Anda di halaman 1dari 4

Pemuda Menjadi Teladan dan Penggerak Efektif Gerakan Anti

Korupsi

Zauhara Faiqohtun Wuriana

150342605971

Korupsi merupakan tindakan melawan hukum untuk memperkaya diri


sendiri/orang lain (perseorangan atau sebuah korporasi), yang secara langsung
maupun tidak langsung merugikan keuangan atau perekonomian negara, yang dari
segi materiil perbuatan itu dipandang sebagai perbuatan yang bertentangan dengan
nilai-nilai keadilan masyarakat (Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001). Faktor
penyebab korupsi dibagi menjadi faktor internal dan eksternal. Faktor internal
terdiri aspek moral, aspek sikap atau perilaku dan aspek sosial. Faktor eksternal
dilacak dari aspek ekonomi, aspek politis, aspek manajemen dan organisasi, aspek
hukum dan lemahnya penegakkan hukum, serta aspek social yaitu lingkungan atau
masyarakat kurang mendukung perilaku anti korupsi. Larangan korupsi sudah
dijelaskan pada Q.S Al Baqarah ayat 188 berbunyi :

Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di


antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan)
harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta
benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui

Adapula hadis tentang ancaman di neraka terhadap orang yang menjadi korupsi
yang diriwayatkan dari Said bin Zaid bin Amr bin Nufail radhiyallahu anhu, ia
berkata: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda:
Barangsiapa mengambil sejengkal tanah secara dhalim, maka Allah akan
mengalungkan di lehernya pada Hari Kiamat nanti dengan setebal tujuh lapis
bumi. (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Hal tersebut perlu dilakukan pencegahan, penindakan dan peran serta dari
masyarakat.

Salah satu upaya pemberantasan korupsi adalah dengan sadar melakukan


suatu Gerakan Anti-korupsi di masyarakat. Gerakan ini adalah upaya bersama
yang bertujuan untuk menumbuhkan Budaya Anti Korupsi. Dengan tumbuhnya
budaya anti- korupsi di masyarakat diharapkan dapat mencegah munculnya
perilaku koruptif. Gerakan Anti Korupsi adalah suatu gerakan jangka panjang
yang harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang terkait, yaitu
pemerintah, swasta dan masyarakat. Dalam konteks inilah peran pemuda sebagai
salah satu bagian penting dari masyarakat sangat diharapkan. Mengapa para
pemuda ???
Pemuda khususnya mahasiswa adalah aset paling menentukan kondisi
zaman tersebut dimasa depan. Peran penting mahasiswa tersebut tidak dapat
dilepaskan dari karakteristik yang mereka miliki, yaitu: intelektualitas, jiwa muda
dan idealisme. Dengan intelektual yang tinggi, jiwa muda yang penuh semangat,
dan idealisme yang murni telah terbukti bahwa para pemuda selalu mengambil
peran penting dalam sejarah perjalanan bangsa ini. Berdasarkan ulama terdahulu
mengatakan :

pemuda hari ini adalah pemimpin hari esok, pemudi hari ini adalah pembimbing
di hari esok

Peran pemuda sangatlah penting untuk membangun sesuatu menjadi lebih baik.
Bahkan dalam Al Quran banyak diceritakan kisah tentang para pemuda yang dapat
diteladani dan dapat diambil hikmahnya untuk dipraktekkan di masa yang
sekarang ini. Sebagai contoh ayat Al Quran tentang 3 pemuda yang memiliki
kekuatan dan potensi yang besar untuk menjaga dan memperjuangkan apa yang
benar dan dengan tegas menolak sesuatu yang salah.
Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya
mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami
tambah pula untuk mereka petunjuk (Q.S Al Kahf: 13)

(1) Pemuda merupakan agen perubahan (agent of change)









Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu
sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka (Q.S Ar-Ra'd ayat 11)

Dengan kompetensi yang mereka miliki tersebut mahasiswa diharapkan mampu


menjadi agen perubahan dengan cara keberanian untuk menyatakan kebenaran,
mampu menyuarakan kepentingan rakyat dan mampu mengkritisi kebijakan-
kebijakan yang koruptif.

(2) Pemuda sebagai social control


Yang mana peran ini merupakan fungsi kontrol terhadap pemerintah yang sangat
perlu diawasi terus menerus. Sifat mahasiswa yang didasari idealisme tinggi akan
menjadi kekuatan besar dalam mengawasi jalannya pemerintahan yang sudah
tidak sesuai dengan kepentingan rakyat.

(3) Pemuda dapat menjadi Iron Stock


Mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki
kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-
generasi sebelumnya. Intinya mahasiswa itu merupakan aset, cadangan, harapan
bangsa untuk masa depan. Sejarah telah membuktikan bahwa di tangan generasi
mudalah perubahan-perubahan besar terjadi, dari zaman nabi, kolonialisme,
hingga reformasi, pemudalah yang menjadi garda depan perubah kondisi bangsa.
Keterlibatan mahasiswa dalam gerakan anti korupsi pada dasarnya dapat
dibedakan menjadi lingkungan kampus, di masyarakat sekitar, dan di tingkat local

(1) Lingkungan Kampus


seorang mahasiswa diharapkan dapat mencegah agar rekan-rekannya sesama
mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan di kampus tidak berperilaku koruptif
dan tidak korupsi. Berbagai bentuk kegiatan dapat dilakukan untuk menanamkan
nilai-nilai anti korupsi kepada komunitas mahasiswa dan organisasi
kemahasiswaan agar tumbuh budaya anti korupsi di mahasiswa. Kegiatan
kampanye, sosialisasi, seminar, pelatihan, kaderisasi, dan lain-lain dapat
dilakukan untuk menumbuhkan budaya anti korupsi.

(2) Lingkungan Masyarakat


Memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang bahaya melakukan korupsi.
Upaya mahasiswa ini misalnya memberikan penyuluhan kepada masyarakat
mengenai bahaya melakukan tindakan korupsi karena pada nantinya akan
mengancam dan merugikan kehidupan masyarakat sendiri. Serta menghimbau
agar masyarakat ikut serta dalam menindaklanjuti (berperan aktif) dalam
memberantas tindakan korupsi yang terjadi di sekitar lingkungan mereka.

(3) Di tingkat local


Mahasiswa dengan kompetensi yang dimilikinya dapat menjadi pemimpin
(leader) dalam gerakan massa anti korupsi baik yang bersifat lokal maupun
nasional. Kegiatan-kegiatan anti korupsi yang dirancang dan dilaksanakan secara
bersama dan berkesinambungan oleh mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi
akan mampu membangunkan kesadaran masyarakat akan buruknya korupsi yang
terjadi di suatu Negara.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa para pemuda dapat


menjadi generasi penerus bangsa. Dengan adanya para pemuda
yang memiliki intelektualitas, jiwa muda dan idealisme akan
memicu proses berkembangnya Negara yang lebih baik bahkan
terhindar dari korupsi.