Anda di halaman 1dari 19

OBAT HERBAL

FORMULA OBAT TRADISIONAL

(untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Obat Herbal)

Dosen Matakuliah : Rusdiaman, S.Si.,M.Si.,Apt

DISUSUN OLEH :

NAMA : NUR ALIFAH

NIM : (PO.713251141131)

KELAS/ANGKATAN : III - C / 2014

JURUSAN FARMASI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MAKASSAR
2015

Formula obat tradisional untuk membantu meluruhkan


Batu Ginjal
1. Komposisi
1) Kumis kucing...............................................................20 g
2) Pegagan......................................................................20 g
3) Alang-alang.................................................................20 g
4) babakan bengkel (gabus batang bunga matahari).....10 g
5) Sambiloto...................................................................20 g
6) Air...............................................................................3 gelas
2. Uraian Bahan
1. Kumis kucing

a.
Tanaman Asal :
Nama latin/Simplisia : Orthosiphon aristatus (BI)
Miq. / Orthosiphonis
Folium
Sinonim : Orthosiphon grandiflorus Bold.;
Orthosiphon
stamineus Bth.
Klasifikasi :
o Kingdom : Plantae ( Tumbuhan )
o Subkingdom : tracheobionta ( Tumbuhan berpembulu )
o Super Divisi : Spermatophyta ( Menghasilkan biji )
o Divisi : Magnoliophyta ( Tumbuhan berbunga )
o Kelas : Magnoliopsida ( berkeping dua / dikotil )
o Sub kelas : Asteridae
o Ordo : Lamiales
o Famili : Lamiaceae
o Genus : Orthosiphon
o Spesies : Orthosiphoon staineus Benth.
Kandungan Kimia : Orthosiphonin glikosida, zat samak,
minyak atsiri, minyak lemak,
saponin,
sapofonin, garam kalium, mioinositol
dan

sinensetin. Kalium berkhasiat diuretik


dan

pelarut batu saluran kencing,


sinensetin

berkhasiat antibakteri.

Morfologi :
o Akar
Akar tunggang, berbetuk bulat, dan berserabut
banyak. Akar tanaman ini berdiamater 1-2 mm
dengan pangkal ujung kecil yang berwarna
kekuningan dengan panjang mencapai 25 30 cm
yang akan menembus permukaan tanah
o Batang
Batang berbentuk segi empat, berwarna
keungguan hingga kehijauan dengan diameter 1-2 cm,
bercabang banyak dan terdapat ruas pada bagian
bawah batang. Selain itu, batang tumbuh dengan
tegak mencapai ketinggian 2-3 meter bahkan lebih
tergantung jenis dan varietesnya.
o Daun
Daun berbentuk oval memanjang dengan panjang
1-2 cm, memiliki bagian tepi merata, dan juga
pertulangan yang tampak berwarna keputihan. daun
ini berwarna hijau muda hingga hijau tua. Daun juga
memiliki pertangkai pendek dengan panjang kurang
dari 1 cm dengan warna kecoklatan hingga kehijaun.
o Bunga
Bunga terdiri dari dua bagian yaitu bunga tunggal
dan bunga majemuk. Bunga tunggal berbentuk bibi,
mahkota berwarna putih hingga keungguan, bagian
tas di tutupi dengan rambul halus dan pendek
berwarna keungguan. Sedangkan bunga majemuk
berwarna putih keungguan, panjang menca[ai 7-29
cm dan di tutupi rambut halus dengan panjang 1-6
mm, kelopak bunga berurat, pangkal rambut pendek
dan juga jarang.
o Biji
Biji berwana kehitaman, berbentuk pipih dan juga
lonjong yang berukuran 1-2 mm bahkan lebih. Biji ini
dapat di perbanyak secara generatif.

