Anda di halaman 1dari 2

Tujuan:

1. Untuk mengetahui nilai MPN Coliform sampel air minum.


2. Untuk menentukan kualitas mikrobiologi air minum berdasarkan nilai Most Probable
Number (MPN) Coliform.

Dasar Teori

Air merupakan komponen esensial bagi kehidupan jasad hidup. Akan tetapi dapat juga
merupakan suatu substansi yang membawa malapetaka, karena air dapat membawa
mikroorganisme patogen dan zat-zat kimia yang bersifat racun (Gause, 1946). Banyaknya
kontaminan dalam air memerlukan standar tertentu untuk menjamin kebersihannya. Air yang
terkontaminasi oleh bakteri patogen saluran cerna sangat berbahaya untuk diminum. Hal ini
dapat dipastikan dengan penemuan organisme yang ada dalam tinja manusia atau hewan dan
yang tidak pernah terdapat bebas di alam. Ada beberapa organisme yang termasuk kategori ini,
yaitu bakteri Coliform (Escherichia coli), Enterococcus faecalis,dan Clostridium. Di Indonesia,
bakteri indikator air terkontaminasi adalah Escherichia coli (Gause, 1946).

Bakteri Coliform dijadikan sebagai bakteri indikator karena tidak patogen, mudah serta
cepat dikenal dalam tes laboratorium serta dapat dikuantifikasikan. Bakteri Coliform adalah
bakteri indikator keberadaan bakteri patogenik lain. Lebih tepatnya, sebenarnya,
bakteri Coliform fekal adalah bakteri indikator adanya pencemaran bakteri patogen.
Penentuan Coliform fekal menjadi indikator pencemaran dikarenakan jumlah koloninya pasti
berkorelasi positif dengan keberadaan bakteri patogen. Selain itu, mendeteksi Coliform jauh
lebih murah, cepat, dan sederhana daripada mendeteksi bakteri patogenik lain. Contoh
bakteri Coliform adalah, Esherichia coli dan Entereobacter aerogenes. Jadi, Coliform adalah
indikator kualitas air. Makin sedikit kandungan Coliform, artinya, kualitas air semakin baik.
(Volk,1993).

Jumlah mikroorganisme dapat dihitung melalui beberapa cara, namun secara mendasar
dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu perhitungan langsung dan tidak langsung. Metode MPN
merupakan salah satu metode perhitungan secara tidak langsung. Metode MPN terdiri dari tiga
tahap, yaitu uji pendugaan (presumptive test), uji konfirmasi (confirmed test), dan uji
kelengkapan (completed test). Dalam uji tahap pertama, keberadaan Coliform masih dalam
tingkat probabilitas rendah, masih dalam dugaan. Uji ini mendeteksi sifat fermentatif Coliform
dalam sampel (Lim, 1998). Metode MPN merupakan uji deretan tabung yang menyuburkan
pertumbuhan Coliform sehingga diperoleh nilai untuk menduga jumlah Coliform dalam sampel
yang diuji. Uji positif akan menghasilkan angka indeks. Angka ini disesuaikan dengan tabel
MPN untuk menentukan jumlah Coliform dalam sampel (Pakadang, 2010).

Untuk metode MPN (most probable number) digunakan medium cair dalam wadah
berupa tabung reaksi, perhitungan di lakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif yaitu
tabung yang mengalami perubahan pada mediumnya baik itu berupa perubahan warna atau
terbentuknya gelembung gas pada dasar tabung durham. Pada metode perhitungan MPN ini
digunakan bentuk tiga seri pengenceran, yang pertama 10-1, 10-2 dan 10-3. Kemudian dari hasil
perubahan tersebut dicari nilai MPNnya pada tabel nilai MPN, dan untuk jumlah bakterinya
maka digunakan rumus (Gobel, 2008).

Gause. 1946. Media Pertumbuhan Mikroorganisme.. Jakarta. Rajawali Press

Gobel. 2008. Mikrobiologi Umum Dalam Praktek. Universitas Hasanuddin, Makassar.

Pakadang. 2010. Buku Penuntun Praktikum Mikrobiologi Farmasi. Jurusan Farmasi Politeknik
Kesehatan Depkes Makassar. Makassar.

Volk. 1993. Mikrobiologi Dasar Jilid 1, Edisi Kelima. Erlangga. Jakarta.