Anda di halaman 1dari 8

FUNGSI SARAF OTAK BESAR DAN OTAK KECIL

PADA MAMALIA

Pelaksanaan : Jumat, 16 September 2016

Dosen : Dr. Raharjo

Kelompok : I

Mahesa Ahmad (14030204069)

Nurul Amalia Fadhila (14030204074)

Elly Ohana (14030204089)

Eringga Baharudin (14030204099)

Yeni Kurnia Sari (14030204103)

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN BIOLOGI

2016
I. Judul
Fungsi saraf otak besar dan otak kecil pada mamalia

II. Tujuan
a. Praktikan memeriksa fungsi sebagian besar saraf otak besar
b. Praktikan memeriksa fungsi otak kecil

III. Dasar Teori


1. Gambaran umum sistem saraf
Sistem saraf adalah sistem organ yang meregulasi atau mengatur
sistem-sistem organ tubuh lain. Sistem tersebut bertanggung jawab atas
pengetahuan dan daya ingat yang di miliki manusia. Sistem saraf juga
bersama-sama dengan sistem hormon, berfungsi untuk memelihara fungsi
tubuh. Pada umumnya sistem saraf berfungsi untuk mengatur, misalnya
kontraksi otot, perubahan alat-alat tubuh bagian dalam yang berlangsung
dengan cepat, dan kecepatan sekresi beberapa kelenjar endokrin. Sistem saraf
pada manusia berfungsi untuk mengatur yang sangat kompleks dan khusus.
Sistem saraf menerima berjuta-juta rangsangan yang berasal dari berbagai
organ. Semua rangsangan tersebut akan bersatu untuk dapat menentukan
respon apa yang dibrerikan oleh tubuh. Sistem saraf adalah sistem organ pada
hewan yang terdiri atas serabut saraf yang tersusun atas sel-sel saraf yang
saling terhubung dan esensial untuk persepsi sensoris indrawi, aktivitas
motorik volunter dan involunter organ atau jaringan tubuh, dan homeostasis
berbagai proses fisiologis tubuh. (Aryulina, 2006)
2. Sistem saraf pada vertebrata
System saraf (pada vertebrata) terdiri atas otak dan sumsum tulang
belakang yang membentuk system saraf pusat (SSP), yang bertanggung
jawab atas integrasi informasi. Jaringan kerja saraf yang membentuk system
saraf tepi (SST) membawa informasi dari reseptor sensoris (input
sensoris)sampai kesistem saraf pusat dan perintah motoris dari system saraf
pusat (output motoris) ke berbagai organ atau kelenjar target, yang secara
kolektif disebut efektor.Saraf yang menghubungkan sinyal motoris dan
sensoris antara system pusat dan bagian tubuh lain secara bersamaan disebut
system saraf tepi (SST atauperipheral nervous system, PNS). Dari reseptor ke
efektor, informasi dikomunikasikan dalam satu saraf dari satu neuron ke
neuron berikutnya melalui kombinasi sinyal listrik dan sinyal kimiawi.
(Campbell, 1999)
Cerebrum atau otak besar merupakan bagian terbesar sistem saraf pusat yang
mengisi cavitas cranialis (batok kepala). Pada orang dewasa volumenya
berkisar antara 1300-1600 cc .Pertumbuhannya dipengaruhi oleh tulang yang
membatasi cavitas cranialis. Selain pembagian berdasarkan lobus, permukaan
otak juga dibagi menurut area atau daerah berdasarkan fungsinya. Brodmann
membagi menjadi 47 area bernomor, masing-masing area di cortex cerebri
ditandai mempunyai fungsi khusus, seperti: pusat sensoris, pusat motoris,
pusat penglihatan, pusat pendengaran, dll. Otak kiri bertugas mengontrol sisi
tubuh sebelah kanan dan sebaliknya otak kanan bertugas mengontrol sisi
tubuh sebelah kiri. Pada orang yang bekerja menggunakan tangan kanan
(right hand) kemampuan otak kiri lebih terasah (otak kiri lebih
mendominasi).Kelumpuhan tubuh bagian kanan akan dirasakan lebih berat
dibanding kiri karena otak kiri yang mendominasi kehidupan sehari-hari
terganggu,Otak kanan dan otak kiri dihubungkan oleh Corpus Callosum.
Cerebellum terletak di bawah lobus occipital, dihubungkan ke otak melalui
pedunculus cerebri. Seperti cerebrum, cerebellum dilapisi oleh lapisan kulit
(cortex) ,terdiri dari dua hemisphere (kanan dan kiri), dihubungkan oleh
vermis, terbagi menjadi lobus-lobus :
1) Lobus Anterior = menerima rangsang dari medulla spinalis dan
mengontrol otot anti-gravitasi tubuh (mengatur postur tubuh)
2) Lobus Posterior = berhubungan dengan koordinasi gerakan otot
dengan cara menghambat gerakan otot yang sifatnya tidak disadari
(involunter)
3) Lobus Flocullonodularis = berfungsi mempertahankan keseimbangan.
Ketiga lobus terintegrasi dalam menjalankan fungsinya: gerakan
(movement), keseimbangan (balance, postur (posture) (Chamidah,
2013).

