuning bergerak
kebawah
- Agar menimbulkan medan magnet yang berpotongan dengan konduktor pada stator
rator diberi eksitasi.Karena ada dua kutub yang berbeda,utara dan selatan,maka tegangan
yang
dihasilkan pada stator adalah tegangan bolak balik dengan gelombang sinusoidal
- Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan
listrik untuk akhirnya digunakan masyarakat

Bagian Bagian Generator AC

- Rotor adlah bagian generator yang berputar (bekerja sebagai kumparan) yang
membangkitkan medan magnet.Jenis rotor adalan Turbene-driven dan salient-pole digunakan
untuk kecepatan tinggi dan salient-pole untuk kecepatan rendah.Belitan pada Tyrbine-driven
rotor disusun sedemikian rupa sehingga membentuk dua atau empat kutub yang
berbeda.Belitan-belitan tersebut diletakan erat-erat didalam slot agar tahan terhadap gaya
sentrifugal pada kecepatan tinggi.Silient-pole rotor sering kali terdiri dari beberpa kutub yang
dibelit terpisahkan,dibautkan pada kerangka rotor.Silient-pole rotor mempunyai diameter
yang lebih besar dari turbine-driven rotor.Pada putaran permenit sama,salient-pole memiliki
gaya sentrifugal yang lebih besar.Untuk menjaga keamanan dan keselatan sehingga
belitannya tidak terlempar keluar mesin,salient-pole hanya digunakan pada aplikasi kecepatan
rendah
- Stator adalah bagian generator yang diam(bekerja sebagai magnet)yang
membangkitkantegangan AC
- Brush sebagai penghubung kemotor listrik
- Medan magnet

Macam Generator
Berdasarkan tegangan yang dibangkitkan generator dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Generator Arus Bolak-Balik (AC)
Generator arus bolak-balik yaitu generator dimana tegangan yang dihasilkan (tegangan out put )
berupa tegangan bolak-balik.
2. Generator Arus Searah (DC)
Generator arus searah yaitu generator dimana tegangan yang dihasilkan (tegangan out put)
berupa tegangan searah, karena didalamnya terdapat sistem penyearahan yang dilakukan bisa
berupa oleh komutator atau menggunakan dioda.

Berdasarkan sistem pembangkitannya generator AC dapat dibagi menjadi 2 yaitu :


1. Generator 1 fasa
Prinsip kerja Motor AC Satu Fasa

Motor AC satu fasa berbeda cara kerjanya dengan motor AC tiga fasa, dimana pada motor AC
tiga fasa untuk belitan statornya terdapat tiga belitan yang menghasilkan medan putar dan pada
rotor sangkar terjadi induksi dan interaksi torsi yang menghasilkan putaran. Sedangkan
pada
motor satu fasa memiliki dua belitan stator, yaitu belitan fasa utama (belitan U1-U2) dan belitan
fasa bantu (belitan Z1-Z2), lihat gambar1.
Gambar 1. Prinsip Medan Magnet Utama dan Medan magnet Bantu Motor Satu fasa

Belitan utama menggunakan penampang kawat tembaga lebih besar sehingga memiliki
impedansi lebih kecil. Sedangkan belitan bantu dibuat dari tembaga berpenampang kecil
dan
jumlah belitannya lebih banyak, sehingga impedansinya lebih besar dibanding impedansi belitan
utama.

Grafik arus belitan bantu Ibantu dan arus belitan utama Iutama berbeda fasa sebesar 2, hal
ini
disebabkan karena perbedaan besarnya impedansi kedua belitan tersebut. Perbedaan arus
beda
fasa ini menyebabkan arus total, merupakan penjumlahan vektor arus utama dan arus
bantu.
Medan magnet utama yang dihasilkan belitan utama juga berbeda fasa sebesar 2 dengan medan
magnet bantu.

