Anda di halaman 1dari 27

PEMERINTAH KOTA BINJAI

BADAN PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH

RAPAT PEMBAHASAN REKOMENDASI


PENINJAUAN KEMBALI RTRW KOTA BINJAI 2011-2030
PERDA 12 TAHUN 2011

Binjai, 30 Maret 2017


DASAR HUKUM

UU 26 Tahun 2007 ttg Penataan Ruang


PP 15 Tahun 2010 Penyelenggaraan Penataan Ruang
Rapermen PUPera ttg Peninjauan Kembali RTR
Pengertian Peninjauan Kembali
Merupakan upaya untuk melihat kesesuaian antara
rencana tata ruang dan kebutuhan pembangunan yang
memperhatikan perkembangan lingkungan strategis dan
dinamika internal, serta pelaksanaan pemanfaatan ruang.
Hasil Rekomendasi
Peninjauan Kembali RTR, akan menghasilkan :
PERLU DILAKUKAN REVISI karena ada perubahan kebijakan
nasional yang mempengaruhi pemanfaatan ruang akibat
perkembangan teknologi dan/atau keadaan yang bersifat
mendasar;
Atau
TIDAK PERLU DILAKUKAN REVISI karena tidak ada perubahan
kebijakan nasional yang mempengaruhi pemanfaatan ruang
akibat perkembangan teknologi dan keadaan yang bersifat
mendasar.
Kriteria
1. Peninjauan kembali rencana tata ruang dilakukan 1 (satu) kali dalam 5
(lima) tahun.

2. Peninjauan kembali rencana tata ruang dapat dilakukan lebih dari 1 (satu)
kali dalam 5 (lima) tahun apabila terjadi perubahan lingkungan strategis
berupa:
a. bencana alam skala besar yang ditetapkan dengan
b. peraturan perundang-undangan;
c. perubahan batas teritorial negara yang ditetapkan dengan undang-
undang; atau
d. perubahan batas wilayah daerah yang ditetapkan dengan undang-
undang.
Proses Peninjauan Kembali
TAHAPAN

1. TAHAPAN PENGKAJIAN
2. TAHAP EVALUASI
3. TAHAP PENILAIAN
4. REKOMENDASI
TAHAP PENGKAJIAN
TAHAP PENGKAJIAN DATA & INFORMASI
Untuk peninjauan kembali yang dilakukan 1 kali dalam 5 tahun
1. Dokumen RTR
Lampiran indikasi program dan peta-peta
Dokumen teknisnya : dokumen materi teknis dan dokumen fakta dan analisa

2. Dinamika pembangunan, minimal :


a. Perubahan kebijakan nasional dan perubahan kebijakan provinsi
b. Perubahan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang menjadi acuan
dan terkait dengan rencana tata ruang
c. Dinamika pembangunan nasional, provinsi, dan kabupaten/kota
d. Perubahan arah pembangunan berdasarkan aspirasi masyarakat
e. Perkembangan paradigma pemikiran, teknologi, dan penemuan sumber daya
alam.

3. Kondisi aktual pemanfaatan ruang, minimal :


a. Data program dan penganggaran sektor terkait
b. Peta-peta kondisi aktual pemanfatan ruang di lapangan
c. Data monitoring dan evaluasi pemanfaatan ruang
TAHAP PENGKAJIAN MATRIKS KESESUAIAN

1. MATRIKS DINAMIKA PEMBANGUNAN

2. MATRIKS SIMPANGAN DAN REALISASI PROGRAM LIMA TAHUNAN


a. Simpangan Realisasi Program (Indikasi Program RTRW)
b. Pemetaan Perbedaan Rencana Struktur Ruang dan Rencana Pola
Ruang dgn Kondisi Faktual Pemanfaatan Ruang
TAHAP EVALUASI
TAHAP EVALUASI KRITERIA EVALUASI

PermenPU 17/2009
PP 8/2013 Kelengkapan dan Kedalaman
Perpres RPJMN/Nawacita KUALITAS
Perpres 62/2011 Kualitas Data
RPI2JM KSN Mebidangro
Ranperda RTRWP Sumut Mengacu RTR dan Proses Penataan
PP 15/2011 Ruang
Permen PU 11/2009
KESAHIHAN
Kesesuaian Ketentuan Sektor
Permendagri 13/2016
Permen PUPera 28/2015
Realisasi Program
PP 14/2015
SIMPANGAN
Perwujudan Rencana Tata Ruang
Dinamika Pembangunan

Simpangan
Pemanfaatan Ruang
TAHAP EVALUASI MATRIKS KELENGKAPAN DAN KEDALAMAN MUATAN SUBSTANSI RTRW

