Anda di halaman 1dari 4

DAFTAR TILIK PERIKSA DALAM DAN

AMNIOTOMI

No. 01/Doc-Akad/UMT/XVII/2016

DIPLOMA III KEBIDANAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG

: Diploma III Kebidanan


Program Studi
Mata Kuliah : Asuhan Kebidanan II

Kegiatan/Prasat/Pekerjaan : Melakukan Periksa Dalam Dan Amniotomi

Topik/Pokok BahasaN : Periksa Dalam Dan Amniotomi

Waktu : 10 Menit

Hari/Tanggal : 02 Maret 2017

Dosen : Iha fatihatul umami

Nilailah setiap kinerja langkah yang diamati dengan menggunakan skala sbb :

0. Perbaikan : Tidak dilakukan


1. Perlu perbaikan : Dilakukan setelah diingatkan
2. Cukup Mampu : Langkah atau tugas dilakukan tapi tidak beraturan
3. Mampu : Langkah benar dan berurutan, tetapi kurang tepat atau pelatihperlu
membantu / mengingatkan hal-hal kecil yang tidak terlalu berarti
Langkah dikerjakan dengan benar, tepat, tanpa ragu ragu atau tanpa
4. Mahir : perlu bantuan dan sesuai dengan urutan.

T/S : Tindakan / langkah-langkah yang dilakukan tidak sesuai dengan situasi yang
sedang dihadapi.
SKALA
LANGKAH KERJA
0 1 2 3 4
I.MENGENALI GEJALA DAN TANDA KALA II
1. Mendengar dan melihat tanda kala dua persalinan
Ibu merasa ada dorongan kuat dan meneran
Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada
rectum dan vagina
Perenium tampak menonjol
Vulva dan sfingter ani membuka
II.MENYIAPKAN PERTOLONGAN PERSALINAN
2. Pastikan kelengkapan peralatan, bahan dan obat-obatan esensial
untuk menolong persalinan dan menatalaksana komplikasi segera
pada ibu dan bayi baru lahir. Untuk asuhan bayi baru lahir atau
resusitasi siapkan ;
Tempat datar, rata, bersih, kering dan hangat
3 handuk/kain bersih dan kering (termasuk ganjal bahu bayi)
Alat penghisap lender
Lampu sorot 60 watt dengan jarak 60 cm dari tubuh bayi
Untuk ibu;
Menggelar kain diperut bawah ibu
Menyiapkan oksitosin 10 unit
Alat suntik steril sekali pakai di dalam partus set
3. Pakai APD
4. Melepaskan dan menyimpan semua perhiasan yang dipakai, cuci
tangan dengan sabun & air bersih mengalir kemudian keringkan
tangan dengan tissue atau handuk pribadi yang bersih dan kering
5. Pakai sarung tangan DTT pada tangan yang akan digunakan untuk
periksa dalam
6. Masukkan oksitosin kedalam tabung suntik (gunakan tangan yang
memakai sarung tangan DTT atau steril dan pastikan tidak terjadi
kontaminasi pada alat suntik
III.MEMASTIKAN PEMBUKAAN LENGKAP DAN KEADAAN
JANIN
7. Membersihkan vulva dan perineum, menyekanya dengan hati-hati
dari anterior (depan) ke poterior (belakang) menggunakan kapas atau
kasa yang dibasahi air DTT.
Jika introitus vagina, perineum atau anus terkontaminasi oleh
tinja, bersihkan dengan seksama dari arah depan ke belakang.
Buang kapas atau kasa pembersih (terkontaminasi) dalam
wadah yang tersedia.
Jika terkontaminasi, lakukan dekontaminasi, lepaskan dan
rendam sarung tangan tersebut dalam larutan klorin 0,5%.
Pakai sarung tangan DTT/steril untuk melaksanakan langkah
lanjutan.
8. Lakukan periksa dalam untuk memastikan pembukaan lengkap.
Bila selaput ketuban masih utuh saat pembukaan sudah
lengkap maka lakukan amniotomi.
9. Ambil kocher dengan tangan kiri dan masukan setengah kocher
(ujung yang tajam menghadap kedalam) dengan menelusuri
telapak tangan kanan, setelah kocher sudah sampai ujung jari
tengah, putar 1800 sehingga kocher ujungnya menghadap ke luar
