Anda di halaman 1dari 2

PROSEDUR PEMERIKSAAN GULA DARAH

Nama : Edi Susmanto


NPM : 2015740067

A. Pengertian:
Pemeriksaan GDS adalah Suatu tindakan untuk mengetahui hasil atau nilai gula darah
pada pasien yang dapat dilakukan sewaktu dan tanpa persiapan apapun. Pemeriksaan gula
darah puasa (GDP) adalah tindakan untuk mengetahui hasil gula darah pasien setelah
pasien melakukan puasa minimal 8 - 10 jam. Pemeriksaan gula darah 2 jam post puasa
(GD 2jam PP) adalah tindakan untuk mengetahui hasil gula darah pasien 2 jam setelah
pasien makan setelah sebelumnya pasien puasa minimal 8-10 jam.

B. Tujuan Pemeriksaan GDS

1. Pemeriksaan laboratorium harian


2. Acuan tidakan medis
3. Pengobatan yang tepat
4. Pemilihan diit yang tepat
5. Pencegahan resiko hiperglikemi
Kebijakan :
Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS) dilakukan oleh petugas laboratorium.
Pemeriksaan GDS juga boleh dilakukan oleh dokter dan perawat.
C. Persiapan Alat

1. Mesin gluco test


2. Strip stick GDS
3. Jarum / lancet GDS
4. Alkohol swab
5. Perlak dan pengalas
D. Persiapan Pasien

E. Prosedure Tindakan Pemeriksaan Gula Darah

1. Cek order dokter.

2. Cuci tangan dan gunakan sarung tangan bersih.

3. Lakukan kontrak / persetujuan dengan pasien.

4. Bawa alat ke dekat pasien.


5. Pasang sampiran atau privasi.

6. Papan perlak dan pengalas pada bawah jari yang akan ditusuk.

7. Nyalakan mesin Gluco Test dan pastikan sudah menyala dengan baik, kemudian
pasang strip stick GDS nya secara benar dan pastikan sudah bergambar darah pada
layar.

8. Lakukan pemilihan jari untuk pemeriksaan GDS yaitu: jari telunjuk, jari tengah dan
jari manis.

9. Berikan / oleskan swab alkohol pada jari yang akan ditusuk.

10. Tusuk ujung jari pasien secara hati-hati.

11. Tekan daerah sekitar tusukan dengan jari kita agar darah keluar, pastikan darah keluar
secukupnya.

12. Tempelkan ujung stick GDS pada mesin Gluco test ke darah pasien.

13. Setelah cukup tunggulah beberapa detik untuk melihat hasilnya pada layar.

14. Setelah hasil keluar catatlah pada lembar cetatan perawat / petugas laboratorium,

F. Pendokumentasian

1. Catat respon pasien

2. Laporkan hasil pemeriksaan pada dokter yang meminta.

G. Efek Samping

Tidak ada efek samping

H. Daftar Pustaka

1. Black, J dan Hawks, J.H. (2014). Keperawatan Medikal Bedah : Manajemen Klinis
untuk hasil yang Diharapakan. Jakarta : Salemba Medika

2. Katzung, B.G.(2002). Farmakologi : Dasar dan Klinik Edisi Pertama. Jakarta :


Salemba Medika.