b. Indikasi :
Ginjal/empedu/kencing batu, kencing kurang lancar,
radang amandel, ayan, nyeri haid, kencing manis, kencing
nanah, rajasinga, pirai, sendi |: kaki/jari, tekanan darah
tinggi, encok, radang ginjal.
c. Efek Farmakologis :
Senyawa aktif tadi menimbulkan efek farmakologis
berupa antiradang, menghancurkan batu saluran kemih,
serta sebagai diuretik atau peluruh. Karena efek tersebut,
kumis kucing efektif digunakan dalam pengobatan infeksi
saluran kemih, radang ginjal, batu ginjal, batu empedu, dan
radang prostat. Kumis Kucing Kumis kucing dipercaya mampu
mengobati penyakit batu ginjal dan masalah kantong
empedu. Khasiat ini disponsori oleh kandungan antialergi,
antihipertensi, antiinflamasi, dan diuretik sehingga dapat
meluruhkan batu ginjal. Kumis kucing juga dipercaya dapat
mengatasi hipertensi dengan rajin mengonsumsi daun kumis
kucing yang biasa diolah dalam bentuk jamu. Khasiat ini
diperoleh dari daun kumis kucing dengan kandungan
metilripariokromen yang mampu menghambat respons
konstraksi otot polos dinding pembuluh darah sehingga
tekanan darah cenderung menurun.
d. Tinjauan Ilmiah :
Ekstrak hidroalkohol meningkatkan produksi urin dan sekresi
ion Natrium pada tikus. Asam ursolat dan oleanolat dalam
ekstrak metanol dan air kumis kucing menghambat
pengikatan 125I-TGF-{51 terhadap reseptor pada sel Balb/c
3T3 yang menyebabkan penyakit ginjal dengan nilai IC50 6. 9
+ 0. 8 dan 21.0 2. 3 uM.
2. Pegagan

a. Tanaman
Asal :
Nama latin/Simplisia :
Centella asiatica L. Urban /
Centellae Herba
Sinonim : Hydrocotyle asiatica (L.)
Klasifikasi :
o Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
o Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
o Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
o Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
o Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
o Sub Kelas: Rosidae
o Ordo: Apiales
o Famili: Apiaceae
o Genus: Centella
o Spesies: Centella asiatica (L.) Urban
Kandungan Kimia :
Pegagan yang simplisianya dikenal dengan
sebutan Centella Herba memiliki kandungan
asiaticoside, thankuniside, isothankuniside,
madecassoside, brahmoside, brahmic acid,
brahminoside, madasiatic acid, meso-inositol,
centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tanin
serta garam mineral seperti kalium, natrium,
magnesium, kalsium dan besi. Diduga glikosida
triterpenoida yang disebut asiaticoside merupakan
antilepra dan penyembuh luka yang sangat luar biasa.
Zat vellarine yang ada memberikan rasa pahit.
Diduga senyawa glikosida triterpenoida yang
disebut asiaticoside berperan dalam berbagai aktifitas
penyembuhan penyakit. Asiaticoside dan senyawaan
sejenis juga berkhasiat anti lepra (kusta). Secara umum,
pegagan berhasiat sebagai heparoprotektor yaitu
melindungi sel hati dari berbagai kerusakan akibat
racun dan zat berbahaya.
Banyaknya manfaat tanaman ini nampaknya
berkaitan dengan banyaknya komponen minyak atsiri
seperti sitronelal, linalool, neral, menthol, dan linalil
asetat. Dengan adanya komponen tersebut dalam
minyak atsiri pegagan, tanaman ini memiliki potensi
sebagai sumber bahan pengobatan terhadap anti
penyakit yang disebabkan tujuh jenis bakteri
Rhizobacter spharoides, Escherichia coli, Plasmodium
vulgaris, Micrococcus luteus, Baccillus subtilis,
ghliEntero aerogenes dan Staphyllococcus aureus.
Morfologi :
Centella asiatica merupakan tanaman herba tahunan,
tanpa batang tetapi dengan rimpang pendek dan stolon-
stolon yang melata, panjang 10-80 cm. Daun tunggal,
tersusun dalam roset yang terdiri dari 2-10 daun, kadang-
kadang agak berambut, tangkai daun panjang sampai 50
mm, helai daun berbentuk ginjal, lebar, dan bundar
dengan garis tengah 1-7 cm, pinggir daun beringgit
sampai beringgit-bergerigi, terutama ke arah pangkal
daun. Perbungaan berupa payung tunggal atau 3-5
bersama-sama keluar dari ketiak daun kelopak, gagang
perbungaan 5-50 mm, lebih pendek dari tangkai daun.
Bunga umumnya 3, yang ditengah duduk, yang
disamping bergagang pendek, daun pelindung 2, panjang
3-4 mm, bentuk bundar telur, tajuk berwarna merah
lembayung, panjang 1-1,5 mm, lebar sampai 0,75 mm.
buah pipih, lebar lebih kurang 7mm dan tinggi lebih
kurang 3 mm, berlekuk dua, jelas berusuk, berwarna
kuning kecoklatan, berdinding agak tebal
b. Indikasi :
Seduhan daun diminum untuk mengobati batu ginjal
pinggang, radang ginjal, radang tenggorok asma, radang
usus dan sariawan. Selain itu juga dapat mengobati luka
baru/luka bernanah.
c. Efek Farmakologis :
Efek farmakologis pegagan diantaranya : antitoxic,
peluruh air seni, penenang (sedatif), penurun panas
(antipiretik), peluruh kemih, anti lepra, anti sifilis, anti-infeksi,
membersihkan darah, dan lain-lain. Daun pegagan berfungsi
sebagai astringensia dan tonikum. Pegagan juga dikenal
untuk revitalitasi tubuh dan otak yang lelah serta untuk
kesuburan wanita.
d. Tinjauan Ilmiah :
Infusa daun segar Centella asiatica (L.) Urban 2
g/kg BB menunjukkan efek diuretik lebih kuat dari
furosemid 9 mg/kg BB, namun pada dosis 8 dan 16
g/kg BB terlihat adanya penghambatan urinasi dan
infusa daun segar Centella asiatica (L.) Urban dosis 16 g/kg
BB.11
3. Alang-alang
a.

