Anda di halaman 1dari 3

Bertahan atau Berpisah

Jatuh cinta dan patah hati, dua sisi yang bertolak belakang tetapi
sangat mungkin kita alami. Namun tidak semudah ketika memulai
hubungan, memutuskan untuk mengakhiri sebuah hubungan adalah
keputusan yang berat.

Beberapa pertanyaan berikut bisa menjadi bahan pertimbangan untuk


Anda sebelum memutuskan untuk mengucap kata perpisahan.

Pro dan Kontra

Yang sering dilakukan oleh seseorang ketika sedang pikir-pikir untuk


putus adalah membuat daftar pro dan kontra. Pada sisi Pro, berisi
kebaikan pasangan, kenangan indah yang pernah dilalui dan keuntungan
jika mempertahankan hubungan. Sedangkan di sisi kontra, kita
mengisinya dengan hal-hal yang tidak disukai dari pasangan, kenangan
buruk dan alasan mengapa tidak mungkin meneruskan hubungan.

Kelemahan dari sistem Pro dan Kontra ini adalah ia tidak mampu
mengukur antara dua hal yang dianggap sebanding. Misalnya, ketika
membuat daftar kualitas pribadi pasangan, kriteria negatif apa saja
yang dapat dipakai untuk menunjukkan bahwa sang suami bukanlah ayah
yang baik ? Dan berapa banyak kriteria kenangan indah yang
diperlukan sehingga sebanding dengan kadar perselingkuhan yang telah
dilakukan.

Sayangnya, tidak ada rumusan umum yang bisa digunakan sebagai


standar dalam pengambilan keputusan. Semuanya kembali pada mencari
jawaban pada hati kecil masing-masing.

Apakah cinta saja cukup ?

Arti cinta tentu berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung pada


fase kehidupan yang sedang dijalaninya. Jadi, bisakah cinta
dijadikan ukuran dalam proses pengambilan keputusan ? Sebagai
contoh, seorang perempuan yang tetap bertahan hidup dengan suaminya
meski rumah tangganya diwarnai kekerasan, beralasan "Saya
mencintainya, " padahal banyak perempuan lain dengan masalah serupa
memilih bercerai dengan alasan tidak cinta lagi.

Cinta sering membutakan mata kita dari kenyataan. Sebenarnya kita


memiliki kebebasan untuk mencintai seseorang dan juga kebebasan
untuk berhenti mencintainya. Sebelum kita bisa mencintai seseorang,
pertama-tama kita harus menyukainya. Ketika Anda merasa nyaman
bersama pasangan, sejalan dengan pemikirannya, berbagi mimpi yang
sama, maka Anda sudah menyukainya. Jika pasangan Anda adalah
seseorang yang Anda hormati, percaya dan sayangi, semua itu adalah
dasar untuk tumbuhnya cinta.

Bisakah berkomunikasi ?

Dalam sebuah hubungan, masalah datang dan pergi. Dan cara untuk
mengatasinya adalah lewat komunikasi yang baik. Dibutuhkan pula
kerelaan untuk menjadi pendengar, berbagi serta kepekaan dan empati
terhadap perasaan pasangan. Selain itu masing-masing harus bisa
menekan ego pribadi untuk mencari jalan keluar dalam memecahkan
konflik.

Kemungkinan berubah ?

Ketika sebuah masalah muncul dan membuat Anda ingin angkat kaki,
pertama yang harus dipertimbangkan adalah apakah ada kemungkinan
untuk berubah supaya masalahnya selesai.

Apakah masalah itu adalah sesuatu yang tidak bisa ditolerir atau
sangat fundamental bagi kebahagiaan Anda ? Jika masalahnya ada pada
diri Anda, tanyalah pada diri sendiri, dapatkah Anda berubah ? jika
sebaliknya, dapatkah pasangan berubah ?

Don't stay because you think "it will get better." You'll be mad at
yourself a year later for staying when things are not better.

Jika pasangan Anda tidak merasa ada masalah, maka ia tidak akan
berubah. Jika ia mengakui adanya masalah dan mau berubah, yakinkah
Anda bahwa ia akan berubah.

Sudah terlambat ?

Tak bisa dipungkiri, ada beberapa situasi atau masalah yang akan
selesai dengan sendirinya. Bahkan sebuah skandal bisa dilupakan jika
Anda berdua memiliki kemampuan untuk saling memaafkan dan terus
melangkah.

Tetapi jika Anda atau pasangan masih menyimpan dendam dan tidak ada
tanda-tanda untuk melupakan sakit hati sama sekali, mungkin memang
sudah terlambat untuk mencari resolusi.
Indikasi lain sudah terlambat untuk menyelamatkan hubungan adalah
jika Anda sudah mulai membangun hidup baru tanpa melibatkan
pasangan. Misalnya mengubah karir atau gaya hidup atau memulai
hubungan dengan seseorang yang baru. Dalam hal ini, meski Anda belum
mengucapkan kata berpisah, secara emosional Anda sudah mengakhiri
hubungan yang lama.

Memutuskan untuk mengakhiri hubungan bukan perkara mudah dan


diperlukan pertimbangan yang matang. Tak ada salahnya meminta
bantuan pihak ketiga, seperti orang yang memang dipercaya atau
profesional, seperti mengambil jasa konseling.