Anda di halaman 1dari 12

Laporan Praktikum Hari, Tanggal: Selasa, 21 Maret 2017

Pemasaran Riset Pasar Dosen: Wien Kuntari

ANALISIS STRATEGI 4P MINUMAN TEH KEMASAN

Kelompok 2:

Deasy Lucyana J3E115061


Yohanna Rouli P J3E115076
M. Rifki Setiawan J3E115018
Woro Arum J3E115012
Zhafira Rahmania J3E215137

SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN


PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2017
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Untuk mengembangkan produk suatu perusahaan selain membenahi faktor-faktor produksi,


tindakan pemasaran sangat berperan penting dalam memasarkan produk untuk mendapatkan
produk yang sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, dan ada kesesuaian dengan keadaan
pasar.
Produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan
keinginan konsumen, atau harga yang ditetapkan dapat memenuhi harapan konsumen, sehingga
memungkinkan konsumen untuk melipatgandakan pembeliannya terhadap produk yang
ditawarkan. Hal tersebut akan mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Keberhasilan
memasarkan produk, dengan sendirinya diharapkan dapat menjamin kehidupan serta menjaga
kestabilan kegiatan-kegiatan operasional perusahaan.
Konsumen tertarik untuk membeli sebuah produk adalah karena produk yang berkualitas
sesuai dengan keinginan, harga yang terjangkau, promosi, dan tempat. Keempat faktor tersebut
sangat penting dan saling berikatan satu dengan yang lain, sehingga sering disebut dengan
marketing mix. Jika perusahaan ingin berkembang dan memenangkanpersaingan, maka perusahaan
harus membuat suatu konsep marketing mix yang baik.

2. Tujuan
Untuk mengetahui konsep pemasaran (product, price, promotion, dan place) berbagai
merek teh dalam kemasan. Selain itu untuk mengetahui strategi apa yang paling efektif pada pasar
dewasa ini.

BAB II
PEMBAHASAN

1. Definisi Bauran Pasar

Bauran pemasaran (Marketing Mix) merupakan bagian dari aktivitas pemasaran yang
mempunyai peranan yang cukup penting dalam mempengaruhi konsumen untuk membeli
produk atau jasa yang ditawarkan. Definisi bauran pasar menurut para ahli yaitu:
a. Menurut Kotler (2002) Bauran pemasaran (marketing mix) adalah seperangkat alat
pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan
pemasarannya di pasar sasaran.
b. Menurut Dhaimesta, dan Irwan (2000) Marketing mix ialah merupakan variabel-
variabel yang dipakai oleh perusahaan sebagai sarana untuk memenuhi atau melayani
kebutuhan dan keinginan konsumen.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Bauran Pemasaran adalah sekumpulan variabel yang
terkendali dimana satu sama lain saling berkaitan dan dikombinasikan oleh perusahaan
dengan tepat agar menjadi suatu bauran yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan
pemasaran perusahaan.

2. Unsur Bauran Pasar


Menurut Kotler (2002) bauran pemasaran dibagi menjadi 4, atau yang disebut dengan
4P, antara lain sebagai berikut: Product (produk), Price (harga), Place (tempat), dan
Promotion (promosi).

Bauran Pasar

Harga: Promosi: Tempat:


Produk:
Keragaman produk Kualitas
Daftar harga Promosi penjualan Saluran pemasaran
Desain
Diskon Periklanan Cakupan pemasaran
Ciri
Potongan khusus Tenaga penjualan Pengelompokan
Nama merk
Periode pembayaran Public relation Lokasi
Pengemasan
Ketentuan kredit Pemasaran langsung Persediaan
Ukuran
Transportasi
Pelayanan jaminan
Imbalan

Bagan 1 Bauran pemasaran

a. Produk
Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan untuk memuaskan suatu
kebutuhan dan keinginan. Produk adalah suatu sifat yang komplek baik dapat diraba
maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, prestise perusahaan dan pengecer
yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya. Produk
diperlukan untuk mempertemukan hasil perusahaan dengan permintaan yang ada agar
produk yang diperlukan oleh konsumen memberikan kepuasan pada konsumen dan
sekaligus menguntungkan perusahaan.
Menurut Laksana (2008) dalam Irsad (2010), produk adalah sesuatu baik berbentuk
fisik maupun nonfisik yang dapat ditawarkan kepada konsumen untuk memenuhi
keinginan dan kebutuhannya. Produk dapat berupa barang fisik, jasa, pengalaman,
kegiatan, keahlian atau ketenaran seseorang, tempat, property, lembaga, informasi, dan
gagasan.

