Anda di halaman 1dari 19

PRAKTIKUM PETROLOGI

LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
BATUAN METAMORF

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kata morfosa bersal dari bahasa Yunani yaitu metamprphin


dimana meta yang artinya berubah dan morphin artinya bentuk.
Dengan demikian pengertian metamorfosa dalam geologi adalah
berujuk pada perubahan yang dari kelompok mineral dan tekstur
batuan yang terjadi dalam suatu batuan yang mengalami tekanan
dan temperatuur yang berbeda dengaan tekanan dan temperature
saat batuan tersebut pertama kalinya terbentuk (Korp. Asisten
2016)
Sebagai cataatan bahwa istilah diagnesa juga mengandung
arti perubahan yang terjadi pada batuan sedimen. Hanya saja

proses diagnesa terjadi pada tmperatur yang dibawah 200o C

dan tekanan dibawah 300 Mpa (Mpa=Mega Pascal) atau setara


dengan tekanan sebesar 3000 Atmosfir, sedangkan metamorfosa
terjadi pada temperatur dan tekanan diatas diagnesa. Batuan yang

dapat mengalami temperatur 300 Mpa dan 200o C umumnya

berada pada kedalaman tertentu dan biasanya berasosiasi dengan


proses tektonik, terutama didaerah tumbukan lempeng atau zona
subduksi. Batas antara proses metamorfosa dan pelelehan batuan
masih terjadi pertanyaan hingga saat ini. Sekali batuan mulai
mencair, maka proses perubahan merupakan proses pembentukan
batuan beku. (Korp. Asisten 2016)
Batuan metamorf terjadi hasil dari hasil prubahan-perubahan
fundametil batuan yang sebelumnya telah ada. Panas yang intesif
yang dipancarkan oleh suatu massa magma yang sedang
mengintrusi menyebabkan metamorfosa kontak. Metamorfosa
regional yang meliputi daerah yang sangat luas disebabkan oleh

MUH HAFIDZ ZADIQ FIRA OKTAVIA.S


09320140038 09320130044
PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
BATUAN METAMORF

efek tekanan dan panas pada batuan yang terkubur sangat dalam.
(Korp. Asisten 2016)

1.2 Maksud dan Tujuan


1.2.1 Maksud.
Adapun maksud kami melakukan percobaan batuan metamorf yaitu untuk
mengetahui proses terbentuknya di alam, mengetahui kandungan mineral-mineralnya

1.2.2 Tujuan.
Adapun tujuan kami dalam melakukan praktikum mengenai batuan
piroklastik, antara lain:
a. Kami dapat menjelaskan proses pembentukan batuan metamorf
b. Kami dapat mengetahui jenis-jenis batuan metamorf
c. Kami dapat mengetahui cirri-ciri khusus dari batuan metamorf foliasi dan non-
foliasi

1.3 Alat dan Bahan


1.3.1 Alat
a. Lub
b. Lap halus
c. Lap kasar, dan
d. Alat tulis menulis

1.3.2 Bahan
a. Problem set. (4 lembar)

MUH HAFIDZ ZADIQ FIRA OKTAVIA.S


09320140038 09320130044
PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
BATUAN METAMORF

