Anda di halaman 1dari 10

MODUL PERKULIAHAN

SISTEM
MANAJEMEN
MUTU
KONSTRUKSI

PENGERTIAN SISTEM
MANAJEMEN MUTU

Program Tatap
Fakultas Kode MK Disusun Oleh
Studi Muka
Teknik Sipil dan Teknik Sipil MK11050 Lily Kholida, S.T, M.T
Perencanaan
01

Abstract Kompetensi
Pendalaman mengenai Sistem Memahami Sistem Manajemen Mutu
Manajemen Mutu
Sistem Manajemen Mutu

PENGANTAR
Gelombang globalisasi ekonomi akibat AFTA, GATT, APEC, WTO dan lain
sebagainya telah menciptakan tantanganbisnis yangs emakin besar, yaitu kompetisi
(competition) yang semakin tinggi, teknologi (technology) yang semakin canggih, peraturan
dan perundang-undangan (legislation) yang lebih ketat, serta pelanggan (customers)
dengan tingkat pengetahuan yang mekin meningkat. Produk luar negeri akan bebas masuk
ke pasar domestik yang merupakan bagian dari pasar global.
Tantangan seperti ini, menghadapkan para pelaku bisnis maupun produsen pada
dua pilihan, yaitu masuk dalam arena kompetisi dengan melakukan perubahan dan
perbaikan atau keluar arena kompetisi tanpa dibebani perubahan dan perbaikan. Keduanya
memiliki konsekuensi yang sebaiknya dibarengi dengan strategi.
Saat ini masih banyak perusahaan konstruksi mungkin tidak sepenuhnya menyadari
nilai-nilai meningkatkan kualitas selain mengetahui bahwa mereka akan menghasilkan
produk yang lebih baik dan akibatnya terjadi kesalahpahaman dan biaya meningkat. Alasan
yang paling penting untuk meningkatkan kualitas adalah : untuk tetap bertahan hidup, yaitu
memenangkan kontrak dan repeated contracts (mendapatkan kontrak kembali). Kemudian
di sisi lain, para klien mengambil risiko tinggi dalam pemberian kontrak karena yang
biasanya terjadi adalah kriteria "berdasarkan termurah menang tender" hal ini disebabkan
karena kontraktor harus memotong biaya untuk memenuhi kebutuhan. Hasilnya adalah
kinerja kualitas yang buruk, karena itu perlu adanya peran aktif dari klien dalam semua
tahap pengembangan proyek. Titik tekan kualitas adalah dapat mengurangi biaya langsung
dan tidak langsung proyek dengan alokasi sumber daya yang efektif dan pemanfaatan,
mengurangi sampah, memo, pengerjaan ulang dan perbaikan. Banyak aspek dari kontrak
konstruksi seperti pilihan tenaga kerja, masalah komunikasi, manajemen material, pemilihan
subkontraktor atau pemasok, dll, dapat ditingkatkan dengan manajemen mutu.

PENGERTIAN

201 Nama Mata Kuliah dari Modul


6 2 Sistem Manajemen Mutu Knstruksi
Dosen Pengampu Lily Kholida, S.T, M.T
Geotech dan Davis (1995) mengatakan bahwa mutu merupakan suatu kondisi dinamis yang
berkaitan dengan produk, pelayanan, orang, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau
melebihi apa yang diharapkan. Dahlgaard (1995) mengatakan mutu merupakan budaya
suatu organisasi dan budaya tersebut mempunyai fokus kepada pelanggan dan peningkatan
berkelanjutan. Sementara Steven (1996) mengatakan, mutu ialah dimensi keseluruhan
produk atau servis yang dapat memuaskan kehendak dan kebutuhan pelanggan. Sebastian
Nokes dan Kelly (2007) berpendapat mutu adalah sesuatu yang sesuai dengan persyaratan
dan tujuan manajemen mutu adalah menambahkan nilai dengan cara eksplisit ke dalam
proyek. Selain itu Perbendaharaan Istilah dalam ISO 8402 mendefinisikan Sistem
Manajemen Mutu (SMM) adalah suatu sistem yang mendokumentasikan semua aktivitas
dari fungsi manajemen secara keseluruhan yang menentukan kebijaksanaan kualitas, tujuan
dan tanggung jawab serta mengimplementasikannya melalui alat-alat perencanaan kualitas
(quality planning), jaminan kualitas (quality assurance) dan peningkatan kualitas (quality
improvement).

