Anda di halaman 1dari 7

PAPER 2: ANATOMI FISIOLOGI SISTEM REPRODUKSI DALAM PROSES

KEHAMILAN SAMPAI NIFAS

KEPERAWATAN SISEM REPRODUKSI

OLEH:
KELOMPOK 9
Desy Putri Anggi S 1411311010
Nana Arfi surya 1411311015
Uci Ramadhani Anwar 1411312008
Rahmi Wulandari 1411312012
Mistati Novita Sari 1411312018
Ranti Anggasari 1411312024

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2017
1. Kehamilan Normal dan Ganda
Trimester 1
Uterus Pembesaran uterus karena pengaruh estrogen dan progesteron. Awal
pembesaran rahim karena peningkatan vaskularisasi dan pelebaran
pembuluh darah, hiperplasia, hipertrofi, pengembangan decidua. Tujuh
minggu kehamilan rahim sebesar telur ayam. Kehamilan 7 minggu
sebesar buah jeruk. Kehamilan 12 minggu sebesar jeruk yang paling
besar

Serviks Pelunakan serviks karena stimulasi dari progesteron dan estrogen


Ovarium Ovulasi tidak terjadi karena tingginya estrogen dan progesteron
sehingga menghambat pelepasan FSH dan LH
Vagina dan Warna hampir biru karena dilatasi vena akibat kerja progesteron.
Vulva Sekresi asam di vagina meningkat. Chadwick sign terlihat pada
minggu ke-6 sampai minggu ke-8
Payudara Pembesaran payudara, kepenuhan, kesemutan, dan meningkatkan
sensitivitas. Hormon elanotropin menyebabkan puting menjadi lembut,
dan lebih jelas dengan aerola mulai gelap. Montgomery tuberkel
(kelenjar sebasea) dan sekitar aerola membesar dan meberikan
pelumasan untuk jaringan puting
Trimester II
Uterus Dinding otot makin kuat dan lebih elastis. Janin memanjang, rahim
memanjang dan naik keluar dari panggul ke dalam rongga perut. Pada
22-24 minggu rahim naik ke umbilikus dan mencapai proses xidoideus.
Estrogen menyebabkan kontraksi otot-otot rahim. Kontraksi braxton
hicks tidak teratur dan tanpa rasa sakit serta mulai pada minggu ke-16.
Semakin uterus membesar kontraksi semakin lebih sering dan intens.
Serviks Peningkatan estrogen dan progesteron mengakibatkan serviks semakin
melunak dan peningkatan estrogen menyebabkan stimulasi kelenjar
serviks yang meningkatkan jumlah sel dan menjadi hiperaktif.
Kemungkinan adanya leucoria.
Ovarium Terdapat korpus graviditas sampai terbentuknya plasenata yang
mengambil alih pengeluaran estrogen dan progesteron
Vagina dan Penebalan vagina dan lipatan vagina menjadi lebih menonjol.
Vulva Lipatannya semakin dalam dari hiperplasia dan hipertrofi epitel dan
jaringan elastis dan perubahan ini memungkinkan untuk cukup
peregangan pada vagina saat melahirkan
Payudara Pra kolostrum: cairan tipis yang jelas, ditemukan dalam sel-sel asinus,
bagian terkecil dari kelenjar susu, mengandung antibodi, protein
penting dan lemak. Keluarnya cairan cream pada minggu ke-16.
Trimester III
Uterus Diantara minggu ke-38 dan 40 tinggi fundus menyesuaikan janin,
uterus mulai turun dan hampir mengenai panggul sehingga ketegangan
perut pun menurun.
Serviks Banyak dihasilkan dan sangat berfungsi pada trimester ini. Serviks
menjadi lunak danlebih mudah berdilatasi.
Ovarium Ovulasi terhenti, fungsi pengeluaran hormon estrogen dan progesteron
diambil alih oleh plasenta
Vagina dan Vagina atau vulva berubah menjadi lebih merah atau biru karena
vulva penngaruh estrogen sehingga menimbulkan hipervaskularisi. pH juga
asam sehingga rentan terhadap infeksi
Payudara Pembesaran payudara secara progresif. Tingginya hormon luteal dan
plasenta membuat proliferasi duktus laktiferus dan jaringan
lobulealveolar sehingga jika dipalpasi akan ada nodular kasar. Jaringan
kelenjar menggantikan jaringan ikat sehingga membuat jaringan lebih
lembut dan longga