NO KOMPONEN SUBSTANSI LENGKAP TETAPI TIDAK LENGKAP DAN


KURANG SESUAI KURANG SESUAI

1 Pusat Pelayanan Kota


2 Sistem Perparkiran V
3 Kawasan Depo V
4 Sistem Jaringan Sungai V
5 Jaringan Transmisi SPAM V
6 Jaringan Drainase V
7 Sistem Potensi Kebakaran V
8 RTH V
9 Kawasan rawan Bencana Kebakaran V
10 Kawasan Pertahanan dan Keamanan V
11 Ketentuan Umum Peraturan Zonasi V
MATRIKS KESESUAIAN MUATAN PETA RTRW
NO KOMPONEN SUBSTANSI LENGKAP TETAPI TIDAK LENGKAP DAN
TAHAP EVALUASI
KURANG SESUAI KURANG SESUAI
1 Citra Satelit V
2 Peta Sistem Perkotaan V
3 Peta Sistem Jaringan Transportasi V
4 Peta Sistem Prasarana Jalan V
5 Peta Jaringan Energi V
6 Peta Jaringan Telekomunikasi V
7 Peta Jaringan Sumber Daya Air V
8 Peta Jaringan Infrastruktur V
Perkotaan
9 Peta Jaringan Prasarana Lainnya V
10 Peta Kawasan Lindung V
11 Peta Kawasan Budidaya V
12 Peta Kawasan Strategis V
13 Skala Peta Minimal 1:25.000 V
14 Kerincian Kelas Unsur V
TAHAP EVALUASI MATRIKS KUALITAS DATA

No Jenis Data Kelengkapan Relevansi dengan kondisi


terkini
Ada Tidak Ada/ Tidak Masih Perlu Update
Lengkap Relevan
1 Data dan Informasi Kebijakan Penataan Ada Updating
Ruang Terkait
2 RPJP dan RPJM Kota Ada Updating
3 Data Kependudukan Ada Updating
4 Data Prasarana, Sarana dan Utilitas Ada Updating
5 Data Perekonomian Kota Dan Wilayah Ada Updating
6 Data Kemampuan Keuangan Pembangunan Tidak Ada -
Daerah
7 Data Penggunaan Lahan Eksisting Ada Updating
8 Data Kondisi Fisik/ Lingkungan dan SDA Ada Masih
Relevan
9 Data dan Informasi Kebijakan Pembangunan Tidak Lengkap Updating
Sektoral
MATRIKS KESAHIHAN TATA RUANG DAN SEKTORAL
No Jenis Data KETIDAKSESUAIAN
TAHAP EVALUASI

Rencana Struktur Ruang Rencana Pola Ruang Ketentuan


Umum Zonasi
1 RTR KSN 1. Fungsi pusat kegiatan perkotaan bagi Binjai sebagai pusat pelayanan --- ----
Mebidangro angkutan barang regioanal belum diadop
2. Pengaturan ruas jalan AP diluar wilayah Kota Binjai (Bts Binjai-Bts
Stabat, Bts Binjai-Batas Medan)
3. Rencana Pembangunan terminal Tipe B
4. Jalur KA Stasiun Kota-Sunggal_Binjai bukan perkeretaapian antar kota
5. Ruas jalur KA Binjai-Kua;a tidak diketahui
6. Gardu Induk Binjai tidak diadopsi
7. WS Wampu-Besitang tidak diadopsi
8. Jaringan air baku, hanya bagi air minum
9. Tidak ada pengaturan air baku untuk SPAM
10. Nomenkelatur IPA berbeda (IPA Marcapada atau IPA Tirtasari)

2 RTRW Provinsi 1. Belum mengadopsi jalan bebas hambatan Binjai-Besitang-Batas 1. Kawasan pertanian ---
Sumatera Utara Provinsi Aceh dialokasikan untuk
2. Tidak terdapat Jalan Kolektor (KP2) jl. Gatot Subroto, Jl. Sudirman dan lahan basah 1.846
Jl. Sutomo Ha dan lahan kering
3. Rencana pembangunan Terminal Penumpang Tipe B 121 Ha.
4. Perlu mengadopsi perlu menetapkan Cell Plan bagi pembangunan
jaringan telekomunikasi di daerah
5. SPAM Regional tidak diadopsi
6. Nomenkelatur jaring drainase berbeda
7. Perlu mengadop penyediaan sumur resapan
TAHAP EVALUASIISA MATRIKS KESAHIHAN TATA RUANG DAN SEKTORAL (lanjutan )
No Jenis Data KETIDAKSESUAIAN