10. Tangan kiri pindah ke fundus (untuk mengecek apakah ada kontraksi
atau tidak), bila kontraksi mulai mereda / tidak ada kontraksi lakukan
torehan 1-2 cm dengan kocher di selaput amnion
11. Keluarkan kocher dengan memutar 1800 terlebih dahulu sehingga
bagian ujungnya menghadap ketelapak tangan kanan penolong
12. Letakkan kocher di bengkok, tangan kiri kembali ke fundus dan
tangan kanan melebarkan robekan selaput amnion sambil menilai
bau, Warna dan banyaknya air ketuban, kemudian menilai/meraba
dibagian kepala janin apakah ada bagian kecil bayi yang menjungkit
atau adakah tali pusat menumbung ( kalau ada tali pusat menumbung
segera lakukan rujukan), selanjutnya buang kapas yang sudah dipakai
di tempat sampah medis
13. Dekontaminasi sarung tangan (celupkan tangan yang masih memakai
sarung tangan ke dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit). Cuci
kedua tangan setelah sarung tangan dilepaskan
14. Periksa denyut jantung janin (DJJ) setelah kontraksi uterus mereda
(relaksasi) untuk memastikan DJJ masih dalam batas normal (120-
160 x/menit)
Mengambil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak normal
Mendokumentasikan hasil-hasil periksa dalam, DJJ, semua
temuan pemeriksaan dan asuhan yang diberikan ke dalam
partograf
IV. MENYIAPKAN IBU DAN KELUARGA UNTUK MEMBANTU
PROSES MENERAN
15. Beritahu pada ibu bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan
janin cukup baik, kemudin bantu ibu menemukan posisi yang
nyaman dan sesuai dengan keinginannya.
Tunggu hingga timbul kontraksi atau rasa ingin meneran,
lanjutkan pemantauan kondisi dan kenyamanan ibu dan
janin (ikuti pedoman penatalaksanaan fase aktif) dan
dokumentasikan semua temuan yang ada
Jelaskan pada anggota keluarga tentang peran mereka
untuk mendukung dan memberi semangat pada ibu dan
meneran secara benar.
16. Minta keluarga membantu menyiapkan posisi meneran jika ada rasa
ingin meneran atau kontraksi yang kuat. Pada ondisi itu, ibu
diposisikan setengah duduk atau posisi lain yang diinginkan dan
pastikan ibu merasa nyaman.
17. Laksanakan bimbingan meneran pada saat ibu merasa ingin
meneran atau timbul kontraksi yang kuat;
Bimbing ibu agar dapat meneran secara benar dan efektif
Dukungan dan beri semangat pada saat meneran dan
perbaiki cara meneran apabila caranya tidak sesuai
Bantu ibu mengambil posisi yang nyaman sesuai
pilihannya (kecuali posisi berbaring terlentang dalam
waktu yang lama)
Anjurkan ibu untuk beristirahat diantara kontraksi
Anjurkan keluarga memberi dukungan dan semangat
untuk ibu
Berikan cukup asupan cairan per-oral (minum)
Menilai DJJ setiap kontraksi uterus selesai
Segera rujuk jika bayi belum atau tidak akan segera lahir
setelah pembukaaan lengkap dan di pimpin meneran
120 menit (2jam) pada primigravida atau 60 menit
(1jam) pada multigravida.
18. Anjurkan ibu untuk berjalan, berjongkok atau mengambil posisi
nyaman, jika ibu belum merasa ada dorongan untuk meneran dalam
selang waktu 60 menit.
19. Lepaskan APD
20. Dokumentasi hasil tindakan yang sudah dilakukan

Nilai = nilai x 100%


Total nilai (20 x 4)

Tangerang, 03 Maret 2017

dosen

KETERANGAN
1. Nilai minimal kelulusan adalah B.
2. Kriteria skor pembimbing adalah sebagai berikut
A = 85
B = 75 84,9
C = 60 74,9
D = 45 59,9
E = 0 44
3. Jika masih diperlukan perbaikan, mahasiswa harus melakukan pengulangan minimal
sampai tahap mampu.