Anda di halaman 1dari 14

Kelompok 9:

Shiva Frida Vincia (17)


Nawang Annisa (18)
Review Kuliah 2 Termodinamika Material

Sistem Termodinamika
Dalam termodinamika dikenal dengan adanya istilah sistem dan lingkungan.
Sistem adalah sekumpulan benda-benda yang akan atau sedang diteliti dan menjadi
pusat perhatian. Sedangkan lingkungan adalah benda-benda yang ada diluar sistem
tersebut. Selain sistem dan lingkungan, ada juga yang namanya batas, yaitu perantara
dari sistem dan lingkungan.

Panas ditambahkan ke sistem Q +


Panas dilepaskan dari sistem Q
Kerja dilakukan pada sistem W
Kerja dilakukan oleh sistem W +

Interaksi yang terjadi antara sistem dan lingkungan dapat berupa pertukaran materi
atau pertukaran energi. Berdasarkan jenis pertukaran yang terjadi, sistem dapat dibagi
menjadi tiga jenis :

1. Sistem Terbuka
Sistem yang mengakibatkan terjadinya pertukaran materi dan energi dengan
lingkunganya. Salah satu contoh dari sistem terbuka ialah ketika merebus air.
2. Sistem Tertutup
Pada sistem ini mengakibatkan terjadinya pertukaran energi atau kalor, tetapi tidak
terjadi pertukaran zat dengan lingkunganya. Contoh dari sistem tertutup ialah rumah
hijau dan air pada gelas tertutup dimana terjadinya pertukaran kalor, tetapi tidak ada
pertukaran zat. Suatu sistem dapat terjadi pertukaran panas atau kerja, ataupun
keduanya dipertimbangkan karena sifat pembatasnya:
Pembatas adiabatik : tidak memungkinkan adanya pertukaran panas.
Pembatas rigid : tidak memungkinkan adanya pertukaran kerja.
Dikenal juga dengan istilah dinding, ada dua jenis dinding yaitu :
Dinding adiabatik : Dinding yang mengakibatkan kedua zat
mencapai suhu yang sama dengan sangat lambat sekali.
Dinding adiabatic yang sempurna tidak memungkinkan
adanya pertukaran kalor sama sekali.
Dinding diatermik : Dinding yang memungkinkan kedua zat mencapai suhu yang
sama dengan cepat.
3. Sistem Terisolasi
Sistem yang tidak memungkinkan adanya terjadi pertukaran panas, zat, atau kerja
dengan lingkunganya. Contoh dari sistem ini ialah wadah yang terisolasi seperti
tabung gas atau termos air panas.

Keadaan setimbang adalah keadaan dimana sudah tidak terjadi proses apapun di
dalam sistem dimana harga semua variabel termodinamikanya tidak berubah terhadap
waktu dan tak ada aliran energi/zat.
Syarat untuk setimbang ada 2, yaitu:
1. Variabel termodinamika tidak berubah terhadap waktu2.
2. Tak ada aliran energi dan zat

Besaran Termodinamika
Pada termodinamika yang dijadikan sebagai koordinat dari sistem termodinamika
ialah besaran makroskopis. Koordinat termodinamika sistem cukup dinyatakan dengan
tiga variabel dan biasanya dinyatakan dengan P(tekanan), V(volume), dan
T(temperatur). Keadaan sistem tergantung kepada koordinat sistem, bila koordinat
sistem berubah maka keadaan juga ikut berubah. Sehingga koordinat sistem sering
disebut sebagai perubah (variabel) keadaan sistem/zat. Dimana perubahan keadaan
sistem dapat diukur dengan diagram P,V,T.
Ada dua variabel dalam termodinamika:
1. Variabel intensif (Intensive variables), yaitu variabel yang tidak bergantung pada
ukuran sistem. Jadi variabel pada sistem tidak sama dengan variabel pada sub-
sistem. Contohnya suhu dan tekanan.
2. Variabel ekstensif (Extensive variables), yaitu variabel yang bergantung kepada
ukuran sistem jadi variabel pada sistem sama dengan variabel pada sub-sistem.
Contohnya volume, massa, dan energi.

