Anda di halaman 1dari 9

Tugas Makalah

BUDIDAYA TANAMAN HORTIKULTURA


BUNGA KOL (Brassica oleraceae)

OLEH:
NAMA : FITRI FEBRIANI
NIM : 1414140002
KELAS : B (BIOLOGI SAINS)

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2017

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bunga kol merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak
dikonsumsi di Indonesia. Bunga kol (Brassica oleracea) adalah jenis sayuran
yang masuk dalam famili Brassicaceae (jenis kol dengan bunga putih kecil).
Masyarakat Indonesia biasa menyebutnya kubis bunga atau blum kol (berasal
dari bahasa Belanda Bloemkool). Bertambahnya jumlahnya penduduk akan
meningkatkan jumlah kebutuhan pangan asal sayuran, termasuk didalamnya
bunga kol. Bagian yang dikonsumsi dari sayuran ini adalah massa bunganya.
Peluang pasar Bunga kol terbuka lebar seiring dengan meningkatnya
permintaan didalam negerimaupun luar negeri. Bunga kol merupakan salah
satu komoditas hortikultura unggulan yang diekspor ke beberapa negara di
Asia. Pada Agustus 2010, Indonesia telah mengekspor 6.073.199 kilogram
Bunga kol ke Singapura dengan nilai US$ 2.310.952, hingga akhir tahun total
ekspor mencapai 10.521.327 kg senilai dengan US$ 3.055.491. Dengan
demikian untuk pemenuhan kebutuhan Bunga kol perlu dilakukan usaha-usaha
pencegahan terjadinya penurunan produksi.
Bunga kol mempunyai peranan penting bagi kesehatan manusia, karena
mengandung vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh, sehingga
permintaan terhadap sayuran ini terus meningkat. Sebagai sayuran, bunga kol
dapat membantu pencernaan, menetralkan zat zat asam dan memperlancar
buang air besar.

B. Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalahuntuk menambah wawasan
tentang tanaman hortikultura yaitu bunga kol (Brassica oleraceae).

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Morfologi Brassica oleraceae
Seperti tanaman yang lainnya, tanaman bunga kol mempunyai bagian
bagian tanaman seperti akar, batang, daun, bunga, buah dan biji.
1. Akar
Sistem perakaran bunga kol memiliki akar tunggang. Dengan perakaran
yang dangkal tersebut, tanaman akan dapat tumbuh dengan baik apabila
ditanam pada tanah yang gembur dan porous.
2. Batang
Batang tanaman bunga kol tumbuh tegak dan pendek (sekitar 30 cm).
Batang tersebut berwarna hijau, tebal, dan lunak namun cukup kuat dan
batang tanaman ini tidak bercabang.
3. Daun
Daun bunga kol menurut berbentuk bulat telur (oval) dengan bagian tepi
daun bergerigi, agak panjang seperti daun tembakau dan membentuk
celah-celah yang menyirip agak melengkung ke dalam. daun bunga kol
berwarna hijau dan tumbuh berselang-seling pada batang tanaman. Daun
memiliki tangkai yang agak panjang dengan pangkal daun yang menebal
dan lunak. Daundaun yang tumbuh pada pucuk batang sebelum massa
bunga tersebut berukuran kecil dan melengkung ke dalam melindungi
bunga yang sedang atau mulai tumbuh.
4. Bunga
Massa bunga (curd) terdiri dari bakal bunga yang belum mekar, tersusun
atas lebih dari 5.000 kuntum bunga dengan tangkai pendek, sehingga
tampak membulat padat dan tebal berwarna putih bersih atau putih
kekuningkuningan. Diameter massa bunga kol dapat mencapai lebih dari
20 cm dan memiliki berat antara 0,5 kg 1,3 kg, tergantung varietas dan
kecocokan tempat tanam.

5. Buah dan Biji


Tanaman bunga kol dapat menghasilkan buah yang mengandung banyak
biji. Buah tersebut terbentuk dari hasil penyerbukan bunga yang terjadi
karena penyerbukan sendiri ataupun penyerbukan silang dengan bantuan
serangga lebah madu. Buah berbentuk polong, berukuran kecil dan
ramping, dengan panjang antara 3 cm 5 cm. Di dalam buah tersebut
terdapat biji berbentuk bulat kecil, berwarna coklat kehitam hitaman.
Bijibiji tersebut dapat dipergunakan sebagai benih perbanyakan
tanaman.