Gambar 2. grafik Gelombang arus medan bantu dan arus medan utama
Gambar 3. Medan magnet pada Stator Motor satu fasa

Belitan bantu Z1-Z2 pertama dialiri arus Ibantu menghasilkan fluks magnet 4 tegak lurus,
beberapa saat kemudian belitan utama U1-U2 dialiri arus utama Iutama. yang bernilai
positip.
Hasilnya adalah medan magnet yang bergeser sebesar 45 dengan arah berlawanan jarum
jam.
Kejadian ini berlangsung terus sampai satu siklus sinusoida, sehingga menghasilkan medan
magnet yang berputar pada belitan statornya.

Rotor motor satu fasa sama dengan rotor motor tiga fasa yaitu berbentuk batang-batang
kawat
yang ujung-ujungnya dihubung singkatkan dan menyerupai bentuk sangkar tupai, maka
sering
disebut rotor sangkar.
Gambar 4. Rotor sangkar

Belitan rotor yang dipotong oleh medan putar stator, menghasilkan tegangan induksi,
interaksi
antara medan putar stator dan medan magnet rotor akan menghasilkan torsi putar pada rotor.

Motor Kapasitor

Motor kapasitor satu phasa banyak digunakan dalam peralatan rumah tangga seperti motor
pompa air, motor mesin cuci, motor lemari es, motor air conditioning. Konstruksinya sederhana
dengan daya kecil dan bekerja dengan tegangan suplai PLN 220 V, oleh karena itu menjadikan
motor kapasitor ini banyak dipakai pada peralatan rumah tangga.
Gambar 5. Motor kapasitor

Belitan stator terdiri atas belitan utama dengan notasi terminal U1-U2, dan belitan bantu dengan
notasi terminal Z1-Z2 Jala-jala L1 terhubung dengan terminal U1, dan kawat netral N terhubung
dengan terminal U2. Kondensator kerja berfungsi agar perbedaan sudut phasa belitan
utama
dengan belitan bantu mendekati 90.

Pengaturan arah putaran motor kapasitor dapat dilakukan dengan (lihat gambar6):

Untuk menghasilkan putaran ke kiri (berlawanan jarum jam) kondensator kerja CB


disambungkan ke terminal U1 dan Z2 dan terminal Z1 dikopel dengan terminal.
Putaran ke kanan (searah jarum jam) kondensator kerja disambung kan ke terminal Z1 dan U1
dan terminal Z2 dikopel dengan terminal U1.

Gambar 6. Pengawatan motor kapasitor dengan pembalik putaran.


Motor kapasitor dengan daya diatas 1 KW di lengkapi dengan dua buah kondensator dan
satu
buah saklar sentrifugal. Belitan utama U1-U2 dihubungkan dengan jala-jala L1 dan Netral
N.
Belitan bantu Z1-Z2 disambungkan seri dengan kondensator kerja CB, dan sebuah kondensator
starting CA diseri dengan kontak normally close (NC) dari saklar sentrifugal, lihat gambar 7.

Awalnya belitan utama dan belitan bantu mendapatkan tegangan dari jala-jala L1 dan
Netral.
Kemudian dua buah kondensator CB dan CA, keduanya membentuk loop tertutup sehingga rotor
mulai berputar, dan ketika putaran mendekati 70% putaran nominalnya, saklar sentrifugal akan
membuka dan kontak normally close memutuskan kondensator bantu CA.

Gambar 7. Pengawatan dengan Dua Kapasitor


Fungsi dari dua kondensator yang disambungkan parallel, CA+CB, adalah untuk meningkatkan
nilai torsi awal untuk mengangkat beban. Setelah putaran motor mencapai 70% putaran, saklar
sentrifugal terputus sehingga hanya kondensator kerja CB saja yang tetap bekerja. Jika
kedua
kondensator rusak maka torsi motor akan menurun drastis, lihat gambar 8.

Gambar 8. Karakteristik Torsi Motor kapasitor

MotorShaded Pole
Motor shaded pole atau motor phasa terbelah termasuk motor satu phasa daya kecil, dan banyak
digunakan untuk peralatan rumah tangga sebagai motor penggerak kipas angin, blender.
Konstruksinya sangat sederhana, pada kedua ujung stator ada dua kawat yang terpasang
dan
dihubung singkatkan fungsinya sebagai pembelah phasa.