1. Teh Botol Sosro


The ini pertama kali dijual pada tahun 1940 dalam bentuk kemasan teh
kering siap saji. Pada tahun 1969, teh ini mulai dijual dalam kemasan botol dan
merupakan produk teh pertama yang dijual dalam botol di Indonesia dan di
dunia. Bentuk botol yang dikenal saat ini mulai digunakan pada tahun 1974.
Sejak tahun 1990-an Teh Botol Sosro juga dikemas dalam kotak 200 ml dan
250 ml. Ekuitas merek The Botol terus dapat dipertahankan di mata
masyarakat pada umumnya, dan para pelanggan pada khususnya. Ekuitas
merek yang dimaksud yaitu kumpulan sesuatu yang berharga (assets) yang
melekat pada merek serta kewajiban-kewajiban yang terjalin pada sebuah
merek, nama, dan simbol yang dapat menambah atau mengurangi nilai suatu
produk.

Teh Botol - Menjadi brand awareness Teh Siap minum dalam kemasan.
Sosro - Menjaga kualitas produk selama bertahun-tahun (perceived quality).
- Brand assosiasion yaitu apabila orang mencari teh botol, yang diberikan ya teh botol
sosro
- Brand loyalty yaitu apapun makanannya minumnnya teh botol sosro.
- Pasar generasi muda dengan brand fruit tea.
- Pasar penikmat minuman berkarbonasi dengan produk tebs, tea with shocking soda.

2. Nu Green Tea
Pada bulan September 2005, PT ABC President Indonesia meluncurkan
produk Nu Green Tea. Produk ini merupakan pelopor minuman teh hijau siap
saji dalam kemasan botol PET di Indonesia. Selain konsep produk Nu Green
Tea yang inovatif, perusahaan menggunakan teknologi terkini yaitu PET
Aseptic Filling Technology, yang menjamin rasa dan aroma yang unggul. Saat
ini Nu Green Tea adalah pemimpin pasar pada kategori Ready-to-Drink Green
Tea. PT ABC President Indonesia akan terus melakukan inovasi untuk
memuaskan keinginan dan kebutuhan konsumen. Saat ini Nu Green Tea adalah
pemimpin pasar pada kategori Ready To Drink Green Tea. Di Indonesia,
teknologi PET Aseptic filling ini pertama kali di gunakan untuk memproduksi
Nu Green Tea dan Nu Juice, produk minuman yang diluncurkan oleh PT. ABC
President Indonesia.

The Nu Greentea Produk teh yang memiliki rasa sesuai konsumen dan memberi manfaat
untuk kesehatan

3. The Gelas
OT (Orang Tua) selalu menghadirkan Unique Winning Products untuk
memenangkan persaingan dan menciptakan produk-produk bermerek pilihan
utama konsumen dengan investasi merek yang terus menerus dilakukan.
Beragam produk OT telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat
Indonesia. Indonesia adalah salah satu Negara sub tropis yang baik bagi
perkebunan khusus nya teh. Melihat kesempatan ini OT sebagai perusahaan
ternaman mulai berencana membuat suatu produk olahan minuman yang
berbahan baku teh. Produk inilah yang kemudian dikenal oleh masyarakat
dengan nama TEH GELAS. Teh Gelas ini berbahan baku teh yang dipekaya
polifenol dengan campuran bunga melati dengan menggunakan 100% gula
asli.
Teh Gelas Teh yang dikemas dalam gelas dan mempunyai pasar yang luas karena
harganya. The ini diseduh dari daun teh asli berkualitas, 100% gula asli
dan kaya akan antioksidan polifenol.

