Anda di halaman 1dari 6

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Semakin pesatnya perkembangan teknologi pada era globalisasi saat
ini menyebabkan tingginya tingkat persaingan, terutama dalam dunia industri.
Sektor-sektor industri merupakan salah satu motor penggerak bagi
pertumbuhan ekonomi. Pada dunia industri, manufaktur merupakan suatu
proses produksi dimana unit kerja atau kegiatan yang saling berhubungan
antara satu dengan lainnya bertransformasi dari bahan baku menjadi produk
jadi maupun setengah jadi (Wignjosoebroto, p. 55). Salah satu perusahaan di
Indonesia yang bergerak dalam bidang manufaktur adalah PT. Asia Dwimitra
Industri dengan produksi utama yaitu sepatu, khususnya sepatu olahraga.
Ketatnya persaingan dalam bidang industri menyebabkan perlu adanya sistem
kerja yang baik pada suatu proses operasi atau produksi, sehingga pencapaian
efisiensi dan produktivitas dapat dioptimalkan. Hal ini juga dialami oleh PT.
Asia Dwimitra Industri, dimana sistem kerja yang baik dibutuhkan untuk
mengurangi atau menghindari terjadinya faktor-faktor yang tidak diinginkan
dalam suatu proses produksi, seperti lamanya waktu menganggur dan waktu
menunggu yang terjadi pada mesin ataupun pada operator.
Dalam proses produksi pada PT. Asia Dwimitra Industri,
keseimbangan lini produksi harus sangat diperhatikan guna mengoptimalkan
output produksi. Lini yang tidak seimbang akan membuat stasiun kerja dalam
lini tersebut memiliki kecepatan produksi yang berbeda dan mengakibatkan
lini menjadi tidak efisien dan efektif. Penelitian di PT. Asia Dwimitra Industri
berpusat pada proses produksi NCVS (NOS Core Value Stream) 1.06 dengan
produksi sepatu jenis N-ACC, dimana proses produksi terdiri dari proses
upper dan bottom. Proses perakitan upper terdiri dari bagian atas sepatu yang
dimana proses perakitan dilakukan dengan menggunakan mesin manual
seperti mesin jahit. Sedangkan, proses bottom terdiri dari bagian bawah atau
alas sepatu dimana terdapat insole, midsole dan outsole yang prosesnya sudah
menggunakan mesin automation dengan conveyor belt sebagai alat penggerak
atau sudah memiliki fix layout yang kontinu. Oleh karena itu, yang menjadi
fokus penelitian yaitu pada proses upper dimana masalah yang dihadapi
adalah sering tidak tercapainya target output produksi yang disebabkan aliran
lini pada proses produksi tidak berjalan lancar (kontinu) yang terjadi akibat
pembagian beban penugasan kerja yang tidak seimbang, serta penempatan
stasiun kerja yang tidak berurutan dan tidak sejalan sehingga proses
pemindahan barang dari satu stasiun kerja ke stasiun berikutnya menjadi
terhambat. Akibat ketidaklancaran aliran lini tersebut, maka tingkat efisiensi
dan produktivitas menjadi rendah. Oleh sebab itu, dibutuhkan perbaikan
untuk menyeimbangkan aliran lini produksi agar berjalan kontinu sehingga
target produksi dapat terpenuhi. Dengan begitu efisiensi dan produktivitas
kerja akan meningkat dan perusahaan dapat memperoleh profit yang
maksimal serta dapat terus bersaing di dalam industri yang serupa.

1.2 Identifikasi dan Perumusan Masalah


Kendala yang terdapat pada NCVS 1.06 adalah tidak lancarnya lini
produksi antar stasiun kerja yang menyebabkan terjadinya penumpukan
material dengan tingginya delay serta idle time. Hal ini dapat ditunjukkan

1
2

dengan kondisi saat ini, dimana pada setiap stasiun kerja seharusnya memiliki
standar rak penyimpanan sebanyak 2, akan tetapi banyak terdapat stasiun
kerja yang memiliki rak penyimpanan sebanyak 3 bahkan sampai 5.
Banyaknya rak penyimpanan yang melebihi standar membuktikan bahwa
banyak terjadi penumpukan material pada stasiun kerja, sehingga perlu
dilakukan penyeimbangan lini guna meningkatkan efisiensi pada NCVS 1.06.
Perumusan masalah dalam penelitian tugas akhir ini adalah:
1. Metode keseimbangan lini apa yang sebaiknya digunakan pada proses
perakitan upper di NCVS 1.06?
2. Bagaimana keseimbangan lini dengan metode terbaik jika beberapa waktu
baku (yang terbesar) yang diterapkan perusahaan dikaji ulang dengan
menggunakan MTM-II?
3. Bagaimana aliran lini produksi dari layout usulan yang diberikan?
4. Bagaimana perbandingan nilai efisiensi dari lini perakitan awal dengan
lini usulan yang diberikan?
5. Bagaimana perbandingan kondisi lini awal dengan lini usulan yang
diberikan?