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Batuan Metamorf

Menurut Katili dan Marks (1965),bahwa batuan metamorf adalah batuan


yang telah berubah bentuknya akibat bertambahnya tekanan atau meningkatnya
temperatur. (Korps Asisten UPN, 2009)
Moorhouse (1969) menyebutkan pula bahwa batuan metamorf adalah batuan
beku atau sedimen yang yang telah mengalami peruubahan tekstur ,struktur dan
komposisi mineral akibat adanya perubahan tekanan,temperatur,stress dan kimiawi
atau komposisi dari keempat faktor tersebut. (Korps Asisten UPN, 2009)
William,Turner, dan Gilbert (1954) menyatakan bahwa batuan metamorf
adalah semua batuan sedimen dan batuan vulkanik (serta beberapa batuan plutonik)
yang terletak pada kedalaman 3 20 km berada dibawa kondisi fisik yang
berlainan ,yaitu pada temperatur 100 OC -600 OC dengan tekanan beberapa ribu
atmosfer .pada kondisi ini batuan tidak menjadi seimbang dan mengalami perubahan
komposisi mineral,struktur,sesuai dengan temperatur dan tekanan pada kondisi
tersebut. (Korps Asisten UPN, 2009)
Winkler (1967) menyebutkan bahwa batuan metamorf adalah batuan dari
hasil proses metamorfisme yang senantiasa dikontrol oleh faktor-faktor temperatur
dan tekanan sehinggah didalamnya terjadi perubahan tekstur ,struktur dan komposisi
mineral batuan asal. (Korps Asisten UPN, 2009)
Bronson, Tarr dan Keller (1952) menyebutkan bahwa hasil akhir dari proses
metamorfosa adalah batuan metamorf dengan berbagai macam mineral dan struktur
baru yang tergolong didalamnya ,mereka membentuk sebuah kelompok batuan dalam
jumlah yang banyak diberbagai lapisan bumi. (Korps Asisten UPN, 2009)
Dari uraian-uraian diatas dapatlah dituliskan suatu pengertian tentang batuan
metamorf, yaitu batuan yang terbentuk dari hasil proses metamorfisme dimana
terjadi perubahan baik secara fisik ( struktur,tekstur ) maupun kimia (mineralnya)

MUH HAFIDZ ZADIQ FIRA OKTAVIA.S


09320140038 09320130044
PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
BATUAN METAMORF

dari batuan yang telah ada akibat pengaruh tekanan temperatur serta fluida didalam
kerak bumi. (Korps Asisten UPN, 2009)

2.1.1 Faktor Faktor Metamorfisme


Beberapa faktor (agen) yang berpengaruh dalam proses metamorfisme pada
batuan metamorf, yaitu :
a. Panas ( temperatur)
b. Tekanan
c. Cairan panas/aktivitas larutan kimia
Adanya kenaikan temperatur ,tekanan dan aktivitas larutan kimia
.menyebabkan terjadi perubahan dan rekristalisasi (proses pengkristalan kembali
mineral-mineral dalam batuan yang telah ada dengan titik melalui fase cair).
Perubahan tersebut terjadi pada kondisi temperatur sekitar 350 OC 1200OC dan
tekanan sekitar 1 10000 bar (jackson) atau sama dengan 0,9865 atm. (Korps
Asisten UPN, 2009)

2.1.2 Macam-macam metamorfisme


Proses metamorfisme pada batuan metamorf dibagi dalam tiga golongan,
yaitu:
a. Metamorfisme Sentuh, ini biasanya disebut juga metamorfisme termal atau
kontak ,dimana factor yang sangat berperan adalah panas ,sedangkan tekanan
relative rendah dan biasanya terjadi pada daerah dekat intrusi magma baik
yang bersifat basa maupun asam. (Korps Asisten UPN, 2009)
Metamorfisme sentuh ini dapat dibagi dalam 3 golongan yaitu :
1. Pirometamorfisme: terbentuk oleh pengaruh langsung dari panas intrusi
magma. Contoh: hornfelsik, skarn,buchites, dan lain-lain. (Korps Asisten
UPN, 2009)
2. Pneumotolysa: terjadi akibat pengaruh gas-gas panas yang berasal dari
magma yang sedang naik, yang dapat berubah batuan sekelilingnya dan
membentuk mineral-mineral baru, contoh: Tourmalin - hornfels,
tourmaline-slate, skarn, dan lain-lain. (Korps Asisten UPN, 2009)
3. Hydroternal: metamorfisme yang diakibatkan oleh larutan panas pada
waktu terjadi intrusi.Contoh : pyrophyllite, schist, quartzite, dan lain-lain.
(Korps Asisten UPN, 2009)