4. The Javana
Pada tahun 1684, biji daun teh dibawa masuk ke Indonesia untuk pertama
kalinya dan ditanam di pulau Jawa. Baru pada abad ke-18, mulailah dibangun
perkebunan teh skala besar di Indonesia. Tercatat dalam sejarah untuk pertama
kalinya, teh kualitas terbaik dari pulau Jawa di ekspor sebanyak 200 peti dan di
lelang di Amsterdam. Pada masa itu teh Indonesia berjaya dan mengharumkan
nama Nusantara ke seluruh dunia sampai saat ini. Sensasi terbaik minum teh
adalah ketika kita mencium wangi pertama kali teh itu diseduh. Teh Javana
mengembalikan sensasi tersebut melalui teknologi Aroma Recovery System.
Ketika membuka botol Javana, aroma Teh Javana ketika pertama kali diseduh
tetap akan terasa.
Teh Javana Produk ini diproduksi dari daun teh asli indonesia dan
menawarkan rasa teh khas Indonesia

5. The Kotak
PT Ultrajaya selalu berusaha untuk tetap berada di baris terdepan untuk
kegiatan penelitian, pengembangan dan pengawasan mutu. Melalui penelitian
yang berkesinambungan terhadap kebutuhan pasar dan perubahan permintaan
konsumen,, mengembangkan produk-produk baru yang mampu
memertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar dengan cepat dan sebagai
hasilnya, perusahaan ini sudah mengembangkan jumlah ragam produknya dari
produk tunggal pada tahun 1975 menjadi lebih 60 produk saat ini yang mana
sebagian besar adalah pemimpin pasar. PT Ultrajaya sangat bertekad penuh
akan kualitas produk. Mulai dari bahan baku hingga produk jadi, sistem
pengawasan mutu dijalankan dengan ketat, tidak hanya pada produknya saja,
tapi juga pada proses produksi dan penyimpanannya. Di samping itu,
mengingat sebagian besar konsumen Indonesia beragama Islam, kami pun
bertekad bulat memenuhi semua persyaratan kualitas produk Halal. Semua
produk PT Ultrajaya sudah mendapatkan Sertifikat Halal yang resmi
dikeluarkan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia).
Teh Kotak Produk ini dikemas dalam kemasan aseptic berbentuk kotak. Cara
menikmati the siap minum yang praktis, setiap saat dan
dimanapun anda berada

b. Price
Harga adalah jumlah uang (kemungkinan ditambah beberapa barang) yang dibutuhkan
untuk memperoleh beberapa kombinasi sebuah produk dan pelayanan yang menyertainya.
Menurut Kotler dan Amstrong (2005) dalam Riyadi (2013) harga adalah sejumlah uang
yang dibebankan atas suatu produk, atau jumlah dari nilai yang ditukar konsumen atas
manfaat - manfaat karena memiliki atau menggunakan produk tersebut.

Strategi penetapan harga menjadi penting di atas kesadaran pemasar bahwa faktor
harga berperan dalam mempengaruhi konsumen untuk membeli sebagai pelanggan suatu
produk. Penetapan harga berdasaskan kepada objektif yang hendak dicapai kepada
pemasaran produk. Selain itu, startegi penetapan harga biasanya berubah apabila produk
melewati tahap daur hidupnya. Sebuah perusahaan yang merencakan untuk
mengembangkana produk baru maka akan kadang mendapati masalah pemosisisan produk.
Perusahaan harus dapat memposisikan produk barunya terhadapt produk yang akan datang
atau kompetitor. Perusahaan yang meluncurkan produk inovatif yang dilindungi hukum
paten pasti menghadapi tantangan mengenai penetapan harga pertama kalinya. Mereka
dapat memilih satu dari dua strategi yaitu penetapan harga untuk meraup pasar kelas atau
penetapan harga penetrasi pasar.