Tanaman Asal :
Nama latin/Simplisia : Herba Imperata cylindrica
Beauv. /
Imperatae Rhizoma
Klasifikasi :
o Kingdom : Plantae
o Subkingdom : Tracheobionta
o Super Divisi : Spermatophyta
o Divisi : Magnoliophyta
o Kelas : Liliopsida
o Sub Kelas : Commelinidae
o Ordo : Poales
o Famili : Poaceae
o Genus : Imperata
o Spesies : Imperata cylindrica (L.) Beauv
Kandungan Kimia :
Hasil penelitian tentang tanaman ini menyebutkan
bahwa ada kandungan manitol, glukosa, sakharosa,
malic acid, citric acid, coixol, arundoin, cylindrin,
fernenol, simiarenol, anemonin, asam kersik, damar,
dan logam alkali. Dengan kandungan-kandungan itu,
alang-alang bersifat antipiretik (menurunkan panas),
diuretik (meluruhkan kemih), hemostatik (menghentikan
pendarahan), dan menghilangkan haus.
Morfologi :
Daun tidak lengkap yang disebut daun pipih, terdiri
dari upih daun (vagina) dan helaian daun (lamina),
bangun daun bangun pita (ligulatus), ujung daun runcing
(acutus), tulang-tulang daun sejajar atau lurus
(rectinervis), tapi daun rata (integer), daging daun tipis
seperti kertas (papyraceus), warna daun hijau dengan
permukaan atas lebih gelap dari permukaan bawah, sifat
permukaan atas licin (laevis), permukaan licin (laevis),
upih daun berwarna putih keunguan, ada lidah- lidah atau
ligula pada perbatasan upih daun dengan helaian
daun.Tepi daun diselubungi rambut, pangkal daun lebih
lebar dan di bagian ujungnya menyempit; terdapat
lapisan ligula, panjangnya 1 mm; daun memiliki bentuk
menggaris-lanset, pipih, lurus, terdapat bulu-bulu panjang
yang halus di bagian pangkal daun. Tumbuh berumpun
dengan tinggi sekitar 30 180cm.
Alang-alang memiliki batang berbentuk silindis
dengan diameter 2-3mm dan memiliki ruas ruas. Batang
(Caulis) Batang rumput (calmus), batang tidak keras,
bentuk bulat (teres).Batang tumbuh pendek dan
bercabang dan memanjang di dalam tanah, dan dari
ujungnya dapat tumbuh tunas baru.Lidah- lidah atau
ligula pada batas antara pelepah dan helaian daun
lelihatan jelas, berguna untuk menahan air hujan agar
tidak terjadi kemungkinan pembusukan, sekam tidak
tersusun spiral. Rumpun tumbuh tegak, tingginya dapat
mencapai 0.11.2(3 m), terdapat 14(8) nodus di
tiap rumpun, rumpun tidak bercabang, solid dan biasanya
terdapat bulu di tiap buku-bukunya (Steenis, 1958).
Alang- alang memiliki bunga berbentuk majemuk
berbentuk bulir (spica) dan bertangkai panjang,spikelet
berpasangan, bunga banci, warnanya putih, mudah
diterbangkan angin, agak menguncup, panjang 6-28 cm,
pada satu tangkai terdapat dua bulir, letak bersusun,
yang terletak di atas adalah bunga sempurna dan yang
terletak di bawah adalah bunga mandul, panjang anak
bulir sekitar 3-4 mm, pada pangkal bulir terdapat rambut
alus panjang dan padat, warnanya putih, benang sari
seringkali dua, kepala sari putih atau ungu, tangkai putik
dua, kepala putik panjang, warna ungu, muncul pada
ujung anak bulir(Wijayakusuma, 1993).
Sistem perakaran berupa system serabut, yang
muncul dari nodus atau buku-buku batang.Panjangnya
5 cm, system perakaran ini ditunjang oleh rimpang yang
kuat, sehingga alang-alang sulit dicabut. Rimpang yang
tumbuh secara agresif, tumbuhan tahunan (perennial)
yang kuat dengan percabangan terbenam dalam tanah
(yang panjangnya dapat mencapai 1 m), berdaging,
rimpangnya bersisik, (Steenis, 1958).
Buah berjenis buah bulir, berup bulir-bulir kecil
bertangkai pendek tidak berjarum, berpasang-pasangan
pada ujung sumbu malai, kedua-duanya bertangkai, pada
kaki terdapat rambut-rambut putih mengkilat yang
berkarang. Buah pada alang- alang berbentuk biji yang
memiliki pajang 1mm dan berwarna cokelat tua.
Biji jarang, panjang sekitar 1 mm, warnanya coklat
tua.Biji yang sudah tua mudah diterbangkan angin,
tersebar dan yang akhirnya menjadi tumbuhan baru.
(Steenis, 1958)

