Anda di halaman 1dari 2

Nama : Roudlotus Solicha

NIM : 16620082
Jurusan/Kelas : Biologi/C

Tugas Esai Bahasa Indonesia

Seminar Integrasi Islam dan Sains di Fakultas Sains dan Teknologi,


Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang.

Integrasi adalah penggabungan, keseluruhan atau kesempurnaan,


antara dua dimensi yang berbeda, sehingga menghasilkan sesuatu yang
padu antara keduanya dan kemudian memilki keserasian yang tak
berlawanan atau bertentangan, maka integrasi agama dan sains dimaknai
sebagai proses penggabungan dan penyesuaian antara unsur-unsur agama
dan sains, sehingga menghasilkan perpaduan yang serasi dan tak
berlawanan.

Integrasi antara sains dan agama khususnya agama islam merupakan


topik yang sangat menarik untuk di bahas. Relasi keduanya dianggap
sebagai isu klasik yang telah lama mewarnai corak pemikiran para pendiri
peradaban dunia, yakni dunia barat dan dunia islam.

Cara berpikir dalam islam berbeda dengan cara berfikir barat, dalam
islam cara berfikir di bagi menjadi tiga, yakni bayani, burhani dan irfani.
Bayani ialah metode pemikiran khas Arab yang didasarkan atas otoritas
teks(nash), secara langsung atau tidak langsung. Burhani adalah metode
yang berpandangan bahwa sumber pemikiran ilmu pengetahuan adalah akal
atau berpikir secara rasional, sedangkan irfani adalah cara berpikir untuk
memperoleh pengetahuan dengan olah rohani dengan kesucian hati,
diharapkan Allah SWT akan melimpahkan pengetahuan langsung. Ketiga cara
berpikir tersebut hanya irfani yang tidak sesuai dengan cara berpikir barat
hal ini dikarenakan cara berpikir irfani dianggap tidak masuk akal.

Berdasarkan perspektif barat, agama merupakan produk budaya,


sehingga dunia barat tidak pernah mengkaji masalah dari dasar-dasarnya,
yang mana dasar-dasar masalah tersebut dibahas di dalam agama. Misalnya
dunia barat tidak pernah mengkaji tentang kepercayaan yang dianut nenek
moyang sebelum adanya dinamisme dan animisme, dunia barat juga tidak
pernah mengkaji siapa manusia sebelum manusia primitif. Dari contoh
tersebut jawaban bisa di dapat dari Alquran bahwa manusia yang pertama di
ciptakan adalah Adam dan kepercayaan sebelum dinamisme dan animisme
adalah kepercayaan Adam. Hanya saja tidak semua ayat Alquran bisa di kaji
secara ilmiah sehingga tidak bisa didapat buktinya.

Puncak peradaban dipegang islam telah lama berlalu, dunia baratlah


yang sekarang memegang peradaban dunia. Banyak karya-karya ilmiah
yang ditemukan oleh barat yang dijadikan dasar oleh kita semua dalam
pengembangan ilmu pengetahuan. Jika dalam mengintegrasikan karya ilmiah
yang kita temukan dengan Alquran dan Al hadis salah maka hal ini akan
mereduksi kebesaran Alquran, artinya jika penemuan-penemuan barat telah
di temukan sedangkan kita baru mencocokkannya dengan Alquran hal ini
akan mengubah fungsi Alquran sebagai sumber pengetahuan. Seharusnya
dalam pembuatan karya ilmiah atau riset yang kita lakukan di dasarkan pada
Alquran dan Al hadis.

Sebagai orang islam yang akan mewarnai peradaban dunia di masa


yang akan datang, dalam pembuatan karya ilmiah diharapkan karya ilmiah
kita bisa menambah iman kita kepada Allah SWT, bermanfaat bagi sesama
dan menambah wawasan keilmuan kita.