Anda di halaman 1dari 7

A.

Sekilas Tentang Ford Motor Company


Ford adalah sebuah produsen mobil asal Amerika Serikat yang didirikan
oleh Henry Ford di Dearborn, dekat Detroit, Michigan. Perusahaan ini
didirikan pada 16 Juni 1903. Henry Ford berusia 39 tahun ketika ia
mendirikan Ford Motor Company, yang kemudian menjadi salah satu
perusahaan terbesar dan paling menguntungkan di dunia, salah satu
yang bertahan selama masa resesi. Ford juga terdaftar di Bursa Saham
New York dan dikontrol oleh keluarga Ford, meskipun kepemilikan di
perusahaan ini kecil. Ford memperkenalkan metode untuk
memproduksi mobil skala besar dan manajemen buruh industri pada
tahun 1914 metode ini disebut dengan Fordisme. Di tahun-tahun awal
perusahaan, mereka hanya dapat memproduksi beberapa unit
kendaraan dalam sehari di pabrik di Mack Avenue di Detroit, Michigan.
Beberapa kelompok yang terdiri dari 2 atau 3 orang bekerja di setiap
kendaraan, dirakit bagian per bagian dari suku cadang yang dibuat
oleh perusahaan komponen yang berkontrak dengan Ford. Dalam satu
dekade, perusahaan ini memimpin dalam produksi dengan konsep jalur
perakitan.

B. Ford dan Industri Otomotif


Berikut ini adalah beberapa peristiwa penting terkait dengan Ford dan
industri otomotif:
- Ford menutup beberapa pabriknya.
- Mulai memproduksi mobil yang lebih kecil dan lebih hemat bahan
bakar.
- Menjual perusahaan subsidiaries-nya seperti Jaguar, Land Rover,
dan Aston Martin.
- Proses restrukturisasi yang dilakukan Ford mulai membuahkan hasil.
- Profitabilitas Ford tidak hanya bergantung pada usahanya sendiri
namun juga dipengaruhi oleh keseluruhan industri otomotif setelah
masa resesi.
- Kinerja operasi dan finansial yang lebih kuat memungkinkan Ford
untuk muncul sebagai salah satu perusahaan yang bertahan pada
saat krisis dimana para kompetitor gagal untuk bertahan.
- Tahun 2009 diprediksi menjadi Darwinian Year bagi industri
otomotif.
- Berdasarkan hasil observasi jangka panjang, industri ini tidak
pernah beroperasi dalam pasar persaingan bebas sempurna.
Pemerintah selalu campur tangan pada masa-masa sulit.
- Produsen otomotif lebih melihat adanya peluang jika memasarkan
produknya di negara berkembang sehingga produksi mobil dan truk
secara global tetap terus bertumbuh.
- Model T yang diproduksi oleh Ford, teknologi dan desain fiturnya
menjadi standar bagi produsen lainnya untuk ditiru.
- Skala ekonomi menjadi lebih penting dalam mengembangkan
produk baru. Produk baru membutuhkan biaya pengembangan yang
besar dan harus dibagi ke jumlah kendaraan yang banyak pula.
Meningkatkan kompleksitas desain, aplikasi elektronik, standar
keamanan dan lingkungan menyebabkan biayanya menjadi lebih
besar.
- Perusahaan manufaktur yang lebih kecil dapat bertahan hanya
dengan menghindari biaya pengembangan yang besar ini dengan
cara menghindari perubahan mobil baru. Contohnya Morgan
membuat model yang sama sejak 1930-an. Alternatifnya dengan
membeli lisensi desain dari perusahaan manufaktur yang lebih
besar.
- Biaya untuk product development ini menjadi pemicu utama
terjadinya merger dan akuisisi di industri otomotif. Juga
meningkatkan kolaborasi dan joint ventures seperti yang banyak
terjadi termasuk pada tahun 2009. Termasuk di dalamnya joint
ventures untuk pabrik, aliansi teknologi, persetujuan untuk
memasok bahan baku, dan perjanjian untuk joint marketing.
- Selama tahun 1990-an, pengembangan produk baru muncul sebagai
kemampuan critical bagi organisasi yang membedakan setiap
produsen mobil.
- Krisis finansial 2008-2009 mengakibatkan terjadinya akuisisi Fiat
terhadap Chrysler.
- Trend 30 tahun terakhir adalah dengan meningkatkan tingkat
outsourcing untuk material pembuatan mobil, komponen, dan
service untuk menurunkan biaya dan meningkatkan fleksibilitas.

C. Strategic Problems Identification


- Terjadi krisis finansial bahkan tahun 2009 diprediksi menjadi
Darwinian Year bagi industri otomotif.
- Penurunan pangsa pasar.
- Kelebihan kapasitas merupakan masalah struktural yang besar bagi
industri otomotif. Karena adanya permintaan yang terus menerus
meningkat sampai tahun 2000-an, banyak perusahaan otomotif yang
mendirikan pabrik baru untuk memenuhi permintaan pasar. Ketika terjadi
penurunan permintaan dan penurunan penjualan maka perusahaan
mengurangi tingkat produksinya sehingga terjadi excess yang cukup besar
antara kapasitas produksi dan jumlah aktual yang diproduksi.
- Internasionalization.
Pada awal 1920 sampai 1970-an, industri otomotif yang berkembang di
setiap negara didominasi oleh perusahaan yang berasal dari negara
tersebut. Namun pada perkembangan selanjutnya demi mendapat tempat
di pasar yang baru dan biaya produksi rendah menghasilkan perubahan
besar dalam distribusi dan produksi global.