Belitan stator dibelitkan sekeliling inti membentuk seperti belitan transfor mator. Rotornya
berbentuk sangkar tupai dan porosnya ditempatkan pada rumah stator ditopang dua buah bearing.
Gambar 9. motor shaded pole, Motor fasa terbelah.

Irisan penampang motor shaded pole memperlihatkan dua bagian, yaitu bagian stator
dengan
belitan stator dan dua kawat shaded pole. Bagian rotor sangkar ditempatkan di tengah-
tengah
stator, lihat gambar 10.
Gambar 10. Penampang motor shaded pole.

Torsi putar dihasilkan oleh adanya pembelahan phasa oleh kawat shaded pole. Konstruksi yang
sederhana, daya yang kecil, handal, mudah dioperasikan, bebas perawatan dan cukup di suplai
dengan Tegangan AC 220 V, jenis motor shaded pole banyak digunakan untuk peralatan rumah
tangga kecil.
Motor Universal

Motor Universal termasuk motor satu phasa dengan menggunakan belitan stator dan belitan
rotor. Motor universal dipakai pada mesin jahit, motor bor tangan. Perawatan rutin
dilakukan
dengan mengganti sikat arang yang memendek atau pegas sikat arang yang lembek.
Kontruksinya yang sederhana, handal, mudah dioperasikan, daya yang kecil, torsinya yang
cukup besar motor universal dipakai untuk peralatan rumah tangga.
Gambar 11. komutator pada motor universal.

Bentuk stator dari motor universal terdiri dari dua kutub stator. Belitan rotor memiliki dua belas
alur belitan dan dilengkapi komutator dan sikat arang yang menghubungkan secara seri
antara
belitan stator dengan belitan rotornya. Motor universal memiliki kecepatan tinggi sekitar
3000
rpm.
Gambar 12. stator dan rotor motor universal

2.Generator3fasa
Generator yang dimana dalam sistem melilitnya terdiri dari tiga kumpulan kumparan yang mana
kumparan tersebut masing-masing dinamakan lilitan fasa. Jadi pada statornya ada lilitan
fasa
yang ke satu ujungnya diberi tanda U X; lilitan fasa yang ke dua ujungnya diberi tanda dengan
huruf V Y dan akhirnya ujung lilitan fasa yang ke tiga diberi tanda dengan huruf W
Z.
Jenis generator yang digunakan dalam pembuatan tugas akhir ini yaitu generator AC 1
fasa.
Lilitan stator

Lilitan stator terdiri atas beberapa kumparan, yang dipasang dalam alur-alur inti stator.
Pada
kumparan stator terdapat sisi kumparan yang terletak dalam alur-alur, dan kepala-kepala
kumparan yang menghubungkan sisi-sisi kumparan diluar alur-alur satu sama lain. Tiap-tiap
kumparan terdiri atas satu atau lebih lilitan menurut besar tegangan. Dalam gambar 2.2a
dilukiskan sebuah kumparan yang terdiri atas empat lilitan. Jumlah kawat tiap sisi
kumparan
sama banyaknya dengan jumlah lilitan pada tiap-tiap kumparan.

PerhitunganTeganganGenerator
Dengan diputarnya rotor generator sepanjang dua poolstek (jarak antara pertengahan kutub
magnit dengan pertengahan kutub magnit berikutnya yaitu diukur pada keliling besi stator),
maka akan dibangkitkan suatu tegangan induksi di dalam lilitan A yang besarnya dapat ditulis e
= 4 4 10-8 volt. Harga ini meliputi satu periode.