Dalam kehamilan kembar, perubahan anatomi fisiologi sistem reproduksi sama dengan
hamil tunggal. Hanya saja, pada kehamilan ganda uterus terus berkemabang lebih besar
dibandingkan dengan hamil tunggal. Serviks, vagina dan vulva, ovarium, dan payudara
memiliki perubahan fisiologis yang sama dengan fisiologis hamil tunggal. 10 L atau lebih
dan berat lebih dari 20 pon. Khusus dengan kembar dua monozygot, dapat terjadi
akumulasi yang cepat dari jumlah cairan amnionik yang nyata sekali berlebihan, yaitu
hidramnion akut.
1. Kembar Monozigotik
Kembar monozigotik atau identik, muncul dari suatu ovum tunggal yang dibuahi yang
kemudian membagi menjadi dua struktur yang sama.
2. Kembar Dizigot
Dizigotik, atau fraternal, kembar yang ditimbulkan dari dua ovum yang terpisah
2. Melahirkan

Kala I
Lama kala I untuk primigravida berlangsung 12 jam sedangkan untuk multigravida 8 jam
dengan pembukaan 2 cm/jam

1. Kontraksi: terjadi secara teratur, menjadi lebih kuat, tahan lama, dan terjadi lebih singkat.
Kontraksi selama laten ringan-sedang selama 30-40 detik, aktif sedang-berat sleama 4-070
detik, dan transisi berat-sampai berat selam 45-90 detik
2. Serviks: menunjukkan perubahan yang progresif (mengalami pelunakkan, penipisan,
pelebaran pembuluh darah). Ada 3 tahap pelebaran serviks yaitu laten (0-3 cm) yang terjadi
selama 6-8 hari dan mukosa serviks bewarna pink pucat, aktif (4-7 cm) yang terjadi selam
3-6 hari, dan transisi (8-10 cm) yang terjadi selama 20-40 min
3. Janin: Janin menekan pelvis, menyebabkan ibu mudah bernafas dan menekan kandung
kemih sehingga mengalami peningkatan urin.
Kala II
kala ini berlangsung 1,5 jam pada primigravida dan 0,5 jam pada multipara. Batasan
persalinan kala II yaitu dimulai saat pembukaan serviks lengkap (10 cm) dan berakhir dengan
lahirnya seluruh tubuh janin. Kontraksi pada kala II ini biasanya sangat kuat sehingga
kemampuan ibu untuk menggunakan otot-otot abdomen dan posisi presentasi mempengaruhi
durasi kala II. Transisi kala II ini biasanya berlangsung singkat dan umumnya terjadi hanya
dalam tempo beberapa menit saja.

1. Uterus: kontraksi semakin meningkat


2. Perineum: menggembung
Kala III
Kala uri/plasenta terlepas dari dinding uterus dan dilahirkan. Prosesnya 6-15 menit setelah
bayi lahir. Lepasnya plasenta dapat dilihat dari uterus mulai membentuk bundar, terdorong ke
atas karena plasenta dilepas ke segmen bawah rahim, tali pusat bertambah panjang, terjadi
perdarahan

1. Kontraksi: kontraksi uterus sangat hebat


2. Plasenta: mulai memisah dari endometrium sehingga menyebabkan perdarahan
3. Uterus: menjadi keras dan bulat
Kala IV
1. Kontraksi: kontraksi uterus mulai menghilang selama 1-2 hari
2. Plasenta: sudah keluar semua dan observasi cairan yang keluar dari uterus
3. Uterus: mengecil

