Anda di halaman 1dari 11

PAPER 1: ANATOMI FISIOLOGI SISTEM REPRODUKSI DALAM

PROSES PERKEMBANGAN

KEPERAWATAN SISEM REPRODUKSI

OLEH:

KELOMPOK 9

Desy Putri Anggi S 1411311010

Nana Arfi surya 1411311015

Uci Ramadhani Anwar 1411312008

Rahmi Wulandari 1411312012

Mistati Novita Sari 1411312018

Ranti Anggasari 1411312024

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG

2017
1. Anatomi Fisiologi Janin dan Bayi
Bayi Janin Gambar
Laki-laki: Laki-laki:
1. Testis turun dalam 1. Minggu 1-2 :
skrotum pembentukan
2. Spermatogenesis tidak
pembelahan sel yang
terjadi A. skema embrio usia 3 minggu
cepat dan diferensiasi
3. Prepusium menutupi
memperlihatkan sel-sel benih
pada lapisan germinal
muara uretra dan tidak
2. Minggu 3: sel-sel primordial didinding kantong
dapat ditarik
masenkim di alur kuning telur dekat perlekatan
kebelakang selama 3-4
primitif bermigrasi ke allantois
tahun
membran kloakalis. B. Migrasi sel benih primordial
4. Rugae melapisi
3. Minggu 5: tonjolan
sepanjang dinding usus belakang
skrotum
genetalia terbentuk
5. Terjadi hidrokel dan mesentrerium dorsal menuju ke
4. Minggu 6: sel-sel
(penimbunan cairan rigi kelamin
primoridial bergerak
disekitar testis)
sepanjang
mesenterium usus
belakang dan sampai
di gonad primitif
5. Minggu 7: sel-sel Embrio 6 minggu: gonad indiferen
Reproduksi pria benih tampak pada dengan korda kelamin primitif.
rigi kelamin
6. Minggi 8: Testis
sudah dapat
dibedakan
7. Minggu 12: jenis
kelamin sudah dapat A. Hubungan rigi kelamin dengan
dikenali mesonefros
8. Minggu 16: testi siap B. Potongan melintang melalui
mengalami desenden mesonerfos dan rigi kelamin
ke dalam skrotum setinggi yang diperlihatkan pada A
9. Bulan 4: korda terstis
berbentu seperto tapal
kuda dan ujung-
ujungnya
bersambungan dengan
ujung rate testis Perkembangan duktus genetalis
10. Minggu 32: testis
minggu ke-6
turun ke dalam
skrotum
11. Minggu 40: Minggu
ketestis berada
dalam skrotum
A. Usia 4 bulan: segmen kranial
dan kraudal (tubulus paragenetal)
dari mesonerfos beregresi
B. Duktus genetalis setelah
penurunan testis. Perhatikan korda
testis yang seperti tapal kuda, rete
testis, dan duktus eferen yang
memasuki duktus defern.
Paradidimis dibentuk oleh sisa
tubulus mesonerfros paragenital.
Dutus paramesonefros telah
berdegenerasi kecuali appendiks
testis. Utrikulus prostatikus adalah
kantong yang menonjol keluar
uretra
Wanita: Wanita:
1. Ovarium berisi beribu- 1. Minggu ke-5 :
ribu sel germinal tonjolan genital telah
primitif dan terbentuk.
2. Minggu ke-7 : sel-sel
mengandung ova matur
Minggu 6: bagan duktus genetalis
2. Korteks sovarium benih tampak pada
(folikel primodial rigi kelamin.
3. Minggu ke-8:
membentuk bagian
Ovarium sudah dapat
ovarium)
3. Bagian eksterna dibedakan.
4. Minggu ke-12 : jenis
biasanya edematosa
kelamin sudah dapat
disertai pigmentasi
dikenali. Organ-organ
yang banyak
4. Labia mayora dan seks eksternal dan
A. Minggu ke-7: degenerasi korda
minora menutupi internal spesifik mulai kelamin primitif (medula) dan
vestibulum terbentuk. pembentukan korda korteks
5. Ditemukan tag pada 5. Minggu ke-16 :
B. Bulan ke-5 Tubulus mesonerfos
vagina dan hymen Vagina terbuka.
ekskretorius (duktus eferen) tidak
6. Bulan ke-4 : Korda
berhubungan dengan rate. Korteks
korteks terpecah
mengandung gugud oogonia yang
menjadi kelompok
dikelilingi folikel
-kelompok sel
tersendiri, yang
masing-masing
mengelilingi satu atau
lebih benih primitif.
7. Minggu ke-40 : Labia
A. Perkembangan duktus genetalis
mayora berkembang
akhir bulan 2
dengan baik
B. duktus genetalis setelah ovarium
turun. Bagian sistem mesonefros
yang tersisa adalah epooforon,
parooforon, dan kista gartner

