Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Standart Penetration Test (SPT) di gunakan untuk mengetahui nilai

kerapatan relatif suatu batuan atau istilah lainnya untuk mengetahui kekuatan

batuan melalui uji lapangan dengan alat tertentu, yang merupak data awal untuk

mengetahui kelayakan dan keamanan untuk membuat timbunan overburden pada

pit, namun di perlukan juga suatu data sekunder atau pendukung baik itu dari

hidrologi yang berkembang meliputi air tanah, tingkat kejenuhan resapan air pada

batuan, curah hujan, litologi penyusun, sehingga dapat meminimalisir resiko

Sliding pada timbunan overburden.

1.2. Maksud dan Tujuan


1.2.1. Maksud
Maksud dari penelitian ini untuk penerapan dalam pengaplikasian ilmu

geologi di lingkungan tambang dan pengembangannya di bidang keilmuan

lainnya.
1.2.2. Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah :
Mengetahui litologi penyusun untuk timbunan overburden
Menganalisa geologi teknik melalui uji Standart Penetration Test (SPT)

dan penerapannya.

Identifikasi geohidrologi di timbunan overburden pada pit meliputi kondisi

air tanah, tingkat kejenuhan resapan air dan curah hujan.


Analisis kemungkinan bencana yang terjadi di timbunan overburden.

1.3. Batasan Masalah

Batasan masalah dari penelitian ini adalah :


Mengidentifikasikan litologi penyusun timbunan overburden pada area pit
Menganalisa standart penetration test (SPT)
Analisis pengaruh dan dampak geohidrologi di timbunan overburden pada

area pit
Analisis kerawanan gerakan tanah berdasarkan data SPT, geohidrologi,

litologi.

1.4. Lokasi dan Luas Daerah Penelitian

Lokasi penelitian terletak di Desa Gunung Sari, Kecamatan Tabang,

Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan timur tepatnya di wilayah

kerja PT. INDONESIA PRATAMA.

1.5. Kesampaian daerah Penelitian