BATASAN DALAM PROYEK KONSTRUKSI

Biaya
Anggaran

Jadwal Mutu

Waktu Kinerja
Anggaran. Proyek harus diselesaikan dengan biaya yang tidak melebihi anggaran. Jadwal.
Proyek harus dikerjakan sesuai dengan kurun waktu dan tanggal akhir yang telah
ditentukan. Mutu. Produk atau hasil kegiatan proyek harus memenuhi spesifikasi dan
kriteria yang dipersyaratkan. (Soeharto, 1995, hal. 2). Mengingat salah satu batasan dalam
manajemen proyek adalah mutu, maka mengetahui dan mengelola hal ini dengan baik, akan
dapat berdampak pada batasan yang lain, yaitu waktu dan biaya.

201 Nama Mata Kuliah dari Modul


6 3 Sistem Manajemen Mutu Knstruksi
Dosen Pengampu Lily Kholida, S.T, M.T
AREA SISTEM MANAJEMEN MUTU
Manajemen mutu proyek, terdiri dari tiga tahapan, yaitu :
1. Perencanaan Mutu (Quality Planning)
Dalam PMBOK dijelaskan Input yang digunakan untuk menyusun quality plan
diantaranya adalah kebijakan mutu. Skup proyek, deskripsi produk, standar dan
peraturan. Sedangkan teknik/metode yang digunakan dalam membuat quality plan
antara lain benefit/cost analysis, benchmarking, flowchart , rencana biaya mutu dan
rencana manajemen mutu sesuai SMM ISO 9000. Output yang dihasilkan adalah
rencana manajemen mutu, ceklist kualitas, dan rencana pengembangan kualitas.
Sementara menurut Arminto perencanaan kualitas adalah sebuah rencana
bagaimana dan kapan Quality Event dan Quality Material diterapkan dalam
proyek. Quality Event adalah agaimana quality material dipakai di proyek. Terdapat
aktivitas yang dilaksanakan menggunakan quality material untuk memvalidasi
kualitas proyek. Sedangkan Quality Material adalah sesuatu yang khusus digunakan
organisasi untuk membantu Project Mgr meningkatkan kualitas di proyek, misalnya
template(blank document yang digunakan secara khusus pada tahapan proyek.
Biasanya berisi beberapa contoh dan instruksi), standard(instruction document yang
men-detail-kan bagaimana aspek khusus proyek harus dikerjakan), checklists(tool
yang dipakai untuk mengecek apakah suatu proses masih dalam kondisi terkontrol).
Quality material ini digunakan di dalam quality event.

Project Quality biasanya dinilai dari beberapa kriteria, yaitu : apakah proyek
diselesaikan tepat waktu, tepat anggaran, apakah sistem memenuhi kebutuhan pelanggan.
Elemen Quality plan yang dilakukan adalah :
a. Apa saja yang perlu di cek ; kualitas material (spesifikasi dan standar) dan proses
pekerjaan metode atau caranya (spesifikasi dan standar)
b. Dengan cara apa dilakukan ; pengujian (tes laboratorium) atau dengan
manual/visual.
c. Kapan dilakukan ; pada saat penerimaan material, sebelum pekerjaan dimulai,
selama proses pelaksanaan dan produk akhir.
d. Siapa saja yang terlibat ; untuk internal adalah quality control atau surveyor, untuk
eksternal adalah klien atau konsultan.

Isi dari Perencanaan Kualitas mencakup :


1. Ringkasan spesifikasi (teknis)
2. Flowchart kegiatan pekerjaan
3. Daftar prosedur

201 Nama Mata Kuliah dari Modul


6 4 Sistem Manajemen Mutu Knstruksi
Dosen Pengampu Lily Kholida, S.T, M.T
4. Rencana Inspeksi dan Tes (penerimaan barang, pekerjaan dalam proses)
5. Jalur koordinasi
6. Metode Kerja
7. Biaya Kualitas

Metode atau teknik dari perencanaan kualitas, terdiri dari :


1. Flowchart (diagram alir)
Digunakan untuk menggambarkan alur proses pekerjaan
2. Cost of Quality
Biaya untuk menghasilkan produk yang memenuhi persyaratan dan biaya yang
keluar akibat produk yang tidak memenuhi persyaratan
3. Benefit/cost analysis
Untuk menganalisa pilihan proses yang paling menguntungkan bagi pelaksana guna
memenuhi harapan pelanggan

