Anda di halaman 1dari 15

PROPOSAL KERJA PRAKTEK

PERAWATAN BOILER
DI UNIT JASA PEMBANGKIT PLTU 2 JATENG ADIPALA
Jl. Laut Ds. Bunton Kec. Adipala Kab. Cilacap
Jawa Tengah 53271

Disusun Oleh:
Agung Indianto
141331040

PROGRAM STUDI DIPLOMA III


JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2016
HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL
KERJA PRAKTEK
PERAWATAN BOILER
DI UNIT JASA PEMBANGKIT PLTU 2 JATENG ADIPALA

Disusun Oleh :
AGUNG INDIANTO
141.33.1040

Telah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing


Pada tanggal : .

Dosen Pembimbing, Pemohon,

I Gusti Gde Badrawada, ST.,M.Eng. Agung Indianto


NIM.141.33.1040
NIK . 03.0769.583 E

Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknik Mesin

Ir. Hary Wibowo, MT.


NIK. 89.0661.379 E

A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah


Program studi Teknik Mesin merupakan salah satu program
pendidikan yang berusaha membentuk sarjana yang memiliki keahlian di
bidang produksi dan manufaktur dengan kemampuan analitik
danrekayasa yang kreatif, inovatif, dan mandiri, memiliki integritas
kepribadian dan keilmuan yang tinggi serta memiliki motivasi untuk
mengikuti perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Mengingat itu
IST AKPRIND Yogyakarta menerapkan lama studi di Teknik MesinD3
adalah 6 semester dengan beban studi sebanyak 111 sks termasuk di
dalamnya Kerja Praktek (KP)dan Tugas Akhir. Pada semester V terdapat
mata kuliah Kerja Praktek (KP) berbobot 3 sks yang mewajibkan
mahasiswa melaksanakan pembelajaran di Industri/Intansi.
Kegiatan Kerja Praktek (KP) diharapkan dapat menjadi sarana
memperluas pengetahuan dan pemahaman mengenai disiplin ilmu dan
penerapannya, serta memberikan gambaran umum mengenai kondisi
yang terdapat pada dunia kerja. Memasuki era globalisasi saat ini, ilmu
pengetahuan dan teknologi sangat berperan dalam perkembangan di
dunia industri. Berbagai perusahaan bersaing untuk mempertahankan
serta meningkatkan kualitasnya, tak terkecuali perusahaan di bidang
manufaktur tekstil.
Maka dari itu, kami berkeinginan melaksanakan Kerja Praktek
(KP) di UNIT JASA PEMBANGKIT (UJP) PLTU 2 JATENG ADIPALA
. Perusahaan tersebut bergerak di bidang pembangkit listrik tenaga uap,
perusahaan yang memiliki berbagai mesin untuk menunjang dalam
proses produksinya. Perusahaan pembangkit listrik tenaga uap sangat
membutuhkannya salah satunya mesin ketel uap (boiler).Jenis
pembangkit listrik tenaga termal yang banyak digunakan, karena
efisiensinya tinggi sehingga menghasilkan tenaga listrik yang ekonomis.
PLTU merupakan mesin konversi energi yang mengubah energi kimia
dalam bahan bakar menjadi energi listrik.

2. Rumusan masalah
Adapun perumusan masalah adalah sebagai berikut:
a. Jenis-jenis komponen boiler
b. Perawatan mesin ketel uap (boiler) yang diterapkan oleh UJP PLTU 2
Jateng Adipala
c. Pencegahan kebocoran pada saluran pipa ketel uap (boiler).
d. Faktor-faktor kerusakan boiler UJP PLTU 2 Jateng Adipala

3. Batasan masalah
Keterbatasan penulisan, penelitian, dan pengetahuan dalam
pengumpulan data dapat mempengaruhi dalam penyusunan laporan serta
agenda kerja praktek yang diperoleh di lapangan, untuk itu penulis
membatasi masalah kerja praktek (KP) pada:
a. Observasi hanya dilakukan di UJP PLTU 2 Jateng Adipala
b. Pembahasan dan penelitian hanya difokuskan pada perawatan dan
pencegahan kebocoran pada saluran pipa boiler di UJP PLTU 2 Jateng
Adipala

4. Tujuan praktek
Adapun tujuan yang ingin dicapai oleh penulis dalam pelaksanaan
kerja praktek (KP) di UJP PLTU 2 Jateng Adipala adalah:
a. Untuk mengetahui bagaimana cara perawatan boiler pada UJP PLTU
2 Jateng Adipala
b. Memberikan gambaran sistem dan struktur kerja di lapangan serta
interaksinya dalam perusahaan.
c. Untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan program studi
Teknik Mesin diploma-III Fakultas Teknologi Industri di Institut Sains
& Teknologi AKPRIND Yogyakarta.

