Anda di halaman 1dari 4

JURNAL TEKNIK UBT Vol. 1, No.

1, (2016) 1

PENERAPAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM


PEMILIHAN PEMENANG TENDER PROYEK
Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung SMA 2 (Tahap II) Tarakan

Aslansyah) Budi Setiawan)


1) Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan (UBT)
2) Dosen Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan (UBT)
Jl. Amal Lama no1, Tarakan 77123 Indonesia
e-mail: lan.borneo39@yahoo.com

Abstrak--Pelelangan umum penyedia barang/jasa di Tahun 2015 dan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2011
Negara Indonesia merupakan proses pemilihan dalam tentang aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi tahun
penentuan calon pemenang suatu kegiatan atau proyek. 2012 yang diatur secara teknis dalam peraturan Walikota
dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses Tarakan Nomor 37 Tahun 2010 tentang implementasi sistem
penerapan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) e-procurement dilingkungan Pemerintah Kota Tarakan
yang sifatnya tidak megikat dan sebagai contoh simulasi (Diskominfo, 2010).
pada pemilihan pemenang tender proyek (Tahap II) E-Tendering adalah tata cara pemilihan penyedia
Pembangunan Gedung SMA 2 Tarakan. barang/jasa yang dilakukan secara terbuka dan diikuti oleh
Studi ini menggunakan metode Analytical semua penyedia barang/jasa yang terdaftar dalam sistem
Hierarchy Process (AHP) yang merupakan suatu metode pengadaan secara elektronik dengan cara menyampaikan 1
pengambilan keputusan terhadap masalah penentuan (satu) kali penawaran dalam waktu yang telah ditentukan,
prioritas pilihan dari berbagai kriterian dan alternatif. (Perpres Nomor 04 Tahun 2015). Analytical Hierarchy
Penggunaan AHP dimulai dengan membuat struktur Process selanjutnya disebut AHP, merupakan suatu model
hirarki dari permasalahan yang ingin diteliti. Matriks pengambilan keputusan yang komprehensif dengan
perbandingan berpasangan digunakan untuk membentuk memperhitungkan hal-hal yang bersifat kualitatif dan
hubungan di dalam struktur. Pada proses menentukan kuantitatif. Metode AHP dapat membantu menyusun suatu
faktor pembobotan hirarki maupun faktor evaluasi, uji prioritas maupun tujuan dari berbagai pilihan dengan
konsistensi harus dilakukan (CR < 0,1). menggunakan beberapa kriteria (multy criteria).
Hasil penelitian ini meghasilkan bobot prioritas global Dari latar belakang diatas mendorong penulis
kriteria sebesar 0.40 untuk aspek harga. Sedangkan untuk melakukan sebuah penelitian suatu sistem dalam pemilihan
bobot prioritas prioritas global alternatif sebesar 1.534 pemenang tender proyek yang berjudul Penerapan
untuk perusahaan (1) sebagai pemenang pemilihan tender Analytical Hierarchy Process (AHP) Dalam Pemilihan
proyek. Pemenang Tender Proyek, Studi Kasus : Pembangunan
Gedung SMA2 (TahapII ) Tarakan .
Kata Kunci--Pengambilan Keputusan, Analytical Hierarchy
Process (AHP), Pemilihan Pemenang Tender Proyek. 1.1 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana
penerapan prosedur metode Analytical Hierarchy Process
I. PENDAHULUAN (AHP) pemenang tender proyek (Tahap II) Pembangunan
Gedung SMA 2 Tarakan?

P ELELANGAN umum penyedia barang/jasa di Negara


Indonesia merupakan proses pemilihan dalam penentuan
calon pemenang suatu kegiatan atau proyek yang berdasarkan
1.2 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan proses penerapan metode Analytical Hierarchy Process
Barang/Jasa Pemerintah dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012 (AHP) yang sifatnya tidak megikat dan sebagai contoh
tentang perubahan kedua atas Peraturan Presiden Nomor 54 simulasi pada pemilihan pemenang tender proyek (Tahap II)
Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Pembangunan Gedung SMA 2 Tarakan.
Pelelangan Umum merupakan cara untuk mendapatkan
penyedia barang/jasa yang benarbenar dapat melaksanakan 1.3 Batasan Masalah
proyek dari tanda tangan kontrak hingga serah terima Batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai
penyelesaian akhir proyek. Pengadaan barang dan jasa berikut:
kontruksi pada proyek Pemerintah Kota Tarakan 1. Kegiatan pemilihan pemenang lelang proyek pada
diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Tarakan, yang penelitian ini dilakukan sebagai bentuk simulasi.
mengacu pada peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 2. Kegiatan penelitian hanya dilakukan di Unit Layanan
tentang pengadaan barang dan jasa Pemerintah dan Pengadaan (ULP) Kota Tarakan.
perubahan terbaru adalah peraturan Presiden Nomor 04
JURNAL TEKNIK UBT Vol. 1, No. 1, (2016) 2