IV. Bahan dan Alat


IV.1 Bahan
- Bawang putih
- Serbuk kopi
- Cotton bud
IV.2 Alat
- Buku bacaan
- Stopwatch
V. Cara Kerja
a. Uji saraf cranial
1) Nervus Olfactrius
Subjek uji coba diminta duduk dan menutup matanya.Botol berisi serbuk kopi
dibuka dan dilewatkan mendatar sejauh 8 cm dari muka lubang hidung.Giliran
berikutnya irislah satu bawang putih secara melintang, kemudian lewatkan juga
seperti botol kopi tadi.Urutan bahan dapat anda balik.Dapatkah subjek uji coba
membedakan keduanya?
2) Nervus Opticus
Bukalah suatu halaman buku penuh dengan tulisan.Tandailah awal suatu
kalimat.Mintalah subjek uji coba membaca kalimat-kalimat itu mulai dari awal
tanda selama 1 menit.Hitung dan catatlah banyaknya kata yang dapat dibaca
selama 1 menit tersebut.
3) Nervus Oculomotor
Mintalah subjek uji coba untuk terus mengawasi pensil yang anda gerakkan
beberapa kali kearah vertical, horizontal, serong kiri, serong kanan dan berputar,
sambil menjaga agar kepalanya tetap tidak bergerak.Dapatkah dia mengikuti
semua gerakan tersebut?
4) Nervus Facialis
Mintalah subjek uji coba untuk tersenyum sambil menunjukkan giginya,
menggembungkan pipinya, mengerutkan dahinya, mengangkat alis satu per satu
maupun bersamaan. Dapatkah dia melakukan semuanya dengan baik?
b. Uji saraf otak kecil
Mintalah subjek uji coba berdiri sejauh 2 meter dari kertas yang bertuliskan
perintah berikut ini.Mintalah dia membaca tiap perintah, kemudian mengulang
membaca bersuara sambil melaksanakan tugas yangtertulis di situ. Amati dan
catatlah gerakan mana yang paling mudah dilakukannya.
Perintah tertulis antara lain:
1. Rentangkan kedua lengan kesamping dan gerakkan semua jari-jari dengan cepat.
2. Rentangkan kedua lengan kesamping dan saling silangkan semua jari-jari dengan
rapat.
3. Tolehkan kepala ke samping dengan pandangan lurus kesamping. Berjalanlah
maju dengan meletakkan tumit yang satu di depan ujung jari kaki yang lain.
4. Tutuplah mata dan berdirilah tegak selama 1 menit.
5. Tutuplah mata dan sentuhlah hidung dengan telunjuk kanan.
6. Tutuplah mata dan sentuhlah hidung dengan telunjuk kiri.
7. Sentuh telunjuk kanan pengamat.
8. Berdiri tegak dan gerakkan kaki kanan keatas kebawah menggeser sepanjang kaki
kiri.
9. Berdiri tegak dan gerakkan kaki kiri keatas kebawah menggeser sepanjang kaki
kanan.
VI. Hasil dan Pembahasan
Setelah melakukan praktikum, didapatkan hasil yang disusun dalam bentuk tabel.
Tabel 5.1 Hasil Pengamatan Uji Saraf Cranial

Hasil
NO Jenis Saraf Kemampuan Praktika Praktika
n1 n2
Mencium bau kopi
Nervus
1
Olfactorius Mencium bau bawang
Nervus Banyak kata yang dapat
2 194 308
Opticus dibaca dalam 1 menit
Nervus Menjaga kepala tetap
3
Oculomotor tidak bergerak
Tersenyum sambil
menunjukkan gigi
Menggembungkan pipi

Mengerutkan dahi
Nervus
4 Mengangkat alis:
Facialis
Kiri

Kanan

Bersamaan
Pada praktikum yang telah dilakukan, didapatkan hasil berupa kemampuan
praktikan dalam melaksanakan uji. Saraf-saraf cranial tersebut berasal dari otak
dan batang otak, berbeda dengan saraf tulang belakang (yang muncul dari
berbagai segmen medula spinalis). Menurut ethel (2004), saraf cranial
memiliki fungsi spesifik tersendiri. Misalnya pada saraf olfactoricus berfungsi
menerima rangsang dari hidung dan menghantarkannya ke otak untuk diproses
sebagai sensasi bau, saraf opticus menerima rangsang dari mata dan
menghantarkannya ke otak untuk diproses sebagai persepsi visual. Hasil
praktikum yang dipengaruhi oleh saraf opticus pada praktikan 1 dan 2 berbeda,
yakni 194 dan 308. Ada beberapa faktor yag mempengaruhi kecepatan membaca
seseorang secara fisiologis. Diantaranya adalah cahaya yang masuk ke pupil dan
jumlah saraf yang dimiliki mata. Ketika cahaya bersinar pada satu mata, kedua
pupil berkontraksi , konstraksi ini adalah refleks cahaya pupil. optik atau saraf
kranial II terdiri dari 80% visual dan serabut pupil afferent. Cahaya impuls ke
dalam mata menyebabkan retina menyebarkan impuls ke saraf optik, bidang
optik, otak tengah, dan korteks visual dari lobus occipitalis. Ini adalah otot
afferent dari refleks cahaya. Di otak tengah, serabut pupil menyebarkan dan
disebarkan dengan serabut silang ke depan nucleus Edinger whestpaldari
okulomotor, atau saraf kranial III (Sitepu, 2008).