Rencana Struktur Rencana Pola Ruang Ketentuan Umum Zonasi


Ruang
3 Penetepan Garis Penetapan batas garis sempadan 1. Perlu perubahan pengaturan pemanfaatan
Sempadan Sungai dan sungai dan garis sempadan sempadan sungai:
Danau danau sudah mencukupi, hanya a. Dimungkinkan mendirikan bangunan untuk
perlu menyebut penarikan garis kepentingan tertentu
sempadan dari tepi luar tanggul b. Pemanfaatan secaraterbatas untuk
sungai bagi grs sempadan bangunan tertentu dan kegiatan tertentu
sungai, dan dari permukaan air perlindungan bangunan tanggul
danau teringgi yang pernah 2. Perlu perubahan pengaturan pembatasan
terjadi bagi grs sempadan pemanfaatan sempadan danau untuk kegiatan
danau. tertentu dan bangunan tertentu
3. Perlu perubahan pengaturan pelarangan
pemanfaatan sempadan danau berdampak
tertentu

4 Kriteria Penetapan Pengurangan luas DI Namu Sira-


Daerah Irigasi sira di wilayah Binjai Selatan
(Kewenangan Nasional) menjadi 77Ha
5 Prosedur Penyusunan Tidak memiliki Surat Evaluasi Ranperda dari Gubernur
Materi, Evaluasi
Substansi dan Evaluasi
Ranperda
TAHAP EVALUASI MATRIKS KESAHIHAN DINAMIKA
NO DINAMIKA URAIAN KESESUAIAN DAN KEBUTUHAN

A Kebijakan dan Pembangunan Nasional

1 Nawacita/ RPJMN 1. Pembangunan jaringan Jalan Toll High Grade highway Sumatera 1. Sudah sesuai
sepanjang 16km
2. Pembanguanan jalur KA Besitang-Binjai sepangjang 85km 2. Sudah sesuai
3. Target air minum dalam Perda RTRW masih 83% hingga tahun
2030 sedangkan kebijakan 100 0 100 ditargetkan 100% hingga 3. Perubahan pada jaringan SPAM
tahun 2019

2 Kebijakan 1. Pembangunan SPAM Regional Mebidang 1. Penambahan jaringan transmisi


Pembangunan antar wilayah dan jaringan
Infrastruktur KSN distribusi dalam kota
Mebidangro (RPI2JM) 2. Kepastian trase jalan memasuki
2. Pembangunan jaringan jalan Outer Ringroad Barat Mebidangro . wilayah Kota Binjai dan
Usulan pembangunan flyover Simpang Megawati penambahan pada jaringan jalan
AP

3 Kebijakan Peningkatan kapasitas jalan kolektor primer menuju KPPN Bukit Pada jaringan akses dari Stasiun KA dan
Pengembangan Lawang dan KPPN Tangkahan pintu jalan Tol di Kota Binjai, dan
Pariwisata Nasional lintasan ke KPPN Danau Toba melalui
wilayah Kota Binjai.
TAHAP EVALUASI MATRIKS KESAHIHAN DINAMIKA
NO DINAMIKA URAIAN KESESUAIAN DAN KEBUTUHAN

B Kebijakan Kota

1 Kebijakan 1. Relokasi kawasan industru dari Kec. Binjai Utara ke Binjai Timur setelah 1. Pembentukan pusat pelayanan
Baru pelepasan eks HGU PTP III skala kota/ regional baru di Binjai
2. Mengembalikan peruntukan kawasan industri menjadi kawasan Timur, berupa kawasan industri
peruntukan pertanian dan permukiman di Kec. Binjai Utara dan kawasan pemerintahan
3. Dukungan infrastruktur untuk kawasan industri di Kec. Binjai Timur baik 2. Perubahan kawasan industri Binjai
eksternal maupun internal. Utara menjaddi kawasan pertanian
dan perumahan
3. Penambahan infrastruktur regional
4. Penambahan infrastruktur lokal.

C Perkembangan Kota

1 Pertumbuhan Tidak ada perubahan pertumbuhan penduduk signifikan terhadap proyeksi


Penduduk penduduk

2 Pertumbuhan Pertumbuhan struktur ekonomi dan PDRB tidak menunjukkan perubahan


Ekonomi signifikan dari kecenderungan pertumbuhan
3 Berperan Pengembangan kawasan permukiman skala besar agar dapat berfungsi Pembangunan kawasan perumahan
Kota Satelit menyangga pertumbuhan penduduk di sekitar wilayah Kota Binjai sebagai dengan pola hunian berimbang pada
pengaruh pembangunan kawasan industri dan kawasan pemerintahan di Binjai lahan cukup luas di wilayah Binjai Timur
Timur dengan menyediakan pembangunan
inftrastruktur perkotaan.
TAHAP EVALUASI MATRIKS SIMPANGAN PEMANFAATAN RUANG

Penilaian Simpangan Perwujudan Pemanfaatan Ruang

Indikasi Program Pemanfaatan Ruang


Indikator Parameter Penilaian
Struktur Ruang Pola Ruang Struktur Ruang Pola Ruang

