Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH MIKROBIOLOGI

ASPEK UMUM UJI POTENSI ANTIBIOTIKA

DisusunOleh :

KELOMPOK 3

1. NIA HERIANI G 701 14 005


2. WAHYUNI UDIN G 701 14
095
3. CINDY RADIKASARI G 701 14
155

JURUSAN FARMASI

UNIVERSITAS TADULAKO

TAHUN AKADEMIK 2015 / 2016

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan yang maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia Nya kepada tim penulis makalah sehingga dapat terselesaikan
tugas makalah pembuatan makalah ilmu kependudukan.

Penulis berharap agar makalah ini dapat digunakan semestinya dan dapat
membantu para mahasiswa yang sedang belajar dijurusan farmasi khususnya yang
menempuh mata kuliah MIKROBIOLOGI

Pepatah berkata Tidak ada gading yang tak retak sehingga dalam
penyususan makalah ini pun juga banyak terdapat kesalahan dan kekurangan baik
yang disengaja maupun tidak disengaja. Sehingga penyusun mohon kesedian dadi
pembaca makalah agar menyampaikan kritik dan sarannya kepada penulis
sehingga dalam penyusun makalah selanjutnya dapat menjadi lebih baik.

Tidak lupa penyusun sampaikan ucapan terimah kasih kepada dosen


pembibing mikrobiologi yang senangtiasa membingbing kami dalam penyelesaian
tugas penulisan makalah ini. Semoga makalah dapat bermanfaat bagi mahasiswa
dan juga dapat memperkaya pengetahuan pembaca pada umumnya.

Terima Kasih

Palu, 7 MARET 2016

Kelompok 3

2
DAFTAR ISI

HALAM JUDUL...................................................................................................

KATA PENGANTAR.............................................................................................

DAFTAR ISI............................................................................................................

BAB I : PENDAHULUAN..........................................................................

I.I LATAR BELAKANG.................................................................

I.2 RUMUSAN MASALAH............................................................

BAB II : PEMBAHASAN.............................................................................

II.I POTENSI ANTIBIOTIKA ............................

II.2 PEMBAGIAN ANTIBIOTIKA .........

II.3 BERDASARKAN MEKANISME KERJA


ANTIMIKROBA....

II.4 PRINSIP PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA .

BAB III : PENUTUP ....................................................................................

III.I KESIMPULAN .......................................................................

III.2 SARAN....................................................................................

DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................

3
BAB I
PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG


Antibiotika sudah banyak digunakan oleh masyarakat untuk
pengobatan berbagai penyakit terutama penyakit infeksi. Akan tetapi
akibat pemakaian yang tidak rasional dan pemakaian yang tidak tuntas dari
antimikroba malah dapat membahayakan bagi pasien. Bakteri penyebab
penyakit ini dapat menjadi resistensi terhadap pengobatan dengan
antimikroba. Antibiotik digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi
akibat kuman atau juga untuk prevensi infeksi, misalnya pada pembedahan
besar.

Kegiatan antibiotika untuk pertama kalinya ditemukan oleh sarjana


Inggris dr. Alexander Flemming pada tahun 1928 (penisilin). Tetapi
penemuan ini baru diperkembangkan dan dipergunakan dalam terapi di
tahun 1941 oleh dr.Florey (Oxford). Kemudian banyak zat lain dengan
khasita antibiotik diisolir oleh penyelidik-penyelidik di seluruh dunia,
akan tetapi berhubung dengan sifat toksisnya hanya beberapa saja yang
dapat digunakan sebagai obat.

Penemuan antibiotik terjadi secara 'tidak sengaja' ketika Alexander


Fleming, pada tahun 1928, lupa membersihkan sediaan bakteri pada cawan
petri dan meninggalkannya di rak cuci sepanjang akhir pekan. Pada hari
Senin, ketika cawan petri tersebut akan dibersihkan, ia melihat sebagian
kapang telah tumbuh di media dan bagian di sekitar kapang 'bersih' dari
bakteri yang sebelumnya memenuhi media. Karena tertarik dengan
kenyataan ini, ia melakukan penelitian lebih lanjut terhadap kapang
tersebut, yang ternyata adalah Penicillium chrysogenum syn. P..

