Anda di halaman 1dari 3

Aset Individu dan APT

Apabila kesempatan arbitrase diatur, tiap perkiraan imbal hasil dari portofolio yang
terdiversifikasi dengan baik harus sebanding dengan betanya. Hubungan ini akan memberitahu
perkiraan imbal hasil pada saham komponen, jika terpenuhi oleh seluruh portofolio yang
terdiversifikasi dengan baik, perkiraan imbal hasil harus terpenuhi oleh hamper seluruh sekuritas
individu, meskipun bukti penuh dari awal agak sulit.

Portofolio harus memiliki posisi yang sangat kcil pada seluruh sekuritas agar layak
terdiversifikasi dengan baik. Contoh, jika hanya satu sekuritas melanggar hubungan perkiraan
imbal hasil-beta, maka pengaruh pelanggaran ini terhadap portofolio yang terdiversifikasi
dengan baik akan terlalu kecil untuk kepentingan atas beberapa tujuan praktik, dan kesempatan
arbitrase tidak akan muncul. Tetapi, jika banyak sekuritas yang melanggar hubungan perkiraan
imbal hasil-beta, hubungan itu takkan lagi berlaku untuk portofolio yang terdiversifikasi dengan
baik, dan kesempatan arbitrase akan tersedia. Kesimpulannya ada kondisi tanpa arbitrase pada
pasar sekuritas faktor tunggal menunjukkan pemeliharaan hubungan perkiraan imbal hasil-beta
untuk seluruh portofolio yang terdiversifikasi dengan baik dan untuk seluruh sekuritas individu.

APT dan CAPM

APT memberi tolak ukur untuk tingkat imbal hasil yang dapat digunakan dalam
penganggaran modal, penilaian sekuritas, atau penilaian kinerja investasi dan menekankan
perbedaan penting di antara risiko tak terdiversifikasi (risiko faktor) yang menghendaki
pemberian dalam bentuk premi risiko dan risiko yang tidak terdiversifikasi. Sebaliknya, CAPM
berasumsi portofolio pasar yang tak dapat diamati dengan tak terpisahkan. Pendapatan CAPM
bersandar pada efesien rerata-ragam, yakni jika sekuritas melanggar hubungan perkiraan imbal
hasil-beta, maka banyak investor (relative kecil) akan mencodongkan portofolionya sehingga
gabungan seluruh tekanannya terhadap harga akan mengembalikan keseimbangan yang
memenuhi hubungan.

APT Multifaktor

Faktor siklus bisnis yang mungkin memengaruhi risiko saham dan imbal hasilnya, yaitu
fluktuasi suku bunga, tingkat inflasi, harga minyak dan sebagainya. Multifaktor dari APT akan
digunakan untuk menampung berbagai sumber risiko. Porotofolio faktor yakni portofolio yang
terdiversifikasi dengan baik yang dirancang untuk memiliki beta satu pada salah satu faktor dan
beta nol pada faktor lainnya. Portofolio faktor juga diduga sebagai portofolio lacakan, imbal
hasil pada portofolio yang melacak evolusi dari sumber risiko makro-ekonomi tertentu tetapi
tidak berkolerasi dengan sumber risiko lain.

Di Mana Seharusnya Kita Mencari Faktor

Salah satu kelemahan dari APT multifactor adalah APT tidak memberikan petunjuk
mengenai penentuan faktor risiko relevan maupun premi risikonya. Dua prinsip yang
menentukan daftar faktor yang tepat. Pertama, membatasi diri sendiri pada sedikit faktor
sistematis dengan kemampuan besar untuk menjelaskan imbal hasil sekuritas.

Model Tiga Faktor Fama-French (FF)

Pendekatan alternative dalam menentukan faktor makro-ekonomi sebagai sumber relevan dari
risiko sistematis menggunakan ciri-ciri perusahaan yang terlihat pada dasar empiris sebagai
proksi atas penyingkapan risiko sistematis. Faktir yang terpilih adalah variabel yang menurut
bukti di masa lalu terlihat meramalkan imbal hasil rata-rata dengan baik sehingga dapat
menangkap premi risiko. Salah satu contoh pendekatan adalah model tiga faktor Fama dan
French.

Dua variabel ciri perusahaan ini dipilih akibat pengamatan yang bertahan lama bahwa
kapitalisasi perusahaan (ukuran perusahaan) dan rasio buku terhadap pasar meramalkan
simpangan rata-rata imbal hasil saham dari tingkat yang sejalan dengan CAPM. Ukuran dan
rasio buku terhadap pasar telah meramalkan rata-rata imbal hasil pada berbagai periode wakti
dan di pasar seluru dunia, sehingga meredakan potensi pengaru dari pengintaian data.

CAPM Multifaktor dan APT


CAPM multi indeks, faktornya berasal dari pertimbangan multi periode dari aliran
konsumsi beserta kesempatan investasi yang berkembang secara acak yang menyinggung
sebaran tingkat imbal hasil. Sehingga, portofolio indeks lindung nilai harus berasal dari
pertimbangan akan utilitas konsumsi, asset bukan dagang, dan perubahan kesempatan investasi.

CAPM multi indek akan mewarisi faktor risikonya dari sumber risiko yang dianggap
cukup penting oleh banyak investor. Sebaliknya, APT membisu sama sekali mengenai di mana
mencari sumber risiko harga. Kurangnya petunjuk, petunjuk ini menampung pencarian yang
kurang terstruktur untuk faktor risiko yang relevan.