Anda di halaman 1dari 8

METODELOGI PENELITIAN (EKA 400/F2)

RMK SAP 10

TAHAPAN PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN DATA

Oleh :

KELOMPOK 8

Ni Made Ayu Maya Puspita 1415351121/9

Ni Made Ayu Nirmalasari Putri Erawan 1415351193/15

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

TAHUN AJARAN 2016/2017


SAP 10
TAHAPAN PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN DATA

1. Editing
Penyuntingan (editing) adalah pengecekan atau pengoreksian data yang telah
dikumpulkan, karena kemungkinan data yang masuk (raw data) atau data terkumpul itu
tidak logis dan meragukan. Tujuan penyuntingan (editing) adalah untuk menghilangkan
kesalahan-kesalahan yang terdapat pada pencatatan di lapangan dan bersifat koreksi. Pada
kesempatan ini, kekurangan data atau kesalahan data dapat dilengkapi atau diperbaiki baik
dengan pengumpulan data ulang atau pun dengan interpolasi (penyisipan).
Hal-hal yang perlu diedit pada data masuk adalah sebagai berikut:
1) Dipenuhi tidaknya instruksi sampling
Apakah responden yang diwawancarai sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan
yang telah ditetapkan.
2) Dapat dibaca atau tidaknya data mentah
Bila ada tulisan yang tidak jelas harus dikembalikan kepada pewawancara untuk
mengetahui kebenaran dari tulisan tersebut.
3) Kelengkapan pengisian
Perlu ditunjukkan kepada pewawancara bila ada bagian yang kosong/tidak diisi.
4) Keserasian (consistency)
Ada hal-hal yang saling bertentangan. Misalnya: ada pertanyaan yang menanyakan
apakah anda sudah menikah?, dijawab belum, namun ada pertanyaan berikutnya ada
jawaban sudah punya anak tiga.
5) Apakah isi jawaban dapat dipahami
Bila ada jawaban yang panjang, kemudian disingkat oleh pewawancara dan
singkatan tersebut sudah dipahami.

2. Coding
Coding merupakan pemberian tanda/simbol/kode bagi tiap-tiap data yang termasuk
dalam katagori yang sama. Tanda dapat berupa angka/huruf. Tujuan daripada coding adalah
untuk mengklasifikasikan jawaban ke dalam kategori-kategori yang penting.
Ada dua langkah penting dalam melakukan coding, yaitu:
1) Menentukan kategori-kategori yang akan digunakan, dan
2) Mengalokasikan jawaban individual pada kategori-kategori tersebut.

Kumpulan dari kategori-kategori ini disebut juga dengan coding frame. Pada
pertanyaan tertutup biasanya coding frame sudah dilengkapi namun pada pertanyaan
terbuka sukar untuk merencanakan coding frame yang bersangkutan, mengkonstruksikan
coding frame hendaknya dilakukan oleh seseorang yang benar-benar mengetahui tujuan
peneliti dan mengetahui bagaimana hasil penelitian akan digunakan. Coding frame ini perlu
dites terlebih dahulu oleh petugas coding. Hal ini dilakukan, selain untuk melatih petugas
coding, juga untuk membuka kemungkinan terciptanya coding frame yang lebih baik.
Alokasi jawaban pada kategori-kategori didalam coding frame dapat dilakukan oleh
responden, petugas wawancara, dan oleh petugas coding, yang dapat dilakukan oleh
responden atau petugas wawancara hanya terbatas pada tipe pertanyaan tertutup saja.
Dalam tipe pertanyaan terbuka harus dilakukan sepenuhnya oleh petugas coding sesuai
dengan instrumen coding yang benar-benar spesifik. Mengkode adalah menaruh angka pada
tiap jawaban. Untuk dapat memberikan kode pada jawaban tersebut perlu diperhatikan:
1) Kode dan Jenis Pertanyaan
Dalam hal ini perlu diperhatikan jenis pertanyaan, jawaban atau pertanyaan
yang dapat dibedakan. Jawaban berupa angka, jawaban dari pertanyaan tertutup,
jawaban pertanyaan semi terbuka, jawaban pertanyaan terbuka dan jawaban
pertanyaan kombinasi.
a. Bila jawaban berupa angka maka kode yang digunakan adalah angka itu
sendiri.
b. Bila jawaban untuk pertanyaan tertutup jawabannya sudah disediakan terlebih
dahulu dan responden hanya mengecek jawaban tersebut sesuai dengan
instruksi. Responden tidak boleh menjawab diluar yang telah ditetapkan.
c. Bila jawaban pertanyaan semi terbuka, selain dari jawaban yang telah
ditentukan maka jawaban lain yang dianggap cocok oleh responden masih
dikenakan untuk dijawab. Jawaban tambahan tersebut perlu diberi kode
tersendiri.
d. Bila jawban pertanyaan terbuka, jawaban yang diberikan sifatnya bebas.
Untuk memberi kode, jawaban-jawaban tersebut harus dikatagorikan lebih
dahulu atau dikelompokkan sehingga tiap kelompok berisi jawaban yang
sejenis. Kalau masih ada jawaban yang tidak bisa masuk ke kelompok
tersebut, dapat dibuatkan katagori-katagori lain-kain, namun tidak boleh
terlalu banyak dan juga perlu diingat jawaban pertanyaan tidak boleh tumpang
tindih.
e. Bila jawaban kombinasi, hampir serupa dan jawaban pertanyaan tertutup.
Selain ada jawaban yang jelas, responden masih dapat menjawab kombinasi
dari beberapa jawaban.
2) Tempat Kode
Kode dapat dibuat pada kartu tabulasi ataupun daftar pertanyaan itu sendiri. Jika
data diolah dengan computer, kode-kode harus dibuat dalam coding sheet