3. Nifas
Tahapan Post Partus
1. Immediate
Masa segera setelah plasenta lahir sampai dengan 24 jam. Pada masa ini sering
terdapat masalah, misalnya perdarahan kerana atonia uteri. Oleh karena itu, dengan
teratur harus melakukan pemeriksaan kontraksi uterus, pengeluaran lochea, tekanan
darah, dan suhu.
2. Periode early postpartum (24 jam 1 minggu)
Pada fase ini memastikan involusi uteri dalam keadaan normal, tidak ada perdarahan,
lochea tidak berbau busuk, tidak demam, ibu mendapatkan makanan dan cairan, serta
ibu dapat menyusui dengan baik.
3. Periode late postpartum (1 minggu 5 minggu)
Pada periode ini tetap melakukan perawatan dan pemeriksaan sehari-hari serta
konseling KB.
Perubahan Fisik
Anatomi Fisiologi
Payudara Hormon yang dihasilkan plasenta tidak lagi ada untuk
menghambatnya, kelenjar pituitary mengeluarkan prolaktin (hormon
laktogenik). Sampai hari ketiga setelah melahirkan, terbukti adanya
efek prolaktin pada payudara. Pembuluh darah payudara menjadi
bengkak terisi darah, menyebabkan hangat, dan rasa sakit. Sel-sel yang
menghasilkan ASI mulai berfungsi, dengan peran lobula dan ASI
mulai mencapai putting melalui saluran susu (ductus), menggantikan
kolostrum yang telah mendahuluinya.
Uterus Pada akhir tahap ketiga persalinan, uterus berada di garis tengah, kira-
kira 2 cm dibawah umbilicus dengan bagian fundus bersandar pada
promotorium sakralis. Pada saat ini besar uterus kira-kira sama dengan
besar uterus sewaktu usia kehamilan 16 minggu dan beratnya kira-kira
1000 gr. Dalam waktu 12 jam, tinggi fundus mencapai kurang lebih
satu cm diatas umbilicus. Fundus turun kira-kira satu hingga dua cm
setiap 24 jam. Uterus, yang pada waktu hamil penuh beratnya 11 kali
berat sebelum hamil, berinvolusi menjadi kira-kira 500 gr satu minggu
setelah melahirkan dan 350 gr dua minggu setelah melahirkan. Pada
minggu ke enam, beratnya menjadi 50 sampai 60 gr. Pembesaran
uterus terjadi karena pertumbuhan estrogen dan progesteron secara
masif.
Cerviks dan Beberapa hari setelah persalinan ostium eksternum dapat di lalui oleh 2
vagina jari, pada akhir minggu pertama dapat dilalui oleh 1 jari saja. Rasa
sakit yang disebut dengan after pains (meriang dan mules) disebabkan
oleh kontraksi rahim berlangsung 3-4 hari pasca persalinan
Lochia Lochia adalah cairan yang dikeluarkan dari uterus melalui vagina
dalam masa nifas. Akan berwarna putih bercampur merah pada hari
ketiga sampai ketujuh, berwarna kekuningan hari ke 7-14, berwarna
putih hari 14. Ada 3 jenis lochia yaitu lochia rubra: bewarna merah
yang mengandung darah, decidua, dan trophoblastic debris; lochia
serosa (3-4 setelah melahirka): bewarna pink atau coklat yang
mengandung old blood, leukosit, serum, dan jaringan debris dan
biasanya terjadi selama 22 sampai 27 hari; lochia alba (2 sampai 6
minggu setelah melahirkan): bewarna putih mengandung leukosit,
decidua, sel epitel, mukus, serum, dan bakteri
Ovulasi Sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh laktasi: rata-rata ovulasi
pertama, 10-12 minggu untuk wanita yang tidak menyusui, 12-36
minggu untuk ibu yang menyusui
Tempat Menjadi area yang menonjol, nodular, dan tidak beraturan. Konstriksi
plasenta vaskular dan trombus menyumbat pembuluh darah di tempat plasenta
tersebut sehingga menyebabkan homeostasis dan nekrosis di daerah
endometrium.
Hormon Kadar prolaktin meningkat sehingga menyebabkan ovarium tidak
berespon terhadap stimulus FSH. Kadar estrogen dan progesteron pun
menurun

DAFTAR PUSTAKA

Lawdermilk, et al.2012. Maternity & Woman's Health Care. U.K: Elsevier


Padilla. 2014. Buku ajar keperawatan materernitas. Yogyakarta: Nuha Medika
Perry, et. al. 2010. Maternal Child Nursing Care, Fourth Edition. Canada: Elsevier
Prawirhardjo. 2011. Ilmu Kandungan. Jakarta: Tridasa Printer
Reeder, dkk. 2012. Keperawatan Maternitas Volume 2. Jakarta : EGC.