Anda di halaman 1dari 10

Mata Kuliah Irigasi

BAB 8
BANGUNAN PERLINTASAN TALANG
I. PENGERTIAN TALANG

Talang adalah salah satu bangunan perlintasan. Bila melintasi sungai dan
perbedaan elevasi dasar saluran bagian hilir dengan elevasi muka air banjir sungai >
1,5 m.dapat juga dikatakan Talang ialah suatu konstruksi jembatan air yang dibuat
melintas diatas jalan, jalan kereta api , sungai , saluran pengairan atau lembah.

Gambar 8.1 foto bangunan perlintasan talang dilapangan

Gambar 8.2 gambar denah dan potongan memanjang bangunan talang

Bab VIII Bangunan Perlintasan Talang


59
Mata Kuliah Irigasi

Untuk menghasilkan potongan melintang yang ekonomis harga. b/h = 1 s/d 3


dengan kemiringan maksimum i = 0,002

II. PENGERTIAN TALANG

Talang pada dasarnya dibagi 4 bagian, yaitu :


1. Talang tembok
2. Talang kayu
3. Talang beton bertulang
4. Talang baja

TALANG TEMBOK
Konstruksinya merupakan konstruksi dasar yang bisa dibuat dari bata,batu
belah, atau beton dengan atau tanpa tulangan

Gambar 8.3 gambar denah dari talang tembok

Gambar 8.4 gambar potongan memanjang talang tembok

Bab VIII Bangunan Perlintasan Talang


60
Mata Kuliah Irigasi

TALANG KAYU
Umumnya konstruksinya terdiri dari balok-balok kayu dengan balok induk dan
talangnya sendiri terdiri dari papan-papan yang dirangkaikan sehingga
berbentuk segi empat dan stiap jaraknya 1 s 2 m diberi penyangga dan
d
balok kayu

DETAIL A

A
..
.
Zeng Bwg 30

Papan Talang

C
B
DETAIL B
DETAIL C

Gambar 8.5 gambar potongan dan detail dari talang kayu

TALANG DARI BETON BERTULANG

Gambar 8.6 gambar potongan talang dari beton bertulang

Untuk bentang kecil dapa dibuat talang beton tulang sebagai bak yang
memikul beratnya sendiri
Yang banyak dibuat sekarang type koker sistem Prof. Ir Sudiatmo .
karena dapat digunakan sebagai jembatan lalu lintas

Bab VIII Bangunan Perlintasan Talang


61
Mata Kuliah Irigasi

TALANG DARI BAJA

Gambar 8.7 gambar potongan talang tanpa tutup dan dengan tutup dari baja

III. KECEPATAN AIR DIATAS TALANG

Untuk konstruksi pasangan batu atau beton.


1,50 m/det < Vtalang < 2 m/det
Untuk keadaan yang khusus dapat juga Vtalang =2,50 m / det
Untuk konstruksi baja
V talang < 3 m /det

IV. KEHILANGAN ENERGI DITALANG

AKIBAT MASUK

(VT V1 ) 2
H masuk masuk
2.g

AKIBAT GESEKAN

2
VT .L
H f 2
C .R

AKIBAT KELUAR

(VT V1 ) 2
H keluar keluar
2. g

KEHILANGAN ENERGI TOTAL DITALANG


2
(V V1 ) 2 VT .L (V V1 ) 2
H total masuk T 2 keluar T
2.g C .R 2.g

Bab VIII Bangunan Perlintasan Talang


62
Mata Kuliah Irigasi

Dimana :

masuk = Koefisien akibat perubahan masuk


( gb 5.1. Kp. 04 hal 61 )
keluar = Koefisien akibat perubahan keluar
( gb 5.1. Kp. 04 hal 61 )
VT = Kecepatan dalam bangunan talang ( m/ det )
V1 = Kecepatan rata-rata disaluran hulu = hilir ( m/det )
R = Jari-jari hidroulis talang ( m )
C = Koefisien Chezy ( K. R1/6)
K = Koefisien kekasaran strickler ( m1/3/ det )
( Tabel 5.1 kp. 04 hal 59 )
L = Panjang bangunan talang ( m )
g = Gravitasi ( 9,8 m / det2

Catatan : untuk nilai masuk dan keluar bisa dilihat gambar 6.4 pada
bab gorong gorong

V. MENGHITUNG TEBAL DINDING TALANG

Gaya gaya yang bekerja pada dinding talang :


Dari perhitungan secara hidrolik dengan
W
kecepatan talang yang diijinkan
P H Q Vt.F
h
Q Vt.b.h'

d Direncanakan tebal dinding 10 cm
w. h' Dapat dihitung
Dalam HBmenghitung
ht hal ht tebal ht beban air dianggap penuh ( H ) => keamanan
1
P . w.H 2
2
max P. 1 .H
3
1
max . w.H 2 . 1 .H
2 3 M
1
max . w.H 3 Momen max yang menyebabkan rebah karena beban ir P
6