MUH HAFIDZ ZADIQ FIRA OKTAVIA.S


09320140038 09320130044
PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
BATUAN METAMORF

b. Metamorfisme Dinamo, ini biasanya juga disebut dengan metamorfisme


kinetic atau dislokasi, proses ini diakibatkan oleh adanya pergeseran atau
dislokasi pada batuan . Misalnya sesar, jadifaktor yang berperan penting
adalah tekanan dan daerahnya relative sempit .Contoh: Mylonit, piyllonit,
friction breccias dan lain-lain. (Korps Asisten UPN, 2009)
c. Metamorfisme Regional, proses metabolisme yang disebabkan oleh pengaruh
tekanan dan temperature yang tinggi dan bekerja bersama sama pada suatu
daerah /tempat yang dalam dan luas didalam kerak bumi.Oleh karena akibat
tekanan yang terarah menyebabkan timbulnya mineral-mineral tekanan
( stress mineral) seperti : serisit muscuvit, epidot straurolit,dan lain-
lain.Tekanan yang bekerja dari segala arah didalam kerak bumi biasanya
disebut tekanan lithostatik. (Korps Asisten UPN, 2009)
Berdasarkan hal tersebut diatas ,maka daerah metamorfisme regional
dibagi atas 3 bagian yaitu:
1. Epizone: daerah metamorfisme regional dengan temperatur rendah (lebih
kecil 350OC), tekanan hidrostatik rendah dan tekanan terarah kadang-kadang
sangat tinggi. Contoh : Slate, Klorite, schist, mica schist, Dll. (Korps Asisten
UPN, 2009)
2. Mesozone: daerah metamorfisme regional dengan temperatur sedang
( 350OC 500OC), tekanan hidrostatik dan tekanan terarah sedang pada
kedalaman menengah. Contoh : mica schist, hornblende schist, garnet
schist, Dll. (Korps Asisten UPN, 2009)
3. Katazone : daerah metamorfisme regional dengan temperatur yang sangat
tinggi (500OC 1200OC ) , tekanan hidrostastik sangat tinggi dan tekanan
terarah rendah. Proses ini biasanya terjadi pada kedalaman kerak bumi
,dan biasanya berasosiasi dengan batuan intrusi. Contoh : gneiss,
granulites, eklogit, schist tingkat tinggi , pyroxene gneiss, hornblende, Dll.

2.2 Tekstur Batuan Metamorf


Adapun tekstur yang terdapat pada batuan metamorf dibagi dalam 2 bagian
yaitu tekstur kristoblastik dan tekstur sisa. (Korps Asisten UPN, 2009)

2.2.1 Tekstur Kristoblastik

Tekstur kristoblastik merupakan tekstur yang berasal dari proses


rekristalisasi,dimana tekstur dari batuan asal sudah tidak nampak akibat adanya

MUH HAFIDZ ZADIQ FIRA OKTAVIA.S


09320140038 09320130044
PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
BATUAN METAMORF

perubahan bentuk dan komposisi mineral .Tekstur ini dibagi atas dalam beberapa
bagian yaitu:
a. Porfiroblastik, yaitu teksturbatuan metamorf yang identik dengan porfiritik
pada batuan beku. Dimana identik dengan adanya fenokris (mineral sulung )
pada batuan beku yang tertanam dalam masa dasar. (Korps Asisten UPN,
2009)
b. Granoblastik/granular/equigranular/hornflesic yaitu Kristal atau mineral yang
menyusun bentuk yang metamorf mempunyai bentuk yang equigranular
denganukuran butir halus sampai kasar dan tidak dijumpai adanya penjajahan
mineral. (Korps Asisten UPN, 2009)
Tekstur ini dibedakan lagi menjadi dua jenis yaitu :
a. Granoblastik polygonal, dimana bentuk tekstur ini mengandung Kristal
berbentuk polygonal yang bersisi lima atau enam. (Korps Asisten UPN, 2009)
b. Granoblatik decussate, yaitu tekstur yang mengandung Kristal yang
cenderung prismatic serta kristalnya tersusun secara silang menyilang dengan
orientasi Kristal yang tidak teratur. (Korps Asisten UPN, 2009)
c. Lepidoblastik, yaitu mineral- mineral yang berbentuk tabular (mineral pipih)
yang cenderung tersusun sejajar dan terarah . Ada juga yamg menyebut
sebagai tekstur flaky yaitu melimpahnya mineral-mineral seperti mica
klorite yang tersusun sejajar dan terarah. (Korps Asisten UPN, 2009)
d. Nematoblastik, yaitu tekstur batuan metamorf tersusun pleh mineral-mineral
penyusunnya berbentuk prismatic yang tersusun terarah dan teratur.
e. Idioblastik, yaitu mineral-mineral penyusun batuan tersebut berbentuk
euhedral dan teratur (bersifat idiomorf). (Korps Asisten UPN, 2009)
f. Xenoblastik, yaitu tekstur batuan metamorf yang tersusun mineral-mineral
yang berbentuk anhedral (alltrimorf atau xenomorf) dan tidak teratur .
g. Mosaic texture yaitu tekstur equidimensional atau equigranular yang mineral
berbentuk polygonal ,seperti pada marmer. (Korps Asisten UPN, 2009)
h. Poikioloblastik yaitu tekstur yang mineral penyusunnya bersifat poikilitik.
(Korps Asisten UPN, 2009)