4
I.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu potensi antibiotika ?
2. Apa itu aspek uji potensi antibiotika ?
3. Bagaimana prinsip penggunaan antibiotika ?

5
BAB II
PEMBAHASAN

II.1 POTENSI ANTIBIOTIKA


Antibiotika adalah zat-zat kimia yang dihasilkan mikro-organisme
hidup terutama fungi dan bakteri tanah, yang memiliki khasiat mematikan
atau menghambat pertumbuhan banyak bakteri dan beberapa virus besar,
sedangkan toksisitasnya bagi manusia relatif kecil. Kegiatan antibiotika
untuk pertama kalinya ditemukan oleh sarjana Inggris dr. Alexander
Flemming pada tahun 1928 (penisilin). Tetapi penemuan ini baru
diperkembangkan dan dipergunakan dalam terapi di tahun 1941 oleh
dr.Florey (Oxford). Kemudian banyak zat lain dengan khasita antibiotik
diisolir oleh penyelidik-penyelidik di seluruh dunia, akan tetapi berhubung
dengan sifat toksisnya hanya beberapa saja yang dapat digunakan sebagai
obat .

Antibiotika sudah banyak digunakan oleh masyarakat untuk


pengobatan berbagai penyakit terutama penyakit infeksi. Akan tetapi
akibat pemakaian yang tidak rasional dan pemakaian yang tidak tuntas dari
antimikroba malah dapat membahayakan bagi pasien. Bakteri penyebab
penyakit ini dapat menjadi resistensi terhadap pengobatan dengan
antimikroba. Antibiotik digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi
akibat kuman atau juga untuk prevensi infeksi, misalnya pada pembedahan
besar.

Uji potensi antibiotika secara mikrobiologik adalah suatu teknik


untuk menetapkan suatu potensi antibiotika dengan mengukur efek
senyawa tersebut terhadap pertumbuhan mikroorganisme uji yang peka

6
dan sesuai. Efek yang ditimbulkan pada senyawa uji dapat berupa
hambatan pertumbuhan.
Pertumbuhan dan pengerasan bakteri-bakteri dipengaruhi oleh
berbagai macam zat kimia dalam lingkungan karena pengaruh zat kimia,
maka bakteri seperti bergerak menuju atau menjauhi zat kimia itu.
Peristiwa. Bila bakteri-bakteri itu tertarik dan bergerak menuju kearah zat
kimia kita sebut chemotaxis (+) dan sebaliknya kita sebut chemotaxis (-).
Bakteri-bakteri yang tidak bergerak, peretumbuhan koloninya dapat
dipengaruhi oleh zat-zat kimiab peristiwa itu disebut chemotropis (2).
Suatu bahan diklasifikasikan sebagai antibiotika apabila :

1. Bahan tersebut merupakan produk metabolisme (alami maupun


sintesis).
2. Bahan tersebut adalah produk sintesis yang dihasilkan sebagai analog
struktur suatu antibiotika yang terdapat di alam.
3. Bahan tersebut mengantagonis pertumbuhan atau keselamatan suatu
spesies mikroorganisme atau lebih.
4. Bahan tersebut efektif dalam konsentrasi rendah.

II.2 PEMBAGIAN ANTIBIOTIKA


1. Penisilin
Penisilin-G dan turunannya bersifat bakterisid terhadap terutama
kuman Gram-positif (khususnya Cocci) dan hanya beberapa kuman Gram-
negatif. Contohnya : Benzilpenisilin, Fenoksimetilpenisilin Kloksasilin,
Asam Klavulanat, Ampisilin.

2. Sefalosporin
Spektrum kerjanya luas dan meliputi banyak kuman Gram-positif
dan Gram-negatif termasuk Escherichia coli. Berkhasiat bakterisid dalam
fase pembunuhan kuman, berdasarkan penghambatan sintesa
peptidoglikan yang diperlukan kuman untuk ketangguhan dindingnya.