b. Indikasi :
Radang ginjal, ginjal berbatu, beser-kencing, kencing
darah, kencing nanah, rajasinga, luka, demam, tekanan
darah tinggi, urat syaraf lemah, kurap.
c. Efek Farmakologis :
Dengan sifat diuretik yang melancarkan air kencing,
alang-alang bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit
radang ginjal akut dan obat batuk.
Bagian tanaman alang-alang yang bisa dimanfaatkan
sebagai obat tradisional adalah rimpang, baik yang segar
maupun yang telah dikeringkan. Bahan alang-alang ini bisa
diperoleh di toko obat Cina. Kini bahkan sudah tersedia
minuman alang- alang instan yang berkhasiat
menghilangkan panas dalam. Minuman instan ini bisa
diperoleh di toko jamu atau toko obat Cina.
Sifat diuretik yang mengeluarkan cairan tubuh tak
berguna ini juga berguna untuk mengontrol tekanan darah
yang cenderung tinggi. Sifat hemostatik yang bisa
menghentikan pendarahan pada alang-alang dapat juga
dimanfaatkan untuk mengatasi mimisan dan pendarahan di
dalam.
d. Tinjauan Ilmiah :
Infusa alang-alang berefek sebagai diuretik karena
dapat meningkatkan konsentrasi elektrolit (Na, K, dan Cl)
pada urin tikus putih jantan

4. babakan bengkel (gabus batang bunga matahari)