Item % Item % Item % Item %

Terealisasi 36 40.45% 12 41% 33 41% 35 38.04%

Besaran Simpangan Tidak Terealisasi 53 59.55% 17 59% 47 59% 57 61.96% Tinggi

Jumlah 89 100.00% 29 100% 80 100% 92 100.00%

Belum Terlaksana
Arahan pemanfaatan ruang di Kota Binjai pada umumnya belum Belum
Jenis Simpangan terlaksana Terlaksana
Tidak Sesuai

Kecil
Sehubungan pembangunan masih banyak belum terlaksana maka
Dampak Simpangan dampaknya pun masih kecil
Kecil
Besar
TAHAP PENILAIAN
TAHAP PENILAIAN HASIL EVALUASI KUALITAS
1. KELENGKAPAN DAN KEDALAMAN
KURANG BAIK
1. Muatan RTRW lengkap sebagaimana yang diatur dalam peraturan
perundangan dan pedoman penyusunannya
2. Memilki tingkat kedalaman yang buruk, ditunjukkan dengan tidak
diikutinya seluruh kriteria maupun kurangnya analisis yang
seharusnya dilakukan sebagaimana diamanatkan oleh peraturan
perundang-undangan dan pedoman penyusunannya
3. Muatan RTRW sudah tidak mampu mengakomodir perubahan
kebijakan atau dinamika pembangunan

2. KUALITAS DATA
BURUK
1. Data yang digunakan sebagai dasar penyusunan RTRW tidak lengkap
atau tidak sesuai sebagaimana yang diamanatkan oleh peraturan
perundang-undangan dan pedoman penyusunannya
2. Sebagian besar atau seluruh data yang digunakan dalam penyusunan
RTRW sudah tidak relevan dan perlu dilakukan pemutakhiran karena
akan berdampak pada buruknya kualitas analisis dan output yang
dihasilkan
TAHAP PENILAIAN HASIL EVALUASI KESAHIHAN

TIDAK SAHIH
1. Muatan RTRW tidak konsisten terhadap muatan rencana tata
ruang yang ada di atasnya, yang diakibatkan adanya revisi terhadap
muatan rencana tata ruang yang ada di atasnya
2. Muatan RTRW tidak sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang terkait atau berpengaruh, diakibatkan adanya
perubahan peraturan perundang-undangan yang berlaku
3. Muatan RTRW tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah yang
baru yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan
4. Penyusunan dan penetapan RTRW tidak didasarkan pada proses
dan prosedur sebagaimana yang ditetapkan oleh peraturan
perundang-undangan
TAHAP PENILAIAN HASIL EVALUASI SIMPANGAN
1. BESARAN SIMPANGAN
TINGGI
1. Realisasi kesesuaian pemanfaatan ruang sebagaimana
tertuang dalam indikasi program lima tahunan kurang dari 50%
dari rencana yang telah ditetapkan
2. Penyimpangan pemanfaatan ruang sama dengan atau lebih
dari 20% dari rencana dan lokasi yang telah ditetapkan

2. JENIS SIMPANGAN
BELUM TERLAKSANA
Belum terlaksananya program karena terdapatnya kendala
pembiayaan atau masalah lain yang merupakan penghambat
realisasi program

3. DAMPAK SIMPANGAN
KECIL
1. Adanya dampak lingkungan dan/atau sosial-ekonomi yang berskala
kecil, yaitu dampak kepada individu maupun lingkungan lokal
setempat
2. Tidak memberikan dampak ikutan terhadap lingkungan yang ada di
sekitarnya
TAHAP REKOMENDASI HASIL REKOMENDASI PENINJAUAN KEMBALI

KUALITAS RTRW
KURANG BAIK/BURUK

RTRW TIDAK SAHIH REVISI RTRW


SIMPANGAN PEMANFAATAN
RUANG
TINGGI/KECIL
PERHITUNGAN BOBOT
PERUBAHAN MUATAN MATERI
TAHAP REKOMENDASI

NILAI TERBOBOT PERUBAHAN MATERI => 38,21 %


N KOMPONEN SUBSTANSI TOTAL
o NILAI
I TUJUAN, KEBIJAKAN DAN 6.66%
STRATEGI PENATAAN RUANG
II RENCANA STRUKTUR RUANG 12.78% > 20 %
III RENCANA POLA RUANG 9.48%
IV PENETAPAN KAWASAN 0.83%
STRATEGIS

PENCABUTAN
V RENCANA PENYEDIAAN DAN 4.17%
PEMANFAATAN RUANG TERBUKA
VI
VI
ARAHAN PEMANFAATAN RUANG
KETENTUAN PENGENDALIAN
3.02%
1.25%
PERDA RTRW
I PEMANFAATAN RUANG
TERIMA KASIH