7
Contohnya : Sefaleksin, Sefamandol, Sefouroksin, Sefotaksim, Seftazidim,
Aztreonam.

3. Aminoglikosida
Aktivitasnya bakterisid, berdasarkan dayanya untuk mempenetrasi
dinding bakteri dan mengikat diri pada ribosom di dalam sel. Proses
translasi (RNA dan DNA) diganggu sehingga biosintesa proteinnya
dikacaukan. Efek ini tidak saja terjadi pada fase pertumbuhan juga bila
kuman tidak membelah diri. Contohnya : Streptomisin, Gentamisin,
Amiksin, Neomisin Paromomisin.

4. Tetrasiklin
Mekanisme kerja berdasarkan diganggunya sintesa protein kuman.
Spectrum kerjanya luas dan meliputi banyak cocci Gram-positif dan
Gram-negatif serta kebanyakan bacilli, kecuali pseudomonas dan proteus.
Contohnya : Tetrasiklin, Doksisiklin,

5. Makrolida dan linkomisin


Eritromisin bekerja bakteriostatis terhadap terutama bakteri Gram-
positif, dan spectrum kerjanya mirip penisilin-G. Mekanisme kerjanya
melalui pengikatan reversible pada ribosom kuman, sehingga sintesis
proteinnya dirintangi. Contohnya : Eritromisin, Azitromisin, Spiramisin,
Linkomisin.

6. Polipeptida
Khasiatnya adalah bakterisid berdasarkan aktivitas permukaannya
dan kemampuannya untuk melekatkan diri pada membran sel bakteri,
sehingga permeabilitas sel meningkat dan akhirnya sel meletus.
Contohnya : Polimiksin B, Basitrasin, Gramsidin.

7. Antibiotika lainnya

8
Khasiatnya bersifat bakteriostatis terhadap enterobacter dan
Staphylococcus aureus berdasarkan perintangan sintesa polipeptida
kuman. Contohnya : Kloramfenikol, Vankomisin, Asam fusidat,
Mupirosin, Spektinomisin.

II.3 BERDASARKAN MEKANISME KERJA ANTIMIKROBA


Antimikroba yang menghambat metabolisme sel mikroba Antimikroba
yang termasuk dalam kelompok ini adalah sulfonamid, trimetoprim, asam p-
aminosalisilat dan sulfon.
Antimikroba yang menghambat sintesis dinding sel mikroba Obat yang
termasuk dalam kelompok ini adalah penisilin, sfalosforin, basitrasin,
vankomisin, dan sikloserin.
Antimikroba yang mengganggu keutuhan membran sel. Obat yang
termasuk dalam golongan ini adalah polimiksin, golongan polien serta
berbagai antimikroba kemoteraupetik, seperti antiseptik surface active
agents.
Antimikroba yang menghambat sintesis protein sel mikroba. Obat yang
termasuk dalam kelompok ini adalah golonbgangna aminoglikosid,
makrolid, linkimisin, tetrasiklin dan kloramfenikol.
Antimikroba yang menghambat sintesis asam nukleat sel mikroba.
Antimikroba yang termasuk kelompok ini ialah rimpisin dan golongan
kuinolon.

II.4 PRINSIP PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA


o Penyebab infeksi
Pemberian antibiotik yang paling ideal adalah berdasarkan hasil
pemeriksaan mikrobiologis dan uji kepekaan kuman. Namun dalam
praktek sehari-hari, tidak melakukan pemeriksaan mikro-biologis untuk
setiap pasien yang dicurigai menderita suatu infeksi. Di samping itu, untuk
infeksi berat yang memerlukan penanganan segera dimulai setelah

9
pengambilan sampel bahan biologik untuk biakan dan pemeriksaan
kepekaan kuman. Pemberian antibiotik tanpa pemeriksaan mikrobiologis
dapat didasarkan pada educated guess.
o Faktor pasien
Diantara faktor pasien yang perlu diperhatikan dalam pemberian
antibiotik antara lain fungsi ginjal, fungsi hati, riwayat alergi, daya tahan
terhadap infeksi (status imunologis), daya tahan terhadap obat, beratnya
infeksi, usia, untuk wanita apakah sedang hamil atau menyusui, dan lain-
lain.

