Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIK KEGIATAN PELATIHAN KEPEMUDAAN DALAM

PELATIHAN MENJAHIT GUNA MENGURANGI TINGKAT PENGANGGURAN


DI DESA GENDOH - KECAMATAN SEMPU - KABUPATEN BANYUWANGI

Laporan ini dibuat untuk memenuhi


salah satu syarat tugas individu mata kuliah
Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan
Program S-1 PGSD
Universitas Terbuka

Oleh :
Leni Dwi Anggraini
824692163

PROGRAM STUDI S-1 PGSD


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIDKAN
UNIVERSITAS TERBUKA
POKJAR GENTENG A
UPBJJ-UT JEMBER
2016.2

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat, taufik serta
hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Mata Kuliah Pembelajaran
Berwawasa Kemasyarakatan yang dilaksanakan pada tahun 2016. Dalam pelaksanaan
praktek pembinaan program kepemudaan di lapangan sampai dengan penyusunan laporan ini.
Penulis telah banyak dibantu oleh berbagai pihak.

Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada:

1. Ibu Akhlakul Karimah selaku Tutor mata kuliah Pembelajaran Berwawasan


Kemasyarakatan
2. Bapak Djubaidi Selaku bapak Kepala Desa Gendoh
3. Keluarga dan teman teman yang tulus memberikan dukunga serta doa beserta semua
pihak yang telah membantu hingga terselesaikannya penulisan laporan ini

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu segala kritik dan saran yang membangun sangat peulis harapkan demi
kesempurnaan laporan ini. Semoga penulisan laporan ini dapat barmanfaat bagi pembaca
khususnya para praktikan, dan sebagai motivasi untuk mengkaji kegiatan kigiatan yang lebih
positif didalam lingkungan masyarakat.

Banyuwangi, November 2016

Penyusun

Leni Dwi Anggraini


824692163

2
BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu SDM yang paling penting adalah generasi muda, mereka adalah penerus bangsa
yang bertanggung jawab atas kelangsungan hidup bangsa ini dan yang akan memberikan warna
bagi masa depan bangsa Indonesia. Namun saat ini tingkat pengangguran di kalangan pemuda
Indonesia sangat memprihatinkan. Dari hasil pendataan yang dilakukan Badan Pusat Statistik
(BPS) angka pengangguran kelompok usia produktif ini mencapai 60,5 persen dari jumlah
pemuda yang ada. Jika tidak segera dilakukan langkah-langkah yang tepat, angka pengangguran
ini akan terus meningkat dan akan menjadi sumber persoalan sosial di masyarakat, seperti
kriminalitas, premanisme, narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. Hal ini tidak saja merugikan
diri mereka sendiri tetapi juga orang lain, selain itu citra bangsa Indonesia di mata dunia
Internasional juga dipertaruhkan.

Berbagai masalah tersebut salah satunya merupakan dampak dari banyaknya jumlah
pengangguran yang ada di Indonesia. Oleh karena itu untuk mengurangi dampak tersebut maka
dibutuhkan kerjasama antara semua pihak untuk mengatasinya. Salah satunya dengan cara
melakukan gerakan pembinaan kepemudaan, dengan kegiatan tersebut diharapkan mereka dapat
menyalurkan bakat dan minat untuk melakukan kegiatan yang positif yang berguna untuk diri
mereka sendiri dan orang lain. Namun selama ini peran Lembaga Kepemudaan belum dapat
berperan aktif dan belum menampakkan hasil yang nyata dalam pembangunan, padahal
pemuda adalah generasi penerus dan berpotensi besar dalam pembangunan daerah karena usianya
yang produktif.

Untuk membantu para pemuda agar terus meningkatkan segala potensi dan kemampuan yang
dimilikinya maka diperlukan konsep yang tepat dalam lembaga kepemudaan agar
termotivasi untuk maju. Program-program yang dapat diciptakan guna meningkatkan partisipasi
pemuda dapat berupa keterampilan, kewirausahaan, kepeloporan dan kepemimpinan. Apabila
Lembaga Kepemudaan tersebut dapat dikelola dan dikembangkan dengan baik, maka akan
menghasilkan sesuatu yang sangat berguna untuk kemajuan daerah. Namun apabila tidak dikelola
dengan baik dan diarahkan, maka potensi besar dari pemuda tidak akan memberikan apa apa.
Dengan adanya Kegiatan Kepemudaan ini diharapkan para pemuda dapat berperan dalam
meningkatkan kualitas sumber daya manusia tidak hanya pada jalur formal tetapi juga melalui
1
2

jalur non formal salah satunya melalui lembaga kepemudaan yaitu Karang Taruna.Dengan melihat
potensi para pemuda di desa Gendoh, maka kami akan mengadakan pembinaan kepemudaan
melalui pelatihan menjahit, yang bertujuan untuk mengoptimalkan lembaga kepemudaan yang
ada di desa Gendoh.

