Anda di halaman 1dari 4

PROSEDUR PEMASANGAN INFUS

Nama : Edi Susmanto


NPM : 2015740067

A. Pengertian Pemasangan Infus

Pemasangan Infus adalah pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh melalui sebuah
jarum ke dalam pembuluh vena (pembuluh balik) untuk menggantikan cairan atau zat-zat
makanan dari tubuh.

B. Tujuan Pemasangan Infus

1. Mempertahankan atau mengganti cairan tubuh yang menganung air, elektrolit, vitamin,
protein lemak, dan kalori yang tidak dapat dipertahankan secara adekuat melalui oral

2. Memperbaiki keseimbangan asam basa

3. Memperbaiki volume komponen-komponen darah

4. Memberikan jalan masuk untuk pemberian obat-obatan kedalam tubuh

5. Memonitor tekan Vena Central (CVP)

6. Memberikan nutrisi pada saat system pencernaan di istirahatkan.

Keadaan Yang Memerlukan Pemberiaan Cairan Intra Vena :

1. Secara umum, keadaan yang memerlukan pemberian cairan infuse yaitu :

2. Perdarahan dalam jumlah banyak (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)

3. Trauma abdomen (perut)

4. Fraktur (patah tulang)

5. Serangan panas (heat stroke)

6. Diare dan demam (mengakibatkan dehidrasi)

7. Luka bakar luas (kehilangan banyak cairan tubuh)

8. Semua trauma kepala; dada dan tulang punggung.

Jenis-Jenis Cairan Intravena

1. Isotonik = Nacl 0,9%, Dekstrose 5%, Ringer laktat

2. Hipotonik = Nacl 0,5%


3. Hipertonik = Dektrose 10% dalam Nacl, Dektrose 10% dalam Air, Dektrose 20%
dalam Air

Lokasi Pemasangan Infus :

1. Vena basilica (pada bagian tangan)

2. Vena chepalia (pada bagian ibu jari)

3. Vena mediana cubiti

4. Vena digitalis (pada bagian pinggir tangan dan kaki)

5. Vena femoralis (pada bagian paha)

Kriteria Pemilihan Pembuluh Darah Vena:

1. Dianjurkan pada vena lengan

2. Mulai dari bagian distal (tepi) dan bila gagal dilakukan di bagian proksimal

3. Pilih vena yang besar, lurus, dan tidak bercabang,

Jenis Kateter Vena ( IV.Cat) Dan Penggunaanya :

Ada 5 jenis yaitu :

1. Warna biru : ukuran 22G, penggunaanya untuk pasien anak.

2. Warna merah muda : ukuran 20G, penggunaanya untuk pemberiaan cairan dan obat.

3. Warna hijau : ukuran 18G, penggunaanya untuk pemberian cairan dan obat serta
digunakan untuk produk darah.

4. Warna putih : ukuran 17G, penggunaanya untuk pemberian cairan dan obat serta
digunakan untuk produk darah.

5. Warna abu-abu : ukuran 16G, penggunaanya untuk pemberian cairan dan obat serta
digunakan untuk produk darah.

C. Persiapan Alat

1. Standar infuse

2. Set infuse Cairan sesuai program medic

3. Jarum infuse dengan ukuran yang sesuai

4. Pengalas

5. Torniket
6. Kapas alcohol

7. Plester

8. Gunting

9. Kasa steril

10. Sarung tangan

11. Tisu

D. Persiapan Pasien

1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan kepada pasien/ keluarga

2. Menjelaskan Tujuan tindakan kepada pasien / keluarga

3. Meminta persetujuan pasien

4. Mengatur posisi tidur terlentang pada pasien

E. Prosedur Kerja

1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.

2. Cuci tangan

3. Hubungkan cairan dan infus set dengan memasukkan ke bagian karet atau akses selang
ke botol infuse

4. Isi cairan ke dalam set infus dengan menekan ruang tetesan hingga terisi sebagian dan
buka klem slang hingga cairan memenuhi selang dan udara selang keluar

5. Letakkan pangalas di bawah tempat ( vena ) yang akan dilakukan penginfusan

6. Lakukan pembendungan dengan torniker ( karet pembendung ) 10-12 cmdi atas tempat
penusukan dan anjurkan pasien untuk menggenggam dengan gerakan sirkular ( bila
sadar )

7. Gunakan sarung tangan steril

8. Disinfeksi daerah yang akan ditusuk dengan kapas alcohol

9. Lakukan penusukan pada vena dengan meletakkan ibu jari di bagian bawah vena da
posisi jarum ( abocath ) mengarah ke atas

10. Perhatikan keluarnya darah melalui jarum ( abocath / surflo ) maka tarik keluar bagian
dalam ( jarum ) sambil men
F. Pendokumentasian

1. Kelancaran tetesan infuse

2. Observasi tanda atau gejala alergi terhadap infuse atau komplikasi lain

3. Evaluasi tanda infeksi.

G. Komplikasi Pemasangan Infus

1. Hematoma (bengkak merah)

2. Infiltrasi (cairan tidak masuk ke pembuluh darah)

3. Emboli ( adanya udara)

4. Tromboflebitis (bengkak pada bagian pembuluh darah)

5. Nyeri

6. Alergi

H. Daftar Pustaka

1. Perry, Anne Griffin. 2005. Buku Saku Keterampilan Dan Prosedur Dasar. Edisi5.
Jakarta: EGC

2. Poter, Perry. 2005. Buku ajar fundamental keperawatan. Edisi 4 vol 2. Jakarta : EGC.
Hal 1647-1655

3. Kusyati, Eni. dkk. 2006. Keterampilan dan Prosedur laboratorium. Jakarta. EGC.
Hal:267

4. Hidayat,A Aziz alimul dan musrifatul ulyah. 2005. Buku Saku: Praktikum Kebutuhan
Dasar Manusia. Jakarta: EGC. Hal:73-75

5. Mubarok, Wahid Iqbal dan Nurul Chayatin.2007.Buku Ajar: Kebutuhan Dasar


Manusia. Jakarta : EG. Hal:92-94