Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

KEHAMILAN YANG TIDAK DIINGINKAN

Disusun Oleh :

Mei Setiawati (P1337420314049)

Sinta Yuliafifah (P1337420314061)

Yudistina Maya Siswandini (P1337420314072)

Linda Anggreini (P1337420314089)

Dwi Apriliyani (P1337420314055)

El Faza Hanindita (P1337420314047)

Yuni Masnah (P1337420314048)

Tingkat 2 Reguler B

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG

PRODI D-III KEPERAWATAN PEKALONGAN

2015

1
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.


Segala puji hanya bagi Allah yang telah melimpahkan Taufik, Hidayah dan InayahNya
kepada kita, sehingga kita masih dapat menghirup nafas kaislaman sampai sekarang ini.
Shalawat dan salam semoga tercurah pada junjungan kita Nabi agung Muhammad SAW yang
telah berjuang dengan semangatnya yang begitu mulia yang telah membawa kita dari jaman
Jahilliyah kepada jaman Islamiyah.
Dengan mengucap Alhamdulillah kami dapat menyusun makalah yang berjudul
Kehamilan yang Tidak Diinginkan. Kami ucapkan banyak terima kasih kepada Dosen
Pembimbing yang telah membimbing kami dalam setiap materi tentang Keperawatan Maternitas,
tidak lupa teman-teman yang senantiasa kami banggakan yang semoga kita selalu dalam
lindungan Allah serta dapat berjuang dijalan Allah SWT.
Kami menyadari tentunya makalah ini jauh dari sempurna, maka dari itu kami mohon
saran dan kritik yang sifatnya membangun tentunya. Akhirnya kami mengucapkan terima kasih
dan mohon maaf apabila dalam penulisan masih terdapat kalimat-kalimat yang kurang dapat
dipahami agar menjadi maklum.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Penulis

2
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................
HALAMAN KATA PENGANTAR..................................................................
HALAMAN DAFTAR ISI...............................................................................

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang................................................................................................1
B. Rumusan Masalah...........................................................................................1
C. Tujuan.............................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian KTD..............................................................................................3
B. Penyebab KTD ...............................................................................................4
C. Dampak KTD..................................................................................................5
D. Pencegahan KTD............................................................................................5
E. Penanggulangan KTD.....................................................................................6

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan.....................................................................................................7
B. Saran...............................................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................8

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Pasangan suami istri tak luput dari masalah jika kehamilan sang istri tidak dikehendaki.
Misalnya masalah ketidaksiapan. Hal ini bisa menimbulkan depresi ringan sampai berat pada
ibu, yang bisa sangat berpengaruh pada janin, bahkan berakibat keguguran atau terlahir cacat.
Apalagi jika Kehamilan tak diinginkan terjadi pada pasangan yang belum menikah, akibat yang
terjadi bisa jauh lebih besar. Tidak saja karena akan mengalami konflik internal, semisal
ketidaksiapan, tapi juga mesti menghadapi tekanan dari lingkungan sosial, semisal celaan.
Norma-norma ketimuran masih tetap menganggap kehamilan diluar nikah sebagai aib
bagi keluarga ataupun masyarakat, apapun sebab dari kehamilan itu. Orang yang hamil diluar
nikah dinilai sebagai keburukan, yang kalaupun terjadi harus di sembunyikan. Masyarakat
patriarkal sekarang ini, cenderung mempersalahkan wanita dalam kehamilan diluar nikah.
Padahal wanita yang hamil bisa saja merupakan korban perkosaan atau korban keadaan (dipaksa
lewat bujukan untuk melakukan hubungan seksual oleh pacarnya, atau temannya, atau
keluarganya).

1.2 RUMUSAN MASALAH

Dari pokok-pokok permasalahan diatas penyusun merumuskan beberapa masalah yaitu


1. Apa pengertian dari KTD ?
2. Bagaimana penyebab dari KTD ?
3. Bagaimana dampak dari KTD ?
4. Bagaimana pencegahan dari KTD ?
5. Bagaimana penanggulangan dari KTD ?

