Anda di halaman 1dari 4

Teknik Budidaya Ikan Lele Sistem

Bioflok
Admin

Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok ( Picture by : sutasumsel.com )

Sahabat NuansaTani.Com budidaya ikan lele merupakan salah satu


budidaya ikan yang terus berkembang di kalangan masyarakat, hal ini di
karenakan teknologi budidaya ikan lele cukup mudah di kuasai oleh
masyarakat.

Selain itu pemasaran nya pun cukup menjanjikan, dan biaya yang di
keluarkan pun relatif rendah dan dapat di budidayakan di lahan yang
sempit dengan padat tebar yang tinggi.

Meskipun ikan lele termasuk kedalam golongan ikan yang tahan terhadap
segala jenis air, Namun jika budidaya ikan lele dilakukan tanpa perlakukan
yang khusus sudah dapat dipastikan bahwa tidak akan memberikan hasil
yang maksimal.

Oleh karena itu berbagai cara di lakukan untuk meningkatan produksi,


salah satunya adalah budidaya ikan lele sistem bioflok.

Apa itu Sistem Bioflok ? yuk kita baca dan simak bersama

Bio-flok terdiri dari dua suku kata yaitu bio yang berarti biologi atau
hidup dan floc yang berarti gumpalan, bio-flok adalah flok atau
gumpalan-gumpalan kecil yang tersusun dari sekumpulan
mikroorganisme hidup yang melayang-layang di air.

Budidaya ikan lele Sistem bioflok merupakan suatu sistem pemeliharaan


ikan lele dengan cara menumbuhkan mikroorganisme yang berfungsi
untuk mengolah limbah pada budidaya itu sendiri dan di ubah menjadi
gumpalan-gumpalan kecil (floc) yang bermanfaat sebagai makanan alami
ikan.

Sistem bioflok ini sebenarnya sudah terlebih dulu dikembangkan oleh


negara negara maju, seperti Jepang, Brasil, Australia dan lain-lain.

Pada Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok ini, Pertumbuhan mikroorganisme


dipacu dengan melakukan pemberikan kultur bakteri nonpathogen
(probiotik), dan pemasangan aerator yang berfungsi untuk menyuplai
oksigen sekaligus mengaduk air kolam.

Adapun tahapan Dalam Budidaya Ikan Lele Sistem Bioplok sebagai berikut
:

Persiapan Kolam

Untuk menghemat biaya pembuatan kolam,maka Kolam dapat dibuat dari


terpal yang diperkuat dengan tulang /rangka yang di buat dari bambu atau
besi, dengan ukuran kolam ikan lele dapat disesuaikan dengan lahan yang
tersedia.

Tentunya Jika untuk tujuan usaha dan disertai modal yang


cukup,pembuatan kolam dapat dibuat lebih besar dengan kapasitas
produksi yang lebih besar pula.

Untuk ukuran luas yang ideal, yaitu untuk 1 m3 dapat menampung ikan lele
hingga 1.000 ekor. Lain halnya dengan sistem budidaya ikan lele secara
konvensional yang hanya mampu menampung 100 ekor saja untuk setiap
1 m3.

Kolam ikan lele harus diberi atap untuk menghindari terik matahari
langsung dan air hujan. Sinar matahari dan air hujan perlu dihindari karena
dapat memengaruhi mutu air dalam kolam sehingga menjadi tidak layak.

Peralatan lain yang perlu dipersiapkan adalah mesin aerator, yaitu alat
untuk meniupkan udara ke dalam air kolam.

Persiapan Air
Setelah kolam ikal lele siap digunakan tahap selanjutnya adalah
menyiapkan air untuk pembesarkan benih ikan lele. Adapun tahapannya
sebagai berikut :

Hari pertama isilah kolam dengan air setinggi 80-100 cm


Hari ke 2 masukkan probiotik (bakteri pathogen) 5 ml/m3 yang dapat
di beli di toko terdekat.
Hari ke 3 masukkan prebiotik (pakan bakteri) yaitu Molase (tetes
tebu)250 ml/m3, malam harinya tambahkan dolomite 150-200
gram/m3(diambil airnya saja)
Selanjutnya diamkan air media selama 7-10 hari, agar
mikroorganisme apat tumbuh dengan baik

Penebaran benih dan perawatan ikan lele

Benih lele yang sebaiknya berasal dari induk unggul dan sehat (dari satu
induk yang sama). Benih lele yang sehat ditandai dengan gerakan yang
aktif, ukuran dan warna seragam, organ tubuh lengkap, bentuk
proporsional dengan ukuran 47cm

selanjutnya dilakukan penebaran benih lele,dan keesokan harinya


tambahkan probiotik 5 ml/m3.

Adapun tahap Perawatan benih ikan lele selanjutnya setiap 10 hari sekali
dapat di berikan :

Probiotik 5 ml/m3
Ragi tempe 1 sendok makan/m3
Ragi tape 2 butir/m3
Malam harinya tambahkan dolomite 200300 gr/m3dapat diambil
airnya saja

Setelah benih lele mencapai ukuran 12 cm atau lebih, setiap 10 hari sekali
masukkan:

Probiotik 5 ml/m3.
Ragi tempe 23 sendok makan/m3
Ragi tape 68 butir/m3
Malam harinya tambahkan dolomite 200300 gr/m3(diambil airnya
saja). Pemberian ragi tempe dan ragi tape dilarutkan dalam air.

Pemberian Pakan

Selama tahap pembesaran pada budidaya ikan lele sistem bioplok hal lain
yang harus diperhatikan adalah pakan ikan serta pemberian aerasi setiap
hari.

Pemberian pakan harus di kelola dengan sangat baik agar dapat mencapai
produksi yang maksimal, berikan pakan dengan berkualitas yang baik, dan
ukuran pakan disesuaikan dengan lebar bukaan mulut ikan lele.

Pakan dapat diberikan dua kali sehari yaitu pagi sore hari, dengan dosis
pakan 80 % dari daya kenyang.

Setiap seminggu sekali ikan lele di puasakan, atau tidak di berikan pakan.
Sebelum di berikan sebaiknya pakan di fermentasi terlebih dahulu dengan
probiotik

Kemudian Setelah terbentuk flok pemberian pakan dapat dikurangi 30% ,


wow pemberian pakan lebih irit.

Tag: Budidaya perikanan Ramah lingkungan

Rating artikel ini!

Teknik Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok,5 / 5 ( 1voting )


Pos sebelumnya
Pos berikutnya