1. The Botol Sosro


Pertama kali mengenalkan teh siap minum dalam kemasan botol, Sosro
memiliki target pasar yang jelas, dengan target orang yang sedang melakukan
perjalanan. Strategi promosi pertama yang dilakukan dengan menetapkan
harga tidak lebih dari biaya parkir pada waktu itu (mengingat target adalah
orang yang sedang melakukan perjalanan). Pada waktu pengenalan produk,
Sosro juga memiliki keunggulan kompetitif karena merupakan teh siap minum
dalam kemasan botol yang dipasarkan pertama kali di Indonesia.

Teh Botol Sosro - Kemasan botol gelas, volume 220 ml : Rp. 4000
- Kemasan kotak (Tetra Pak):
Volume 200 ml : Rp. 3000
Volume 250 ml : Rp. 4000
Volume 330 ml : Rp. 6000
Volume 1 Liter : Rp. 12.000
- Kemasan botol plastik PET 450 ml : Rp. 6000
plastik PET 350 ml : Rp.4000
- Kemasan pouch 230 ml : Rp. 4000

2. Nu Green Tea
Penentuan harga yang tepat dan sesuai dengan target marketnya, bukan
harus semurah mungkin, namun harga harus sesuai denan kondisi persaingan
dan juga positioning dari produk tersebut. Pada produk Nu Green Tea harga
yang ditetapkancukup kompetitif dan cukup terjangkau.

Teh Nu Kemasan 500 ml Rp. 4500


Greentea Kemasan 300 ml Rp. 3000

3. The Gelas
Penentuan harga the gelas yang relative murah merupakan bukti dari
sasaran pasar produk ini adalah luas sehingga memerlukan harga yang murah
agar dapat terjangkau oleh semua kalangan.

Teh Gelas Kemasan Cup Rp. 1000


Kemasan Botol Rp. 4000

4. The Javana
Produk ini memilih harga Rp 3000,00 / 300mL karena produk tersebut
memiliki target pasar yang luas dan mengikuti persaingan dengan produk lain

Teh Javana Kemasan Botol Rp. 3000


5. The Kotak
Salah satu strategi penting dalam strategi pemasaran adalah harga. PT
Ultrajaya tidak mencantumkan harga dari produk-produknya dikarenakan
harga di pasaran sangat variatif tergantung letak wilayah geografis konsumen
dan memiliki latar belakang sosial ekonomi yang berbeda. Atribut harga eceran
kinerjanya sudah baik dan harus dipertahankan oleh perusahan. Apabila pihak
perusahaan hendak meningkatkan harganya pada beberapa periode ke depan,
maka perusahaan harus memperhatikan persepsi konsumen terhadap harga
eceran Ultra Milk dibandingkan dengan volume produk, sebab peningkatan
harga akan menimbulkan resiko baru yaitu munculnya biaya yang disebabkan
karena kehilangan pelanggan (karena sifat barang yang elastis).

The Kotak Kemasan 300 ml Rp. 4000

c. Placement

Saluran distribusi merupakan suatu struktur unit organisasi dalam perusahaan dan luar
perusahaan yang terdiri atas agen, dealer, pedagang besar, dan pengecer melalui nama sebuah
komoditi produk atau jasa dipasarkan.
Promosi adalah segala bentuk upaya untuk memperkenalkan atau meningkatkan
pemahaman para pelanggan rnaupun calon pelanggan terhadap produk yang dihasilkan perusahaan.
Melalui kegiatan promosi, perusahaan menyampaikan informasi mengenai keunggulan dan
keistimewaan produk yang ditawarkan kepada konsumen sasaran, agar pada akhimya dapat
meningkatkan penjualan produk tersebut.
Pemilihan suatu strategi promosi berkaitan erat dengan biaya promosi itu sendiri, namun
itu semua tidak menjadi masalah mengingat biaya promosi rnerupakan salah satu komponen biaya
dari suatu produk. Namun yang penting harus menjadi pertimbangan bahwa dengan biaya promosi
tertentu harus dapat mendongkrak penjualan sejumlah tertentu. Oleh karena itu, perusahaan perlu
mempertimbangkan strategi promosi yang terbaik dan mengoptimalkan dana yang tersedia untuk
kegiatan promosi agar penjualan produk dapat meningkat sesuai target perusahaan.