B. Identifikasi Masalah
Untuk mengetahui secara lebih rinci masalah-masalah yang dialami oleh para pemuda
di Desa Gendoh, perlu melakukan refleksi diri dengan menjawab sejumlah pertanyaan refleksi
Selama penelitian berlangsung, peneliti menemukan berbagai permasalahan diantaranya :
a. Hanya 6 orang dari 10 orang yang mengikuti pelatihan mencapai penguasaan materi
menjahit
b. Tingkat penguasaan terhadap materi pembelajaran menjahit sangat rendah

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan hasil analisi diatas, masalah yang menjadi fokus perbaikan dalam pelatihan
adalah :
a. Bagaimana cara menumbuhkan minat pemuda untuk mengikuti pelatihan menjahit ?
b. Bagaimana cara untuk mencapai penguasaan materi tentang menjahit ?

D. Hipotesa
Hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena
masih harus dibuktikan kebenarannya. Hasil dan dampak yang diharapkan penulis dalam
melakukan peneliti kepemudaan ini adalah :
a). Mengajak salah satu orang yang suksesdalam bidang menjahit untuk dijadikan narasumber
berbagi pengalaman tentang menjahit mulai dari pengadaan bahan, produksinya, pemasaran dan
keuntungan yang diperoleh setiap bulannya.
b). Memberikan teori kepada pemuda pelatihan.

E. Tujuan Umum dan fungsi


Dari proses penelitian kegiatan kepemudaan menjahit di Dusun Gendoh adapun tujuan dan
fungsi diantaranya :
a). Tujuan Umum
3

Kegiatan pembinaan kepemudaan bertujuan untuk menumbuh kembangkan kreatifitas para


pemuda, meningkatkan sumber daya pemuda agar mereka dapat menggali potensi mereka sebagai
bekal untuk menjadi masyarakat yang berfikir positif, inovatif dan produktif, serta untuk melatih
sikap mandiri, bekerjasama, kebersamaan dan kekeluargaan.
b). Fungsi
Untuk mengurangi tingkat pengangguran bagi pemuda khususnya di desa Gendoh.

F. SASARAN DAN MANFAAT


Dari proses penelitian kegiatan pelatihan kepemudaan menjahit di Desa Gendoh Kecamatan
Sempu, penulis dapat menuliskan sasaran dan manfaat tentang menjahit,yaitu :
a). Sasaran
Adapun sasaran dalam kegiatan pembinaan ini yaitu beberapa orang yang disatukan menjadi satu
kelompok warga binaan diantaranya
b). Manfaat
Dengan adanya program pembinaan dan pelatihan menjahit para pemuda dapat berperan dalam
meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan dapat berkontribusi secara aktif dalam bidang
keterampilan di Desa Gendoh Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur.

G. RUMUSAN HASIL KEGIATAN


Dengan adanya program pembinaan dan pelatihan menjahit ini para pemuda dapat berperan
dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan dapat berkontribusi secara aktif dalam
bidang keterampilan di desa Gendoh Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa
Timur.
BAB 2
PELAKSANAAN PROGRAM

A. Tempat dan Waktu Pelaksanaan


1. Tempat Pelaksanaan Program Pelatihan
Tempat kegiatan pelatihan menjahit bertempat di lingkungan pasar Gendoh oleh Bpk. Agus
Dsn.Gendoh RT/01 RW/07 Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi,
Provinsi Jawa Timur

2. Jadwal pelaksanaan program pelatihan


September Oktober

No Kegiatan
Minggu ke Minggu ke
IV V I II III IV V
Persiapan
1

Rekrutmen peserta
2

Pembekalan wawasan dan


3 pengetahuan tentang materi
pembinaan
Persiapan bahan bahan dan
4
alat alat yang dibutuhkan
Kegiatan pembinaan I
5