Tabel 5.2 Hasil Pengamatan Uji Saraf Otak Kecil

N Perintah Praktikan 1 Praktikan 2


O
1 Rentangkan semua lengan ke

samping dan gerakkan semua
jari-jari dengan cepat
2 Rentangkan kedua lengan

kesamping dan saling
silangkan semua jari-jari
dengan rapat
3 Tolehkan kepala kesamping

dengan pandangan lurus ke
samping. Berjalanlah maju
dengan meletakkan tumit
yang satu di depan ujung jari
kaki yang lain
4 Tutuplah mata dan berdirilah

tegak selama 1 menit
5 Tutuplah mata dan sentuhlah

hidung dengan telunjuk kanan
6 Tutuplah mata dan sentuhlah

hidung dengan telunjuk kiri
7 Sentuh telunjuk kanan

pengamat
8 Berdiri tegak dan gerakkkan

kaki kanan ke atas ke bawah
menggeser sepanjang kaki kiri
9 Berdiri tegak dan gerakkan

kaki kiri ke atas ke bawah
menggeser sepanjang kaki
kanan

Berdasarkan data tersebut , dapat diketahui bahwa status syaraf ke dua praktikan
adalah sama.Hal ini dikarenakan koordinasi kerja saraf pada cerebellum
seimbang. Cerebellum juga berfungsi untuk mengirim impuls kesepanjang
serabut neuron motoric.Hal ini memberikan latar belakang tonus otot untuk
mempertahankan portur dan mengatur kerja berbagai kelompok otot yang terlibat
(Broom,2005)
Permukaan serebellum berbeda dengan serebrum, karena tampak berlapis-
lapis. Serebelum diklasifikasikan mejadi tiga subdivisi utama yaitu arkhi
serebellum, paleo serebellum dan neoserebelum.Arkhi serebelum menerima
informasi tentang posisi kepala dari system vestibuler dan jugatentang gerakan
kepala melalui impuls kinetic dari reseptor di kanalis semi sirkularis.Paleo
serebelum menerima impuls aferen dari medulla spinalis melalui traktus spino
serebelaris anterior dan posterior, dan juga dari kuneo serebelaris. Neoserebelum
menerima impuls aferen dari korteks serebelum melalui jaras kortiko-ponto-
serebelaris, serta menerima serabut aferen dari traktus olivo serebelaris.
Gangguan saraf otak kecil atau serebelum akan menyebabkan penderita
mengalami gangguan keseimbangan, yakni tidak mampu mempertahankan posisi
tubuhketika berdiri, atau gangguan koordinasi ketika berjalan. Gangguan inidapat
menyebabkan stroke(Wahyu,2007).
VII. Diskusi
1. Samakah status saraf pada subjek 1 dan subjek 2 ?
2. Bila tidak sama, faktor-faktor apa saja yang menyebabkan perbedaan tersebut ?
Jawab :
1. Tidak.
2. Intensitas cahaya yang masuk ke pupil dan jumlah saraf pada mata.
VIII. Kesimpulan

Berdasarkan data praktikum , dapat diambil kesimpulan bahwa :


1. Untuk memeriksa fungsi sebagian besar saraf pada otak, dapat dilakukan
beberapa uji diantaranya uji saraf cranial dan uji saraf otak kecil.
2. Status saraf yang seimbang dapat terjadi karena koordinasi saraf yang
seimbang pada cerebellum.

IX. DaftarPustaka
Aryulina, diah.2006. Biologi. Jakarta : Esis.
Broom, Bryan. 2005.Anatomi Fisioloagi kelenjar endokrin dan
system persyarafan.EGC, Jakarta
Campbell.1999. Biologi Jilid 3. Jakarta : Erlangga.
Froetscher M, baehr M. Duus Topical Diagnosis in Neurology.4th
edition.Stutgart : Thieme. 2005.
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/dr.%20Atien%20Nur
%20Chamidah,%20M.Dist.St/materi%20kuliah%20neurologi%202013.pdf
Diakses 21 September 2016).
http://kedokteranebook.blogspot.co.id/2014/03/nervus-optikus-saraf-mata-
2nd-cranial.html. Diakses 21 September 2016).
Sloane ethel.,2004,Anatomi dan fisiologi untuk pemula,penerbit buku kedokteran
EGC,Jakarta.
Sitepu,J.2008.Glaukoma Subakut.http://www.Belibis17.tk (Diakses 21 September
2016).