Gambar 1. Bunga kol (Brassica oleraceae)

B. Kebutuhan tanaman Brassica oleraceae


Untuk tempat penyemaian yaitu tanah yang dicampurkan dengan pupuk
dasar (pupuk kandang) dengan perbandingan 2:1. Penggunaan pupuk
kandang dapat menambah zat atau unsur hara dalam tanah. Tanah yang
miskin atau pun kurang subur memeiliki kandungan unsur hara yang kurang
mencukupi bagi pertumbuhan, sehingga pemberian pupuk terutama pupuk
yang bersifat organik secara langsung akan mampu menambah unsur hara
pada tanah. Serta mampu memperbaiki struktur tanah. Struktur tanah yang
baik ditunjang oleh keberadaan mikroorganisme organik yang cukup. Tanah
yang strukturnya sudah rusak hampir tidak memiliki lagi mikroorganisme
yang menunjang kesuburan tanah. Dengan memberikan pupuk kandang maka
akan mengaktifkan kembali mikroorganisme yang ada melalui proses biologis
dan kimia.
Mendorong atau memacu aktivitas kehidupan jasad renik di dalam
tanah. Terkait dengan manfaat sebelumnya, pemberian pupuk kandang ini
secara langsung akan menambah bahan organik yang ada. Ada ataupun
tidaknya suatu jasad renik didalam, pemberian pukan ini justru akan
mendorong atau memacu kehidupan jasad renik, yang pada akhirnya melalui
proses penguraian akan menghasilkan tanah yang subur dan kaya akan bahan
organik.
Dalam proses pemeliharaan, diberikan larutan urea sekitar 0,5 gram/ 1
liter air serta dengan menyemprotkan pestisida dengan dosis saja. Cara
Organik Budidaya Bunga Kol : pupuk kandang (ayam/kambing/kuda) +
dolomit + tepung ikan + tepung tulang/tepung bulu + disemprot nopatek +
poc bmw. Cara Kimia Budidaya Bunga Kol : pupuk kandang
(ayam/kambing/kuda) + dolomit + za + sp36 + kcl + disemprot nopatek +
poc bmw
Pemupukan susulan dapat di aplikasikan mulai dari 7 10 HST. Dan
dapat dilakukan secara berkala setiap 7 10 hari berikutnya. Penyiangan
gulma dilakukan 7, 20, 30-35 HST secara hati-hati agar akar tanaman
kembang kol tidak rusak. Akhir fase vegetative, penyiangan tanaman
kembang kol di hentikan dahulu.

C. Penanaman
Pada mulanya bunga kol dikenal sebagai tanaman sayuran daerah yang
beriklim dingin (sub tropis), sehingga di Indonesia cocok ditanam di daerah
dataran tinggi antara 1.000 2.000 meter dari atas permukaan laut (dpl) yang
suhu udaranya dingin dan lembab. Kisaran temperatur optimum untuk
pertumbuhan dan produksi sayuran bunga kol antara 15C 18C, dan
maksimum 24C (Rukmana, 1994). Bunga kol termasuk tanaman yang sangat
peka terhadap temperatur terlalu rendah ataupun terlalu tinggi, terutama pada
periode pembentukan bunga. Bila temperatur terlalu rendah, sering
mengakibatkan terjadinya pembentukan bunga sebelum waktunya.
Sebaliknya pada temperatur yang terlalu tinggi, dapat menyebabkan
tumbuhnya daundaun kecil pada massa bunga (curd).
Bunga kol lebih menyukai tanah lempung daripada tanah yang liat, tapi
bisa toleran pada tanah berpasir atau liat berpasir. Tanah harus subur, gembur
serta mengandung banyak bahan organik, tidak mudah becek (menggenang),
kisaran pH antara 5,5 6,5 dan pengairannya cukup memadai.
Untuk dapat membudidayakan kembang kol/bunga kol dengan baik dan
memperoleh hasil yang maksimal, berikut kami tampilkan beberapa cara
menanam kembang kol yang baik berikut ini :
1) Persemaian
Untuk menyemai bunga kol dapat dilakukan di dalam bumbung yang
terbuat dari daun pisang atau kertas plastik berdiameter 4-5 cm dengan
tinggi 5 cm atau menggunakan polybag berukuran 710 cm. Media yang
digunakan adalah pupuk kandang dan campuran tanah halus dengan
perbandingan 2:1. Sebelum digunakan, media harus disterilkan dengan
cara mengukus media semai pada suhu 55-100C selama 30-60 menit.
Dapat pula dengan menyiramkan larutan formalin 40% kemudian ditutup
plastik selama 24 jam untuk selanjutnya diangin-anginkan.
Selama persemaian harus dilakukan penyiraman dua kali sehari,
naungan persemaian dibuka setiap pagi dan sore, menyiangi gulma di
sekitar tanaman, dan memberikan larutan urea dengan konsentrasi 0,5 gr
per liter serta menyemprotkan pestisida dosis.
2) Persiapan Lahan
Langkah awal persiapan lahan dilakukan dengan membuat bedengan
selebar 80-100 cm dengan tinggi 35 cm, dan jarak antar bedeng 40 cm.
Cara pembuatan Bedengan, yakni dengan membersihkan lahan dari
tanaman liar dan sisa-sisa akar kemudian dicangkul sedalam 40-50 cm.
Selain membuat bedengan juga dilakukanlah pengapuran lahan jika pH
tanah lebih rendah dari 5,5. Dosis pengapuran antara 1-2 ton/ha dalam
bentuk kalsit atau dolomit. Kapur dimasukkan ke dalam tanah pada saat
pembuatan bedengan. Selama pembuatan bedengan itu pula dilakukan
pemupukan dengan dosis pupuk kandang berkisar antara 12,5-17,5 ton/ha,
serta pupuk dasar berupa ZA, Urea, SP-36 dan KCl dengan dosis masing-
masing 250 kg yang disebar me rata dan dicampur dengan tanah di
bedengan.
3) Penanaman
Waktu tanam dapat dilakukan pada pagi atau sore hari. Sementara
untuk bibit yang akan ditanam, harus memiliki 3-4 helai daun atau kira-
kira berumur 1 bulan, dengan jarak tanam 5050 cm untuk kultivar dengan
tajuk melebar dan 4565 cm untuk kultivar dengan tajuk tegak.. Saat
penanaman, lakukan dengan hati-hati dan jangan sampai merusakkan akar
atau daun.
4) Pemeliharaan
Pemeliharaan dilakukan dengan pemupukan. Pemliharaan juga dapat
dilakukan dengan mengontrol pengairan dan Penyiraman. Agar tumbuh
dengan baik, tanaman bunga kol harus diairi pada pagi dan sore hari, 1
terutama pada saat tanaman berada pada fase pertumbuhan awal dan
pembentukan bunga.
5) Panen
Bunga kol dapat dipanen pada umur 55-100 hari setelah masa tanam,
tergantung dari kultivar yang ditanam. Panen dapat dilakukan pada pagi
atau sore hari. Setelah dilakukan pemanenan, kegiatan berlanjut dengan
melakukan penyortiran dan menyimpan di storage.