Potongan melintang melalui rigi


urogenital pada urutan potongang
yang semakin rendah. Duktus
paramesonefros saling mendekat
satu sama lain di garis tengah
kemudian bersatu lalu terbentuklah
lipatan melintang yaitu ligamentum
latum uteri di dalam panggul.
Gonad terletak pada permukaan
belakang lipatan melintang
tersebut.
A. 9 minggu hilangnya septum
uterina
B. Akhir bulan 3, jaringan bulbus
sinovaginalis
C. BBL, fornises dan bagian atas
terbentuk dari vakuolisasi jaringan
paramesonefros, bagian bawah
terbentu dari jaringan bulbus
sinovaginalis

Pembentukan rahim dan vagina

Perke
mbangan genitalia eksterna wanita
pada kehamilan 5 bulan

2. Anatomi Fisiologi Remaja dan Dewasa


Pria
Eksternal
Anatomi Fisiologi
Penis
Penis terdiri jaringan kavernosa (erektil) dan dilalui uretra. Ada dua
permukaan yaitu permukaan posterior penis teraba lunak (dekat uretra)
dan permukaan dorsal. Jaringan erektil penis tersusun dalam tiga kolom
longitudinal, yaitu sepasang korpus kavernosum dan sebuah korpus
spongiousum di bagian tengah. Ujung penis disebut
glans.

Skrotum Kantung kulit khusus yang melindungi testis dan epididimis dari cedera
fisik dan pengatur suhu testis

Glands penis Dilapisi lapisan kulit tipis berlipat, yang dapat ditarik ke proksimal
disebut prepusium (kulit luar), prepusium ini dibuang saat dilkukan
pembedahaan (sirkumsisi). Penis berfungsi sebagai penetrasi. Penetrasi
pada wanita memungkinkan terjadinya deposisi semen dekat serviks
uterus. Glands penis ini mengandung jaringan erektil dan berlanjut ke
korpus spongiosum.
Internal
Epidideimis Tempat terjadinya maturasi sperma

Vas deferens Lanjutan langsung dari epididimis

Vesikula Menghasilkan cairan semen yang mengandung fruktosa dan prostaglandin


seminalis

Kelenjar Mengeluarkan cairan prostat saat ejakulasi


prostat

Testis Menghasilkan spermatozoa dan hormon testosteron

Hormon Testosteron: muncul saat pertama kali saat pubertas dan menyebabkan
penis, testis, dan scrotum membesar sampai usia 20 tahun
LH: menstimulus sel-sel leydig mensekresi testosteron
FSH: menstimulus sel-sel sertoli yang mengubah spermatid menjadi
sperma
Estrogen: pematangan sperma
Hormon pertumbuhan: mengatur fungsi metabolisme testis
Wanita
Eksterna

Anatomi Fisiologi
Mons pubis Banyak lemak dan ditumbuhi rambut saat masa pubertas dimulai
Labia mayora Labia mayora banyak mengandung saraf
dan labia minora
Klitoris Sebuah jaringan ikat erektil kecil kira-kira sebesar biji kacang hijau
yang dapat mengeras dan tegang (erectil) yang mengandung urat
saraf
Vestibulum Merupakan rongga yang berada di antara bibir kecil (labia minora),
muka belakang dibatasi oleh klitoris dan perineum. Dalam
vestibulum terdapat muara-muara dari : liang senggama (introitus
vagina),urethra,kelenjar bartolini, dan kelenjar skene kiri dan kanan
Himen Lapisan/membran tipis yang menutupi sebagian besar dari liang
senggama, ditengahnya berlubang supaya kotoran menstruasi dapat
mengalir keluar, letaknya mulut vagina pada bagian ini, bentuknya
berbeda-beda ada yang seperti bulan sabit. Konsistensinya ada yang
kaku, dan ada yang lunak, lubangnya ada yang seujung jari, ada yang
dapat dilalui satu jari. Himen mungkin tetap ada selama pubertas
atau saat hubungan seksual pertama kali.
Perineum Terdiri dari otot fibrus yang kuat di sebelah anus depan anus
Vagina Banyak mengandung glikogen yang menghasilkan asam yang
memberikan proteksi terhadap infeksi
Internal