MUH HAFIDZ ZADIQ FIRA OKTAVIA.S


09320140038 09320130044
PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
BATUAN METAMORF

Gambar 2.1 Tekstur orientasi butiran (granoblastik) pada batuan metamorf

2.2.2 Tekstur Sisa


Tekstur sisa / relic yaitu tekstur batuan metamorf dimana mineral-mineral
batuan asal tidak seluruhnya mengalami rekristalisasi, sehinggah dalam batuan
metamorf tersebut masih memperlihatkan tekstur batuan asalnya. Alanspry (1976)
membedakan tekstur ini atas dua jenis yaitu:
a. Tekstur sisa yang batuan asalnya berupa batuan beku , yang masuk dalam
jenis yaitu blastoporfiritik , blastointergranular, blastoamygdaloidal, Dll
b. Tekstur sisa yang batuan asalnya berupa batuan sedimen dan termasuk dalam
jenis ini blastopolitik.
Sedangkan secara khusus tekstur sisa pada batuan metamorf dapat dibagi atas
5 (lima),yaitu :
1. Blastoporfiritik adalah tekstur sisa yang bersifat porfiritik
2. Blastopsepitik yaitu tekstur sisa yang bersifat psepitik (pabel)
3. Blastofitik yaitu tekstur sisa yang bersifat opitik / saling memasuki
4. Blastopelitik yaitu tekstur sisa yang bersifat lempung
5. Blastopsammitik yaitu tekstur sisa yang bersifat pasir
2.3 Komposisi Mineral Batuan Metamorf
Proses metamorfisme yang berjalan sampai mencapai titik kesetimbangan
kimia ,akan membentuk suatu sekelompok mineral-mineral tertentu (mineral
paragenesis). (Korps Asisten UPN, 2009)

MUH HAFIDZ ZADIQ FIRA OKTAVIA.S


09320140038 09320130044
PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
BATUAN METAMORF