Dari max bisa dihitung tebal ht
isal dipakai :
Beton :K175 PBI 71
Baja : 24 b = 100 kg/cm2
a = 2000 kg/cm2
n = 16 ( Angka keamanan max )

Bab VIII Bangunan Perlintasan Talang


63
Mata Kuliah Irigasi

a 2000
o 1,25
n. b 16.100
Direncanak an tebal dinding 10 cm ht
h ht 2 cm 8 cm
h
Ca
n.M max
b. a
Dari tabel perhitungan beton cara N didapat
Ca=
= .>0 ( memenuhi )
= 0
Aperlu = w.b.h =.......cm2
Tabel 8.1 tabel momen di dalam plat persegi yang menumpu pada keempat tepinya akibat beban
terbagi rata (terletak bebas dan terjepit penuh)
Tabel 8.2 tabel momen di dalam plat persegi yang menumpu pada keempat tepinya akibat beban
terbagi rata (terletak bebas dan menerus atau terjepit elastis)

VI. GAYA GAYA YANG BEKERJA PADA PLAT DATAR

Berat air
Lx = Lebar talang B
Beban hidup

B Berat sendiri
Ly H1
B
Berat air = b. h1 . x 1 kg/ m
Beban hidup = 285 x 1 kg/m
Beban sendiri = B . beton x 1 kg /m
-----------------------------------------------------+
Q total = ..Kg/m

Tabel PBI 71 hal 202
Ly
............
Lx
Maka : a) MLx = +0,001.q.Lx2 x ..Kg.m
b) Mly = +0,001.q.Lx2 x ..Kg.m
c) Mtx = -0,001.q.Lx2 x ..Kg.m

PERHITUNGAN TULANGAN AKIBAT Mlx =
Ca = . >o= ok
h
Ca ..... Tabel n =0
n.MLx
n =.
b. a

Bab VIII Bangunan Perlintasan Talang


64
Mata Kuliah Irigasi

a
0
n. b

A perlu =.b.h = ..Cm2


n = Angka ekivalensi max PBI 71 K175 b 100kg / cm 2
- U 24 a 2000kg / cm 2 ; n =16

Dengan cara yang sama dilakukan perhitungan penulangan akibat ML y dan


MLx Akibat Mtx Kibat MLy
Akibat Mtx

Gambar sket penulangan plat datar

PRINSIP PERHITUNGAN BALOK

1 1
12 12
1 1 perletakan jepit elastis
12 24

Pembebanan

Beban air = .Kg/m


Plat datar = .Kg/m
Plat tegak = .Kg/m
Beban hidup = .Kg/m
Berat sendiri = .Kg/m
-------------------------------------------------+
q total = .Kg/m
PBI 71 Hal 199

Mlp =+ 1 .q.L2
12 DAPAT DIHITUNG
TULANGAN BALOK
Mtp =+1 .q.L2
24

D = 1 .q.L
2
2

Bab VIII Bangunan Perlintasan Talang


65
Mata Kuliah Irigasi

VII. BEBAN YANG BEKERJA PADA TEMBOK PENAHAN TALANG

P akibat beban talang = q total


F
t1
t1 w
M.A.B
P3
M.A.Tanah
E
P4 G1 d
t2 t2 D P1 P2
P5 A d
C B
U1
UA
U2 UB

Berat sendiri = G= Luas x 1 x pasangan


Tekanan air = P1= .w.(d+d )2
Tekanan tanah = P2= .tsub d. Kp ( d )
Tekanan tanah = P3= .t1. t22. Ka
Tekanan tanah = P4= .tsub t1.t2. Ka
Tekanan tanah = P5= .t2. t22. Ka
Tekanan Up lief = U1= Uc .b
= U1= .Ub .b

Bab VIII Bangunan Perlintasan Talang


66
Mata Kuliah Irigasi

VIII. PERHITUNGAN KESTABILAN TALANG TERHADAP GAYA-GAYA YANG


BEKERJA

Syarat syarat kestabilan

1. Bangunan tidak boleh mengguling

2. Bangunan tidak boleh menggeser

3. Bangunan tidak boleh retak, arah resultante gaya-gaya vertical dan


horizontal harus masuk bidang kern.

secara analisis

tg =

tg =

)=

Syarat:
B< < B

4. Bangunan tidak boleh turun

t = V / F M / w < t

Dimana,
Bab VIII Bangunan Perlintasan Talang
67
Mata Kuliah Irigasi

V = gaya-gaya vertikal
F = Luas penampang pondasi / m

M = momen THD titik tengah pondasi

W = 1/6 h b 2 = 1/6 . 1. b 2

Bab VIII Bangunan Perlintasan Talang


68

Anda mungkin juga menyukai