Anda di halaman 1dari 5

Nama: Laila Roudhotul Karimah

NIM: 125060301111023

1. Jelaskan tentang definisi, mekanisme, dan contoh


Meliputi : photo-conductive, photo-current, photo-voltage, photo-
voltaic, dan photo-electric effect.
a. Definisi :
Photoconductive (Photoresistive) cell merupakan salah satu
tranducers cahaya yang sering dipergunakan. Photoconductive yaitu
sensor cahaya yang dapat mengubah perubahan besaran optik (cahaya) menjadi
perubahan nilai konduktansi (dalam hal ini nilai resistansi).
Mekanisme:
Energi cahaya yang jatuh pada sel photoconductive akan
mengakibatkan perubahan resistansi pada sel, jika cahaya sedang
gelap, maka resistansi akan tinggi, demikian juga sebaliknya.

Gambar 1. Mekanisme kerja Photo-conductive.


Terdapat dua tipe utama dari sensor photoelektrik ini, yaitu:
Reflective-type photoelectric sensor, dipergunakan untuk
mendeteksi cahaya yang dipantulkan dari objek dan Through-beam
photoelectric sensor, dipergunakan untuk mengukur perubahan
kuantitas cahaya yang diakibatkan dari adanya objek yang melewati
aksis optiknya.
Gambar 2. Dua tipe sensor Photoconductive , a) Reflective-
type photoelectric sensor, b) Through-beam
photoelectric sensor.
Contoh : LDR, Photo Diode, dan Photo Transistor.
b. Photo-Current.
Definisi :
Photocurrent merupakan arus yang dihasilkan akibat dari beberapa elektron
yang melakukan rekombinasi.Sehingga daerah deplesi ini perlu diperlebar untuk
memungkinkan terjadi absorpsi foton cahaya sebanyak mungkin untuk menghasilkan
arus sebesar mungkin. Photocurrent (arus yang dihasilkan oleh foton cahaya)
memiliki polaritas yang sama sebagaimana arus reverse (arus leakage) dar
photodiode. Oleh karena itu penting untuk menjaga arus leakage (dark current) ini
sekecil mungkin (Hardjono, 1985: 45).
Mekanisme:
Nilai yang lebih praktis untuk menyatakan operasi dari detektor cahaya
adalah responsifitas, R (terkadang juga disebut sensitifitas radiasi), yang didefinisikan
sebagai nisbah photocurrent (arus yang dihasilkan ketika suatu foton cahaya diserap)
terhadap daya foton cahaya (Zeny Muttaq,2003:4).
IP
dimana R bersatuan ampere per watt (A/W), atau A/W, adalah photocurrent
Pi
dan adalah daya optik cahaya datang.
Contoh : detektor cahaya.
c. Photo-Voltage
Definisi:
Pengukuran Surface Photovoltage (SPV) adalah metode
yang digunakan secara luas untuk menentukan panjang difusi karier
semikonduktor minoritas. Karena pengangkutan pembawa minoritas
menentukan perilaku sambungan p-n dalam perangkat
semikonduktor, data permukaan photovoltage dapat sangat
membantu dalam memahami kinerja mereka. Sebagai metode
contactless, SPV adalah teknik yang populer untuk karakteristik
senyawa semikonduktor dalam pembuatan kontak atau struktur
perangkat khusus mungkin sulit.
Mekanisme:

Seperti namanya, SPV melibatkan pemantauan potensi


permukaan semikonduktor sementara menghasilkan pasangan hole
elektron dengan sumber cahaya. Permukaan semikonduktor sering
terdapat daerah deplesi (atau daerah muatan ruang). Ketika sumber
cahaya menciptakan pasangan hole elektron jauh di dalam
semikonduktor, mereka harus menyebar secara massal sebelum
mencapai daerah penipisan permukaan. Operator minoritas
photogenerated memiliki panjang difusi lebih pendek dari operator
mayoritas, yang radiatively dapat bergabung. Oleh karena itu,
perubahan potensial permukaan pada pencahayaan merupakan
pembawa minoritas untuk mencapai permukaan, yaitu panjang
minoritas difusi karier.
Contoh: fotoluminesen.
d. Photo-Voltaic.
Definisi:
Fotovoltaik (PV) adalah sektor teknologi dan penelitian yang
berhubungan dengan aplikasi panel surya untuk energi dengan
mengubah sinar Matahari menjadi listrik. Sistem Photovoltaic adalah
sistem yang mengkonversi sinar matahari menjadi energi listrik.
Mekanisme:
Komponen sistem photovoltaic terdiri dari: modul PV, battery,
control regulator, baterai, inverter, dan switch controller. Sistem
photovoltaic akan bekerja apabila tegangan baterai mencapai batas
bawah rekoneksi 101 V dan tidak bekerja apabila tegangan baterai
mencapai batas bawah 99 V. Baterai akan terisi penuh sampai pada
tegangan batas atas 126 V.
Contoh: Solar Energy
e. Photo-Electric Effect.
Definisi:
Peristiwa terlepasnya electron dari suatu perukaan logam ketika menyerap
radiasi elektromagnetik yang memiliki frekuensi diatas frekuensi ambang electron
tersebut. Tidak ada electron yang dilepaskan oleh radiasi dibawah frekuensi ambang,
karena electron tidak mendapatkan energy yang cukup untuk mengatasi ikatan atom.
Elektron yang dipancarkan biasanya disebut foto elektron.
Mekanisme:
Cahaya dipancarkan ke permukaan bahan yang sudah dirangkai dengan
galvanometer. Elektron yang terbebas akibat pemberian cahaya akan mengalir ke
rangkaian. Bila terdapat arus yang mengalir maka jarum galvanometer akan bergerak.

Contoh: mekanika kuantum


2. Faktor-faktor apa saja yang harus dipenuhi untuk mekanisme
tersebut diatas dalam bahan organik !
Untuk mewujudkan fotovoltaik dalam bahan organic dapat direalisasikan
dengan mengganti logam yang biasa digunakan pada kontak dengan cahaya dengan
bahan organic misalnya senyawa silicon dan senyawa karbon. Contoh bahan yang
bias digunakan adalah monocrystaline silicon dan multicrystaline
silicon.multicrystalline silicon adalah bahan yang paling banyak dipakai dalam
industri solar cell. Multicrystalline dan monocrystalline silicon menghasilkan efisiensi
yang relativ lebih tinggi daripada amorphous silicon. Sedangkan amorphus silicon
dipakai karena biaya yang relativ lebih rendah. Selain dari bahan nonorganik diatas
dipakai pula molekul-molekul organik walaupun masih dalam tahap
penelitian.Sebagai salah satu ukuran performansi solar cell adalah efisiensi. Yaitu
prosentasi perubahan energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Efisiensi
dari solar cell yang sekarang diproduksi sangat bervariasi. Monocrystalline silicon
mempunyai efisiensi 12~15 %. Multicrystalline silicon mempunyai efisiensi 10~13
%. Amorphous silicon mempunyai efisiensi 6~9 %. Tetapi dengan penemuan metode-
metode baru sekarang efisiensi dari multicrystalline silicon dapat mencapai 16.0 %
sedangkan monocrystalline dapat mencapai lebih dari 17 %. Dengan menggunakan
fotovoltaic dengan bahan organic diharapkan
3. Jelaskan perkembangan devais photovoltaic organic !

Peran CMP mengembangkan alternatif sumber energi,


khususnya solar energi, atau photovoltaic/PV (devais semikondutor
yang berkonversi energi matahari (photon) menjadi listrik) menjadi
topik utama. Hal ini dipicu oleh menipisnya sumber energi fosil
(minyak, batubara, gas) dan meningkatnya kebutuhan energi dunia
yang telah menimbulkan masalah, termasuk peperangan di dunia.
Kebutuhan enargi dunia saat ini adalah 13 terawatt, dan di
perkirakan menjadi 30 terawatt pada tahun 2050 [6], penulis
beranggapan bahwa pengembangan teknologi devices
semikonduktor dimungkinkan akan lebih tepat untuk mengatasi
kebutuhan akan sumber energi di Indonesia. Alasannya adalah
teknologi ini lebih beresiko kecil, natural resourses tersedia dan
kesiapan sumber daya manusianya sudah ada.

Sementara itu, sejauh ini belum ditemukan sensitizer yang langsung


diperoleh/diisolasi dari bahan alam. Turunan-turunan senyawa coral/istin diharapkan
dapat digunakan sebagai sensitizer pada photovoltaic dan sel surya untuk
menggantikan golongan senyawa sintetik serupa seperti porphyrin dan pthalocyanin
yang memiliki komponendasar azo-type. Keberhasilan isolasi porphyrin ini
diharapkan akan memberikan kontribusi nyata terhadap litbang OSC di Indonesia
khususnya dan dunia pada umumnyamelalui penemuan bahan semikonduktor organik
baru yang murah dan ramah lingkungan.