3. Tabulasi
Tabulasi adalah membuat tabel-tabel yang berisikan data yang telah diberikan kode
sesuai dengan analisis yang dibutuhkan.Untuk melakukan tabulasi ini dibutuhkan ketelitian
dan kehati-hatian agar tidak terjadi kesalahan khususnya dalam tabulasi silang. Tabel ini
dapat berbentuk.
a. Tabel pemindahan
Tabel pemindahan disebut juga lembaran kode, yaitu tempat memindahkan kode-
kode dari kuesioner atau pencatatan pengamatan.

b. Tabel biasa
Tabel biasa adalah tabel yang disusun berdasarkan sifat responden tertentu dan
tujuan tertentu.
c. Tabel analisis
Tabel analisis adalah tabel yang memuat suatu jenis informasi yang telah dianalisis.
Tabel ini hanya memuat satu jenis informasi. Contohnya, tabel satu arah atau tabel
tunggal, dan tabel silang.

4. Penyajian Data (Tabel, Grafik)


Pada laporan penelitian, bagian hasil penelitian terdapat bahasa mengenai deskripsi
data, analisis data dan pembahasan. Data yang dikumpulkan dalam prosses pengumpulan
data merupakan data yang berserakan, tidak beraturan dan sulit dibaca, agar tersusun dalam
bentuk yang teratur dan mudah dibaca maka dilakukan penyajian data atau penyusunan
data. Dengan demikian, penyajian data adalah kegiatan menyusun data mentah yang
berserakan menjadi lebih teratur sehingga mudah dibaca, dipahami dan dianalisis.
Penyajian data mempunyai dua tujuan yaitu:
1) Penyajian data memudahkan dalam membaca dan memahami data. Dengan
menyajikannya dalam bentuk tabel atau gambar maka penampilan dan gambaran data
lebih mudah dibaca dan dipahami.
2) Penyajian data memudahkan dalam menganalisis data.
Data mentah yang belum tersusun dengan baik memerlukan waktu yang lama dan sulit
untuk dianalisis. Dengan menyusunnya dalam bentuk yang lebih teratur maka data
lebih mudah dianalisis.

Penyajian data dilakukan untuk menyusun atau mengatur data. Data yang disajikan
dapat berbentuk skor, persentase atau indeks.
1. Skor
Data berbentuk skor merupakan data asli hasil pengukuran. Data ini langsung diambil
berdasarkan hasil pengukuran variabel tertentu atau responden
2. Persentase
Data dapat disajikan dalam bentuk persentase. Data bentuk persentase biasanya dipilih
bila ingin mengetahui posisi data diantara total keseluruhan.
3. Indeks
Data yang disajikan juga dapat diubah ke dalam bentuk indeks. Seperti juga penyajian
data menggunakan persentase, pengubahan ke dalam angka indeks juga dapat
dimaksudkan untuk mengetahui nilai suatu skor di antara keseluruhan data.