William, Tunner, Gilbert (1954), menyebutkan bahwa pengelompokan


mineral-mineral paragenesis ini tergantung pada :
a. Komposisi kimia batuan asalnya
b. Tekanan dan temperature permukaan
Perlu diketahui bahwa perubahan temperature pada umumnya lebih efektif
dari pada perubahan tekanan dalam pembentukan mineral-mineral paragenesis pada
hamper seluruh batuan,sebgai contoh : mudstone ini diakibatkan oleh pengaruh
kenaikan temperature sampai beberapa ribu atmosfir. (Korps Asisten UPN, 2009)
Travis R.B (1955) dan Vide Alam (1980) ,menyebutkan bahwa mineral-
mineral penyusun batuan metamorf dapat diklasifikasikan 2 (dua) kelompok :
1. Essential mineral atau mineral utama yaitu mineral yang sering dijumpai dalam
batuan metamorf dalam jumlah yang cukup banyak ,yaitu antara lain:
- Kwarsa - Potash feldspar - Plagioklas
- Serisit Klorit - Serpentin - Dolomit
- Muscovite - Kalsit - Hornblende
- Piroksin - Biotit
2. Accessory mineral atau mineral sekunder yaitu mineral-mineral yang jarang
dijumpai didalam batuan metamorf atau kalau ada hanya dalam jumlah yang
relative sedikit, yaitu :
- Tremolit - Wollastonit - Vesuviant- Chondrodit
- Ewpidot - Spinel - Grossularit - Glaukopan
- Stilpnomelan - Andalusit - Kiastolit - Silimanit
- Staurolit - Kyanit - Grafit - Aktinolit
- Antopilit - Kordierit
2.4 Struktur batuan metamorf
Struktur batuan metamorf yaitu kenampakan dari bentuk dan susunan
orientasi mineral-mineral berupa bidang atau garis atau bentuk orientasi
polygogranular dari mineral-mineral dalam suatu batuan metamorf. Struktur batuan
metamorf dapat dibagi menjadi atas tiga bagian yaitu:
1. Struktur Foliasi yaitu kenampakan dari batuan yang pecah-pecah menurut bidang
yang sejajar dengan permukaan mineral (identik dengan perlapisan pada batuan
sedimen).yang disebabkan oleh perbedaan sifat dari mineral itu sendiri dan juga
pengaruh proses metamorfisme .Struktur ini dapat dibagi menjadi 3 jenis yaitu:
a. Slaty cleavage yaiti foliasi dalam batuan metamorf yang berbutir halus
sampai sangat halus dan tersusun secara parallel atau sub-paralel,
rekristalisasi kecil. (Korp. Asisten 2016)

MUH HAFIDZ ZADIQ FIRA OKTAVIA.S


09320140038 09320130044
PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
BATUAN METAMORF

b. Sekistos/schistose yaiti kenampakan dari foliasi,dimana penjajaran


mineral-mineralpipih relative jauh lebih banyak dibangding dengan
mineral butir yang tersusun secara menerus dengan ukuran butir dari halus
sampai sedang. (Korp. Asisten 2016)
c. Gneissic structure yaitu struktur foliasi tidak menerus dengan ukuran butir
sedang hinggah kasar ,atau dengan kata lain mineral butiran prismatic
lebih dominan dari pada mineral pipih. (Korp. Asisten 2016)
2. Struktur Non Foliasi adalah struktur yang tidak memperlihatkan adannya
penjajaran mineral, tetapi menunjukkan agregasi mineral-mineral
equigranular/equidimensional atau butiran. Struktur jenis ini dapat dibagi menjadi
2 jenis yaitu:
a. Hornferlsik yaitu kenampakan dari agregasi mineral-mineral
equidimensional, tanpa terjadi penjajaran mineral pipih. (Korp. Asisten
2016)
b. Granulose yaitu struktur dari mineral-mineral equigranular ,tanpa terjadi
penjajaran mineral pipih. (Korp. Asisten 2016)
3. Struktur Cataclastik yaitu struktur yang terbentuk oleh akibat adanya gaya
dinamik/ kinetic yang menyebabkan terjadinya pengrusakan / penghancuran yang
kuat dari gramilasi. Struktur jenis dapat dibagi menjadi lima bagian yaitu:
a. Struktur Flaser yaitu struktur kataklastik dengan sisa batuan asal berbentuk
lensa-lensa, mineral-mineral lenticular cenderung berkumpul dalam
matriks hasil rombakan dengan butir dari halus hinggah sedang. (Korp.
Asisten 2016)
b. Bouginage yaitu struktur reformasi ,dimana batuan metamorf ditemukan
fragmen bentuk lensa atau bulat panjang yang biasanya disebabkan oleh
proses tektonik ,perlipatan dan sesar. (Korps Asisten UPN, 2009)
c. Milonitik yaitu foliasi pada kataklastik dengan ukuran butir yang lebih
halus yang biasanya terjadi pada zona besar tanpa terjadi rekristalisasi.
(Korp. Asisten 2016)
d. Augen yaitu struktur batuan metamorf , dimana biasannya butiran-butiran
dari mineral feldspar yang berbentuk lentikular cenderung berkumpul
bersama-sama dengan bentuk seperti lensa-lensa dalam massa dasar yang
halus. (Korp. Asisten 2016)
e. Phyllonitik yaitu struktur kataklastik yang lebih halus dari struktur mylonit
dan sudah dijumpai adanya rekristalisasi. (Korp. Asisten 2016)