Sifat-sifat Koordinat Termodinamika


Dibagi 2 golongan, yaitu:
1. Sifat/koordinat intensif tidak tergantung langsung pada massa.
(tidak tergantung kepada ukuran atau kuantitas bahan)
2. Sifat/koordinat Ekstensif tergantung langsung pada massa.
(bergantung pada ukuran atau kuantitas bahan).

Sifat Intensif Sifat Ekstensif


Viskositas (v) Volume (V)
Tekanan (p) Berat / massa (M)
Temperatur (T) Energi / kerja (En)
Tegangan permukaan () Luas permukaan (A)
Intensitas listrik (E) Panjang (L)
Gaya tegang (F)
Dari besaran-besaran ekstensif akan diperoleh :
Harga-harga jenis atau specific value
Harga-harga molar atau molal specific value
Harga jenis adalah perbandingan antara besaran ekstensif dengan massa sistem/zat.
besaranekstensif
Harga jenis=
massa sistem

Contoh:
volume sebenarnya(m3 ; ft 3)
Volume jenis=
massa sistem(kg ; lb)

V
v=
m

Harga jenis molar adalah perbandingan antara besaran ekstensif dengan jumlah mol
dari suatu sistem/zat.
besaran ekstensif
Harga Molar = jumlah mol sistem

Contoh : Mencari volume jenis molar :


V m3 ft 3
v* ;
n kg mole lb mole

m kg lb
n ; M berat molekul sistem ;
M kg mole lb mole

V
v*
m/ M

v* M .v
Maka :

Jenis-jenis Interaksi
1. Interaksi Termal : Adanya perpindahan panas
Bila adiabatis : tidak adanya perpindahan panas
2. Interaksi Mekanik : Adanya perubahan volume
Bila dinding rigid : Volume tetap
Bila dinding tidak rigid : Perubahan volume
3. Interaksi Kimia : Adanya perpindahan materi
Fungsi Keadaan dan Fungsi Proses
Fungsi keadaan (State Function):
Suatu variabel termodinamika dapat dikatakan sebagai fungsi keadaan jika variabel
tersebut hanya bergantung terhadap keadaan awal dan akhir saja, tidak bergantung
pada proses bagaimana keadaan itu tercapai.
Contoh : p, v, entalphi (H), energy dalam (U)
Fungsi Proses :
Variabel termodinamika yang besarnya tergantung terhadap lintasan yang ditempuh
(prosesnya)
Contoh : kerja (W), kalor (Q)

Fungsi keadaan dan fungsi proses dapat dibuktikan jika hasil diferensial dari
suatu variable bersifat eksak maka variable tersebut adalah fungsi keadaan,
maka sebaliknya jika hasil diferensialnya bersifat non eksak maka variabel
tersebut merupakan fungsi proses.

Proses dalam Termodinamika


Proses dalam termodinamika adalah perubahan yang terjadi karena adanya
perubahan peubah termodinamika. Semua proses termodinamika berawal dari suatu
keadaan setimbang dan berakhir pada keadaan setimbang yang lain. Proses dapat
digambarkan pada kurva P dan V dan juga disertai dengan arah panah. Arah panah
tersebut menunjukan arah berlangsungnya proses
Contoh gambar kurva suatu proses :
Proses dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu proses reversible dan irreversible:
1. Proses Reversibel
Proses reversible adalah proses termodinamik yang dapat berlangsung secara bolak
balik. Proses ini berlangsung sangat lambat sehingga proses ini selalu berlangsung
mendekati keadaan setimbang antara sistem itu sendiri dengan lingkunganya (quasi
equilibrium process).
Contohnya mesin carnot

2. Proses Ireversibel
Proses ireversibel adalah proses yang hanya memiliki satu tahap dan arahnya tidak
dapat dibalik (kecuali dengan energi tambahan). Proses ireversibel hanya mengalami
keadaan setimbang pada saat diawal dan diakhir.
Contohnya kalor berpindah dari bersuhu tinggi ke yang bersuhu lebih rendah.