2. Jaminan Mutu (Quality Assurance)


Jaminan mutu (quality assurance) adalah proses evaluasi terhadap kinerja seluruh
proyek berbasiskan peraturan atau ketentuan sehingga proyek diyakini dapat
memenuhi standar mutu yang terkait. Menurut Juran (1976), Quality assurance
adalah kegiatan untuk menjamin dan membuat kepercayaan yang dibutuhkan dalam
semua bidang bahwa fungsi kualitas benar benar dijalankan dengan efektif
Metode yang digunakan diantaranya adalah dengan melakukan audit mutu dan
output yang ditargetkan adalah terjadinya peningkatan mutu (quality improvement)
proyek secara efektif dan efisien. Outputnya antara lain, change request dan project
management plan updates.
Ruang lingkup dari Quality Assurance adalah tidak dalam lingkup kualitas produk
secara sempit, tetapi berbicara mengenahi keseluruhan bagian dari suatu organisasi
atau perusahaan yang mendukung terciptanya jaminan kualitas yang menyeluruh.
Menurut Gryna (2001), ada tiga bentuk Quality assurance, yaitu :
a. Quality Audit adalah evaluasi independen untuk membandingkan performance
kualitas dengan standard kualitas yang ada, sehingga dapat diketahui
performance sesungguhnya, dengan beberapa kategori : Audit kebijakan, audit
performance, audit dari rencana, sistem, dan prosedur, serta yang terakhir audit
dari pelaksanaan.
b. Quality Assesment adalah adalah survey dalam perusahaan yang
mengimplikasikan sesuatu yang tidak termasuk dalam kriteria yang disepakati.

201 Nama Mata Kuliah dari Modul


6 5 Sistem Manajemen Mutu Knstruksi
Dosen Pengampu Lily Kholida, S.T, M.T
Quality assessment dapat berfungsi sebagai alarm signal yang menemukan
kesempatan atau tantangan yang tidak diharapkan. Quality Assessment ini
dilakukan dengan cara :
Menggunakan kerangka berfikir secara menyeluruh yang termasuk di
dalamnya hasil dari kualitas dan sistem kualitas. Kerangka berfikir ini
mencakup : Biaya dari kualitas yang buruk, keadaan dalam market place,
budaya perusahaan dalam hal kualitas, pengukuran aktivitas yang berkaitan
dengan kualitas
Mengukur sistem kualitas dengan menggunakan kriteria yang telah ada.
Pengukuran yang dilakukan fokus pada hasil kualitas, contoh dengan
Malcolm Baldrige Quality Award
Mengukur sistem kualitas dengan menggunakan kriteria yang mendifinisikan
elemen kualitas, contoh dengan ISO 9000
Mengukur sistem kualitas dengan menggunakan kriteria yang dibuat sendiri
oleh perusahaan untuk mengevaluasi diri sendiri
Mengukur sistem kualitas dengan kriteria yang dibuat untuk mengevaluasi
supplier
Mengukur sistem kualitas untuk tujuan yang spesifik
c. Product Audit adalah adalah evaluasi yang independen terhadap kualitas produk
yang ditentukan sebagai kesesuaian dengan penggunaan atau spesifikasi.
Tujuan dari audit produk yaitu :
Mengestimasi tingkat kualitas yang diberikan kepada konsumen
Evaluasi efektifitas dari keputusan saat inspeksi yang ditentukan oleh
kesesuaian dengan spesifikasi
Memberikan informasi yang berguna untuk mengembangkan tingkat kualitas
produk yang keluar dan efektivitas inspeksi
Memberikan jaminan tambahan selain pemeriksaan rutin yang dilakukan

Manfaat QA bagi pemilik proyek :


Memberikan kepercayaan dan keyakinan bahwa bangunan yang dibangun akan
dapat berfungsi sesuai yang diharapkan (safety, produksi) dalam batas waktu
tertentu
Menyediakan dokumen yang diperlukan
Menyediakan data dan informasi perihal inspeksi, pengetesan dan perbaikan
(untuk masukan masa pemeliharaan)

Manfaat QA bagi kontraktor :


Bila mengikuti prosedur dan spesifikasi dengan tepat menghasilkan pekerjaan
sekali jadi (no reworks)
Mencegah mutu yang melebihi spesifikasi, sehingga biaya yang tidak perlu
dapat dihindari

