Anda di halaman 1dari 7

Review Paper

Estimating Drainage Shapes From Reservoir Limit Test

R.C. Earlougher, Jr., SPE AIME, Marathon Oil Co.

A. PENDAHULUAN

Sebelum membahas lebih jauh mengenai isi paper maka telebih dahulu akan diterangkan apa
yang dimaksud dengan Drainage, Pseudosteady State dan Reservoir Limit Test.

Menurut glossary.oilfield.slb drainage ialah istilah yang digunakan dalam evaluasi formasi atau
Eor yang merupakan proses masuknya sebuah fasa non-wetting kedalam sebuah batu berpori.
Minyak bermigrasi kedalam most reservoir-reservoir sebagai fasa non-wetting, dengan begitu
pengisian awal dari reservoir inilah yang disebut dengan drainage.

Di sumber yang sama Pseudosteady State adalah keadaan dimana tekanan pada setiap titik di
reservoir berubah dengan kecepatan yang sama.

Dalam paper ini disebutkan bahwa test tekanan jangka panjang drawdown bisa digunakan untuk
menentukan volume yang sedang dihabiskan atau dikeringkan oleh sebuah sumur, test ini ialah
test normalnya yang dimaksudkan sebagai sebuah Reservoir Limit Test.

B. Estimating Shapes

Teknik yang ada dalam Testing Limit Reservoir menggunakan fakta bahwa kelakuan tekanan
pada akhirnya mencapai Pseudosteady State untuk laju alir konstan drawdown dalam system
drainage tertutup.

Pada pseudosteady state, Pwh berbeda-beda seiring dengan waktu. Perbandingan yang konstan
tergantung pada volume reservoir.

Kami menunjukkan bagaimana untuk menggunakan data pressure drawdown untuk menentukan
ukuran dan geometry reservoir.

Hal ini membutuhkan data transient dan pseudosteady-state drawdown. Kami menampilkan
sebuah contoh untuk mengilustrasikan procedure ini. Semua materi yang diberikan disini bisa
diterapkan untuk testing injection-well dan gas-system ketika perubahan-perubahan yang sesuai
dibuat.
C. Analysis Method

Ketika sebuah sumur dalam sebuah reservoir stabil(stabilized), diproduksikan pada laju alir
yang konstan, Q STB/D, Pwh menurun. Pada awal waktu tekanan diberikan oleh

Pwf =mlog ( t )+ p 1 hr ..(1)

Dimana

Pwf = flowing well pressure, psi

t = waktu produksi, jam

162.6 q B
m= .(2)
kh

p1 hr =pi
70.6 qB
kh [(
ln
0.0002637 kt
Ctr 2 ) ]
+ 0.80907+2 s , .(3)

Dan
B = factor volume formasi, RB/STB
Ct = kompressibilitas system total, psi-1
h = ketebalan formasi, ft
k = permebilitas formasi, md
pi = tekanan formasi stabil (stabilized), psi
q = laju alir produksi konstan, STB/D
rw = radius wellbore, ft
s = factor skin
= viskositas fluida, cp
= porositas formasi, fraksi

m (sebuah nomor negative) ialah kemiringan atau slope dari bagian linear dari sebuah plot Pwf
vs log t, dalam psi/cycle. P1hr ialah intercept dari porsi garis lurus plot pada t = 1 hr. Jika plot
Pwf vs log t bukanlah linear pada satu jam, portion garis lurus harus diekstrapolasi hingga t = 1.
P1hr secara umum digunakan dalam analisa test transient untuk menghitung s.

Ketika system diatas dimulai untuk dipengaruhi oleh boundaries, Persamaan 1 tidak perlu lagi
dipakai. Setelah waktu yang cukup tekanan mengikuti kelakuan pseudosteady-state.
Pseudosteady state untuk sebuah Shape yang diberikan dimulai ketika kurva untuk Shape
yang digambarkan oleh Matthews, Brons, dan
Hazerbroek (juga Referensi. 5, Figs. 4.3 untuk 4.9) menjadi linear. Dietz (juga Ref. 5, Fig. 10.29)
menyusun menjadi table waktu untuk memulai Pseudosteady state untuk Shapes itu. Sepanjang
periode Pseudosteady-state
Pw f =mt+ Po , .( 4)

Dimana
0.2339qB
m , .(5)
CthA

Po=Pi
70.6 qB
kh
ln
[( )
A
r w2 ]
ln C A +0.80907+2 s , . ( 6 )

A = area drainage, sq ft
CA
= Dietz Shape factor (juga Ref. 5, Fig. 10.29).

m* (sebuah nomor negative) ialah Slope dari bagian linear dari plot Pwf vs t, dalam Psi/hr. Po
ialah intercept dari garis lurus tersebut ketika di ekstrapolasi untuk t=0.