1. The Botol Sosro


Distribusi Sosro mencakup hampir seluruh wilayah nasional mulai dari Batam,
Jabotabek, Jabar, Jatim, hingga Kalimantan dan Sulawesi. Bahkan teh dalam
kemasan botol Sosro diekspor ke Australia, Vietnam, Brunei Darussalam dan
Amerika Serikat. Sosro dikenal memiliki jaringan distribusi yang sangat mengakar.
Keputusan mengenai pergudangan dan pengendalian persediaan juga merupakan
keputusan distribusi. Ketersediaan (availability) menjadi kunci sukses pemasaran.
Pihak Sosro selalu memantau outlet-outlet Sosro dari pengaruh pesaing
(competitor) yang berniat menggantikan Teh Botol Sosro.

The Botol Sosro - Mengembangkan saluran distribusi secara luas dan terus-menerus.
- Menggunakan availability sehingga berbuah kesetiaan dari
pelanggan.
- Distribusi nasional dan luar negri.
- Dengan banyak agen dan outlet yang tersebar luas diindonesia.
- Bahan baku penunjang dari kebun teh sendiri

2. Nu Green tea
Dalam hal distribusi, Nu Green Tea mampu meng-cover semua channel,
terutama modern, general trade, on premise channel dan food service, institution,
sampai pada tingkatan outlet rombongan. Di sejumlah on premise channel,
NuGreen Tea bahkan meyediakan kulas/cooler dengan branding Nu Green Tea.
Produk tersebut telah tersebar di seluruh Indonesia baik pasar besar maupun
warung eceran sehingga konsumen akan sangat mudah untuk memperolehnya

The Nu GreenTea Melalui Iklan, Event, Sponsorship, dan public relation

3. Teh Gelas
Produk the gelas didistribusikan menggunakan tiga jalur pemasaran yaitu
melalui distributor, agent, literal kemudian ke konsumen.Teh gelas merupakan
produk the yang memiliki pasar yang luas. Hal ini dikarenakan harga the gelas
yang relative murah. Karena pasar yang luas tersebut perusahaan membutuhkan
distributuor untuk menyebarluaskan produk. Selain melalui distributor the gelas
dipasarkan melalui agen dan literel agar konsumen lebih mudah menemukan the
gelas dilokasi yang jauh dari pusat pemasaran.

Teh Gelas Distributor, Agen, Suplier

4. Teh Javana
The ini melakukan distribusi dengan two level channel di mana produsen
melalui jasa distributor dan agen untuk memasarkan produknya

Teh Javana Distributor , Agen , Supermarket

5. The Kotak
PT Ultrajaya merupakan perusahaan yang sudah sangat besar saat ini.
Produk-produknya juga sudah tersebar diseluruh Indonesia bahkan hingga
mancanegara Produk ultra milk dapat ditemukan di supermarket, mini market,
toko-toko. Tetapi keadaan saluran distribusi belum terlalu baik sampai ke pelosok.
Salah satunya di warung-warung kecil Ultra Milk masih sulit ditemukan.
6.
Teh Kotak Distributor, Supermarket, Agen, Suplier
d. Promotion
Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan
seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran. Tujuan
utama promosi adalah menginformasikan, mempengaruhi, dan membujuk serta mengingatkan
pelanggan sasarantentang pemasaran dan bauran pemasaran.
Macam-macam promosi yang sering digunakan oleh perusahaan yaitu:

1. Sales Promotion
Sales promotion ini meliputi kegiatan-kegiatan pemasaran yang mendorong efektifitas pembelian
konsumen dengan insentif penjualan.
2. Personal Selling
Personal selling adalah interaksi antar individu, saling bertemu maka yang ditujukan untuk
menciptakan, memperbaiki, menguasai atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling
menguntungkan dari pihak lain.
3. Direct Marketing
Direct marketing adalah salah satu promosi penjualan yang dilakukan melalui hubungan langsung
dengan konsumen yang ditargetkan secara cermat.
4. Advertising
Advertising adalah komunikasi non individu, dengan sejumlah biaya melalui berbagai media yang
dilakukan oleh perusahaan, lembaga non laba, serta individu-individu.