a. Tanaman Asal :
Nama latin/Simplisia :
Helianthus annuus L. /Helianthii annii
Caulis
Klasifikasi :
o Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
o Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
o Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
o Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
o Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
o Sub Kelas: Rosidae
o Ordo: Apiales
o Famili: Apiaceae
o Genus: Centella
o Spesies: Centella asiatica (L.) Urban
Kandungan Kimia :
Bunga : quercimeritrin, (flavon glikosida),
sianidinmonogiukosida (antosian glikosida), xantofil,
kholina, betaina, sapogenin, helianthoside A - B - C,
oleanolic acid, echinocystic acid.
Biji : Protein, globuiin, albumin, glutolin, asam
amino esensial, Beta sitosterol, prostaglandin E,
chlorogenic acid, quinic acid, phytin, dan 3,4
benzopyrene. Dalam 100 g minyak biji bunga matahari:
Lemak total: 100, lemak jenuh: 9,8: lemak tidak jenuh:
Oleat 11.7 dan linoleat 72.9, cholesterol:
Buah : Minyak lemak denga kholina, lesitin,
betaina, dan zat samak.
Sumsum dari batang dan dasar bunga itu berisi
kandungan hemicellulose yang menghambat sarcoma
180 dan Ehrlich ascitic carcinoma pada tikus.
Morfologi :
Bunga matahari (Helianthus annuus), merupakan
tanaman perdu. Rasa lembut, netral. Herba anual
(umumya pendek, kurang dari setahun), tegak, berbulu,
tinggi 1 - 3 m. Termasuk tanaman berbatang basah
(herbaceus), daun tunggal berbentuk jantung sepanjang
15 sentimeter panjang dan 12 sentimeter lebar dengan
gagang daunnya yang panjang kemas tersusun pada
batang pokoknya yang keras dan berbulu. Pokoknya
setinggi 90 350 cm, berbatang kecil, berbulu kasar dan
hampir tidak bercabang.
Kepala bunga yang besar (inflorescence) dengan
diameter bunga dapat sampai 30 cm, dengan mahkota
berbentuk pita disepanjang tepi cawan dengan ukuran
melintang antara 10 hingga 15 sentimeter, berwarna
kuning, dan di tengahnya terdapat bunga - bunga yang
kecil berbentuk tabung, warnanya coklat. Bila dibuahi,
bunga-bunga kecil ini menjadi biji - bijinya yang berwarna
hitam bergaris - garis putih itu berkumpul di dalam
cawan. Bila sudah matang, biji - biji ini mudah dilepaskan
dari cawannya. Bunga Matahari dikenal tumbuh ke arah
matahari, perilaku ini dikenal dengan istilah heliotropik.
Pada malam hari, bunga itu tertunduk ke bawah.

b. Indikasi :
Sumsum dari batang dan dasar bunga: Merangsang
pengeluaran air kemih, & menghilangkan rasa nyeri pada
waktu buang air kemihMerangsang energi vital,
menenangkan liver
c. Efek Farmakologis :
Merangsang energi vital, menenangkan liver,
merangsang pengeluaran air kemih, menghilangkan rasa
nyeri pada waktu buang air kemih, nyeri lambung, air kemih
bedarah (hematuria), ari kemih berlemak (chyluria), kanker
lambung, kanker esophagus dan malignant mole.
5. Sambiloto

a. Tanaman Asal :
Nama
latin/Simplisia
: Andrographis paniculata (Burm. f.) Ness. /
Andrographidis Folium
Sinonim : Andrographis subspathulata (C. B)
Clarke.;
Justicia paniculata Burm. f.; Justicia
stricta
Lamk.; Justicia latebrosa Russ.5
Klasifikasi :
o Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
o Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan
berpembuluh)
o Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
o Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan
berbunga)
o Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua /
dikotil)
o Sub Kelas : Asteridae
o Ordo : Scrophulariales
o Famili : Acanthaceae
o Genus : Andrographis
o Spesies : Andrographis paniculata Nees
Kandungan Kimia :
Komponen utama obat Andrographis adalah
andrografolida. Ia memiliki rasa pahit yang sangat,
adalah kristal tak berwarna dalam penampilan, dan
disebut sebagai diterpen lakton. Bahan kimia obat lain
juga prinsip-prinsip pahit: yaitu diterpenoids.
deoxyandrographolide,-19-D-glukosida, dan neo-
andrografolida, semua yang telah diisolasi dari daun.
Selain pahit terkait disebutkan, komponen aktif lainnya
termasuk 14-deoxy-11, 12 didehydroandrographolide
(andrographlide D), homoandrographolide,
andrographan, andrographon, andrographosterin, dan
stigmasterol yang terakhir yang diisolasi dari
persiapan Astrographis. Daun mengandung jumlah
tertinggi andrografolida (2,39%), aktif fitokimia
medicinally paling di pabrik, sedangkan biji
mengandung terendah.
Kandungan andrografin, androfolit (zat pahit), dan
panikulin dalam sambiloto merupakan antibiotika alami.
Zat ini membantu tubuh dari dalam untuk mengurangi
risiko penuaan kulit dan menjaga fungsi organ tubuh
dari efek radikal bebas. Ekstrak sambiloto mampu
meningkatkan pertahanan tubuh terhadap infeksi yang
menurunkan kualitas organ dalam tubuh, termasuk
jaringan kulit. Pemanfaatan herba ini biasanya dalam
bentuk kering atau ekstrak daun, batang, akar, dan
bunga agar tahan lama.
Sambiloto mengandung andrograpolid,
deoksiandrograpolid, dan neograpolid pada seluruh
bagian tanaman. Namun, bagian tanaman yang paling
banyak mengandung andrograpolid adalah daun (sekitar
1%). Andrograpolid merupakan diterpenelaktode yang
digunakan dalam membuat obat. Kandungan komponen
aktif pada sambiloto dipengaruhi oleh mutu simplisia,
karakter genetik (varietas), cara budi daya (kondisi
lahan, tinggi tempat), dan penanganan pascapanen.
Kandungan senyawa fitokimia pada batang
sambiloto lebih rendah dibanding pada daun, namun
masih memenuhi standar mutu yang ditetapkan Materia
Medika Indonesia (MMI). Oleh karena itu, seluruh bagian
tanaman (batang, daun, dan buah) dapat digunakan
sebagai simplisia.

