Anda di halaman 1dari 2

4.2.

4 Pemandirian Masyarakat

Arah dari pemandirian masyarakat sebagai bagian dari


proses pemberdayaan masyarakat adalah berupa pendampingan
untuk menyiapkan masyarakat agar mereka benar-benar mampu
mengelola kegiatannya sendiri.

Proses pemberdayaan masyarakat dipengaruhi oleh faktor


internal dan faktor eksternal dimana keduanya sangat penting.
Proses pemberdayaan seharusnya juga didampingi oleh tim
fasilitator yang bersifat multidisiplin yang berperan sangat aktif
pada awal proses tetapi berkurang selama berjalannya proses
sampai masyarakat mampu melanjutkan kegiatannya sendiri
secara mandiri. Peran tim fasilitator akan dipenuhi oleh pengurus
kelompok atau pihak lain yang dianggap mampu oleh
masyarakat. Kapan waktu pemunduran tim fasilitator tergantung
dari kesepakatan yang telah ditetapkan di awal proses bersama
dengan warga.

Berdasarkan pengalaman, tim fasilitator biasanya dapat


dilakukan minimal 3 tahun setelah proses dimulai dengan tahap
sosialisasi. Anggota tim tetap berperan sebagai penasehat atau
konsultan meskipun tim fasilitator sudah mundur.

Kegiatan pemberdayaan dapat dibagi dalam beberapa


tahapan, di antaranya:

1) Penetapan dan pengenalan wilayah kerja


Penetapan wilayah kerja perlu memperoleh kesepakatan
antara tim fasilitator, aparat pemerintah setempat,
(perwakilan) masyarakat setempat, dan pemangku
kepentingan lain (pelaku bisnis, tokoh masyarakat, aktivis
LSM, akademisi, dll). Hal ini bertujuan agar menghindari
konflik kepentingan antar semua pemangku kepentingan
serta untuk membangun sinergi dan memperoleh
dukungan berupa partisipasi dari seluruh pemangku
kepentingan, sehingga diharapkan program pemberdayaan
masyarakat dapat berhasil dan diterima.
2) Sosialisasi kegiatan
Upaya untuk mensosialisasikan rencana kegiatan
pemberdayaan masyarakat yang akan dilakukan di wilayah
tersebut. Perlu dikemukakan juga tentang pihak-pihak yang
terlibat, pembagian peran yang diharapkan, pendekatan,
strategi, serta langkah-langkah yang akan dilakukan.
3) Penyadaran masyarakat
Merupakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan masyarakat
untuk menyadarkan keberadaannya, baik sebagai individu
dan anggota masyarakat maupun kondisi lingkungannya
yang menyangkut lingkungan fisik/teknis, sosial budaya,
ekonomi dan politis.