Kegiatan pembinaan II
6

Kegiatan pembinaan III


7

Kegiatan pembinaan IV
8

Kegiatan pembinaan V
9

Monitoring dan evaluasi


10

4
5

B. Materi Pelatihan/Kegiatan
Materi yang disampaikan pada saat pelatihan adalah cara menjahit bordir.
Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain, bulu, kulit binatang, pepagan, dan bahan-bahan
lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan tangan
memakai jarum tangan atau dengan mesin jahit. Orang yang bekerja menjahit pakaian
disebut penjahit. Penjahit pakaian pria disebut tailor, sedangkan penjahit pakaian wanita
disebut modiste. Pendidikan menjahit dapat diperoleh di kursus menjahit atau sekolah mode.
Bordir diambil dari istilah dalam bahasa Inggris embroidery (im-broide) yang
artinya sulaman (Heri Suhersono, 2004:6). Lebih lanjut Heri Suhersono, 2010: 12
menjelaskan bordir atau sulaman merupakan suatu teknik dengan media benang
yang dijalinkan pada bidang berupa kain atau kulit dengan menggunakan jarum.
Tujuannya membentuk suatu motif untuk menghias. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia bordir adalah Hiasan dari benang yang dijahitkan pada kain (KBBI,
2007:163). Sedangkan menurut Budiyono 2008:177 menjelaskan bahwa
sebenarnya istilah sulam dan bordir itu sama, yaitu hiasan dari benang yang
dijahitkan pada kain. Meskipun sampai saat ini masih banyak orang yang
menganggap sulam dan bordir itu berbeda. Mereka beranggapan bahwa sulam
adalah yang dikerjakan dengan tangan, sedangkan bordir adalah yang dikerjakan
dengan mesin. Bordir pada zaman dahulu menggunakan tangan yang disebut dengan sulam,
namun dengan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman bordir kini
menggunakan mesin bordir manual bahkan sekarang mesin bordir dengan
menggunakan komputer. Mesin bordir komputer lebih canggih pengerjaannya.
Adapun bahan bahan yang harus disiapkan adalah sebagai berikut :
a. Gunting
b. Bahan bordir
c. Kain atau bahan
d. Benang
e. Kertas

C. Strategi dan Deskripsi jalannya Kegiatan


1. Strategi kegiatan
6

a. Membuat pertemuan para pemuda Rt 01 Rw 07, Gendoh, Sempu,Banyuwangi


b. Menjelaskan cara menjahit Bordir
c. Menjelaskan alat dan bahan yang digunakan untuk menjahit
d. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dan evalusasi

2. Deskripsi Jalannya Kegiatan


Pada tahap pra kegiatan dilaksanakan mulai tanggal 24-30 September 2016
a. Pada tanggal 24 - 26 September penulis mengadakan pengamatan dilingkungan sekitar
dengan hasil bahwa sebagian dari mereka melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat dan
pemuda kurang memanfaatkan potensi mereka di bidang keterampilan.
b. Tanggal 27 September 2016 penulis menentukan tujuh pemuda binaan yang ada di
lingkungan sekitar.
c. Pada tanggal 28 September penulis meminta ijin kepada Kepala Desa Gendoh untuk
melaksanakan Pelatihan menjahit.
d. Tanggal 30 September 2016 melakukan kegiatan :
a. Mengadakan kunjungan kepada 7 pemuda binaan
b. Menjelaskan tujuan kegiatan pembinaan
c. Meminta kesediaan 7 pemuda binaan untuk mengikuti kegiatan pembinaan.

D. Temuan Kendala
Dalam kegiatan pelatihan keterampilan menjahit ada beberapa hal yang menjadi
penghambat kegiatan ini, antara lain sebagai berikut:
a. Sulitnya mencari pemuda yang mau diajak dalam kegiatan ini.
b. Sulitnya menentukan jadwal karena masalah kesibukan masing-masing.
c. Sulitnya mengarahkan pemuda dalam keseriusan dalam mengikuti kegiatan.
d. Disaat awal-awal pertemuan ada beberapa pemuda yang terlihat canggung dam merasa
tidak mampu mengikuti kegiatan ini.