201 Nama Mata Kuliah dari Modul


6 6 Sistem Manajemen Mutu Knstruksi
Dosen Pengampu Lily Kholida, S.T, M.T
3. Pengendalian Mutu (Quality Control)
Menurut PMBOK proses monitoring dari hasil proyek secara spesifik untuk
mengetahui sejauhmana hasil pekerjaannya sudah sesuai dengan standar yang
ditentukan dan mengidentifikasi cara untuk mengeliminasi penyebab kinerja yang
tidak memuaskan/ sesuai. Metode yang digunakan dalam hal ini adalah inspeksi,
control charts, diagram pareto, statistical sampling, flowcharting dan analisa
kecenderungan. Outputnya antara lain hasil dan perubahan yang tervalidasi,
pengukuran quality control
Menurut Arminto QC adalah bagian dari penjaminan mutu (QA) yang memberikan
petunjuk dan cara-cara untuk mengendalikan mutu material, struktur, komponen atau
sistem agar memenuhi keperluan yang telah ditentukan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah :
Berupa pengetesan, pengukuran dan pemeriksaan untuk
mengetahui/membuktikan bahwa engineering dan design telah sesuai dengan
kriteria yang telah digariskan
Material, peralatan dan instalasi telah dibuat, dibeli dan dibangun sesuai
prosedur, gambar, dan spesifikasi proyek

BIAYA KUALITAS
Studi kasus menunjukkan bahwa perbaikan dan biaya kualitas berasal dari teknik
manajemen mutu total dan metode yang digunakan untuk mengidentifikasi kegiatan dengan
biaya tinggi yang membentuk sebagian besar biaya kualitas. Konsep ini telah dikembangkan
dan digunakan dengan sukses di bidang manufaktur. Biaya kualitas biasanya dianggap
sebagai salah satu dari : biaya pengelolaan sistem mutu, yaitu biaya yang terlibat dalam
mendirikan sistem manajemen mutu dan biaya periodik audit oleh penilai pihak ketiga, atau
biaya untuk memiliki tingkat kualitas tertentu, yaitu kualitas vs biaya penjualan, yang
menunjukkan hubungan biaya pada berbagai tingkat kualitas, atau value engineering, yang
berkaitan dengan identifikasi fungsi dan pengembangan alternatif yang mungkin diperlukan
untuk memenuhi fungsi-fungsi ini dengan biaya serendah mungkin.

Biaya kualitas dapat digambarkan sebagai semua biaya yang terkait dalam
pengelolaan kualitas proyek dan biaya yang berasal dari ketidaksesuaian yang timbul
setelah proyek berlangsung. Misalnya, dari sudut pandang klien, lebih banyak perubahan
yang timbul dari perencanaan yang buruk atau tujuan yang ambigu menyebabkan biaya

201 Nama Mata Kuliah dari Modul


6 7 Sistem Manajemen Mutu Knstruksi
Dosen Pengampu Lily Kholida, S.T, M.T
tambahan. Desainer harus menghabiskan waktu pengerjaan ulang gambar atau konsep
perubahan atau ketika kesalahan ditemukan. Demikian juga, tim konstruksi harus
menghancurkan bagian dari struktur atau menghabiskan waktu di ulang jika kegagalan
kualitas terjadi.

Secara konseptual, biaya kualitas dapat didefinisikan sebagai "semua biaya yang
dikeluarkan oleh bisnis karena produk tersebut tidak dirancang, diproduksi, atau dilayani
secara sempurna selama siklus awal".

Biaya kualitas memiliki dua bagian utama. Yang pertama adalah biaya manajemen
mutu terdiri biaya pencegahan dan penilaian. Bagian kedua adalah biaya kegagalan terdiri
dari kegagalan internal, kegagalan eksternal dan biaya kualitas tak berwujud. Metode
klasifikasi dikenal sebagai PAF (Prevention : pencegahan-Appraisal: penilaian-Failure :
Kegagalan).
pencegahan - kegiatan yang menjamin kinerja waktu pertama
appraisal - kegiatan yang memeriksa apakah kinerja pertama kali benar telah dicapai
Kegagalan - kegiatan yang diperoleh dari hasil yang tidak sesuai dengan benar di pertama
kalinya. Biaya yang berhubungan dengan kualitas dalam industri konstruksi secara
keseluruhan relatif tinggi dalam hal total biaya proyek. Untuk industri konstruksi di U.S.A.
ditemukan bahwa lebih dari 12% dari total biaya proyek dapat dihabiskan untuk pengerjaan
ulang. Diperkirakan lebih dari 15% dari total biaya proyek dihabiskan biaya kualitas.