Dengan mengkombinasikan Persamaan 2,3,5, dan 6 kita bisa mengeliminasi baik Pi dan S untuk
memperoleh, logaritma yang sama,

m [ 2.803 ( P 1 hrPo ) /m ]
C A =5.456 e , ..(7 a)
m

Atau
m
C A =5.456 antilog [ ( P 1 hrPo ) / m ] .(7 b)
m

Waktu tanpa dimensi (dimensionless) yang digunakan oleh Dietz untuk menentukan awal dari
kelakuan Pseudosteady-state dihitung dari
m
t
( DA ) pss=0.1833 t (8)
m pss , .

Dimana
tpss = waktu pada dimulainya dari periode Pseudosteady state, hour
= waktu pada dimulainya dari garis lurus dari plot Pwf vs t.

Kita bisa menggunakan materi diatas untuk menganalisa Reservoir Limit Test.
Tekniknya ialah :
1. Plot kedua Pwf vs Log t dan Pwf vs t.
2. Dari plot semilog tentukan m dan P1hr (extraploasi jika perlu). Jika ingin, kuantitas(nilai)
ini bisa digunakan untuk menghitung Kh / dan S menggunakan teknik-teknik
standard.
t pss .
3. Dari plot linear temukan m*, Po, dan
4. Hitung volume drainage
0.2339 q B
hA = (9)
Ct m

Dalam cubic feet. Ubah ke barrels dengan membagi 5.615 cu ft/bbl. A boleh di estimasi jika
dan h diketahui. Ct harus diketahui.
CA
5. Hitung dari Persamaan 7.
CA
6. Gunakan dengan Dietz Table 1 atau Matthews dan Russel Figure 10.29 untuk
CA
menentukan drainage shape dan well location. yang telah dihitung dengan cara ini
untuk sebuah sumur yang telah direkahkan umumnya akan menjadi incorrect. Plot type-
curve dari drawdown awal kelakuannya seharusnya menunjukkan sebuah garis lurus
CA
dengan slope = 0.5 untuk sebuah sumur yang direkahkan secara vertical. yang
sangat kecil (lebih kecil dari 1, untuk contohnya) mengindikasikan dekatnya hingga
sebuah batas.
t
7. Ketika sebuah tambahan (meskipun intensitive) check, hitung ( DA ) pss, dari persamaan
t pss
8. Temukan pada awal dari porsi garis lurus linear plot. Dengan membandingkan

( t DA ) pss dengan kt / ( C t A )
kolom dari table Dietz, ini bisa menjadi mungkin
untuk membedakan lebih jauh system geometry drainage.
Satu keuntungan dari pendekatan sebelumnya ialah bahwa ia tidak membutuhkan
CA t
pengetahuan dari perhitungan Pi, , rw, , atau s. dan ( DA ) pss tergantung hanya
pada properties dari plot-plot dua data.

D. Example Calculation
Untuk mengilustrasikan teknik yang diuraikan diatas, kita menggunakan contoh dalam Appendix
D dari Tekanan Buildup dan Flow Tests di Sumur-sumur. Data pressure ialah dari 50 jam test
drawdown dalam sebuah Denver cebakan reservoir dengan :
Q = 800 STB/D ; B = 1.25 RB/STB; = 1.0 cp; = 0.14; h = 8 ft; rw = 0.33 ft; Ct = 17.7 x 10-8
psi-1 ; Pi = 1,895 psi. Dengan menggunakan prosedur perhitungan yang telah dideskripsikan
diatas :
1. Data tekanan ditunjukkan dalam Figure 1 dan 2
2. Dari Figure 1 m = -22 psi/cycle, P1 hr = 1.690 psi. Matthews dan Russel menghitung
kh/ dan S.
3. Dari Figure 2, m* = -15.8 psi/hr, Po = 1.515 psi, tpss = 15.8 jam.
(0.2339 ) ( 800 ) (1.25 )
hA =
4. ( 17.7 x 106 ) (15.8 )
5
8.36 x 10 cu ft
5
(8.36 x 10 )
= 149,000 bbl.
( 5.615)

Yang mana sesuai dengan Matthews dan Russell.


8.36 x 10 5 cu ft 1 acre
A=
( 0.14 ) (8 ft ) 43,560 sq ft

17.1 acres

( 5.456 ) (212)
5. CA= antilog [(1.690 1515)/(-212)]
(15.8)

73.2 antilog(0,825)
10,9

6. Dari tabel Dietz kita temukan


(15.8 )
7. ( t DA ) pss=0.1833 ( 15.8 )=0,216
(212 )

t
Nilai yang rendah dari ( DA ) pss relative, suggest bahwa 2 : 1 rectangle ialah lebih
seperti dua shapes yang ditunjukkan di Step 6

E. KESIMPULAN
Kami telah mempresentasikan sebuah teknik yang sederhana dan cepat untuk menentukan
geometry reservoir dari reservoir konvensional limit test. Ini perlu untuk memiliki data laju alir
dan tekanan untuk jangka pendek dan jangka panjang untuk menggunakan metode ini. Metode
ini tidak membutuhkan pengetahuan dan sifat-sifat formasi, viskositas fluida, radius lubang
sumur, factor skin atau tekanan reservoir inisial. Hal ini bisa diterapkan untuk gas reservoir dan
testing injeksion juga untuk testing liquid reservoir dan drawdown.