Energi Dalam (U)


Suatu gas yang berada dalam suhu tertentu dikatakan memiliki energi dalam.
Berdasarkan teori kinetik gas, gas terdiri atas partikel-partikel yang berada dalam
keadaan gerak yang acak. Gerakan partikel ini disebabkan energi kinetik rata-rata dari
seluruh partikel yang bergerak. Energi kinetik ini berkaitan dengan suhu mutlak gas.
Jadi, energi dalam dapat ditinjau sebagai jumlah keseluruhan energi kinetik dan
potensial yang terkandung dan dimiliki oleh partikel-partikel di dalam gas tersebut
dalam skala mikroskopik. Dan, energi dalam gas sebanding dengan suhu mutlak gas.
Oleh karena itu, perubahan suhu gas akan menyebabkan perubahan energi dalam gas.
U = N EK = N f (1/2 k T)
Dengan f adalah derajat kebebasan molekul gas.
Berdasarkan persamaan diatas, dapat ditulis rumus energi dalam gas berdasarkan
derajat kebebasannya, sebagai berikut:
(1) Gas monoatomik (f = 3) , contohnya: He, Ne, Ar
U = N EK = 3 N k T
(2) Gas diatomik seperti H2, N2 dan O2
- Pada suhu rendah ( 250 K) : f =3
U = N EK = 3 N k T
- pada suhu sedang (500 K) : f = 5
U = N EK = 5 N k T
- Pada suhu tinggi (1000 K) : f =7
U = N EK = 7 N k T
Apabila suatu sistem mengalami proses yaitu bergerak dari suatu keadaan ke keadaan
yang lain, maka akan terjadi perubahan energi dalam (dU).
U = U2 U1
Energi dalam (U) dapat bertambah atau berkurang akibat adanya:
a. Aliran kalor antara sistem dan lingkungan
b. Kerja yang dilakukan atau diterima sistem
c. Aliran materi keluar atau masuk sistem

Kalor dan Kerja


Kalor merupakan energi yang terbentuk karena adanya perpindahan energi pada batas-
batas sistem, hal ini sebagai akibat adanya perbedaan temperatur yang terdapat antara
sistem dan lingkungan. Kalor disimbolkan dengan q, q dinyatakan positif apabila kalor
masuk ke dalam sistem dan bernilai negatif apabila kalor keluar dari sistem.
1. Kalor Menyebabkan Perubahan Suhu Kalor
Jika kalor diberikan pada suatu zat, maka ada tiga kemungkinan terhadap zat
tersebut yaitu zat mengalami perubahan suhu, zat mengalami perubahan wujud,
dan zat mengalami pemuaian. Semakin lama pemanasan berarti berarti semakin
besar kalor yang diberikan, ,sehingga akan menaikkan suhu benda secara linear.
2.Pengaruh Perubahan Suhu Terhadap Besarnya Kalor
Besarnya kalor yang diperlukan untuk menaikan suhuh suatu zat sebanding dengan:
a. Massa zat itu
b. Kenaikan suhunya, jika besarnya aklor yang dibutuhkan suatu zat yang

bermassa m untuk kenaikan suhu T sebesar Q, maka Q= m.c. t

Kerja disimbolkan dengan W, merupakan energi bukan kalor yang menyebabkan


terjadinya pertukaran energi pada sistem dan lingkungan. Kerja ini dapat berupa kerja
listrik, kerja mekanik, kerja permukaan, dst. W dianggap positif jika sistem menerima
kerja dan W dianggap negatif jika sistem melakukan kerja.