Macam-Macam Teknik Penyajian Data


Setiap peneliti harus dapat menyajikan data telah diperoleh, baik yang diperoleh
melalui observasi, wawancara, kuesioner (angket) maupun dokumentasi. Teknik penyajian
data dapat dilakukan dengan dua cara yaitu membuat tabel atau daftar dan grafik atau
diagram.
(1) Tabel
Tabel merupakan kumpulan angka-angka yang disusun menurut kategori-kategori
(misalnya: jumlah pegawai menurut pendidikan dan masa kerja) sehingga
memudahkan dalam pembuatan analisis data.
Macam macam penyajian data dalam bentuk tabel antara lain:
a. Tabel Baris Kolom
Sebagaimana namanya, tabel ini memuat keterangan yang terdiri dari baris dan
kolom yang mempunyai ciri tidak terdiri dari faktor-faktor yang terdiri dari
beberapa kategori dan bukan merupakan data kuantitatif yang dibuat menjadi
beberapa kelompok
b. Tabel Distribusi Frekuensi
Tabel distribusi frekuensi adalah tabel yang menyusun distribusi datanya dalam
frekuensi.
c. Tabel Kontingensi ( Tabel Faktorial )
Tabel kontingensi merupakan bagian dari tabel baris kolom, akan tetapi tabel ini
mempunyai ciri khusus, yaitu untuk menyajikan data yang terdiri atas dua faktor
(variabel) atau lebih dalam satu perpaduan baris dan kolom.
(2) Grafik
Penyajian data dalam bentuk grafik adalah menggambarkan data secara visual dalam
sebuah gambar. Sehingga penyajian data dalam bentuk ini lebih mudah untuk dibaca
dan lebih menarik.
a. Data nominal
Data nominal merupakan data yang bersifat kategorik. Data yang satu dengan yang
lain dapat dipisah-pisahkan secara tegas.
1) Grafik Batang
Grafik batang merupakan grafik yang menggambarkan data menggunakan
batang. Batang menunjukkan data dan ketinggiannya menunjukkan
frekuensinya.
2) Grafik Gambar (Pictogram)
Grafik gambar adalah grafik yang disajikan dalam bentuk gambar. Hal ini
dilakukan supaya gambar yang disajikan lebih komunikatif.
3) Grafik Garis
Grafik garis adalah grafik yang menyajikan data dalam sebuah
garis, biasanya dibuat untuk menunjukkan perkembangan suatu keadaan dari
waktu ke waktu.
4) Grafik Lingkaran
Cara lain untuk menyajikan data hasil penelitian adalah
dengan grafik lingkaran. Diagram lingkaran digunakan untuk membandingkan
data dari berbagai kelompok.
b. Data kontinum
Data kontinum tidak dapat dipisahkan satu sama lain secara eksklusif. Data
kontinum bersambungan dalam sebuah skala yang bersifat kontinum.
1. Grafik Histogram merupakan grafik batang yang disusun secara teratur dan
berimpitan satu dengan yang lainnya tanpa ruang antara.
2. Grafik Poligon merupakan grafik distribusi dari distribusi frekuensi bergolong
suatu variable.
3. Grafik Kurva merupakan perataan atau penghalusan dari garis-garis poligon.
Gambar poligon sering tidak rata karena adanya perbedaan frekuensi data skor
dan data skor itu sendiri mencerminkan fluktuasi sampel.

Perbedaan diagram batang dengan histogram dan diagram garis dengan poligon, yaitu:
Diagram batang dan garis Diagram histogram dan poligon
Batang batangnya tidak saling berhimpit Batang batangnya saling berhimpit satu
satu sama lain (khusus untuk diagram sama lain (khusus untuk diagram
batang) histogram)
Digunakan untuk data distribusi frekuensi Digunakan untuk data distribusi frekuensi
tunggal bergolong
Dimulai dengan data diskret/ nominal Dimulai dengan data kontinum (data yang
(data satu dengan yang lain dapat satu dengan yang lain tidak dapat
dipisahkan secara tegas) dipisahkan lepas satu sama lain secara
eksklusif)