5. Manfaat Kerja Praktek


a. Bagi Mahasiswa
1) Memberikan peningkatan keahlian profesi sehingga
menumbuhkan kepercayaan diri.
2) Memberikan wawasan dan pengalaman tersendiri selama dalam
lingkungan industri sebagai pribadi atau calon engineer
3) Menerapkan ilmu dan pengetahuan tentang teknik mesin secara
langsung di lapangan.

b. Bagi Almamater
1) Sebagai salah satu alat evaluasi terhadap kurikulum yang berlaku.
2) Sebagai masukan, guna pengembangan kurikulum yang sesuai
atau sepadan dengan kebutuhan lapangan kerja.
3) Meningkatkan hubungan kerja antara institut dengan perusahaan.

c. Bagi Perusahaan
1) Memberi peluang pada perusahaan/Instansi dalam merekrut
pegawai yang sesuai dengan tuntutan, secara efektif dan efisien.
2) Menjalin hubungan antara perusahaan dengan institut dalam
bidang pendidikan.
3) Saling tukar informasi dalam perkembangan teknologi.

B. LANDASAN TEORI
Menurut Djokosetyarjo M.J (1990) Boiler atau ketel uap adalah
suatu bejana/wadah yang di dalamnya berisi air atau fluida lain untuk
dipanaskan. Energi panas dari fluida tersebut selanjutnya digunakan untuk
berbagai macam keperluan, seperti untuk turbin uap, pemanas ruangan, mesin
uap, dan lain sebagainya. Secara proses konversi energi, boiler memiliki
fungsi untuk mengkonversi energi kimia yang tersimpan di dalam bahan
bakar menjadi energi panas yang tertransfer ke fluida kerja.

Gambar 1. Ilustrasi mesin Boiler

Panas yang diberikan kepada fluida di dalam boiler berasal dari


proses pembakaran dengan berbagai macam jenis bahan bakar yang dapat
digunakan, seperti kayu, batubara, solar/minyak bumi, dan gas. Dengan
adanya kemajuan teknologi, energi nuklir pun juga digunakan sebagai sumber
panas pada boiler. Dan berikut adalah beberapa jenis boiler:
1. Pot Boiler atau Haycock Boiler
Merupakan boiler dengan desain paling sederhana dalam sejarah.
Mulai diperkenalkan pada abad ke 18, dengan menggunakan volume
air besar tapi hanya bisa memproduksi pada tekanan rendah. Boiler ini
menggunakan bahan bakar kayu dan batubara. Boiler jenis ini tidak
bertahan lama penggunaannya karena efisiensinya yang sangat rendah.

2. Fire-Tube Boiler (Boiler Pipa-Api)


Pada perkembangan selanjutnya muncul desain bari boiler yakni boiler
pipa-api. Boiler ini terdapat 2 bagian di dalamnya, yaitu sisi tube/pipa
dan sisi barrel/tong. Pada sisi barrel berisi fluida/air, sedangkan sisi
pipa merupakan tempat terjadinya pembakaran. Boiler pipa-api
biasanya memiliki kecepatan produksi uap air yang rendah, tetapi
memiliki cadangan uap air yang lebih besar.

3. Water-Tube Boiler (Boiler Pipa-Air)


Sama seperti boiler pipa-api, boiler pipa-air juga terdiri atas bagian
pipa dan barrel. Tetapi sisi pipa diisi oleh air sedangkan sisi barrel
menjadi tempat terjadinya proses pembakaran. Boiler jenis ini
memiliki kecepatan yang tinggi dalam memproduksi uap air, tetapi
tidak banyak memiliki cadangan uap air di dalamnya.