Uterus Uterus disangga oleh ligamentum, jaringan ikat dan parametrium.


aliran darah berasal dari arteri uterina yang merupakan cabang dari
arteri illiaka interna. Ada 3 lapisan uterus yaitu endometrium,
miometrium, dan perimetrium
Tuba falopi Menangkap ovum saat ovulasi. Tempat terjadinya pembuahan.
Ismus: bagian TF di drkat uterus, ampula: bagian TF berbentuk
lekungan diatas ovarium, Infudibulum: pangkal TF yang terdapat
fibrae sebagai kaki yang menangkap ovum dari ovarium
Ovarium Memproduksi ovum, estrogen dan progesteron.
Payudara Alveoli: memproduksi susu, tubulus lactifer: saluran kecil yang
berhubungan denga alveoli, duktus lactifer: saluran sentral muara
beberapa tubulus lactifer, ampula: tempat penyimpanan susu
Hormon Estrogen: mempermudah pertumbuhan folikel, meningkatkan
pertumbuhan duktus-duktus di kelenjar mamae, menurunkan sekresi
FSH, merangsang pertumbuhan mons pubis, menghambat dan/atau
meningkatkan LH.
Progesteron: pertumbuhan endometrium, meningkatkan sekresi dan
mukosa tuba falopi, meningkatkan perkembangan lobulus dan
alveolus kelenjar mamae
FSH: mulai pada umur 11 tahun untuk pematangan ovum
LH: bekerjasama dengan LH untuk mensekresi estrogen dari folikel
LTH: mempertahankan produksi progesteron dalam korpus luteum

Genitalia memperlihatkan adanya tanda-tanda rangsangan estrogen. Terjadi penebalan


mons pubis, labia major dan labia minor sedikit membulat. Himen menebal dan menjadi
transparan. Vagina memanjang dan mukosa menebal. Pada usia 9-10 tahun, uterus mulai
tumbuh dan perubahan bentuk uterus terutama akibat dari proliferasi miometrium.
Menjelang menarche terjadi proliferasi endometrium. Pada awal pubertas (usia 10-13
tahun), penampilan genitalia eksterna sudah menyerupai wanita dewasa. Kelenjar
bartholine mulai menghasilkan lendir sebelum menarche. Panjang vagina sudah mencapai
ukuran wanita dewasa yaitu 10-12 cm, konsistensi lebih lentur dengan mukosa yang
menebal. Sekresi vagina menjadi asam dan lactobacillus muncul kembali. Fornix vagina
sudah terbentuk sehingga serviks terpisah dari puncak vagina. Corpus uteri tumbuh
dengan cepat dan mencapai ukuran dua kali lipat dari servik. Ovarium sudah berada dalam
panggul.
Karakteristik seksual sekunder terlihat dan sering terjadi perubahan yang cepat selama
periode premenarche lanju. Estrogen meningkatkan penimbunan lemak tubuh dan
mengawali pertumbuhan stroma dan ductus payudara. Kadang-kadang terjadi leucorrhoe
fisiologik. Pertumbuhan rambut pubis berada dibawah kendali androgen adrenal. Pola
rambut pubis seperti segitiga dengan basis diatas mons pubis.

