Anda di halaman 1dari 2

KARTINI, RIWAYATMU KINI

Memperingati 137 tahun hari kartini 21 April 1879 21 April 2016


Radio Republik Indonesia menyelenggarakan sebuah acara khusus
perempuan. Kegiatan ini mengangkat tema mau dibawa kemana
Kartini masa kini?. Acara ini bertempat di Ruang Multi Purpose RRI
Pontianak.

Acara ini disiarkan secara langsung di Pro 1, Pro 2, Pro 3 dan Pro 4 RRI.

Para narasumber yang mengisi acara ini berasal dari berbagai


kalangan profesi. Erma Suryani Ranik, politikus dari Partai Demokrat
yang sekarang menjalna tugas sebagai anggota Dewan Perwakilan
Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Daerah Pemilihan (DAPIL)
Kalimantan Barat. Laili Khainur, aktivis perempuan yang sekaran
gmenjabat sebagai DIrektur Gemawan, sebuah non government
organitation (NGO) local yang focus pada pemberdayaan perempuan
dan advokasi serta periset mengenai good government issue. Aseanty
Pahlevi Widaningsih,salah seorang jurnalis wanita ynag tergabung
dalam Jurnalis Perempuan Katulistiwa. Pujiastuti, wanita energik ini
bekerja di SMKN 5 Pontianak sebagai guru senior. Lili Thamrin,pegiat
aktif di Perhimpunan Wanita Tionghoa Pontianak, kesehariannya adalah
dosen Bahasa Mandarin.

Acara ini dipandu dengan lancar dan baik oleh Retno Desy Swasri,
kepala Statiun RRI Pontianak. Agustini Panggabean, Kasi perencanaan
dan evaluasi Bidang Siaran RRI Pontianak.

Acara ini selain disiarkan langsung, juga dihadiri oleh lebih dari 50
peserta dari berbagai kalangan. Ada pelajar, mahasiswa dan beberapa
dari instansi pemerintah.

Acara dimulai pukul 8.20 hingga 10.00 wib.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini oleh Retno
Desy.

Dilanjutkan dengan mendengarkan beberapa komentar masyarakat.


Sesuai tema yang diangkat, masing-masing narasumber mengemukan
pemikiran dan pendapat berdasarkan profesinya. Erma menyebutkan
bahwa saat ini perjuangan wanita tidak lagi mengenai kesetaraan
namun lebih pada keadilan. Sesuai dengna latar belakanganya,Lili
menceritakan bagaimana budaya merangkul perubahan peran
perempuan dari sudut pandang orang Tionghoa. Laily, menyikapi peran
ganda perempuan, perang melawan laki-laki. Pujiastuti, pendidikan
berperan dalam melihat bahwa emansipasi perempuan sebenarnya
berintikan perang melawan kebodohan. Retno Desy menyebutkna
bahwa komunikasi menjadi kunci penting dalam menjaga keluarga bagi
wanita-wanita karier. Pahlevi, mengungkapkan bahwa kunci perempuan
dalam menjalankan beragam perannya untuk adalah komitmen.

Acara ini juga membuka dialog interaktif yang disambut antusias oleh
warga Pontianak. Ada tiga penelpon yang memberikan tanggapan.
Yang menarik ketiganya adalah pria. Para peserta di studio juga
berpartisipasi dengan aktif dalam dialog hari ini.