MUH HAFIDZ ZADIQ FIRA OKTAVIA.S


09320140038 09320130044
PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
BATUAN METAMORF

f. Migmatik yaitu merupakan istilah yang digunakan bila batuan metamorf


terbentuk dari campuran antara batuan beku dengan batuan sedimen dan
vein granit .Struktur ini biasanya dihasil oleh proses metamorfisme
regional. (Korp. Asisten 2016)

BAB III
PROSEDUR KERJA

Dalam mendeskripsi suatu batuan metamorf pertama yang harus dilakukan


praktikan yaitu menentukan warna segarnya dan warna lapunya. Setelah itu
menentuan lagi teksturnya dimana tekstur batuan metamorf terbagi menjadi dua yaitu
poliasi dan non poliasi. Dimana poliasi adalah batuan yang terbntuk dari susunan-
susunan mineral dalam bentuk pipih (daun mika). Sedangkan non poliasi terbentuk
dari butiran-butiran. Setelah itu ditentukan lagi jenis teksturnya dan bentuk
kristalnya.
Selanjutnya praktikan menentukan strukturnya, kemudian menentukan
komposisi mineralnya dengan menentukan nama mineralnya dan menentukan berapa
persentase mineralnya. Kemudian praktikan menentukan nama batuan sedimen
tersebut dan mengambila fotonya.

MUH HAFIDZ ZADIQ FIRA OKTAVIA.S


09320140038 09320130044
PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
BATUAN METAMORF

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
4.1.1 Pengamatan 1
Nomor urut : 01
Nomor peraga :
Warna segar : Putih Mengkilat
Warna lapuk : Coklak
Jenis batuan : Batuan Metamorf
Tekstur : Kristaloblastik
Komposisi mineral :

Mineral Warna Bentuk Persen

Kuarsa Putih Mengkilat Kristal Euhedral 80 %

Silikat Putih Kristal Euhedral 15 %

Kalsit Putih Kristal Euhedral 5%

Struktur : Non - Poliasi


Nama Batuan : KUARSIT

MUH HAFIDZ ZADIQ FIRA OKTAVIA.S


09320140038 09320130044
PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
BATUAN METAMORF

4.1.2 Pengamatan 2
Nomor urut : 02
Nomor peraga :
Warna segar : Putih
Warna lapuk : Coklak
Jenis batuan : Batuan Metamorf
Tekstur : Kristaloblastik
Komposisi mineral :

Mineral Warna Bentuk Persen

Kalsit Putih Kristal Euhedral 40 %

Silikat Putih Kristal Euhedral 30 %

Magnesium Coklat Kristal Euhedral 30 %

Struktur : Non - Poliasi


Nama Batuan : KUARSIT

4.1.3 Pengamatan 3

MUH HAFIDZ ZADIQ FIRA OKTAVIA.S


09320140038 09320130044
PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
BATUAN METAMORF

Nomor urut : 03
Nomor peraga :
Warna segar : Hijau Tua
Warna lapuk : Coklak
Jenis batuan : Batuan Metamorf
Tekstur : Sisa
Komposisi mineral :

Mineral Warna Bentuk Persen

Garnet Hijau Kristal Euhedral 40 %

Quarsa Putih Mengkilat Kristal Euhedral 30 %

Pelspar Abu-Abu Kristal Euhedral 30 %

Struktur : Non - Poliasi


Nama Batuan : HORNFLES

4.1.4 Pengamatan 4
Nomor urut : 04
Nomor peraga :
Warna segar : Hijau
Warna lapuk : Abu-Abu
Jenis batuan : Batuan Metamorf
Tekstur : Sisa
Komposisi mineral :

MUH HAFIDZ ZADIQ FIRA OKTAVIA.S


09320140038 09320130044
PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
BATUAN METAMORF