4. Kombinasi Boiler Pipa-Api dengan Pipa-Air Firebox


Boiler jenis ini merupakan kombinasi antara boiler pipa-api dengan
pipa-air. Sebuah firebox didalamnya terdapat pipa-pipa berisi air, uap
air yang dihasilkan mengalir ke dalam barrel dengan pipa-api
didalamnya. Boiler jenis ini diaplikasikan pada beberapa kereta uap,
namun tidak terlalu populer dipergunakan.

Komponen-komponen dari boiler yang berhubungan dengan proses


perubahan fase dari air menjadi uap air. Air yang masuk ke boiler berskala
besar memiliki temperatur dan tekanan yang tinggi. Temperatur tinggi
didapatkan dari proses preheating, dan dibangkitkan tekanannya oleh Boiler
Feed Water Pump. Selanjutnya air akan mengalami berbagai proses di boiler
sehingga terbentuk uap kering (superheated steam). Dan berikut adalah
bagian-bagian dari boiler yang berhubungan dengan proses perubahan fase air
tersebut:

1. Steam Drum
Steam Drum pada boiler berfungsi sebagai reservoir campuran air dan
uap air, dan juga berfungsi untuk memisahkan uap air dengan air pada
proses pembentukan uap superheater.

Gambar 2. Prinsip Kerja Steam Drum

Steam drum memiliki beberapa saluran masuk dan dua saluran keluar.
Air yang masuk ke dalam steam drum memiliki fase campuran antara
uap air dan cair. Di dalam steam drum terdapat cyclone separator,
bagian ini berfungsi untuk memisahkan antara uap air saturated
dengan air. Uap air akan keluar melalui pipa sebelah atas steam drum
dan menuju ke boiler untuk dipanaskan lebih lanjut menjadi uap
kering. Sedangkan yang masih berfase cair akan menuju ke raiser
tube untuk dipanaskan sehingga berubah fase menjadi uap.
Gambar 3. Prinsip Kerja Cyclone Separator

Cyclone separator menjadi bagian paling utama di dalam steam drum.


Di dalam cyclone separator terdapat semacam cakram miring yang
dapat berputar terhadap porosnya. Campuran uap air dan air
bertekanan terdorong masuk ke dalam sehingga menyebabkan cakram
ini berputar. Efek putaran dan benturan antara fluida dengan cakram
tersebut secara alami akan memisahkan air dengan uap saturated,
sehingga air akan jatuh ke bawah sedangkan uap air akan naik ke atas.
Di bagian atas keluaran steam drum, terdapat plat-plat miring yang
disebut eliminator / scrubber. Plat ini juga berfungsi untuk
memisahkan air dengan uap sehingga hanya uap saja yang dapat
melewati scrubber tersebut.

2. Boiler Water Circulating Pump


Boiler Water Circulating Pump (BWCP) mensupply air feedwater dari
steam drum ke water wall / raiser tube. Pada boiler sub-kritikal
sebenarnya air dapat secara natural mengalir sesuai dengan desain
boiler, asalkan saluran perpipaan didesain dengan hambatan yang
sangat rendah. Keberadaan BWCP akan memastikan air mengisi
seluruh bagian pipa boiler, yang hal ini tidak dijamin dapat dilakukan
oleh boiler dengan sistem sirkulasi natural. Sirkulasi air pada boiler
sangat penting untuk diperhatikan, karena selain sebagai fluida kerja
air juga berfungsi sebagai media pendingin pipa-pipa boiler. Sedikit
saja bagian dari pipa boiler tidak terisi air akibat turunnya head
keluaran BWCP, akan sangat fatal akibatnya.

3. Desuperheater Spray
Uap air superheater yang masuk turbin uap pada sebuah PLTU harus
memiliki spesifikasi yang sesuai dengan ketentuan. Temperatur uap air
harus dijaga pada angka tertentu sehingga sesuai dengan persyaratan
untuk menggerakkan turbin uap. Desuperheater spray adalah sebuah
bagian pada boiler yang berfungsi untuk mengontrol temperatur uap
superheater maupun reheater keluaran boiler dengan jalan
menyemprotkan air padanya. Jumlah air yang disemprotkan ke uap air
tersebut dikontrol oleh control valve. Komponen inilah yang berfungsi
untuk menjaga agar spesifikasi uap air selalu dalam parameter terbaik.

