Anda di halaman 1dari 3

Nama : Anindhita Putri Wibawa

Kelas / Nomer : XII IPA 4 / 03

1. Bentuk Pemerintahan Monarki


Sistem pemerintahan monarki adalah sebuah sistem
pemerintahan dimana hanya seorang saja yang memegang
kekuasaan. Biasanya, untuk dapat mempertahankan dan memimpin
suatu pemerintahan monarki tidak terlalu dibutuhkan kecakapan
dalam hal hukum. Ini karena Undang - Undang telah membatasi dan
mengatur kekuasaan raja sudah cukup memberi jaminan bahwa
pemerintahan dapat berjalan. Jadi sebuah sistem pemerintahan
monarki murni membuat kekuasaan seorang raja sebagai kepala
pemerintahan menjadi sangat mutlak dan tak terbatas.
Kata monarki berasal dari bahasa Latin "mono" yang berarti satu
dan kata "archeim" yang berarti memerintah. Kekuasaan tunggal
atas sebuah pemerintahan yang menganut sistem pemerintahan
monarki dipegang oleh raja dimana raja akan memegang kekuasaan
pemerintahan seumur hidup dan bila raja mangkat (meninggal),
kekuasaan pemerintahan akan dilanjutkan oleh keturunan dari raja
tersebut dan ditetapkan dengan Undang - Undang, tidak
berdasarkan pemilihan umum oleh rakyat. Dalam praktik-praktik
ketatanegaraan, bentuk pemerintahan monarki dapat dibedakan
atas :

a) Monarki Absolut adalah bentuk pemerintahan dalam suatu negara


yang dikepalai oleh seorang (raja, ratu, syah, atau kaisar) yang
kekuasaan dan wewenangnya tidak terbatas. Perintah raja
merupakan undang-undang yang harus dipatuhi oleh rakyatnya.
Pada diri raja terdapat kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif
yang menyatu dalam ucapan dan perbuatannya. Contoh: Perancis
semasa Louis XIV dengan semboyannya yang terkenal Letat Cest
Moi (negara adalah saya). Selain itu diberlakukan pula di Vatican
city, Oman, Qatar, dan Swaziland.
b) Monarki Konstitusional adalah bentuk pemerintahan dalam suatu
negara yang dikepalai oleh seorang raja yang kekuasaannya
Nama : Anindhita Putri Wibawa
Kelas / Nomer : XII IPA 4 / 03
dibatasi oleh undang-undang dasar (konstitusi). Proses monarki
konstitusional adalah sebagai berikut :

1. Adakalanya proses monarki konstitusional itu datang dari


raja itu sendiri karena ia takut dikudeta. Contoh: negara
Jepang dengan hak octrooi.
2. Adakalanya proses monarki konstitusional itu terjadi karena
adanya revolusi rakyat terhadap raja. Contoh: Inggris yang
melahirkan Bill of Rights tahun 1689, Yordania, Denmark,
Arab Saudi, dan Brunei Darussalam.

c) Monarki Parlementer adalah bentuk pemerintahan dalam suatu


negara yang dikepalai oleh seorang raja dengan menempatkan
parlemen (DPR) sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. Dalam
monarki parlementer, kekuasaan eksekutif dipegang oleh kabinet
(perdana menteri) dan bertanggung jawab kepada parlemen. Fungsi
raja hanya sebagai kepala negara (simbol kekuasaan) yang
kedudukannya tidak dapat diganggu gugat. Bentuk monarki
parlementer sampai sekarang masih tetap dilaksanakan di Inggris,
Belanda, dan Malaysia.

2. Bentuk Pemerintahan Republik


Republik adalah sebuah negara di mana tampuk pemerintahan
akhirnya bercabang dari rakyat, bukan dari prinsip keturunan
bangsawan. Istilah ini berasal dari bahasa Latin res publica, atau
"urusan awam", yanng artinya kerajaan dimilik serta dikawal oleh
rakyat. Dalam praktik-praktik ketatanegaraan, bentuk pemerintahan
republik dapat dibedakan atas :

a) Republik Absolut. Dalam sistem republik absolut,


pemerintahan bersifat diktator tanpa ada pembatasan
kekuasaan. Penguasa mengabaikan konstitusi dan untuk
melegitimasi kekuasaannya digunakanlah partai politik. Dalam
pemerintahan ini, parlemen memang ada, namun tidak
Nama : Anindhita Putri Wibawa
Kelas / Nomer : XII IPA 4 / 03
berfungsi. Pemerintahan seperti ini pernah dijalankan oleh
negara Italia dan Jerman pada masa perang dunia II.
b) Republik Konstitusional. Dalam sistem republik konstitusional,
presiden memegang kekuasaan kepala negara dan kepala
pemerintahan. Namun, kekuasaan presiden dibatasi oleh
konstitusi. Di samping itu, pengawasan yang efektif dilakukan
oleh parlemen. Contohnya adalah Indonesia dan Amerika Serikat.
c) Republik parlementer. Dalam sistem republik parlementer,
presiden hanya sebagai kepala negara. Namun, presiden tidak
dapat diganggu-gugat. Sedangkan kepala pemerintahan berada
di tangan perdana menteri yang bertanggungjawab kepada
parlementer. Dalam sistem ini, kekuasaan legislatif lebih tinggi
daripada kekuasaan eksekutif. Contohnya adalah Pakistan, Israel,
Perancis, dan India.