4
1.2 TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulisan tugas makalah ini adalah
1. Untuk mengidentifikasi Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD)
2. Untuk mengerti dan menjadi tau pengertian dari kehamilan yang tidak di
inginkan
3. Untuk mengerti dan menjadi tau penyebab dari kehamilan yang tidak di
inginkan
4. Untuk mengerti dan menjadi tau dampak dari kehamilan yang tidak di inginkan
5. Untuk mengerti dan menjadi tau pencegahan dan penanggulangan kasus dari
kehamilan yang tidak di inginkan
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN KTD


Menurut kamus istilah program keluarga berencana, kehamilan tidak diinginkan
adalah kehamilan yang dialami oleh seorang wanita yang sebenarnya belum menginginkan
atau sudah tidak menginginkan hamil (BKKBN,2007). Sedangkan menurut PKBI, kehamilan
yang tidak diinginkan merupakan suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya
proses kelahiran akibat dari kehamilan. Kehamilan juga merupakan akibat dari suatu perilaku
seksual yang bisa disengaja maupun tidak disengaja. Banyak kasus yang menunjukkan bahwa
tidak sedikit orang tidak bertanggungjawab atas kondisi ini. Kehamilan yang tidak diinginkan
dapat dialami, baik oleh pasangan yang sudah menikah maupun belum menikah.
(PKBI,1998)
Kehamilan usia dini, selain berakibat kurang baik bagi tubuh, juga berakibat
hilangnya kesempatan untuk mendapat pendidikan formal. Padahal, pendidikan formal yang
baik merupakan salah satu syarat (meskipun tidak harus) agar dapat bersaing di masa depan.
Menurut saya, alangkah baiknya jika sekolah-sekolah tetap mau menerima siswa yang hamil,
atau minimalnya memberikan cuti, bukannya mengeluarkan. Alangkah malangnya siswa
yang hamil/menghamili, yang telah mengalami berbagai masalah yang berat, harus diperberat
masalahnya dengan 'ditutup' masa depannya melalui pengeluaran siswa oleh pihak sekolah.
Lembar fakta yang diterbitkan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI),
United Nations Population Fund (UNFPA) dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana
Nasional (BKKBN) menyebutkan 15 % remaja usia 1024 tahun yang jumlahnya mencapai
sekitar 62 juta diperkirakan telah melakukan hubungan seksual di luar nikah. Pada tahun
2008 di Jakarta, dari 405 kehamilan yang tidak direncanakan, 95 persennya dilakukan oleh
remaja usia 15-25 tahun. Angka kejadian aborsi di Indonesia mencapai 2,5 juta kasus, 1,5 juta
diantaranya dilakukan oleh remaja. Polling yang dilakukan di Bandung menunjukkan, 20
persen dari 1.000 remaja yang masuk dalam polling pernah melakukan, seks bebas.
Diperkirakan 5-7 persennya adalah remaja di pedesaan.
Sebagai catatan, jumlah remaja di Kabupaten Bandung sekitar 765.762. Berarti, bisa
diperkirakan jumlah remaja yang melakukan seks bebas sekitar 38-53 ribu. Kemudian,
sebanyak 200 remaja putri melakukan seks bebas, setengahnya kedapatan hamil. Dan 90
persen dari jumlah itu melakukan aborsi.
Kondisi itu tidak hanya memprihatinkan karena mencerminkan lemahnya penerapan
ajaran agama dan melunturnya norma masyarakat namun juga mengkhawatirkan mengingat
perilaku tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan reproduksi pada remaja yang
bersangkutan. Dunia remaja merupakan suatu tahap yang kritikal didalam kehidupan
manusia, yaitu peralihan dari dunia anak-anak menuju ke dunia dewasa. Di tahapan ini
seseorang memulai untuk mencari identitas dan penampilan diri. Bahkan pakar psikologi
mengistilahkan dunia remaja sebagai emotional age (umur emosi). Tetapi faktor yang bisa
mempengaruhi moral remaja juga akan mempengaruhi ketika dia menginjak dewasa.

2.2 PENYEBAB KTD


Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) banyak terjadi karena pola hubungan suami- istri
tidak seimbang, yang mengakibatkan hubungan seksual sebagai awal terjadinya kehamilan
seringkali dipahami sebagai kewajiban (agama) istri saja. Istri diposisikan untuk melayani
suami kapan saja sementara akibat dari hubungan ini bila terjadi kehamilan hanya istri
seorang yang menanggung. Selain terjadi pada remaja, KTD justru banyak dialami oleh ibu
ibu dengan keluarga harmonis.
Alasan alasan tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal:
a. Pemahaman/pengetahuan tentang proses terjadinya kehamilan sangat minim.
Kebanyakan orang hanya tahu bahwa hubungan seks akan membuat perempuan
hamil, tanpa mengetahui dengan rinci proses terjadinya menstruasi dan kehamilan
yang benar dan lengkap.
b. Kondisi kesehatan ibu yang tidak mengizinkannya untuk hamil. Bila kehamilannya
diteruskan, maka dapat membahayakan keselamatan ibu dan bayinya.
c. Ketidaktahuan atau minimnya pengetahuan tentang perilaku seksual yang dapat
menyebabkan kehamilan. Dan banyak mitos yang dipercaya oleh para remaja yang
belum ada penjelasan medisnya:
1. Satu kali sexual intercourse tidak akan hamil
2. Sesudah sexual intercourse vagina dicuci dengan minuman berkarbonasi
3. Loncat loncat sesudah sexual intercourse agar tidak terjadi pembuahan
4. Minum pil tuntas untuk menggugurkan kehamilan
5. Tidak tahu apa itu sexual intercourse (utamadi, 2007)
d. Adanya keadaan sosial yang tidak memungkinkan (misal ; incest)
e. Tidak menggunakan alat kontrasepsi selama melakukan hubungan seksual. (Harga
yang terlalu mahal, stok terbatas, tidak tahu guna dan keberadaannya)
f. Kegagalan alat kontrasepsi (kerusakan fisis, atau kesalahan teknis).
Untuk kasus remaja akibat mereka menggunakan alat kontrasepsi tanpa disertai
pengetahuan yang cukup tentang metode kontrasepsi yang benar.
g. Akibat pemerkosaan,
h. Dalam lingkungan yang tidak mengijinkan untuk terjadinya kehamilan (misal;
sekolah, training).