1. Tahap pelaksanaan dilaksanakan yaitu pada tanggal 03 Oktober -19 Oktober 2016
No Pertemua Hari/tanggal Pelaksanaan Materi Program
n
1. I Senin, 03 Oktober 2016 Pembekalan materi menjahit
2. II Rabu, 05 Oktober 2016 Menyiapankan alat dan bahan untuk
menjahit
3. III Jumat, 07 Oktober 2016 Melaksanakan kegiatan pembinaan
7

menjahit tahap pertama


4. IV Senin, 10 Oktober 2016 Melaksanakan kegiatan pembinaan
menjahit tahap kedua
5. V Rabu, 12 Oktober 2016 Melaksanakan kegiatan pembinaan
menjahit tahap ke tiga
6. VI Jumat, 14 Oktober 2016 Melaksanakan kegiatan pembinaan
menjahit tahap ke empat
7. VII Senin, 17 Oktober 2016 Melaksanakan kegiatan pembinaan
menjahit tahap ke lima
8. VIII Rabu,19 Oktober 2016 Monitoring dan evaluasi hasil kegiatan
Pelatihan menjahit
BAB 3

TEMUAN DAN HASIL

A. Temuan dan Hasil Evaluasi Proses


Untuk menjahit border kain, sebelum membordir diperlukan proses beberapa tahap
diantaranya diadakan penyablonan pada kain yang akan dibordir. Dalam proses penyablonan
memerlukan aktu 3 hari kemudian dikeringkan. Setelah proses menyablon dengan berbagai
motif barulah proses pembordiran itu pun memerlukan aktu paling sedikit 1 orang 3 hari.
Biasanya setelah dibordir , ada tahap yang dinamakan kerawangan. Menurut bahasa
sehari-hari Kerawangan adalah proses perlubangan pada selah-selah motif border. Setelah
proses selesai, tahap terakhir adalah pengemasan. Kemudian para pemasok mengambil barang
yang sudah jadi dan siap dipasarkan.

B. Temuan dan Hasil Evaluasi Produk


Hasil pelaksanaan kegiatan secara umum sudah berhasil dengan baik dilihat dari

kualitas produk yang dihasilkan, meskipun dalam bidang keterampilan masih mengalami

kendala dikarenakan belum dapat secara maksimal.

C. Pembahasan
Dari hasil temuan dan evaluasi proses, penulis mengambil kesimpulan bahwa dalam
proses pembordiran terdapat beberapa tahapan-tahapan yang harus dilakukan. Mulai dari
tahap menyablon, membordir hingga meng-krawang sampai pengemasan hingga pemasaran
membutuhkan waktu yang cukup lama.

BAB 4
PENUTUP

8
A. Kesimpulan
Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan merupakan pembelajaran yang ditujukan
untuk mengadakan suatu pembelajaran yang berbasis masyarakat melalui beberapa macam
kegiatan seperti diadakannya kegiatan pembinaan yang bertujuan untuk meningkatkan
pemanfaatan sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang ada di lingkungan
masyarakat.
Kegiatan pembinaan ini merupakan salah satu cara untuk menciptakan peluang usaha
baru dan untuk meningkatkan kesejahteraan guna memenuhi semua kebutuhan hidup.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengurangi angka
pengangguran dan persoalan sosial di masyarakat, melalui program pelatihan kepemudaan.
Melalui kagiatan pembinaan menjahit yang di lakukan bersama dengan pemuda
binaan yang ada di desa Gendoh diharapkan bisa dijadikan suatu contoh dalam program
pemberdayaan masyarakat. Hasil dari kegiatan pembinaan tersebut dapat menambah
pengetahuan dan keterampilan para pemuda binaan.

B. Saran
Kegiatan pembinaan menjahit dapat terlaksana dan berjalan dengan lancar atas
dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu pihak pemerintah desa setempat diharapkan lebih
mendukung terhadap kegiatan pembinaan seperti ini dan dapat menjadikan kegiatan
pembinaan seperti ini sebagai salah satu dari program pemerintah desa untuk menambah
pengetahuan dan keterampilan masyarakatnya,kegiatan pembinaan ini juga bisa dijadikan
sebagai modal pengetahuan dan keterampilan untuk membuka usaha baru.
Selain itu dalam kegiatan pembinaan yang telah dilaksanakan masih banyak
kekurangan, seperti tidak pernah diadakan kegiatan penyuluhan dari pemerintah desa,
minimalnya dana yang tersedia, dan banyak masyarakat yang masih belum mengerti tentang
nilai-nilai positif dari diadakannya kegiatan pembinaan ini. Semoga saran ini dapat di
realisasikan pada kegiatan pembinaan di waktu yang akan datang.