3. Anatomi Fisiologi Lansia


Lansia Wanita
Uterus Mengecil karena atrofi endometrium dan hilangnya cairan serta
perubahan bentuk jaringanikat intertesial, serabut otot miometrium
menebal, pembuluh darah miometrium menebal dan menonjol
Tuba Falopi Lipatan-lipatan tuba falopi memendek, menipis, dan mengerut,
endosalpingo menipis, mendatar, dan silia menghilang
Serviks Mengkerut sampai terselubung oleh dinding vagina, kriptaservikalis
menjadi atropik, kanalis servikalis memendek sehingga menyerupai
ukuran serviks fundus saat masa adolense
Vagina Penipisan vagina menyebabkan hilangnya rugae, berkurangnya
vaskularisasi, elastisitas berkurang, sekret menjadi encer, pH
meningkat karena terhambatnya pertumbuhan basil donderlein,
mukosa pucat, menipis, dan kering
Payudara Diserapnya lemak subkutan, atrofi jaringan parenkim, lobulus
menciut, stroma jaringan ikat fibrosa menebal. Puting susu mengecil,
kurang erektil, pigmentasi berkurang sehingga payudara menjadi
datar dan mengendor
Ovarium Ovulasi sulit terjadi karena folikel mengalami kerusakan akibat
delapan tahun sebelum mengalami monopause kadar estrogen dan
progesteron mengalami fluktuasi. fungsi ovarium berhenti antara
umur 40-55 tahun
Labia mayora Menjadi kecil, datar, rambut pubis hilang dan bewarna abu-abu
Labia Minora Lebih mengkilat dan kering
Lansia Pria
Kelenjar prostat Membesar
Testis Elevasi testis berurang, testis menjadi kecil dan kurang produktif,
tubular testis akan menebal dan berdegenerasu, testis masih bisa
memproduksi testosteron meskipun adanya penurunan secara
berangsur-angsur.
Penis Spasme diakibatkan penurunan tonus otot
Skrotum Mengalami vasokongesti berkurang sehingga menyebabkan
kebocoran cairan ejakulasi tanpa adanya sensasi ejakulasi

4. Proses Menstruasi dan Kehamilan


Siklus menstruasi
1. Fase menstruasi (3-8 hari)
Korpus luteum menghentikan produksi
estrogen dan progesteron yang
mengakibatkan ovum yang tidak dibuahi
meluruh bersama dengan endometrium.
2. Fase Proliferasi
Hipotalamus menghasilkan hormon
gonadotropin yang merangsang pembentukan
FSH yang akan merangsang pematangan
folikel dan menghasilkan hormon
estrogen yang nanti akan merangsang penebalan endometrium dan menghambat
produksi FSH tetapi memacu pembentukkan LH
3. Fase Ovulasi (hari ke-14 sejak pertama kali menstruasi)
LH merangsang pelepasan sel telur dari folikel
4. Fase Sekresi
Folikel yang ditinggalkan akan membentuk korpus luteum yang berfungsi
menghasilkan progesteron. Bila hari ke-26 tidak terjadi pembuahan, korpus luteum
akan membentuk korpus albikan yang dapat memproduksi estrogen dan progesteron
amat rendah sehingga kembali ke fase menstruasi
Siklus kehamilan

Fertilisasi terjadi di tuba fallopi dan menghasilkan zigot. Zigot membelah menjadi dua sel
kemudian membelah lagi menjadi 4 kemudian membelah lagi menjadi 32 sel yang
berkelompok yang disebut morulla. Morulla membelah menjadi blastula. Blastula
mempunyai rongga yang disebut blastosol. Blastula terdiri dari sel-sel bagian dalam dan
sel-sel bagian luar. Sel-sel luar disebut trofoblas yang membantu implantasi blastula dan
kemudian berkembang menjadi plasenta dan membran hamil sedangkan sel-sel bagian
dalam akan membentu embrioblas. Hari ke-5 atau ke-4 setelah fertilisasi, blastula bergerak
menuju uterus. Selama proses ini, korpus luteum menghasilkan progesteron untuk
implantasi embrio. Dinding uterus menjadi lunak, tebal, dan lembut serta mengeluarkan
sekret seperti air susu.
DAFTAR PUSTAKA
Lawdermilk, et al. 2012. Maternity & Woman's Health Care. U.K: Elsevier
Perry, et. al. 2010. Maternal Child Nursing Care, Fourth Edition. Canada: Elsevier
Prawirhardjo. 2011. Ilmu Kandungan. Jakarta: Tridasa Printer
Syaifuddin. 2014. Anatomi Fisiologi: Kurikulum Berbasis Kompetensi Untuk Keperawatan
& Kebidanan, Ed. 4. Jakarta: EGC