4. Pipa Boiler (Tube)


Boiler berskala besar dibentuk oleh pipa-pipa (tubing) berukuran
antara 25 mm hingga 100 mm. Pipa-pipa ini memiliki desain material
dan bentuk khusus yang harus tahan terhadap perbedaan temperatur
ekstrim antara ruang bakar dengan air / uap air yang mengalir di
dalamnya. Selain itu material pipa haruslah bersifat konduktor panas
yang baik, sehingga perpindahan panas (heat transfer) dari proses
pembakaran ke air / uap air bisa efektif.

Gambar 4. Tubing Boiler dengan Ulir Dalam

5. Boiler Relief Valve


Boiler relief valve adalah sebuah safety valve yang berfungsi untuk
membuang uap boiler pada saat tekanan terlalu berlebihan di atas
ketentuan produksi boiler. Hal ini untuk mencegah terjadinya ledakan
yang lebih besar yang mungkin diakibatkan oleh tekanan uap
superheater yang besar. Boiler relief valve memiliki tekanan kerja
tertentu yang sesuai dengan setting yang telah ditentukan sebelum
boiler beroperasi. Jika tekanan uap boiler lebih besar daripada tekanan
kerja relief valve ini, maka ia akan membuka dan membuang uap air ke
atmosfer.

Gambar 5. Bagian Boiler Relief Vlave

Pemeriksaan Dan Repair


Pemeriksaan katel uap dilakukan dengan dua cara yaitu:
a. Pemeriksaan yang dilakukan oleh depnaker yaitu steamdrum,
Waterdrum, superheaterTube, kebersihan, kekuatan material, kondisi
material dan WaterTube. Bagian-bagian tersebut tentunya dikaitkan
dengan bagian-bagian yang bertekanan tinggi yang sangat
membahayakan bagi keselamatan manusia.
b. Pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak perusahaan yaitu bagian yang
tidak bertekanan tinggi, yang mana bagian tersebut dikaitkan dengan
produktivitas dan hal-hal yang mengganggu efisiensi boiler misalnya
pada rangka bakar, dinding boile rcasing, impeller, damper, isolasi dsb.

Setelah kedua belah pihak menentukan bagian-bagian mana yang perlu


diadakan perbaikan dan penggantian, maka dimulailah repair misalnya pada
a. Penggantian pipa pipa air.
b. Penggantian pipa pipa uap
c. Penggantian pipa pipa gas
d. Perbaikan batu-batu dinding
e. Perbaikan casing
f. Perbaikan impeller
g. Isolasi
Apabila pekerjaan repair dinyatakan sudah selesai, maka selanjutnya
akan diadakan pemeriksaan yang ketiga oleh pihak depnaker dan
perusahaan.

C. METODOLOGI PELAKASANAAN KERJA PRAKTEK


1. Metode Pengumpulan data Primer
Data primer adalah data penelitian diperoleh secara langsung dari
objek yang diteliti. Dalam hal ini, penelitian diperoleh secara langsung
pada objek dengan pendekatan secara primer yang dapat diperoleh dengan
cara:
a. Interview dan Wawancara
Pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan secara
langsung pada objek dengan mengadakan tanya jawab pada pihak
perusahan.
b. Observasi pengambilan data secara langsung dengan cara mengamati
dan mencatat objek penelitian pada saat melaksanakan kerja praktek
(KP) pada industri.
2. Metode Pengumpulan Data Sekunder
Data didapat dengan cara tidak langsung, dalam arti dari literatur
buku petunjuk maupun studi pustaka pada setiap bagian peralatan sumber
lain yang berhubungan dengan objek penelitian.