Kapasitas Panas (C)


Kapasitas panas yaitu banyaknya kalor yang digunakan untuk menaikkan temperature
sebesar 1C.
Q
C
T
Kapasitas kalor gas ,C, dinyatakan dengan persamaan:
Q C (T f Ti ) Q
C=
T

Kalor Q yang diserap oleh gas untuk menaikkan suhunya dapat dilakukan padavolume
tetap (isohorik) atau tekanan tetap (isobarik).Oleh karena itu ada dua jeniskapasiyas
kalor gas,yaitu kapasitas kalir gas pada tekanan tetap,Cp, dan kapasitaskalor pada
volume tetap Cv
Qv QP
Cv= Cp=
T T

Hubungan Cp dan Cv dinyatakan oleh persamaan Mayer ,


Cp Cv= nR
Dengan R = 8,31 J/mol K dan n = jumlah mol gas (mol)
Kalor Spesifik (c)
Kalor spesifik yaitu banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk meningkatkan temperatur 1
gram zat sebesar 1C.

Kalor spesifik dapat dinyatakan dengan persamaan:


Q cm(T f Ti ) 1 dQ
c=
m dT

Diagram PV

Proses termodinamika berlangsung dalam rantai tertutup pada diagram P-V, di mana
axis Y menunjukkan tekanan (pressure, P) dan axis X menunjukkan volume (V).

Area di dalam siklus adalah kerja (work, W) yang dirumuskan dengan:

1)

Kerja adalah setara dengan panas yang ditransferkan ke sistem:

2)
Persamaan kedua membuat proses siklik mirip proses isotermal, meski energi dalam
berubah selama proses siklik, ketika proses siklik selesai energi sistem adalah sama
dengan energi ketika proses dimulai. Jika proses siklik bekerja searah jarum jam,
maka ini menunjukkan mesin kalor, dan W akan positif. Jika bergerak berlawanan
dengan arah jarum jam, maka menunjukkan pompa kalor, dan W akan negatif.

Persamaan Gas Ideal


Gas ideal (sempurna) adalah gas dimana tenaga ikat molekul-molekulnya dapat
diabaikan.
Persamaan gas ideal: PV = nRT

Dengan: R= konstanta gas umum (8,314 J/mol.K atau 0,08206 L.atm/mol.K)


n = jumlah mol gas

Perubahan Keadaan Istimewa pada Gas Ideal


Proses Isotermik

Suatu sistem dapat mengalami proses termodinamika dimana terjadi perubahan-


perubahan di dalam sistem tersebut. Jika proses yang terjadi berlangsung dalam
suhu konstan, proses ini dinamakan proses isotermik. Karena berlangsung dalam
suhu konstan, tidak terjadi perubahan energi dalam (U = 0) dan berdasarkan hukum
I termodinamika kalor yang diberikan sama dengan usaha yang dilakukan sistem
(Q = W).

Proses Isokhorik
Jika gas melakukan proses termodinamika dalam volume yang konstan, gas
dikatakan melakukan proses isokhorik. Karena gas berada dalam volume konstan
(V = 0), gas tidak melakukan usaha (W = P x V = 0) dan kalor yang diberikan
sama dengan perubahan energi dalamnya. Kalor di sini dapat dinyatakan sebagai
kalor gas pada volume konstan QV.
QV = U

Proses Isobarik

Jika gas melakukan proses termodinamika dengan menjaga tekanan tetap konstan,
gas dikatakan melakukan proses isobarik. Karena gas berada dalam tekanan
konstan, gas melakukan usaha (W = p x V). Kalor di sini dapat dinyatakan sebagai
kalor gas pada tekanan konstan Qp.
Sebelumnya telah dituliskan bahwa perubahan energi dalam sama dengan kalor
yang diserap gas pada volume konstan
QV =U
Dari sini usaha gas dapat dinyatakan sebagai
W = Qp QV
Jadi, usaha yang dilakukan oleh gas (W) dapat dinyatakan sebagai selisih energi
(kalor) yang diserap gas pada tekanan konstan (Qp) dengan energi (kalor) yang
diserap gas pada volume konstan (QV).

