Anda di halaman 1dari 2

PENATALAKSANAAN BAYI BARU LAHIR

DENGAN BBLR

Nomor : Kepala UPTD


Terbit ke : Puskesmas PONED
SOP Pagar Dewa
UPTD. No.Revisi :
PUSKESMAS Tgl.Diberlak :
PONED PAGAR u
DEWA Halaman : 1-2
Suhaendi, SKM
NIP. 19810228.201011.1.004

1. Pengertian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) ialah bayi yang lahir dengan berat badan
kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa gestasi ( Berat bayi adalah
berat bayi yang ditimbang dalam 1 jam setelah lahir)
2. Tujuan Mengidentifikasi masalah yang sering timbul sebagai penyulit BBLR yaitu
hipotermia, hipoglikemia, hiperbilirubinemia, infeksi atau sepsis dan
gangguan minum
3. Kebijakan SK kepala puskesmas tentang pelayanan klinis

4. Referensi Pedoman Kerja Puskesmas Jilid II, Departemen Kesehatan RI Tahun


1991/1992
5. Prosedur Diagnosis :
1. Anamnesis tentang riwayat kehamilan ibu
2. Pemeriksaan Fisik
Berat lahir kurang bulan dilihat tanda tanda prematuritas : tulang rawan
telinga belum terbentuk, masih terdapat lanugo ( rambut halus pada
kulit) reflex masih lemah, alat kelamin luar pada perempuan labia
mayor belum menutup labia minor, pada laki laki belum terjadi
penurunan testis dan kulit testis rata
3. Untuk BBLR kecil untuk masa kehamilan dilihat tanda janin tumbuh
lambat : tidak ada tanda prematuritas, kulit keriput, kuku lebih panjang.
4. Mempertahankan suhu dengan ketat
BBLR mudah mengalami hipotermia, oleh sebab itu suhu tubuhnya
harus dipertahankan dengan ketat.
5. Mencegah infeksi dengan ketat
BBLR sangat rentan akan infeksi, perhatian prinsip-prinsip pencegahan
infeksi termasuk mencuci tangan sebelum memegang bayi.
6. Pengawasan nutrisi / ASI
Refleks menelan BBLR belum sempurna, oleh sebab itu pemberian
nutrisi harus di lakukan dengan cermat.
7. Penimbangan ketat
Perubahan BB mencerminkan kondisi gizi/nutrisi bayi dan erat
kaitannya dengan daya rahan tubuh, oleh sebab itu penimbangan BB
harus dilakukan dengan ketat
6. Unit terkait 2) PONED

7.Dokumen Terkait
Kartu rawat jalan, rawat register