D. Faktor-faktor yang Melatarbelakangi Keputusan Stratejik


Analisis faktor-faktor yang melatarbelakangi keputusan stratejik
dengan menggunakan Michael Porters Diamond Model:
1. Firms strategy, structure and rivalry.
Persaingan yang semakin ketat membuat perusahaan otomotif
mencari cara untuk menurunkan biaya produksi. Misalnya:
- Outsourcing: industri otomotif mulai menggeser kebutuhan
outsource-nya dari komponen-komponen individual menjadi
subassemblies yang lebih besar, seperti mesin dan sistem
kemudinya.
- Just in time scheduling: untuk megurangi biaya penyimpanan.
- Memindahkan proses produksi ke lokasi dengan biaya yang lebih
rendah. Contohnya VW memindahkan produksinya yang awalnya
di Jerman kemudian dipindahkan ke Republik Ceko, Spanyol, dan
Hungaria.
- Kolaborasi dilakukan dengan tujuan untuk membagi beban biaya
pengembangan produk. Dapat dilihat dalam ilustrasi berikut ini:
- Dalam hal ini, walaupun perusahaan otomotif bersaing untuk
mendapatkan posisi pasar mereka masing-masing namun demi
menurunkan biaya produksi dan biaya pengembangan produk,
mereka melakukan kolaborasi dan beraliansi dengan perusahaan
produsen mobil lainnya.

2. Demand conditions.
- Kecenderungan mobil untuk dapat dipakai dalam jangka waktu
yang lebih lama menciptakan trend yang menurun dalam
permintaan kendaraan bermotor bahkan sebelum terjadinya
resesi 2008. Hal ini mendorong Ford dan industri otomotif lainnya
melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan perusahaannya.
Lain halnya dengan industri yang melakukan inovasi karena
tarikan permintaan pasar, industri otomotif khususnya Ford
sendiri melakukan berbagai usaha untuk mempertahankan
posisinya karena turunnya permintaan pasar yang menjadi
cambuk bagi Ford untuk melakukan perubahan.
- Negara-negara berkembang.
Negara-negara berkembang menjadi pasar potensial baru bagi
industri otomotif. Sekitar tahun 1989-1990 US, negara-negara
eropa barat dan Jepang mencapai tingkat kematangan pasar.
Seperti yang kita ketahui bahwa ketika suatu bisnis yang telah
mencapai tahap klimaks atau maturity maka yang akan terjadi
berikutnya adalah tahaap anti-klimaks yaitu penurunan.
Sehingga jika perusahaan khususnya perusahaan otomotif tidak
melakukan inovasi atau ekspansi pasar maka mereka harus siap
dengan segala risikonya (penurunan sales, penurunan
pendapatan, bahkan kebangkrutan).
Selama tahun 2000-2009 BRIC Countries (Brazil, Russia, India,
dan China) menjadi pasar dengan tingkat pertumbuhan terbesar
sehingga produksi mobil dan truk secara keseluruhan tetap
bertumbuh.

3. Related and supporting industries.


- Mulai berkembang industri pemasok material pembuatan mobil
dan komponennya yang kemudian direspon oleh Ford dan
perusahaan otomotif lainnya dengan melakukan kontrak jangka
panjang untuk pasokan komponen dan material. Pemasok
komponen pembuatan mobil memiliki tanggung jawab untuk
perkembangan teknologi agar komponen yang dihasilkan
berteknologi tinggi atau lebih canggih seperti transmisi, sistem
pengereman, serta komponen elektrik dan elektronik.
- Untuk industri otomotif, pemerintah ikut menjadi faktor yang
mempengaruhi keputusan stratejik yang diambil oleh Ford
maupun perusahaan yang bergerak di bidang otomotif lainnya.
Misalnya dengan regulasi pemerintah tentang mobil yang ramah
lingkungan.
- Di Eropa, pemerintah mempensiunkan mobil-mobil lama dan
membeli mobil baru untuk dinas agar dapat menstabilkan
permintaan.

4. Factor conditions: input yang digunakan sebagai faktor produksi.


- Cost untuk tenaga kerja yang mahal karena Ford dan produsen
mobil lainnya memiliki pabrik di negara yang memiliki standar
upah yang tinggi.
- Desain mobil Ford yang dulunya tergantung pada model truk
pickup dan SUV.
E. Keputusan Stratejik yang diambil oleh Ford (The Way Forward)
The Way Forward merupakan strategi dengan level strategic yang
diambil oleh top level management yang mendasari keputusan level
managerial atau middle level dan lower level management.
1. Restrukturisasi.
Ford memutuskan untuk melakukan restrukturisasi baik untuk
bagian investasinya maupun hutang. Restrukturisasi investasi
dengan melepas kepemilikannya terhadap Aston Martin, Jaguar,
Land Rover, Mazda, dan Mercury. Restrukturisasi hutang dengan
negoisasi kembali soal hutang dana pensiun.
2. Menghentikan produksi produk yang tidak efisien dan tidak
menguntungkan dan mengganti dengan produk yang lebih baru.
3. Menutup beberapa pabrik (perakitan dan suku cadang).
Ford memutuskan untuk menutup 14 pabriknya termasuk tujuh
pabrik yang digunakan untuk perakitan mobil.
4. Mengurangi jumlah pekerja dan pegawai sebagai imbas dari
penutupan beberapa pabrik Ford.
5. Merancang produk baru.
Ford juga memutuskan untuk berinvestasi di produk baru agar bisa
lebih bersaing di pasar. Mereka membangun low-cost manufacturing
site di Amerika Utara.