Proses Adiabatik
Dalam proses adiabatik tidak ada kalor yang masuk (diserap) ataupun keluar
(dilepaskan) oleh sistem (Q = 0). Dengan demikian, usaha yang dilakukan gas sama
dengan perubahan energi dalamnya (W = U).
Proses adiabatik dapat digambarkan dalam grafik p V dengan bentuk kurva yang
mirip dengan grafik p V pada proses isotermik namun dengan kelengkungan yang
lebih curam.
SOAL
1. Udara dalam silinder dibuat pada tekanan konstan. Bila volume udara bertambah
dari 150 ft3 menjadi 325 ft3 dengan temperature mula-mula 120F, tentukan berapa
R temperatur akhir dari udara!
Penyelesaian:
V1 = 150 ft3
V2 = 325 ft3
T1 = (120 + 460)R = 580R
Proses tekanan konstan, maka:
V1 V2 T .V
= T2= 1 2
T 1 T2 V1

580 . 325
= 1265,67R
150

2. Suatu silinder tertutup dengan volume 2 m 3 berisi gas oxygen (O 2) pada temperatur
40C dan tekanan 60 atm. Bila gas oxygen dianggap sebagai gas ideal, tentukan
tekanan bila temperatur dinaikkan menjadi 400C!
Penyelesaian:
Silinder adalah tertutup, maka perubahan keadaan yaitu dengan proses volume
konstan (Isometric).
T1 = 313K
p1 = 60 atm
T2 = (400 + 273)K = 673R
Karena volume konstan, maka:
p1 p2 p1. T2
= p2 =
T1 T2 T1

60 . 673

313

129 atm

1
3. 8 mol gas ideal berada dalam wadah yang tutupnya dapat bergerak bebas. Jika

gas mengalami proses isotermik pada suhu 227C sehingga volume akhirnya
menjadi 2 kali volume awal, hitunglah usaha yang dilakukan gas! (R=8,314 J/mol.K)
Penyelesaian:
Proses Isotermik dgn T = 227C = 500K
1
n= 8 mol = 0,125 mol

V2 = 2 V 1
V2
W = nRT ln V1

2V1
W = (0,125 mol)(8,314 J/mol.K)(500 K) ln V1

W = 360 Joule
Usaha yang dilakukan gas adalah sebesar 360 Joule.
4. 2,5 lbm oxygen menempati volume 0,3 ft 3 pada temperature 540R. Tentukan kerja
yang diperlukan untuk mengurangi volume menjadi 0,15 ft 3 pada proses tekanan
konstan (isobaric)!
Penyelesaian:
V1 = 0,3 ft3
V2 = 0,15 ft3
T1 = 540 R
m = 2,5 lbm
Anggap oxygen gas ideal.
pV = nRT
m lbm
MO
= M Ro T dengan 2
= 32 lbmmole

m RO T
P= VM

( 2,5 )( 1545 ) (540)


= ( 0,3 ) (32) lb/ft2

= 217265,6 lb/ft2 = 1508,73 lb/in2


Pada tekanan konstan, kerja yang diperlukan adalah:
V2

W= pdV = p (V2 V1)


V1

W = 217265,6 (0,15 0,30) ft.lb.


W = - 32589,84 ft.lb.
Tanda negatif menyatakan bahwa sistem menerima kerja luar (kerja kompressi).

Referensi
http://mesin.ub.ac.id/diktat_ajar/data/02_c_bab1n2_termo1.pdf
(diakses pada 13 September 2015, pukul 19.20 WIB)
https://www.academia.edu/6544790/Kalor (diakses pada 13 September 2015, pukul
20.00)
http://old.analytical.chem.itb.ac.id/coursesdata/53/moddata/forum/108/1469/Termodina
mika_kimia.doc (diakses pada 14 September 2015, pukul 14.15)
http://endwati.staff.fkip.uns.ac.id/files/2009/09/Hukum-Termod-nol-dan-pertama-09.ppt
(diakses pada 14 September 2015, pukul 14.30)
https://www.academia.edu/5237390/Termodinamika (diakses pada 14 September 2015,
pukul 15.00)