1.3 Ruang Lingkup Pembahasan


Ruang lingkup pada penelitian ini dimaksudkan agar menghindari
adanya pembahasan yang terlalu luas dan menyimpang sehingga dapat
memudahkan dalam menganalisa serta memahami penelitian yang dilakukan.
Adapun pembatasan ruang lingkup dalam penelitian ini, antara lain:
1. Penelitian dilakukan pada PT. Asia Dwimitra Industri yang memproduksi
sepatu olahraga.
2. Penelitian difokuskan untuk melakukan keseimbangan lini di NCVS 1.06
khususnya pada bagian proses perakitan upper dengan produk sepatu tipe
N-ACC.
3. Pengamatan dan pengambilan data dilakukan pada bulan Maret 2014
Juni 2014.
4. Metode keseimbangan lini yang digunakan adalah Largest Candidate
Rules (LCR), Ranked Positional Weights (RPW), Killbridge-Wester
Heuristic (KW), dan J-Wagon untuk menganalisis faktor metode.
5. Metode studi gerak dan waktu yaitu predetermined time systems dengan
menggunakan Method Time Measurement II (MTM-II) untuk
menganalisis faktor manusia.
6. Tidak membahas mengenai biaya yang akan dikeluarkan serta hambatan-
hambatan yang akan terjadi dalam penerapan keseimbangan lini.
Hambatan tersebut seperti break down mesin, peralatan rusak, listrik
padam, jumlah tenaga kerja, skill individu, dan lain sebagainya.

1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian


1.4.1 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui metode keseimbangan lini yang sebaiknya digunakan
pada proses perakitan upper di NCVS 1.06.
2. Untuk mengetahui keseimbangan lini dengan metode terbaik jika
beberapa waktu baku (yang terbesar) yang diterapkan perusahaan dikaji
ulang dengan menggunakan MTM-II.
3. Untuk mengetahui aliran lini produksi dari layout usulan yang diberikan.
3

4. Untuk mengetahui perbandingan nilai efisiensi dari lini perakitan awal


dengan lini usulan yang diberikan.
5. Untuk mengetahui perbandingan kondisi lini awal dengan lini usulan
yang diberikan.

1.4.2 Manfaat Penelitian


Adapun manfaat yang didapat dari penelitian ini, yaitu:
1. Bagi Penulis
Penelitian ini berguna untuk menambah pengalaman dan wawasan
berpikir serta mencoba untuk mengaktualisasi teori-teori keilmuan teknik
industri, terutama mengenai keseimbangan lini produksi serta studi gerak
dan waktu.
2. Bagi Perusahaan
Membantu perusahaan untuk menentukan kesimbangan lini
produksi yang terbaik guna meminimalkan jumlah waktu menunggu dan
waktu menganggur serta meningkatkan efisiensi kerja, sehingga dapat
mengoptimalkan produktivitas dan output produksi.
3. Bagi Pembaca
Memberi wawasan dan ilmu tentang bagaimana mencari metode
keseimbangan lini terbaik pada suatu lini produksi serta pembagian
gerakan-gerakan kerja dalam melakukan kerja guna mengoptimalkan
kinerja pekerja.

1.5 Sistematika Penulisan


Penulisan pada penelitian ini disusun dengan sistematika penulisan
yang secara garis besar dapat digambarkan sebagai berikut:
BAB 1 PENDAHULUAN
Terdiri dari latar belakang masalah mengenai masalah yang ada
dengan melakukan observasi sesuai dengan kondisi nyata
perusahaan, perumusan permasalahan, serta tujuan penulisan
penelitian, manfaat penelitian serta sistematika penulisan.

BAB 2 LANDASAN TEORI


Berisi landasan teori serta tinjauan pustaka yang menelaah
berbagai konsep dan teori sebagai bahan referensi untuk
pembahasan yang menjadi topik laporan penelitian.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN


Menjelaskan tentang langkah-langkah yang dilakukan dalam
melakukan penelitian. Menampilkan diagram alir dan penjelasan
langkah-langkah secara terperinci.

BAB 4 ANALISIS HASIL


Membahas mengenai profil perusahaan serta hasil observasi
lapangan yang diperoleh selama melaksanakan penelitian yaitu
berupa pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis hasil.
4

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN


Memberikan kesimpulan dan saran dari hasil penelitian serta
pengkajian rumusan masalah yang menjadi pembahasan dalam
penelitian yang dilakukan pada perusahaan.
5
5