Mineral Warna Bentuk Persen

Garnet Hijau Kristal Euhedral 60 %

Muscovit Abu-Abu Kristal Euhedral 25 %

Turmalin Abu-Abu Kristal Euhedral 15 %

Struktur : Poliasi
Nama Batuan : FILIT

4.2 Pembahasan

4.2.1 Sampel 1

Batuan ini memiliki warna segar putih mengkilat dengan warna lapuknya
coklat, batuan ini termasuk tekstur kristaloblastik (Yang semua mineralnya sudah
mengkristal) dan Strukturnya non foliasi (terbentuk dari butiran-butiran). Adapun
bentuk-bentuk mineralnya yaitu Kristal Euhedral (Sebagian besar mineralnya
berbentuk Euhedral). Untuk komposisi mineralnya yaitu kuarsa 80%, silikat 15%,
dan kalsit 5%. Nama batuan tersebut yaitu KUARSIT.
KUARSIT yaitu terdiri dari kuarsa yang telah terpadatkan atau disementasi
oleh silika kristalin, sehingga merupakan batuan yang kompak, membelah melalui
butiran kuarsa tanpa foliasi. Batuan ini terjadi karena metamorfosa regional dari

MUH HAFIDZ ZADIQ FIRA OKTAVIA.S


09320140038 09320130044
PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
BATUAN METAMORF

batupasir kuarsa pada semua derajat metamorfosa.Batuan ini terbentuk oleh


kebanyakan mineral kuarsa. Kuarsit boleh kadang-kadang kelihatan seperti pualam,
tetapi dapat dibedakan sebab kuarsit tidak bias dikeruk oleh pisau, tidak sama dengan
pualam. Ataupun bereaksi dengan HCL, seperti halnya pualam. Cara
penambangannya yaitu dengan cara tambang bawah tanah dengan cara digali, karena
sangat dekat permukaan tanah. Manfaat batu kuarsit ini adalah sebagai bahan
pembuatan bata refraktori, dan industry gelas kramik.

Gambar 4.2.1 Batu Kuarsit(Skala Wentworth,1922)


4.2.2 Sampel 2

Batuan ini memiliki warna segar putih dengan warna lapuknya coklat, batuan ini
termasuk tekstur kristaloblastik (Yang semua mineralnya sudah mengkristal) dan
Strukturnya non foliasi (terbentuk dari butiran-butiran). Adapun bentuk-bentuk
mineralnya yaitu Kristal Euhedral (Sebagian besar mineralnya berbentuk Euhedral).
Untuk komposisi mineralnya yaitu kalsit 40%, kuarsa 30%, dan silikat 30%. Nama
batuan yang dimaksud yaitu MARMER.
MARMER terbentuk apabila magma panas mengalir keluar ke permukaan
bumi ataupun memasuki celah-celah rekahan, batuan kerak bumi yang disentuhnya
akan berubah menjadi batuan metamorfosis. Marmer terdiri mineral kalsit, terjadi
metamorfosa regional atau rekristalisasi dari mineral kalsit, batuan ini padat, padat
tanpa foliasi. Batuan ini biasa berasosiasi dengan batugamping atau kalsit maupun

MUH HAFIDZ ZADIQ FIRA OKTAVIA.S


09320140038 09320130044
PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
BATUAN METAMORF

kuarsa. Cara penambangan yaitu dengan tambang terbuka, dengan kegunaannya


biasa digunakan pada perabotan bangunan seperti lantai (tehel).

Gambar 4.2.2 Batu marmer(Skala Wentworth,1922)

4.2.3 Sampel 3

Batuan ini memiliki warna segar hijau tua dengan warna lapuknya coklat,
batuan ini termasuk tekstur sisa (Yang tidak semua mineralnya sudah mengkristal)
dan Strukturnya non foliasi (terbentuk dari butiran-butiran). Adapun bentuk-bentuk
mineralnya yaitu Kristal Euhedral (Sebagian besar mineralnya berbentuk Euhedral).
Untuk komposisi mineralnya yaitu Garnet 40%, Kuarsa 30%, dan Pelspar 30%.
Nama batuan yang dimaksud yaitu HORNFLES.
Hornfles yaitu batuan yang terbentuk akibat, proses dari metamorfisme
batuan-batuan sebelumnya karena perubahan temperatur dan tekanan, batuan ini juga
terbentuk didekat dengan sumber panas seperti dapur magma. Cara penambangannya
yaitu dengan tambang terbuka dan tambang bawah tanah. Kegunaan batuan ini
adalah sebagai pembuat dinding ornament.