2.3 DAMPAK KTD


1. Dampak fisik : pendarahan, komplikasi, kehamilan bermasalah, dll.
2. Dampak psikologis : tidak percaya diri, malu, stres.
3. Dampak sosial : drop-out sekolah, dikucilkan masyarakat, dll.

2.4 PENCEGAHAN KTD


Pada remaja KTD dapat menjadi sesuatu yang sangat memalukan dan dapat merusak
masa depan mereka, oleh karena itu alangkah baiknya bila kita dapat mencegah hal
tersebut sebelum terjadi,
Kehamilan Tidak Diinginkan dapat dicegah dengan :
1. Tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah
2. Memanfaatkan waktu luang dengan melakukan kegiatan positif seperti olahraga
seni dan keagamaan.
3. Hindari perbuatan yang akan menimbulkan dorongan seksual, seperti meraba
tubuh pasangan atau menonton video porno.
4. Memperoleh informasi tentang manfaat dan penggunaan alatalat kontrasepsi.
5. Mendapatkan keterangan tentang kegagalan alat kontrasepsi dan cara
penanggulangannya.
6. Untuk pasangan yang sudah menikah seyogyanya memakai cara KB untuk
kegagalan yang rendah seperti sterilisasi, susuk KB, IUD dan suntikan (Depkes,
2003).

2.5 PENANGGULANGAN KTD


Adapun beberapa cara penanggulangan terhadap terjadinya kehamilan yang tidak
diinginkan, antara lain.
1. Penggunaan alat kontrasepsi seperti, IUD, spiral, susuk, pil, kondom, dll.
Dimana penggunaan kontrasepsi ini harus tepat agar tidak terjadi kegagalan
kontrasepsi.
2. Peran media dalam membentuk karakter seseorang. Sinetron atau film yang
merupakan metode reversible yang biasa dipakai pasangan untuk mencegah
terjadinya kehamilan tidak diinginkan.
3. Peran Lingkungan sekitar. Peranan orang tua, teman, saudara, tetangga, petugas
kesehatan dan masyarakat untuk tetap mensupport ibu hamil untuk merawat
janinnya baik secara social, ekonomi, psikologis, maupun pelayanan kesehatan
yang memadai.
BAB III
PENUTUPAN

3.1 KESIMPULAN
KTD (kehamilan tidak diinginkan) adalah suatu kondisi pasangan yang tidak
menghendaki adanya kehamilan yang merupakan akibat dari suatu perilaku seksual (HUS)
baik secara sengaja maupun tidak sengaja.
Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) banyak terjadi karena pola hubungan suami- istri
tidak seimbang, yang mengakibatkan hubungan seksual sebagai awal terjadinya kehamilan
seringkali dipahami sebagai kewajiban (agama) istri saja. Istri diposisikan untuk melayani
suami kapan saja sementara akibat dari hubungan ini bila terjadi kehamilan hanya istri
seorang yang menanggung. Selain terjadi pada remaja, KTD justru banyak dialami oleh ibu
ibu dengan keluarga harmonis.

3.2 SARAN
Semoga dengan adanya makalah yang telah kami tulis ini dapat memberikan
pengetahuan dan sajian informasi kepada pembaca. Bukan hanya sekedar wacana, tetapi juga
dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi seluruh pembaca, khususnya bagi remaja maupun pasangan suami istri
diharapkan memiliki kesadaran yang timbul dari diri masing-masing dan selalu memahami
dengan baik tentang kehamilan yang tidak diinginkan.
DAFTAR PUSTAKA

http://smartpsikologi.blogspot.com/2007/08/kehamilan-tak-diinginkan.html
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19392/4/Chapter%20II.pdf
http://agupenarembang.blogspot.com/2011/05/kehamilan-tidak-diinginkan-ktd-siti.html