Secara umum senyawa senyawa kimia yang


terkandung dalam tanaman sambiloto adalah sebagai
berikut :
Saponin
Flavanoid
Andrografolid
Apigenin
Tanin
Neo- andrografolid
Deoksi andrografolid
Homo andrografolid
Bis andrografolid
Dehidro andrografolid
Andrografid
Panikulin
Mineral (Kalium, kalsium, natrium)
Asam kersik dan Damar
Morfologi :
Batang tak berambut, tebal 2 mm sampai 6 mm,
berbentuk persegi empat, batang bagian atas seringkali
dengan sudut agak berusuk. Daun bersilang berhadapan,
umumnya terlepas dari batang,bentuk lanset sampai
bentuk lidah tombak, panjang 2 cm sampai 7 cm, lebar 1
cm sampai 3 cm, rapuh tipis, tidak berambut, pangkal
daun runcing, ujung meruncing, tepi daun rata.
Permukaan berwarna hijau tua atau hijau kecoklatan,
permukaan bawah berwarna hijau pucat. Tangkai daun
pendek. Kelopak bunga terdiri dari 5 helai daun kelopak,
panjang 3 mm sampai 4 mm, dan berambut. Daun
mahkota berwarna putih sampai keunguan. Buah
berbentuk jorong, pangkal dan ujung tajam, panjang 2
cm, lebar 4 mm, kadang kadang pecah secara
membujur menjadi 4 keping.permukaan luar kulit buah
berwarna hijau tua sampai hijau kecoklatan, permukaan
dalam berwarna putih atau putih kelabu. Biji agak keras,
panjang 1,5 mm sampai 3 mm, lebar 2 mm. Permukaan
luar berwarna coklat muda bertonjol tonjol. Pada
penampang melintang biji terlihat endosperm berwarna
kuning kecoklatan, lembaga berwarna putih kekuningan.

