Anda di halaman 1dari 9

Laporan Responsi Hari/Tanggal : Kamis, 17 April 2014

Keselamatan dan Kesehatan Kerja PJ Dosen : M. Islam Nasution

PENGARUH PENCAHYAAN TERHADAP PEKERJA

Kelompok 3 / BP1

Andhika Surya J H J3E113043

Diajeng Priska Andini J3E113053

Intan Purnamawati J3E213090

Rizky Anggreini J3E113048

Yuni Tiara Sari J3E113049

SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN


PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2014
I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam melaksanakan suatu pekerjaan, masalah keamanan dan keselamatan
kerja merupakan faktor penting yang harus menjadi perhatian utama semua pihak.
Keberhasilan kita dalam melaksanakan pekerjaan tidak hanya diukur dari
selesainya pekerjaan tersebut. Banyak hal yang dijadikan sebagai parameter
penilaian terhadap keberhasilan suatu pekerjaan. Pekerjaan dinilai berhasil apabila
keamanan dan keselamatan semua sumber daya yang ada terjamin, dapat
diselesaikan tepat waktu atau bahkan bisa lebih cepat dari waktu yang ditentukan,
memberikan keuntungan bagi perusahaan, memberikan kepuasan kepada semua
pihak (pimpinan, karyawan dan pemberi kerja).
Penerangan sangat mempengaruhi kemampuan manusia untuk melihat
obyek secara jelas, cepat tanpa menimbulkan kesalahan. Kebutuhan akan
pencahayaan yang baik, akan makin diperlukan apabila kita mengerjakan suatu
pekerjaan yang memerlukan ketelitian karena penglihatan. Pencahayaan yang
terlalu suram mengakibatkan mata pekerja makin cepat lelah karena mata akan
berusaha untuk melihat, dimana lelahnya mata mengakibatkan kelelahan mental,
lebih jauh lagi keadaan tersebut bisa menimbulkan rusaknya mata, karena bisa
menyilaukan.
Penerangan merupakan faktor yang sangat penting dalam suatu kantor
karena dapat memperlancar pekerjaan di kantor. Apalagi seorang karyawan yang
pekerjaannya berkaitan dengan ketatabukuan maka tulisan harus terlihat jelas
tanpa terlindung oleh bayangan. Penerangan yang cukup akan menambah
semangat kerja karyawan, karena mereka dapat lebih cepat menyelesaikan tugas-
tugasnya, matanya tidak mudah lelah karena cahaya yang terang, dan
kesalahankesalahan dapat dihindari.
Permasalahan penerangan meliputi kemampuan manusia untuk melihat
sesuatu, sifat-sifat dari indera penglihatan, usaha-usaha yang dilakukan untuk
melihat obyek lebih baik dan pengaruh penerangan terhadap lingkungan, alat yang
digunakan untuk mengetahui intensitas penerangan adalah Luxmeter.
Penerangan dikatakan buruk apabila memiliki intensitas penerangan yang
rendah untuk jenis pekerjaan yang sesuai, distribusi yang tidak merata,
mengakibatkan kesilauan, dan kurangnya kekontrasan.

1.2 Rumusan Masalah


a. Menjelaskan definisi Penerangan ?
b. Menjelaskan sumber-sumber pencahayaan ?
c. Bagaimana cara pengendalian terhadap penerangan ?
d. Bagaimana cara pencegahan terhadap kesilauan ?

1.3 Tujuan
a. Untuk mengetahui definisi penerangan.
b. Untuk mengetahui sumber-sumber pencahayaan.
c. Untuk mengetahui cara pengendalian terhadap penerangan.
d. Untuk mengetahui cara pencegahan terhadap kesilauan.
II. PEMBAHASAN