Sistem Manajemen Kinerja Kualitas(The Quality Performance Management System)


telah dikembangkan untuk melacak biaya manajemen mutu berdasarkan aktivitas yang
dilakukan di proyek.

Kemudian, System Tracking Kinerja Kualitas (The Quality Performance Tracking


System) dikembangkan untuk mengkarakterisasi biaya kualitas untuk keperluan analisis
kuantitatif dan pelacakan. Biaya kualitas dikategorikan menjadi dua bagian, yaitu biaya
manajemen mutu dan biaya mengoreksi penyimpangan (kegagalan).

Meskipun QPTS sederhana dan fleksibel, tidak mempertimbangkan efek dari


kegagalan biaya terkait waktu yaitu., Biaya untuk mempercepat pekerjaan untuk menebus
waktu yang hilang.

Tidak ada aturan mutlak dalam kualitas biaya. Sebuah perusahaan, mengumpulkan
biaya kualitas pada proyek-proyek konstruksi, dapat memutuskan untuk mengembangkan

201 Nama Mata Kuliah dari Modul


6 8 Sistem Manajemen Mutu Knstruksi
Dosen Pengampu Lily Kholida, S.T, M.T
dan mengadopsi klasifikasi sendiri biaya kualitas karena keterbatasan dalam sistem yang
ada dan untuk alasan praktis. Namun, unsur-unsur yang terkandung dalam sistem tersebut
harus terdiri dari kegiatan yang berhubungan dengan kualitas. Dan dapat disimpulkan
bahwa kita dapat menecegah kebocoran biaya, ketika melakukan pekerjaan yang tepat
sejak dari pertama kali.

PENGUKURAN KUALITAS
Dimensi kualitas yang dikemukakan oleh David Garvin adalah sangat tepat
digunakan untuk mengukur kualitas produk. Sedangkan dimensi kualitas yang dikemukakan
oleh Zeithami, Berry dan Parasuraman adalah sangat tepat digunakan untuk mengukur
kualitas jasa pelayanan. Pengukuran kualitas produk dan jasa pelayanan pada dasarnya
hampir sama dengan pengukuran kepuasan pelanggan, yaitu ditentukan oleh variabel
harapan konsumen dan kinerja yang dirasakan.
Pengukuran kualitas melalui perhitungan biaya kualitas dapat dilakukan dengan
berbagai cara, yaitu :
a. Biaya kualitas di ukur berdasarkan biaya kerusakan per jam dari tenaga kerja
langsung
b. Biaya kualitas diukur berdasarkan biaya produksi termasuk biaya tenaga
kerja langsung, biaya bahan abku dan biaya overhead pabrik
c. Biaya kualitas diukur berdasarkan penjualan bersih
d. Biaya kualitas diukur berdasarkan satuan unit seperti kilogram, meter dsb.
Pengukuran biaya kualitas berdasarkan keempat cara tersebut dapat dianaliasis dengan
menggunakan analisis trend dan analisis pareto agar ditemukan konsep biaya kerusakan
yang optimum.

Daftar Pustaka

1. Project Management Institute, A Guide to Project Management Body of Knowledge, 2008 edition.
2. Arminto, Yudi Ir. Quality Management System Requirement. 2012
3. Asa, M. Fanshurullah. Faktor-faktor Kritis Dalam Sistem Manajemen Mutu untuk Meningkatkan Daya Saing
Jasa Konstruksi. Disertasi FTUI. 2009
4. Soeharto, Iman. Manajemen Proyek dari Konseptual Sampai Operasional. 1995

201 Nama Mata Kuliah dari Modul


6 9 Sistem Manajemen Mutu Knstruksi
Dosen Pengampu Lily Kholida, S.T, M.T
5. Berawi, M.Ali Dr. Quality Concept in Organisation. 2001
6. Mulyoto, Dana Persada. Super Project Manager. 2013
7. Yamit, Zulian. Manajemen Kualitas Produk dan Jasa. 2013
8. Berawi, M.Ali Dr. Capturing The Cost Of Quality Failures in Construction. 2001

201 Nama Mata Kuliah dari Modul


6 10 Sistem Manajemen Mutu Knstruksi
Dosen Pengampu Lily Kholida, S.T, M.T