DIAGRAM ALIR PELAKASANAAN KERJA PRAKTEK


Gambar 6. Diagram alir pelaksanaan Kerja Praktek

D. SISITEMATIKA PENULISAN LAPORAN


JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan tentang latar belakang, tujuan manfaat KP
(Kerja Praktek), batasan masalah, metode pengumpulan data dan
disistematika penyusunan laporan.
BAB II PROFIL PERUSAHAAN
Berisi tentang tinjauan umum perusahaan mulai dari sejarah, visi dan
misi, produk yang dihasilkan, hingga peralatan yang digunakan di
perusahaan.
BAB III LANDASAN TEORI
Landasan Teori yang berkaitan dengan tema kerja praktek,
paradigma, cara pandang, tinjauan pustaka terhadap penulis terdahulu yang
ada kaitan dengan tema Kerja Praktek.
BAB IV BOILER PADA UJP PLTU 2 JATENG ADIPALA
Jenis boiler, sistem operasi dan perawatan boiler yang digunakan
pada UJP PLTU 2 Jateng Adipala
BAB V PERAWATAN DAN PERBAIKAN MESIN BOILER
Berisikan tentang metode atau cara yang digunakan dalam perawatan
dan perbaikan mesin boiler oleh perusahaan.
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi tentang kesimpulan dari hasil KP (Kerja Praktek) dan
laporan serta saran-saran sebagai pendukung suatu yang kekurangan dari hasil
pengamatan saat melaksanakan KP (Kerja Praktek).
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
E. DAFTAR PUSTAKA

Djokosetyardjo, M.J. 1990. Penjelasan Lebih Lanjut Tentang Ketel Uap.


Jakarta; Pradnya Paramita.

Jazz, Rev. 2015. Pengertian Komponen Boiler, termuat


di:http://www.prosesindustri.com diakses pada tanggal 15 Desember
2016 pukul 20.45 WIB.
Onny. 2011. Pengertian Boiler Ketel Uap, termuat di:http://artikel-
teknologi.com diakses pada tanggal 15 Desember 2016 pukul 19.30
WIB.

Onny. 2011. Komponen-komponen Boiler, termuat di:http://artikel-


teknologi.com/ diakses pada tanggal 15 Desember 2016 pukul 21.05
WIB.

Tim Penyusun. 2012. Panduan Umum Penyusunan Proposal Kerja


Praktek".Teknik Mesin D-3 Fakultas Teknologi Industri. Buku
Panduan. Yogyakarta. IST AKPRIND

Zahravia. 2010. Tinjauan pustaka PT. Primatexco, termuat di:


http://www.zahravia.blog.uns.ac.id diakses pada tanggal 15
Desember 2016 pukul 17.10 WIB.

F. JADWAL PELAKSANAAN
1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kerja Praktek
Waktu dan tempat pelakasanaan kerja praktek (KP) sebagai
berikut :
Waktu : 23 Januari 19 Februari 2017
Tempat : UJP PLTU 2 JATENG ADIPALA
Alamat Perusahaan : Jl. Laut Ds. Bunton Kec. Adipala Kab.
Cilacap

2. Jadwal Pelaksanaan Kerja Praktek (KP)


Adapun tahap rencana pelaksanaan kerja praktek (KP) yang
ditetapkan oleh jururan Teknik Mesin IST AKPRIND Yogyakarta, rencana
kerja praktek ini sebagai pertimbangan dalam pelaksanaan di UJP PLTU 2
Jateng Adipala
Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Kerja Praktek (KP)
Rencana Alokasi Waktu
KEGIATAN Desember
Januari 2016 Febuari 2016
2016
Minggu ke- 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Penyusunan Proposal
Pelaksanaan Kerja Praktek
(KP)
Orientasi Lingkungan
Kerja Praktek (KP) /
Industri
Pengenalan Peralatan
Industri
Studi Lapangan
Studi Literatur pemecahan
masalah di lapangan

Penyusunan Laporan

G. BIODATA PENYUSUN PROPOSAL

Nama : Agung Indianto


NIM : 141331040
Tempat, Tgl Lahir : Cilacap, 13 Juni 1996
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Jl. Diponegoro Rt03 Rw02, Desa Glempang Pasir,
Kec. Adipala, Kab. Cilacap
Alamat di Yogyakarta : Yogyakarta
No. Telp : 085-747-234-890
Asal SMA/SMK : SMK MAARIF 01 KROYA
Jurusan : Teknik Mesin (D3)
Fakultas : Teknologi Industri
Universitas : Institut Sains dan Teknologi AKPRIND Yogyakarta
Email : agungindrianto23@yahoo.com

Anda mungkin juga menyukai