2.1 Definisi
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan No.1405 tahun 2002, penerangan
adalah jumlah penyinaran pada suatu bidang kerja yang diperlukan untuk
melaksanakan kegiatan secara efektif. Oleh sebab itu salah satu masalah
lingkungan ditempat kerja harus diperhatikan yaitu pencahayaan. Nilai
Pencahayaan yang dipersyaratkan oleh Kep-Menkes RI No.
1405/Menkes/SK/XI/2002 yaitu minimal 100 lux.
Penerangan atau cahaya yang cukup merupakan pertimbangan yang penting
dalam fasilitas fisik kantor. Lebih-lebih dalam gedung yang luas dan kurang
jendalanya, cahaya alam itu tidak dapat menembus sepenuhnya, karena itu sering
dipergunakan cahaya lampu untuk mengatur penerangan dalam kantor.
Pencahayaan yang tidak memadai akan menyebabkan kelelahan pada otot dan
saraf mata yang berlanjut pada kelelahan lokal mata dan akhirnya kelelahan
keseluruhan fisiologis pada seorang pekerja. Kelelahan yang timbul kemudian
akan mengakibatkan turunnya konsentrasi kerja, meningkatkan tingkat kesalahan
dalam bekerja yang berujung pada tingginya cacat produksi. Hal-hal ini yang
kemudian menyumbang peran untuk menurunkan produktivitas pekerja secara
individual maupun perusahaan secara keseluruhan.
Penerangan di tempat kerja adalah salah satu sumber cahaya yang
menerangi benda-benda ditempat kerja. Penerangan dapat berasal dari cahaya
alami dan cahaya buatan, banyak obyek kerja beserta benda atau alat dan kondisi
disekitar yang perlu dilihat oleh tenaga kerja, hal ini penting untuk menghindari
kecelakaan yang mungkin terjadi, selain itu penerangan yang memadai
memberikan kesan pemandangan yang lebih baik dan keadaan lingkungan yang
menyegarkan.
Pencahayaan yang kurang memadai merupakan beban tambahan bagi
pekerja, sehingga dapat menimbulkan gangguan performance (penampilan) kerja
yang akhirnya dapat memberikan pengaruh terhadap kesehatan dan keselamatan
kerja. Hal ini sangat erat kaitannya dan mutlak harus ada karena berhubungan
denganfungsi indera penglihatan, yang dapat mempengaruhi produktifitas bagi
tenagakerja. Berdasarkan baku mutu lingkungan kerja, standar pencahayaan
untuk ruangan yang dipakai untuk melakukan pekerjaan yang memerlukan
ketelitian adalah 500 - 1000 Lux.

Tujuan pencahayaan :
a. Memberi kenyamanan dan efisiensi dalam melaksanakan pekerjaan.
b. Memberi lingkungan kerja yang aman.

2.2 Sumber-Sumber Pencahayaan


a. Pencahayaan Alami
Pencahayaan alami adalah cahaya yang ditimbulkan oleh matahari atau
kubah langit. Cahaya matahari yang mengandung radiasi panas itu apabila masuk
ke dalam ruangan akan menyebabkan kenaikan suhu ruangan. Sumber
pencahayaan alam (cahaya matahari). Sedangkan menurut Satwiko (2005: 88),
cahaya alami adalah cahaya yang bersumber dari alam, misalnya matahari, lahar
panas, fosfor di pohon-pohon, kilat, kunang-kunang, dan bulan yang merupakan
sumber cahaya alami skunder, karena sebenarnya bulan hanya memantulkan
cahaya matahari. Berikut ini adalah beberapa keuntungan dan kelemahan dari
penggunaan cahaya alami :

Keuntungan pencahayaan alam :


1. Bersifat alami, tersedia melimpah dan terbaharui,
2. Tidak memerlukan biaya dalam penggunaannya,
3. Cahaya alam sangat baik dilihat dari sudut kesehatan karena memiliki
daya panas dan kimiawi yang diperlukan bagi makluk hidup di bumi,
4. Cahaya alam dapat memberikan kesan lingkungan yang berbeda, bahkan
kadang-kadang sangat memuaskan.

Kelemahan pencahayaan alam :


1. Cahaya alam sulit dikendalikan, kondisinya selalu berubah karena
dipengaruhi oleh waktu dan cuaca,
2. Cahaya alam pada malam hari tidak tersedia,
3. Sinar ultra violet dari cahaya alam mudah merusak benda-benda di dalam
ruang.
4. Perlengkapan untuk melindungi dari panas dan silau membutuhkan biaya
tambahan yang cukup tinggi.

b. Pencahayaan Buatan (Artifical Light)


Pencahayaan buatan (artificial light) adalah segala bentuk cahaya
yang bersumber dari alat yang diciptakan oleh manusia, seperti: lampu
pijar, lilin, lampu minyak tanah. Pecahayaan buatan adalah pencahayaan
yang dihasilkan dari usaha manusia seperti lampu pijar. (Lasa, 2005: 170).
Dasar pemikiran untuk konsep perancangan sistem penerangan
pencahayaan adalah pemenuhan tingkat intensitas terang yang memenuhi
syarat untuk tiap-tiap ruang.
Sumber pencahayaan buatan yang terbagi atas :
General lighting adalah penerangan umum yaitu penerangan yang
dibutuhkan untuk menerangi suatu tempat atau ruangan tersebut.
Localized general lighting
Local lighting atau penerangan lokal, yaitu, penerangan pada
tempat kerja dimana untuk menerangi obyek pekerjaan.

Keuntungan menggunakan pencahayaan buatan:


1. Cahaya buatan dapat dikendalikan, dalam arti bahwa kekuatan
pencahayaan yang dihasilkan dari lampu dapat diatur sesuai dengan
kebutuhan,
2. Cahaya buatan tidak dipengaruhi oleh kondisi alam,
3. Arah jatuhnya cahaya dapat diatur, sehingga tidak menimbulkan silau
bagi pekerja.
Kelemahan penggunaan pencahayaan buatan:
1. Cahaya buatan memerlukan biaya yang relatif besar karena
dipengaruhi oleh sumber tenaga listrik,
2. Cahaya buatan kurang baik bagi kesehatan manusia jika digunakan
terus menerus di ruang tertutup tanpa dukungan cahaya alami.

