Anda di halaman 1dari 3

Menganalisa Keuangan Di Bisnis

Cafe / Restoran
Posted on 9 Desember 2014 by ferdiandaeric

Analisa Software Akuntansi Bekasi

Bagi anda yang masih awam terhadap masalah keuangan, berikut ini bisa dijadikan referensi
dalam menentukan atau menganalisa biaya Investasi dalam berbisnis di bidang Caf atau
Rumah Makan.

Dalam manajemen keuangan sebuah usaha ada beberapa hal yang harus anda perhatikan
secara umum. Yaitu : Laporan Arus Kas, Laporan Laba Rugi dan Neraca. Arus Kas
merupakan laporan keuangan yang artinya laporan dana kas perusahaan yang tersedia. Atau
bisa juga disebut pencatatan transaksi keuangan yang menggunakan uang tunai. Laporan laba
rugi merupakan laporan yang memuat keuntungan perusahaan secara keseluruhan, tanpa
melihat dana yang tersedia. Lap. Neraca merupakan laporan keuangan yang melihat
keseimbangan asset usaha dengan kewajiban yang menjadi tanggungan.

Jika kita ingin memperhitungkan BEP ( Break Event Point ) atau Analisa Titik Impas dalam
usaha, maka Analisa Laba Rugi yang harus kita lihat agar dapat menentukannya. Namun jika
kita ingin menghitung tingkat pengembalian atas investasi kita (Return of Investment), maka
kita harus memperhatikan Analisa Neraca Usaha.

Dalam laporan keuangan laba rugi, berikut ini pos pos yang perlu diperhatikan :
1. Pendapatan Penjualan
Hasil pendapatan ini bisa berasal dari penjualan produk inti dari bisnis tersebut atau
penjualan dari produk sampingan bisa juga dinamakan penjualan lain lain. Contoh
penjualan produk inti : Bisnis anda adalah Caf, produk yang anda tawarkan adalah
minuman dan makanan. Jika terjadi penjualan terhadap makanan dan minuman maka
itu dimasukan dalam penjualan produk inti dari bisnis anda.
Nahh.. yang dinamakan produk sampingan atau lain lain adalah, jika caf anda
tersebut melakukan penjualan meja dan kursi ( untuk melakukan pembaharuan atau
pergantian interior caf ), maka hasil penjualan meja dan kursi itu dikatagorikan
masuk penjualan sampingan. Atau anda melakukan kerjasama dengan perusahaan
biodiesel untuk menjual minyak goreng bekas, hasil penjualan minyak goring bekas
itu dimasukan dalam penjualan lain lain atau dikatagorikan penjualan produk
sampingan.

2. HPP ( Harga Pokok Penjualan )


Harga Pokok Penjualan bisa diartikan Biaya yang harus anda keluarkan sebelum
produk tersebut dijual. Jika di Caf, HPP yang ada perhitungkan pada umumnya
adalah : pembelian minuman sachet, gula pasir, bahan baku ( bumbu dapur ), dll. Ini
tergantungd ari jenis makanan atau minuman yang ingin di tawarkan.

3. Biaya Operasional
Biaya operasional menyangkut : Gaji karyawan, Biaya Overhead ( listrik dan air ),
Biaya penyusutan, biaya dibayar dimuka / biaya sewa ( biasanya biaya sewa tempat ),
Biaya Promosi atau iklan, biaya administrasi usaha ( nota-nota, kertas lainnya untuk
usaha ).

Contoh Simple Format LAPORAN LABA RUGI periode 1 bulan

Pendapatan Usaha
1. Penjualan Minuman
2. Penjualan Makanan
3. Penjualan Merchandise
4. Penjualan Lain Lain
TOTAL OMZET

HPP / Biaya Produksi


1. Pembelian Minuman Sachet
2. Pembelian Bumbu Dapur
3. Pembelian Es Krim
4. Pembelian Gelas Kemasan Plastik
5. Pembelian Merchandise
6. Pembelian Lain lain.
TOTAL HPP

B.Op (Biaya Operasional)


1. Gaji Pegawai
2. Administrasi Usaha ( nota penjualan )
3. Biaya Sewa ( Sewa Bangunan )
4. Biaya Penyusutan ( Peralatan dan Mesin )
5. Biaya Pemeliharaan ( Bangunan, Meja, Kursi, Interior )
6. Biaya Iklan dan Promosi
7. Biaya Overhead ( Listrik, Air dan Telphone )
8. Biaya Langganan ( Majalah dan Internet )
Total Biaya Operasional

Laba Rugi Sebelum Pajak


Pajak Penghasilan

Laba Rugi Bersih Setelah Pajak

Perhitungan BEP
Pada umumnya orang mengatakan bahwa BEP adalah pencapaian titik nol ketika kita
berinvestasi, sehingga diharapkan setelah titik nol tersebut kita dapat meraih keuntungan dari
investasi kita. Dan dihitung berdasarkan waktu bulan atau tahun. Mis : dengan membuka
usaha caf kita memerlukan dana investasi Rp 50jt, dengan diproyeksikan rata rata laba
bersih per bulan Rp 5jt. Maka kita bisa menghasilkan BEP dalam waktu : 10 bulan.

Analisa Break Event Point :


Biaya Investasi yang dikeluarkan = .. Bulan
Laba Bersih setelah pajak / Bulan