1. The botol sosro


Kesuksesesan sosro dalam merebut hati konsumen Indonesia sesungguhnya dilihat
dari aspek pemasaran cukup unik. Sosro,dalam beberapa hal, telah mengabaikan hukum-
hukum umum yang terdapat di ilmu pemasaran. Misalnya saja mengenai perlunya riset
pasar sebelum meluncurkan produk. Dari awal produk ini ditargetkan untuk konsumen
yang sering melakukan perjalanan seperti supir dan pejalan kaki sosro . Sosro menyadari
bahwa segmen konsumen ini memiliki keinginan hadirnya minuman yang dapat
menghilangkan dahaga di tengah kelelahan dan kondisi panas selama perjalanan. Atribut
kepuasan ini dicoba untuk dipenuhi dengan menghadirkan minuman teh dalam kemasan
botol yang praktis dan tersedia di kios-kios sepanjang jalan. Untuk menambah nilai
kepuasan teh botol ini disajikan dingin dengan menyediakan boks-boks es pada titik-titik
penjualannya (penggunaan kulkas pada saat itu belum lazim).
Kini Sosro telah menjadi perusahaan minuman yang besar dan otomatis strategi
pemasaran yang dipakai pun semakin besar pula. Promosinya kini bukan menggunakan
metode cicip rasa tetapi kini banyak iklan-iklan sosro yang terlihat di berbagai stasiun
televisi, internet, majalah, surat kabar, radio, dan berbagai acara-acara besar maupun kecil

The botol sosro - Iklan : televisi, internet, majalah, surat kabar, radio.
- Teh cicip (on place test)
- Menyediakan digerai-gerai
- Menyediakan diboxs pinggir jalan.
- Kulkas diwarung-warung.
- Sponsor pada acara besar maupun acara bazar kecil.

2. The Nu Greent Tea


Strategi promosi produk Nu Green Tea terbilang cukup gencar, dan intensif.
Dalam keterkaitannya dengan IMC (Intergrated Marketing Communication), Nu
Green Tea melakukan komunikasi pemasaran dengan menggunakan sarana untuk
menginformasikan, membujuk dan mengingatkan konsumen secara langsung atau
tidak langsung tentang produk dan merk yang mereka jual. Nu Green Tea membangun
produk mereka dengan saluran iklan (advertising), hubungan masyarakat (public
relations), penjualan individu (personal selling), promosi penjualan (sales promotion),
penjualan langsung (direct marketing). Nu Green Tea juga melakukan Marketing
Mix, mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman
barang (place), dan mempromosikan barang (promotion).

Beberapa promosi yang unik dan kreatif Nu Green Tea:


1. Pemecahan rekor MURI buka tutup botol secara serentak terbanyak 2514 peserta.
2. Nuomplok bareng Nu Green Tea (Fun bike, Photo contest, Bike competition, Music
concert)
The Nu GreenTea Melalui Iklan, Event, Sponsorship, dan public relation

3. Teh Gelas
Produk ini melakukan promosi dengan iklan di televise dan media sosial

The Gelas Melalu televise, iklan,

4. Teh Javana

The Javana Iklan dan Televisi

5. Teh Kotak
Dalam segi promosi, teh kotak memberikan promotional pack pada
kemasan 200 ml. Pada kemasan tersebut, Teh Kotak memberikan tambahan gratis
sebanyak 50% sehingga total nettonya 300 ml. Dengan harga hampir sama dengan
brand-brand pesaing, Teh Kotak jadi terkesan sangat terjangkau dan
menguntungkan konsumen karena isinya 50% lebih banyak. Pada dasarnya,
konsumen memang akan lebih menyukai produk yang memberikan benefit lebih
banyak.
Teh Kotak pun aktif beriklan di televisi. Kini, Teh Kotak aktif
mengkampanyekan thanks to nature. Serta turut aktif mendukung pelestarian alam
melalui program-program below the line seperti photo contest Enjoy Nature Love
Nature dan diskusi Eksplorasi Berkebun dengan National Geographic Indonesia.
Teh Kotak pun mengoptimalkan peran internet melalui social media faceook,
twitter, dan website.

