Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Gangguan pendengaran (hearing loss) dan ketulian dapat terjadi di berbagai

usia, mulai dari sejak lahir hingga usia lanjut. Gangguan dengar sering kali tidak

disadari terutama apabila terjadi pada bayi. Gangguan dengar pada bayi dan anak

biasanya disertai dengan terganggunya perkembangan bicara dan bahasa karena orang

tua baru menyadari anaknya mengalami keterlambatan bicara, gangguan perilaku

emosional, keterlambatan akademik, dan kurang mampu bersosialisasi.


Angka kejadian atau prevalensi gangguan pendengaran sedang hingga berat

bilateral pada bayi baru lahir adalah 1-3 per 1000 kelahiran. Gangguan dengar pada

bayi baru lahir sebagian besar merupakan tuli sensorineural, bilateral, dan permanen.

Insidensi gangguan dengar sensorineural permanen pada bayi baru lahir 1-2 dari 1000

kelahiran. Faktor penyebab gangguan dengar pada anak 50-60% disebabkan oleh

genetik yang mayoritasnya non-sindromik, 40-50% disebabkan oleh non-genetik.

Penyebab nongenetik yang paling banyak disebabkan oleh infeksi kongenital

(cytomegalovirus) dan jaundice.


Beberapa literatur menyebutkan masalah yang menjadi dasar penyebab

gangguan pendengaran pada bayi dan anak biasanya terjadi pada bayi yang lahir dari

ibu yang terkena infeksi TORCH (Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes

Simplex) saat kehamilan, namun dapat pula terjadi pada bayi prematur, kelainan

anatomi, asfiksia, memakai alat ventilator yang lama, dan terpapar obat-obatan

ototoksik.2,3,4
Oleh karena itu sangat diperlukan deteksi sedini mungkin agar dapat dilakukan

penatalaksanaan yang cepat dan tepat sebelum usia 6 bulan karena proses

pendengaran sangat berperan penting dalam proses perkembangan bicara, bahasa dan

emosial, serta perkembangan intelektual.1,2


Berdasarkan latar belakang tersebut, terdapat banyak etiologi yang

menyebabkan gangguan dengar pada bayi dan anak. Oleh karena itu, dokter perlu

mengetahui apa saja penyebab gangguan pendengaran pada bayi dan anak sehingga

tanda dan gejala gangguan pendengaran tersebut dapat dideteksi secara dini dan

dilakukan penatalaksanaan yang cepat dan tepat.1,2