Karena banyaknya periode dalam tiap detik dinyatakan dengan huruf f singkatan dari frekuensi,
maka besarnya GGL dapat dituliskan sebagai berikut :
Erata-rata = e. f = 4. 4. f. 10-8 volt.
GGL diatas adalah harga rata-rata dari GGL untuk mendapatkan harga efektifnya maka
seluruhnya harus dikalikan dengan suatu angka perbandingan :
fv = Harga efektif
Harga rata-rata
= 1,111.
Angka perbandingan (Konstanta) diatas dinamakan faktor bentuk dan dalam rumus-rumus selalu
dinyatakan dengan singkatan fv.
Jadi harga efektif dari GGL yang dibangkitkan dalam lilitan A itu adalah :
E = 4. f. fv.4. 10-8 Volt.
Karena seluruh jumlah lilitan stator terdiri atas banyak lilitan kawat sebanyak W, maka besarnya
GGL yang dibangkitkan dalam generator adalah:
E = 4. f. fv. 4. W. 10-8 Volt.

Ketentuan rumus diatas ini hanya berlaku jika lilitan-lilitan kawatnya sebanyak W itu
saling
berhubungan seri dan banyaknya saluran (alur) hanya satu. Tetapi dalam kenyataannya
bahwa
banyaknya alur tiap kutub adalah lebih dari satu seperti : 2 dan 3 dan sebagainya.
Untuk lilitan stator yang mempunyai saluran lebih dari pada satu, maka keadaan GGL
yang
dibangkitkan dalam lilitan-lilitan kawat akan agak berkurang daripada ketentuan rumus
diatas.
Ini dikarenakan bahwa kawat-kawat dalam tiap-tiap saluran itu berhadapan dengan 4 yang tidak
sama besarnya. Oleh karena itu dalam ketentuan tersebut diatas masih harus dikalikan lagi agar
konstanta yang dinamakan : faktor lilitan dan dinyatakan dengan suatu huruf fw.
Besarnya faktor lilitan untuk generator fasa tunggal adalah 0,8 dan untuk generator fasa
tiga
(generator arus putar) adalah 0,96.

Dengan demikian maka secara lengkap rumus diatas untuk GGL dari generator dapat dituliskan
sebagai berikut :
E = 4. f. fv. fw. 4. W. 10-8 Volt
Dimana :
E = Tegangan GGL generator (V)
f = frekuensi generator (Hz)
fv = faktor efektif = 1,111
fw= faktor lilitan (untuk generator fasa tunggal adalah 0,8 dan untuk generator fasa tiga adalah
0,96).
4 = fluks (garis gaya = 108 maxwell)
W = lilitan

1.2.4 Pemanfaatan Generator AC

Contoh generator AC yang akan sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah
dinamo sepeda.
Bagian utama dinamo sepeda adalah sebuah magnet tetap dan kumparan yang disisipi besi lunak. Jika
magnet tetap diputar, perputaran tersebut menimbulkan GGL induksi pada kumparan. Jika
sebuah lampu
pijar (lampu sepeda) dipasang pada kabel yang menghubungkan kedua ujung kumparan.
lampu tersebut
akan dilalui arus induksi AC. Akibatnya, lampu tersebut menyala. Nyala lampu akan makin terang jika
perputaran magnet tetap makin cepat (laju sepeda makin kencang).

Generator AC (alternator) bervariasi ukurannya sesuai dengan beban yang akan disuplai.
Sebagai contoh,
alternator pada PLTA mempunyai ukuran yang sangat besar, membangkitkan ribuan
kilowatt pada
tegangan yang sangat tinggi. Contoh lainnya adalah alternator di mobil, yang sangat
kecil sebagai
perbandingannya. Beratnya hanya beberapa kilogram dan menghasilkan daya sekitar 100 hingga 200
watt, biasanya pada tegangan 12 volt.

Generator AC banyak kita jumpai pada pusat-pusat listrik (dengan kapasitas yang relatif
besar).
Misalnya pada PLTA, PLTU, PLTD, PLTN, PLTG, dan lain lain. Disini umumnya generator
AC
disebut dengan alternator atau generator saja. Selain generator AC dengan kapasitas yang
relatif
besar tersebut, kita mengenal pula generator dengan kapasitas yang relatif kecil.
Misalnya
generator yang dipakai untuk penerangan darurat, untuk penerangan daerah-daerah
terpencil
(yang belum terjangkau PLN), dan sebagainya. Generator tersebut sering disebut home light
atau
generator set.