3. Penelitian hanya dikhususkan untuk pemilihan


pemenang tender proyek.
4. Keluaran dari hasil penelitian ini berupa informasi 2.6 Penelitian Terdahulu
pemenang tender proyek. Penelitian menganai Analytical Hierarchy Proces (AHP),
yang telah dilakukan sebelumnya. Teuku Mirwan Sahputra,
1.4 Manfaat Penelitian Sistem Penunjang Keputusan Pemenang Tender Proyek
Manfaat yang didapatkan dari hasil penelitian ini Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Proces (AHP)
adalah: Pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Selatan,
1. Menjadi bahan masukkan bagi panitia lelang proyek Skripsi Fakultas Teknik Universitas Serambi Mekkah Banda
pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Tarakan. Aceh, 2011.
2. Dapat menjadikan bahan referensi dalam penelitian
metode Analytical Hierarchy Process (AHP)
selanjutnya.
III. METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian


II.TINJAUAN PUSTAKA Untuk memilih suatu metode, hal yang penting untuk
diketahui adalah metode tersebut dapat membantu
2.1 Pengadaan Barang dan Jasa mengetahui hubungan semua variabel-variabel,
Dalam Peraturan Presiden Nomor. 04 Tahun 2015 yang mekanismenya dan jumlah dari pengaruh faktor yang kuat.
dimaksud dengan Pengadaan Barang/jasa pemerintah
selanjutnya disebut Pengadaan Barang/Jasa adalah kegiatan 3.2 Bagan Alur Penelitian
untuk memperoleh suatu Barang/Jasa oleh
Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat
Daerah/Institusi yang prosesnya dimulai dari perencanaan
kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk
memperoleh Barang/Jasa.

2.2 Sejarah Perkembangan Pengadaan Barang dan Jasa


Perkembangan barang dan jasa dimulai dari adanya
transaksi pembelian/penjualan barang dipasar secara
langsung (tunai). Kemudian berkembang kearah pembelian
berjangka waktu pembayaran, dengan membuat dokumen
pertanggungjawaban (penjual/pembeli), dan pada akhirnya
melalui pengadaan dan proses pelelangan. Dalam prosesnya,
pengadaan barang dan jasa, untuk dapat mengatur dan
dijadikan dasar penetapan kebijakan pengadaan barang dan
jasa.

2.3 Tender Proyek


2.3.1 Tender
Berdasarkan penjelasan Pasal 22 UU Nomor 5 Tahun 1999,
tender pelelangan adalah tawaran mengajukan harga untuk
memborong suatu pekerjaan, untuk mengadakan barang atau
menyediakan jasa.

2.4 Gambaran Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa


Secara Elektronik (e-Procurement) di Pemerintah
Kota Tarakan
Penyelenggaraan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
secara elektronik diatur dalam Praturan Presiden Nomor 04
Tahun 2015, tetntang perubahan keempat atas Praturan
Presiden Nomor 54 Tahun 2010, tentang pengadaan barang
dan jasa pemerintah.
3.3 Obyek Penelitian
2.5 Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Obyek yang diteliti pada penelitian ini adalah penerapan
Proses hirarki analitis atau disingkat AHP (Saaty, 2000) Pendukung Keputusan Pemilihan Pemenang Lelang Proyek
adalah suatu pendekatan pengambilan keputusan yang (Tahap II) Pembangunan Gedung SMA 2 Tarakan Dengan
dirancang untuk membantu pencarian solusi dari berbagai Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP).
permasalahan multikriteria yang kompleks dalam sejumlah Untuk menuliskan label pada sumbu-sumbu dari sebuah
ranah aplikasi. diagram/gambar lebih baik digunakan kata daripada simbol.
JURNAL TEKNIK UBT Vol. 1, No. 1, (2016) 3