9
10

C. Tindak Lanjut
Setelah mengadakan kegiatan pembinaan ini, kami sebagai pelaksana merasa bangga
dan bersyukur kehadirat Allah Swt karena selain dapat membekali pengetahuan dan
keterampilan kepada pemuda binaan khususnya dan masyarakat umumnya. Kegiatan
pembinaan ini merupakan pengalaman yang sangat berharga tentunya bagi mahasiswa sebagai
pelaksana. Selanjutnya sebagai tindak lanjut kami mengadakan program pemantauan dan
evaluasi secara berkelanjutan supaya pemuda binaan yang sudah mempunyai bekal
pengetahuan dan keterampilan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, supaya kelak bisa menjadi
salah satu pengusaha menjahit yang sukses dan mempunyai masa depan yang lebih cerah.
Semoga segala upaya yang sudah kami terapkan dapat bermanfaat Amin Ya Robbal Alamin.
Lampiran 1

DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS

I. Data Pribadi
Nama : Leni Dwi Anggraini
Tempat tgl.Lahir : Banyuwangi, 27 Juli 1995
Alamat : Dsn. Klontang Rt 01, Rw 07 Desa Gendoh, Kecamatan Sempu
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Kearganegaraan : Indonesia
Status : Belum nikah

II. Pendidikan
2013 : SMA N 1 DARUSSHOLAH SINGOJURUH
2010 : SMP N 2 SEMPU
2007 : SDN 1 GENDOH

III. Riwayat Pekerjaan


Posisi : Guru Sukwan
Nama Lembaga : SDN 2 SINGOJURUH

` Gendoh, November 2016

Leni Dwi Anggraini


824692163
Lampiran 2

DATA DIRI PEMUDA YANG IKUT DALAM PELATIHAN KETERAMPILAN


MENJAHIT

Jenis Minat Kegiatan


No Nama Usia Pendidikan Cita Cita
Kelamin Kepemudaan
1 Rifky Diandra L 19 SMP Wira Usaha Pengusaha

2 Surya L 26 SMA Wira Usaha Guru

3 Ade L 18 SMK Wira Usaha Dokter

4 Rizky B L 19 SMA Wira Usaha Pengusaha

5 Hendrik L 17 SMA Wira Usaha Guru

6 Anjas L 20 SMA Wira Usaha Pengusaha

7 Bima Adi L 24 SMK Wira Usaha Pengusaha


Lampiran 3

DAFTAR HADIR KEGIATAN PELATIHAN MENJAHIT


DESA GENDOH KECAMATAN SEMPU
KABUPATEN BANYUWANGI
TAHUN 2016

PERTEMUAN KET
1 2 3 4 5 6 7 8 9
NO NAMA
1 Rifky Diandra AKTIF
2 Surya AKTIF
3 Ade AKTIF
4 Rizky B AKTIF
5 Hendrik AKTIF
6 Anjas AKTIF
7 Bima Adi AKTIF

Mengetahui Gendoh, November 2016


Tutor Mahasiswa

Akhlakul Karimah, S.E.,M.M Leni Dwi Anggraini


NIP.19721204 200801 2 824692163
018
Lampiran 4

ANALISIS KEBERHASILAN PEMAHAMAN MATERI DALAM PELATIHAN


KETERAMPILAN MENJAHIT

Evaluasi
No
Nama Pemahama Pemahama Rata rata Ket
n Teori n Praktek
1. Rifky Diandra
80 80 80 Berhasil
2. Surya
75 80 77,5 Berhasil
3. Ade
70 70 70 Berhasil
4. Rizky B
80 80 80 Berhasil
5. Hendrik
70 75 72,5 Berhasil
6. Anjas
75 80 77,5 Berhasil
7. Bima Adi
70 75 72,5 Berhasil
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan ini dibuat untuk memenuhi salah satu syarat penyelesaian tugas individu mata
kuliah Pendidikan Berwawasan Masyarakat. Dan disahkan pada :

Hari dan tanggal :.


Tempat :

Banyuwangi, November 2016


Tutor Pembimbing Mahasiswa

Akhlakul Karimah, S.E.,M.M Leni Dwi Anggraini


NIP.19721204 200801 2 824692163
018

Mengetahui

Ketua Karangtaruna Pengelola S-1


Dusun Gendoh Sempu POKJAR GENTENG A

Budi Jaya Pekerti Drs. Sutoto,M.M.


NIP.19620619 198504 1 003

1
DAFTAR LAMPIRAN

1. Daftar riwayat hidup penulis


2. Data diri pemuda dalam pelatihan menjahit
3. Daftar hadir pemuda dalam kegiatan pelatihan menjahit
4. Analisis keberhasilan pemahaman materi dalam pelatihan menjahit
5. Dokumen kegiatan kepemudaan pelatihan menjahit
DAFTAR PUSTAKA

Hatimah, Ihat. (2008). Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan. Jakarta : Universitas


Terbuka.

Anda mungkin juga menyukai