MUH HAFIDZ ZADIQ FIRA OKTAVIA.S


09320140038 09320130044
PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
BATUAN METAMORF

Gambar 4.2.3 Batuan Hornfles(Skala Wentworth,1922)

4.2.4 Sampel 4

Batuan ini memiliki warna hijau dengan warna lapuknya abu-abu, batuan ini
termasuk tekstur sisa (Yang tidak semua mineralnya sudah mengkristal) dan
Strukturnya foliasi (Menunjukkan pensejajaran mineralnya). Adapun bentuk-bentuk
mineralnya yaitu Kristal Euhedral (Sebagian besar mineralnya berbentuk Euhedral).
Untuk komposisi mineralnya yaitu garnet 60%, muscovit 25%, dan turmalin 15%.
Nama batuan yang dimaksud yaitu FILIT.
Filit merupakan batuan metamorf yang terbentuk pada drajat metamorf yang
sangat tinggi daripada batu sabak. Dan cara penambangannya yaitu ditambang
dengan tambang terbuka dengan menggunakan alat pengerut dan pengankutan.
Manfaat batuan ini adalah untuk dinding, mebel dan lantai.

MUH HAFIDZ ZADIQ FIRA OKTAVIA.S


09320140038 09320130044
PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
BATUAN METAMORF

Gambar 4.2.4 Batuan Filit(Skala Wentworth,1922)

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan dalam praktikum ini yaitu sebagai berikut:


1. Proses pembentukan batuan metamorf yaitu proses perubahan yang terjadi pada
batuan asal akibat adanya perubahan temperature (T), tekanan (P), atau kedua-
duanya dalam keadaan padat, tanpa terjadi perubahan unsur-unsur kimia
(isokimia).
2. Membedakan jenis-jenis batuan metamorf foliasi dan non foliasi yaitu jika foliasi,
struktur yang ditunjukkan oleh adanya penjajaran mineral-mineral akan penyusun
batuan metamorf. Sedangkan non foliasi, struktur yang tidak melihatkan adanya
penjajaran mineral-mineral penyusun batuan metamorf. Namun bentuk penyusun
batuannya yaitu dalam bentuk butir-butiran, seperti contohnya batu pasir berubah
menjadi batu kuarsit.

MUH HAFIDZ ZADIQ FIRA OKTAVIA.S


09320140038 09320130044
PRAKTIKUM PETROLOGI
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
BATUAN METAMORF

3. Ciri khusus batuan metamorf berfoliasi seperti batuan sabak memiliki ciri khusus
dengan berpelat halus yang memperlihatkan daun mika pada bidang belahan tanpa
pengelompokan mineral, kompak dan keras. Sedangkan ciri khusus batuan
metamorf non foliasi seperti batuan pualam marmer memiliki ciri khusus dengan
Kristal-kristal klastik atau dolomite mengalami akan proses metamorfosis, padat,
kompak dan massif serta masih banyak batuan lainnya.

5.2 Saran

Praktikan menyarankan kepada Asisten agar untuk format penulisan laporan


tiap-tiap asisten itu semuanya sama, agar praktikan tidak pernah keliru lagi dalam
penulisan laporan.

DAFTAR PUSTAKA

Graha, D.S.1987. Batuan dan Mineral. Nova : Bandung


Korps Asisten. 2016. Penuntun Praktikum Geologi Dasar. Universitas Muslim Islam:
Makassar
Tim Dosen, 2009. Petrologi. Universitas Pembangunan Nasional: Yogyakarta
Wayan, T. 2014. Geologi Dasar. Graha Ilmu: Singaraja.

MUH HAFIDZ ZADIQ FIRA OKTAVIA.S


09320140038 09320130044