Resistensi sel mikroba ialah suatu sifat tidak terganggunya


kehidupan sel mikroba oelh antimikroba. Sifat ini dapat merupakan suatu
mekanisme alamiah untuk bertahan hidup. Ada 5 mekanisme resistensi
kuman terhadap antimikroba yaitu :
1. Perubahan tempat kerja (target site) obat pada mikroba.
2. Mikroba menurunkan permeabilitasnya sehingga obat sulit masuk ke
dalam sel.
3. Inaktivasi obat oleh mikroba.
4. Mikroba yang membentuk jalan pintas untuk menghindari tahap yang
dihambat oleh antimikroba
5. Meningkatkan produksi enzim yang dihambat oleh antimikroba.

Pemberian antibiotik yang paling ideal adalah berdasarkan hasil


pemeriksaan mikrobiologis dan uji kepekaan kuman. Namun dalam
praktek sehari-hari, tidak mungkin melakukan pemeriksaan mikrobiologis
untuk pasien yang dicurigai menderita suatu infeksi berat yang
memerlukan penanganan segera dimulai setelah pengambilan sampel
bahan biologik untuk biakan dan pemeriksaan kepekaan kuman.

10
BAB III
PENUTUP

III.1 KESIMPULAN
1. Antibiotika adalah zat-zat kimia yang dihasilkan mikro-organisme
hidup terutama fungi dan bakteri tanah, yang memiliki khasiat
mematikan atau menghambat pertumbuhan banyak bakteri dan
beberapa virus besar, sedangkan toksisitasnya bagi manusia relatif
kecil.
2. Uji potensi antibiotika secara mikrobiologik adalah suatu teknik untuk
menetapkan suatu potensi antibiotika dengan mengukur efek
senyawa tersebut terhadap pertumbuhan mikroorganisme uji yang
peka dan sesuai.
3. Antimikroba yang menghambat metabolisme sel mikroba Antimikroba
yang termasuk dalam kelompok ini adalah sulfonamid, trimetoprim,
asam p-aminosalisilat dan sulfon.
4. Pemberian antibiotik yang paling ideal adalah berdasarkan hasil
pemeriksaan mikrobiologis dan uji kepekaan kuman.
5. Resistensi sel mikroba ialah suatu sifat tidak terganggunya kehidupan
sel mikroba oelh antimikroba. Sifat ini dapat merupakan suatu
mekanisme alamiah untuk bertahan hidup.

III.2 SARAN
Makalah ini masih banyak terdapat kekurangan, misalnya masih
ada kata-kata yang salah dalam pengetikan, tidak mencantumkan kutipan
atau catatan kaki. Hal itu disebabkan karena keterbatasan waktu penulis

11
dalam membuat makalah ini. Oleh sebab itu penulis berharap agar
pembaca dapat memakluminya.

DAFTAR PUSTAKA

Tjay, T.H., Kirana, K., (1978), Obat-Obat Penting, Edisi IV, Dep.Kes.RI,
Jakarta.
Soemarno. dr, Prof., (1976. Mikrobilogi. LEPHAS (Lembaga Penerbitan
Universitas Hasanuddin), Unhas, Makassar.
Djidje, M.N., Sartini., (2005), Instrumentasi Mikrobiologi Farmasi, Lab.
Mikrobiologi Farmasi, Jurusan Farmasi, UNHAS, Makassar.
Tjay, T.H., Rahardja, K., (2002), Obat-Obat Penting, Edisi V, PT Elex
Media Komputindo, Gramedia, Jakarta.
Ganiswarna, S. G., et all., (1995), Farmakologi dan Terapi, Bagian
Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.
Ditjen POM., (2001), Informatorium Obat Nasional Indonesia 2000,
Dep.Kes.RI, Jakarta.
Ditjen POM., (1979), Farmakope Indonesia, Edisi III, Dep.Kes.RI,
Jakarta

12