Penerangan yang buruk di lingkungan kerja akan menyebabkan hal-hal


sebagai berikut :
a. Kelelahan dan ketidaknyamanan pada mata yang akan
mengakibatkan kurangnya daya efesiensi kerja.
b. Kelelahan mental yang akan berpengaruh pada kelelahan fisik.
c. Keluhan pegal di daerah mata dan sakit kepala di sekitar mata.
d. Kerusakan alat penglihatan (mata).
e. Meningkatnya kecelakaan kerja.
Keuntungan pencahayaan yang baik :
a. Meningkatkan semangat kerja.
b. Produktivitas.
c. Mengurangi kesalahan.
d. Meningkatkan housekeeping.
e. Kenyamanan lingkungan kerja.
f. Mengurangi kecelakaan kerja.

2.3 Cara Pengendalian Terhadap Penerangan


Pengendalian terhadap penerangan buruk dapat dilakukan dengan cara :
a. Pengendalian secara teknis
Memperbesar ukuran obyek (sudut penglihatan) dengan
menggunakan kaca pembesar dan kaca pembesar dan layer
monitor.
Memperbesar intensitas penerangan.
Menambah waktu yang diperlukan untuk melihat obyek.
Bila menggunakan penerangan alami, harus diperhatikan agar jalan
masuknya sinar tidak terhalang.

b. Pengendalian secara administrative


Untuk pekerjaan malam atau yang membutuhkan ketelitian tinggi,
memperkerjakan tenaga kerja yang berusia relatif masih muda dan tidak
menggunakan kacamata adalah lebih baik.
Menjaga kebersihan dinding, langit-langit, lampu dan perangkatnya
penting untuk diperhatikan. Perawatan tersebut sebaiknya dilakukan
minimal 2 kali dalam 1 tahun, karena kotoran atau debu yang ada ternyata
dapat mengurangi intensitas penerangan.

2.4 Cara Pencegahan Terhadap Kesilauan


Di samping akibat-akibat pencahayaan yang kurang kadang-
kadang juga menimbulkan masalah, apabila pengaturannya kurang baik,
yakni silau. Silau juga menjadi beban tambahan pekerja maka harus
dilakukan pengaturan atau dicegah.
Mencegah kesilauan (luminansi), dengan :
Pemilihan jenis lampu yang tepat, misalnya neon. Lampu neon
kurang menyebabkan silau dibandingkan lampu biasa.
Menempatkan sumber-sumber cahaya atau penerangan sedemikian
rupa sehingga tidak langsung mengenai bidang yang mengkilap.
Tidak menempatkan benda-benda yang berbidang mengkilap di
muka jendela yang langsung memasukkan sinar matahari.
Penggunaan alat-alat pelapis bidang yang tidak mengkilap.
Mengusahakan agar tempat-tempat kerja tidang terhalang oleh
bayangan suatu benda. Dalam ruangan kerja sebaiknya tidak terjadi
bayangan-bayangan.
Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas maka dalam mendirikan
bangunan tempat kerja, sebaiknya mepertimbangkan ketentuan-ketentuan
antara lain :
Jarak antara gedung atau bangunan-bangunan lain tidak
menganggu masuknya cahaya matahari ke tempat kerja.
Jendela-jendela dan lobang angin untuk masuknya cahaya matahari
harus cukup, seluruhnya sekurang-kurangnya 1/6 daripada luas
bangunan.
Apabila cahaya matahari tidak mencukupi ruangan tempat kerja,
harus diganti dengan penerangan lampu yang cukup.
Penerangan tempat kerja tidak menimbulkan suhu ruangan panas
(tidak melebihi 32C).
Sumber penerangan tidak boleh menimbulkan silau dan bayang-
bayang yang menganggu kerja.
Sumber cahaya harus menghasilakn daya penerangan yang tetap
dan menyebar dan tidak berkedip-kedip.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Pencahayaan adalah jumlah penyinaran pada suatu bidang kerja
yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efektif. Nilai
Pencahayaan yang dipersyaratkan oleh Kep-Menkes RI No.
1405/Menkes/SK/XI/2002 yaitu minimal 100 lux.

Penerangan yang buruk di lingkungan kerja akan menyebabkan hal-hal


sebagai berikut :
Kelelahan dan ketidaknyamanan pada mata yang akan
mengakibatkan kurangnya daya efesiensi kerja.
Kelelahan mental yang akan berpengaruh pada kelelahan
fisik.
Keluhan pegal di daerah mata dan sakit kepala di sekitar
mata.
Kerusakan alat penglihatan (mata).
Meningkatnya kecelakaan kerja.

Keuntungan pencahayaan yang baik :


Meningkatkan semangat kerja.
Produktivitas.
Mengurangi kesalahan.
Meningkatkan housekeeping.
Kenyamanan lingkungan kerja.
Mengurangi kecelakaan kerja