Pastikan semua simbol maupun kata dapat dibaca (readable). Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2016

Tabel 2 Prioritas Global Kriterian dan Alternatif Responden


3.4 Waktu dan Tempat Penelitian 2
Penelitian dilaksanakan pada Unit Layanan Pengadaan
(ULP), paket kegiatan Proyek (Tahap II) Pembangunan GOAL KRITERIA P1 P2 P3
Gedung SMA 2) Tarakan, Dinas Pekerjaan Umum Kota A 0,20 0,33 0,33 0,33
Tarakan pada Bidang Cipta Karya. Adapun waktu
pelaksanaan dimulai pada bulan Februari 2016. T 0,20 0,54 0,30 0,16
H 0,60 0,58 0,31 0,11
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Dalam melakukan pengumpulan data menggunakan JUMLAH 1 0,523 0,312 0,165
metode deskriptif, yaitu dengan cara mengumpulkan data- Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2016
data yang akan diolah dan dibuat suatu rumusan sehingga
akhirnya sampai pada suatu kesimpulan. Tabel 3 Prioritas Global Rata Rata Kedua Responden

3.6 Analisis Data GOAL KRITERIA P1 P2 P3


Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy
Process (AHP). A 0,35 0,44 0,32 0,25
T 0,25 0,54 0,25 0,22
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN H 0,40 0,56 0,25 0,19
JUMLAH 1 1,534 0,813 0,653
4.1 Pemilihan Pemenang Tender Proyek
Pada kegiatan pemilihan pemenang tender proyek Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2016
menggunakan metode AHP terdapat hirarki sistem yang telah
disesuaikan dengan tujuan awal penelitian yaitu pemilihan
pemenang tender proyek. Pada bab ini akan dilakukan V.KESIMPULAN DAN SARAN
analisis menggunakan perhitungan secara manual dan untuk
menentukan prioritas sebuah pemilihan pemenang tender
proyek. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data 5.1 Kesimpulan
yang memiliki faktor penting terhadap pengambilan
keputusan dalam menentukan pemenang. Data diperoleh Dari analisis yang dilakukan terhadap hasil perhitungan
dengan melakukan proses wawancara dengan pihak berdasarkan simulasi menggunakan metode Analytical
pengambil keputusan dari panitia lelang mengenai faktor- Hierarchy Process AHP terhadap penentuan prioritas dalam
faktor yang berpengaruh pada proses pengambilan keputusan pemilihan pemenang tender proyek, dimana responden
pemilihan pemenang dapat dibuat perhitungan secara manual adalah sebagai pengambil keputusan terdiri dari dua
berdasarkan Metode AHP. Adapun tujuan yang ingin responden yang diwawancara dalam menentukan pemenang
diperoleh dari perhitungan menggunakan metode AHP adalah tender proyek, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
menentukan pilihan sebuah alternatif di dalam proses tender, 1. Kriteria yang menjadi bahan pertimbangan paling utama
yang di dasarkan pada skala prioritas yang di peroleh untuk pada saat menentukan prioritas kriteria dalam pemilihan
tiap-tiap alternatif. pemenang tender proyek adalah kriteria aspek Harga dari
tender proyek yang akan diikuti dengan nilai 0.40,
4.2 Menentukan Bobot Prioritas Global Kedua kemudian pertimbangan berikutnya adalah dari aspek
Responden Administrasi dengan nilai 0.35, dan nilai terendah adalah
Pada tahapan ini merupakan penentuan bobot prioritas dari aspek Teknis sebesar 0.26.
global dari kesemua responden dimana responden terdiri dari 2. Hasil analisis AHP pada ketiga perusahaan sebagai
dua orang. Dimana hasil prioritas kriteria dan alternatif telah alternatif, menunjukkan bahwa Perusahaan (1) menempati
dibahas sebelumnya, sehingga selanjutnya prioritas tersebut prioritas pertama didalam penentuan prioritas pemilihan
berdasarkan hasil survei lapangan dengan kuesioner terhadap pemenang tender proyek, dengan nilai prioritas global rata
responden yang dilakukan di Unit Layanan Pengadaan ULP rata dari responden adalah sebesar 1.534. Sedangkan
Tarakan. Kemudian dari data tersebut dihitung rata rata Perusahaan (2) dan Perusahaan (3) berturut-turut
prioritas responden dimana hasil prioritas global kedua diprioritas kedua dan ketiga, dengan prioritas global
responden adalah sebagai berikut: sebesar 0.813 dan 0.653.

