Anda di halaman 1dari 6

LEMBAR KERJA SISWA

TITIK BERAT

Disusun oleh : Ruri Indarti (XI IPA 3/30)

TITIK BERAT
I. Tujuan
Menentukan titik berat sebuah benda.

II. Dasar Teori

Setiap benda terdiri atas partikel-partilkel yang masing-masing memiliki berat.


Resultan dari seluruh berat partikel tersebut yang dinamakan gaya berat benda. Titik
tangkap gaya berat benda inilah yang disebut dengan titik berat.

Pusat massa dan titik berat suatu benda memiliki pengertian yang sama, yaitu suatu
titik tempat berpusatnya massa/berat dari benda tersebut. Perbedaannya adalah letak
pusat massa suatu benda tidak dipengaruhi oleh medan gravitasi, sehingga letaknya
tidak selalu berhimpit dengan letak titik beratnya.Telah dikatakan sebelumnya bahwa
suatu benda tegar dapat mengalami gerak translasi (gerak lurus) dan gerak rotasi.
Benda tegar akan melakukan gerak translasi apabila gaya yang diberikan pada benda
tepat mengenai suatu titik yang yang disebut titik berat.Benda akan seimbang jika
pas diletakkan di titik beratnya

Titik berat merupakan titik dimana benda akan berada dalam keseimbangan rotasi
(tidak mengalami rotasi). Pada saat benda tegar mengalami gerak translasi dan rotasi
sekaligus, maka pada saat itu titik berat akan bertindak sebagai sumbu rotasi dan
lintasan gerak dari titik berat ini menggambarkan lintasan gerak translasinya.

Di dalam hampir semua persoalan mekanika, g (percepatan gravitasi) boleh dianggap


seragam pada seluruh bagian benda , karena ukuran benda relative kecil dibanding
jarak yang dapat menyebabkan perubahan gravitasi yang cukup berarti. Dengan
demikian pusat massa dan pusat gravitasi dapat diambil sebagai titik yang sama.
Keberhimpitan ini dapat digunakan untuk menentukan pusat massa sebuah keping
tipis yang bentuknya tidak beraturan.

Untuk benda-benda yang mempunyai bentuk sembarang letak titik berat dicari dengan
perhitungan. Perhitungan didasarkan pada asumsi bahwa kita dapat mengambil
beberapa titik dari benda yang ingin dihitung titik beratnya dikalikan dengan berat di
masing-masing titik kemudian dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah berat pada tiap-
tiap titik. dikatakan titik berat juga merupakan pusat massa di dekat permukaan bumi,
namun untuk tempat yang ketinggiannya tertentu di atas bumi titik berat dan pusat
massa harus dibedakan.

1. Pusat Massa
Koordinat pusat massa dari benda-benda diskrit, dengan massa masing-masing M1,
M2,....... , Mi ; yang terletak pada koordinat (x1,y1), (x2,y2),........, (xi,yi) adalah:

2. Titik Berat (X,Y)


Koordinat titik berat suatu sistem benda dengan berat masing-masing W1, W2, .........,
Wi ; yang terletak pada koordinat (x1,y1), (x2,y2), ............, (xi,yi) adalah:

3.Letak/Posisi Titik Berat

1. Terletak pada perpotongan diagonal ruang untuk benda homogen berbentuk


teratur.
2. Terletak pada perpotongan kedua garis vertikal untuk benda sembarang.
3. Bisa terletak di dalam atau diluar bendanya tergantung pada homogenitas dan
bentuknya.

III. Alat dan Bahan

1. Karton
2. Paku
3. Benang
4. Bandul/Pemberat
5. Gunting
6. Penggaris
7. Spidol
8. Lem/ Selotip
9. Neraca
10. Kertas Milimeter

IV. Cara Kerja

1. Buatlah sebuah bentuk dari kertas karton dengan menggunakan gunting.


2. Lubangilah karton yang telah dibentuk dengan paku di salah satu sudutnya
( Beri nama titik A).
3. Pasanglah seutas benang yang telah diberi bandul pada lubang tersebut.
4. Biarkan benang menggantung kemudian tentukan garis baginya ( Beri nama
titik A)
5. Buatlah lubang di sudut yang lain (Beri nama titik B) kemudian ulangi
langkah ketiga dan keempat sehingga terbentuk titik B.
6. Buatlah lubang di sudut yang lain (Beri nama titik C) kemudian ulangi
langkah ketiga dan keempat sehingga terbentuk titik C.
7. Jika ketiga garis bagi (A,A ; B,B dan C,C) sudah ditentukan akan
membentuk sebuah titik potong ( Beri nama titik ZT)
8. Potonglah salah satu garis bagi sehingga membentuk benda 1 dan benda 2.
9. Timbanglah benda 1 dan benda 2.(Massa kedua benda harus sama).
10. Ulangi langkah kedua sampai keempat pada benda 1 dan 2 sehingga terbentuk
titik potong Z1 dan Z2 .
11. Sambungkanlah benda 1 dan 2 dengan menggunakan lem atau selotip.
12. Hubungkan Z1 dan Z2 .
13. Tembuslah titik ZT dengan menggunakan paku.(Harus tepat diantara Z1 dan
Z2 ).

V. Data Pengamatan

Benda X Y A W
2
I 7,5 cm 2,5 cm 56,25 cm 3 gram
II 2,5 cm 7,5 cm 56,25 cm2 3 gram

VI. Hasil Pengamatan

W1 = W2 = m.g
= 3.10-3kg . 10 m/s2
= 0,03 kg m/s2

X = W1.X1 + W2.X2
W1 + W2
= 0,03 . 0,075 + 0,03 . 0,025
0,03 + 0,03
= 0,00225 + 0,00075
0,06
= 0,003
0,06
= 0,05 m
= 5 cm

Y = W1.Y1 + W2.Y2
W1 + W2
= 0,03 . 0,025 + 0,03 . 0,075
0,03 + 0,03
= 0,00075+ 0,00225
0,06
= 0,003
0,06
= 0,05 m
= 5 cm

ZT = { 5 ; 5 }

VII. Kesimpulan

Semua benda memiliki titik berat.Titik berat suatu benda dapat dihitung dengan
menggunakan rumus :
X = W1.X1 + W2.X2
W1 + W2
Y = W1.Y1 + W2.Y2
W1 + W2
ZT = { X ; Y }
Selain menggunakan rumus,titik berat dapat dicari dengan cara manual yaitu dengan
melakukan percobaan.Baik menggunakan rumus ataupun melakukan percobaan,akan
diperoleh hasil yang sama atau mendekati sama.
Lampiran