The Kotak Melalui Iklan, Televisi, Spanduk

Dari penjabaran di atas didapatkan beberapa perbedaan antara kelima produk the dalam kemasan,
antara lain:
No Produk Placement Price Promotion
1 The Botol (Rasa teh asli yang Supermarket, Kemasan Botol Melalui iklan,
kini bervariasi dengan Minimarket, Rp.4000 Pamplet,
ditambahkan aroma buah Agen, Kemasan Kotak Browser,
buahan dan melati) Distributor Rp. 5000 Televisi.
Kemasan Pouch
Rp.6000
2 Teh Greentea (Produk teh Konsumen, Kemasan 500 ml Melalui Iklan,
yang memiliki rasa sesuai Agen, Rp. 4500 Event,
konsumen dan memberi Distributor Kemasan 300 ml Sponsorship, dan
manfaat untuk kesehatan) Rp. 3000 public relation
3 Teh Gelas (Teh Gelas Distributor, Kemasan Cup Melalu televise,
merupakan kombinasi yang Agen, Suplier Rp. 1000 iklan,
sempurna dari seduhan daun Kemasan Botol
teh asli dan 100% gula asli) Rp. 4000
4 Teh Javana (The Javana Distributor , Kemasan Botol Iklan dan
menawarkan rasa khas Agen , Rp. 3000 Televisi
Indonesia) Supermarket
5 Teh Kotak (Cara menikmati Distributor, Kemasan 300 ml Melalui Iklan,
the siap minum yang praktis, Supermarket, Rp. 4000 Televisi,
setiap saat dan dimanapun Agen, Suplier Spanduk
anda berada)
KESIMPULAN
Strategi pemasaran dibutuhkan untuk keberlangsungan produksi produk. Produk, harga,
pendistribusian, dan promosi merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam pemasaran.
Konsumen biasanya memilih produk dengan kualitas baik dan harga yang murah. Selain itu
konsumen lebih memilih produk yang mudah untuk ditemui. Selain faktor-faktor tersebut, faktor
promosi juga berpengaruh dalam mempengaruhi konsumen dalam membeli produk the dalam
kemasan.
Dari kelima the dalam kemasan yang dianalisis, the botol sosro merupakan the yang paling
digemari oleh konsumen, hal ini karena produknya sudah tergolong lama dan memiliki positioning
baik dalam konsumen. Untuk tetap mempertahankan produknya, perusahaan terus melakukan
inovasi, salah satunya dengan menciptakan berbagai varian rasa dan kemasan yang baru agar tidak
terkalahkan oleh pesaingnya seperti the kotak, the javana, the gelas, dan nu Green Tea.

DAFTAR PUSTAKA

Kotler, P dan Armstrong, G. 2002. Bauran Pemasaran, Jakarta: Erlangga.


Riyadi, M. 2013. Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Keputusan Pembelian Pelumas
Sepeda Motor Enduro 4T (Studi Pada Pelumas Sepeda Motor Enduro 4t Pertamina Jawa
Bagian Tengah) [SKRIPSI]. Universitas Dian Nuswantoro
Irsad. 2010. Analisis Marketing Mix yang Mempengaruhi Kepuasan Pelanggan Pengguna Operator
ESIA (Studi Kasus Masyarakat Ciputat Timur) [skripsi]. Jakarta (ID): UIN Jakarta
Imaroh, L. 2013. Analisis STP dan 4P dalam Produk Ultra Milk [online] [diakses pada 2017 Maret
20]. Dapat diunduh di: http://lhaelyimma.blogspot.co.id/2014/11/analisis-stp-dan-4p-dalam-
produk-ultra.html