b. Indikasi :
Anti-inflamasi, anti diabetes, mengobati diare,
membantu pengobatan HIV, anti malaria, mencegah penyakit
jantung, Ekstrak sambiloto khususnya zat andrografolida
menunjukan aktivitas yang efektif untuk mencegah penyakit
hati/hepar, meningkatkan sistem imun, anti kanker, dan lain
sebagainya.
c. Efek Farmakologis :
1) Analgesik : pembunuh rasa sakit
2) Anti-hyperglycaemic : memiliki efek menurunkan kadar
gula darah
3) Anti-inflamasi : mengurangi pembengkakan dan
menghemat pengeluaran dari kapiler
4) Antibakteri : perlawanan aktivitas bakteri, meskipun
sambiloto tampak sebagai antibakteri aksi lemah,
memiliki efek sangat bermanfaat dalam mengurangi diare
dan gejala yang timbul dari infeksi bakteri
5) Antimalaria : mencegah infeksi dan multiplikasi parasit
dalam aliran darah
6) Antihepatotoxic : menghilangkan racun hati
7) Antipiretik: peredam demam, baik pada manusia dan
binatang, yang disebabkan oleh beberapa infeksi atau
racun
8) Antithrombotic : pencegahan bekuan darah
9) Antiviral : menghambat aktivitas virus, menghambat
replikasi HIV
10) Antioksidan : beroperasi melawan radikal bebas
11) Cancerolytic : melawan bahkan bahkan membunuh sel-
sel kanker
12) Kardioprotektif : melindungi otot jantung
13) m. Koleretik : mengubah sifat dan meningkatkan aliran
empedu
14) Depurative : membersihkan dan memurnikan sistem,
khususnya darah
15) Ekspektoran : pembersihan lendir dari sistem
pernafasan.
16) Hepatoprotektif : melindungi hati dan kantong empedu
17) Hipoglisemiknya : peredam gula darah, protektif
terhadap diabetes
18) Immune Enhancer : meningkatkan fagositosis sel,
menghambat replikasi HIV-1, dan meningkatkan CD4 dan
limfosit T penting
19) Trombolitik : eliminator bekuan darah
20) Vermicidal : membunuh cacing usus
3. Cara Pembuatan :
1) Disiapkan bahan- bahan yang akan digunakan
2) Semua bahan yang digunakan harus dicuci bersih terlebih
dahulu.
3) Masukkan semua bahan ke dalam panci tempat merebus
4) Tambahkan air sebanyak 3 gelas atau setara dengan 600 ml air
5) Direbus semua bahan hingga menjadi 1 gelas atau setara
dengan 200 ml air
4. Cara Pemakaian :
Hasil rebusan diminum 2 kali sehari selama 8 minggu.
5. Penjelasan Penyakit
o Definisi
Dalam istilah kedokteran, batu ginjal disebut
Nephrolithiasis atau renal calculi. Batu ginjal adalah suatu
keadaan terdapat satu atau lebih batu di dalam pelvis atau
calyces dari ginjal atau di dalam saluran ureter. Pembentukan
batu ginjal dapat terjadi di bagian mana saja dari saluran
kencing, tetapi biasanya terbentuk pada kedua bagian ginjal,
yaitu di pasu ginjal (renal pelvis) dan calix renalis. Batu dapat
terbentuk dari kalsium, fosfat, atau kombinasi asam urat yang
biasanya larut di dalam urin. Batu ginjal bervariasi ukurannya,
dapat bersifat tunggal atau ganda. Tipe batu ginjal yang paling
umum mengandung kalsium dalam kombinasi dengan oxalate
atau phosphate. Senyawa-senyawa kimia lain yang dapat
membentuk batu-batu dalam saluran kencing termasuk asam
urat dan asam amino sistin. Batu-batu tinggal dalam pasu
ginjal atau dapat masuk ke dalam ureter dan dapat merusak
jaringan ginjal. Batu yang besar akan merusak jaringan dengan
tekanan atau mengakibatkan obstruksi, sehingga terjadi aliran
kembali cairan. Kebanyakan batu ginjal dapat terjadi berulang-
ulang.
o Penyebab
Kelebihan sekresi hormon paratiroid, asidosis pada tubulus
ginjal, peningkatan kadar asam urat (biasanya bersamaan
radang persendian), gangguan metabolisme, atau terlalu banyak
memakan kalsium.
o Gejala
Batu ginjal, terutama yang kecil, tidak menimbulkan
gejala namun beberapa penderita batu ginjal seringkali
melaporkan penimbulan yang mendadak dari nyeri kejang yang
menyiksa pada punggung bagian bawahnya dan/atau pada sisi,
selangkangan, atau perut. Gejala lainnya adalah mual dan
muntah, perut kembung, demam, menggigil dan darah di
dalam air kemih. Penderita mungkin menjadi sering berkemih,
terutama ketika batu melewati ureter. Batu bisa menyebabkan
infeksi saluran kemih. Jika batu menyumbat saluran kemih,
bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul
diatas penyumbatan, sehingga terjadilah infeksi. Jika
penyumbatan ini berlangsung lama, air kemih akan mengalir balik
ke saluran di dalam ginjal, menyebabkan penekanan yang akan
menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa
terjadi kerusakan ginjal.
o Pengobatan
Bila batu ginjal ukurannya masih kecil maka penderita
cukup minum air sebanyak-banyaknya untuk merangsang
pengeluaran air kemih, seringkali batu ginjal keluar bersama
urin. Untuk batu yang ukurannya sudah besar maka perlu
dilakukan tindakan medis untuk mengeluarkan batu ginjal karena
sudah tidak dapat keluar melalui saluran kemih.