D. Pengendalian Hama dan Penyakit


Dalam Budidaya kembang kol tidak terlepas dari serangan hama dan
penyakit tanaman. Beberapa hama yang sering menyerang budidaya kembang
kol antara lain :ulat grayak(Spodoptera Litura) ,ulat daun(Plutella xylostella)
ulat krob(Crocidoomia binotalis ),ulat tanah (Agrotis Ipsilon). Untuk
mengendalikan hama-hama tersebut dapat dilakukan penyemprotkan dengan
insektisida. Mengendalikan hama dan penyakit tanaman (HPT) bunga kol,
dilakukan lewat rotasi tanaman dengan tanaman selain famili kubis-kubisan.
Sedang untuk pengendalian biologis dengan cara mengaplikasikan organisme
yang menjadi musuh bagi hama serta mengaplikasikan pestisida biologis atau
kimiawi.
Cara lain untuk mengendalikan penyakit adalah dengan menggunakan
bibit bebas patogen dan penyakit, serta merendam benih ke dalam air panas
(50 C) atau di dalam fungisida / bakterisida selama 15 menit. Disamping itu
juga lewat sanitasi kebun, menanam kultivar tahan penyakit, rotasi tanaman,
pembersihan patogen pada media persemaian, tidak menggunakan tanaman
yang rusak karena serangan hama, pemberian kapur pertanian pada lahan ber-
pH asam dan membuang tanaman berpenyakit. Bila perlu, lakukan
penyemprotan pestisida 2 minggu sekali untuk mencegah serangan hama dan
penyakit.

BAB III
KESIMPULAN

Bunga kol merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak


dikonsumsi di Indonesia. Bunga kol (Brassica oleracea) adalah jenis sayuran
yang masuk dalam famili Brassicaceae (jenis kol dengan bunga putih kecil).
Masyarakat Indonesia biasa menyebutnya kubis bunga atau blum kol (berasal dari
bahasa Belanda Bloemkool).
Bunga kol termasuk tanaman yang sangat peka terhadap temperatur terlalu
rendah ataupun terlalu tinggi, terutama pada periode pembentukan bunga. Bila
temperatur terlalu rendah, sering mengakibatkan terjadinya pembentukan bunga
sebelum waktunya. Sebaliknya pada temperatur yang terlalu tinggi, dapat
menyebabkan tumbuhnya daundaun kecil pada massa bunga (curd).
Bunga kol lebih menyukai tanah lempung daripada tanah yang liat, tapi
bisa toleran pada tanah berpasir atau liat berpasir. Tanah harus subur, gembur serta
mengandung banyak bahan organik, tidak mudah becek (menggenang). Dalam
pertumbuhan tanaman bunga kol yang baik, pupuk yang diberikan berupa pupuk
organic. Salah satunya adalah pupuk kandang.
Dalam Budidaya kembang kol tidak terlepas dari serangan hama dan
penyakit tanaman. Untuk mengendalikan hama-hama tersebut dapat dilakukan
penyemprotkan dengan insektisida. Bila perlu, lakukan penyemprotan pestisida 2
minggu sekali untuk mencegah serangan hama dan penyakit.