Tabel 1 Prioritas Global Kriterian dan Alternatif Responden 5.2 Saran


1 Setelah mengemukakan beberapa kesimpulan dalam
skripsi ini yang berkaitan dengan pemilihan pemenang tender
GOAL KRITERIA P1 P2 P3 proyek, Maka penulis memberikan beberapa saran dan
masukan sebagai berikut:
A 0,49 0,54 0,30 0,16
T 0,31 0,54 0,19 0,27
H 0,20 0,54 0,19 0,27
JUMLAH 1 0,538 0,244 0,216
JURNAL TEKNIK UBT Vol. 1, No. 1, (2016) 4

1. Metode AHP diharapkan dapat diimplementasikan kepada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sumatera
Utara, Medan.
panitia lelang Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota
Tarakan.
2. Melakukan penelitian lanjutan tentang metode AHP dalam
penerapan pemilhan pemenang tender untuk proyek lainya.
3. Melakukan penelitian lanjutan dengan metode AHP yang
diimplementasikan pada perangkat lunak expert choice
sehingga mempermudah pihak yang bersangkutan dalam
pengambilan keputusan untuk pemilihan pemenang tender
proyek.

UCAPAN TERIMA KASIH

1. Bapak Budi Setiawan, S.T., M.T., selaku Ketua


Program Studi Teknik Sipil Universitas Borneo Tarakan.
Yang juga merupakan dosen pembimbing penulis yang
telah membimbing dan mengarahkan penulis dari
persiapan selama penyusunan Proposal Tugas Akhir
Skripsi hingga selesai.
2. Ibu Asta, S.T.,M.Eng., selaku dosen penguji I yang
mengarahkan penulis dari selama penyusunan Seminar
Hasil Tugas Akhir Skripsi hingga selesai.
3. Bapak Fuad Harwadi, S.T.,M.T., selaku dosen penguji
II yang mengarahkan penulis dari selama penyusunan
Seminar Hasil Tugas Akhir Skripsi hingga selesai.
4. Bapak Eko Prihartanto, S.T., M.T., selaku dosen penguji
III yang telah banyak memberikan bimbingan dan
mengarahkan penulis dari persiapan selama penyusunan
Proposal Tugas Akhir Skripsi hingga selesai.
5. Dekan Fakultas Teknik Universitas Borneo Tarakan
beserta Staf Pengajar dan Staf Administrasi yang banyak
membantu penulis belajar di Fakultas Teknik Universitas
Borneo Tarakan.
6. Saudara-saudara 2010 yang tidak dapat dituliskan satu
persatu atas segala bantuan dan dukungan kepada
penulis.
7. Saudari Ayuni Astuti, S.pd. Untuk dukungan moril
selama penulis mengerjakan penelitian hingga selesai.
8. Terima kasih untuk semua elemen yang tidak bisa saya
sebutkan satu persatu namanya karena telah membantu
menyelesaikan penyusunan Proposal Tugas Akhir Skripsi
hingga selesai.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Kusrini, M. Kom, 2007,Konsep dan Aplikasi Sistem Pendukung


Keputusan, Yogyakarta: Penerbit Andi.
[2] Peraturan Presiden Nomor 04 Tahun 2015, Perubahan Keempat Atas
Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah, 2015.
[3] Saaty , Thomas L, 1994, Fundamentals of Decision Making And Priority
Theory With The Analytic Hierarchy Process, Vol. VI, RWS Publications.
[4] Sahputra, Teuku M, 2011, Sistem Penunjang Keputusan Pemenang
Tender Proyek Menggunakan Metode Analytic Hierarchi Process (AHP)
Pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Selatan, Jurusan Teknik
Informatika Fakultas Teknik, Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh.
[5] Sinaga, Johanes, 2009, Penerapan Analytical Hirarchi Process (AHP)
Dalam Pemilihan Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Sebagai Tempat Kerja Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU),