Anda di halaman 1dari 9

Diamond Porter

Menurut Porter, suatu negara memperoleh keunggulan daya saing / competitive advantage (CA)
jika perusahaan (yang ada di negara tersebut) kompetitif.
Selanjutnya Porter mengajukan Diamond Model (DM) yang terdiri dari empat determinan
(faktor faktor yang menentukan) National Competitive Advantage (NCA). Empat atribut ini
adalah: factor conditions, demand conditions, related and supporting industries, dan firm
strategy, structure, and rivalry.
Factor conditions mengacu pada input yang digunakan sebagai faktor produksi, seperti tenaga
kerja, sumber daya alam, modal dan infrastruktur.
Demand conditions, mengacu pada tersedianya pasar domestik yang siap berperan menjadi
elemen penting dalam menghasilkan daya saing.
Related and Supporting Industries, mengacu pada tersedianya serangkaian dan adanya
keterkaitan kuat antara industri pendukung dan perusahaan, hubungan dan dukungan ini bersifat
positif yang berujung pada penngkatan daya saing perusahaan.
Firm strategy, Structure and Rivalry, mengacu pada strategi dan struktur yang ada pada
sebagian besar perusahaan dan intensitas persaingan pad aindustri tertentu.
Porter juga menambahkan faktor lain: peran pemerintah dan chance, yang dikatakan memiliki
peran penting dalam menciptakan NCA. Peran dimaksud, bukan sebagai pemain di industri,
namun melalui kewenangan yang dimiliki memberikan fasilitasi, katalis, dan tantanan bagi
industri.
FIVE FORCES MODEL PORTER

Five Forces Model Porter adalah strategi bisnis yang digunakan untuk melakukan
analisis dari sebuah struktur industri. Analisis tersebut dibuat berdasarkan 5 kekuatan kompetitif
yaitu:
Masuknya Kompetitor. Bagaimana Cara yang mudah atau sulit untuk kompetitor baru untuk
mulai bersaing industri yang sudah ada.
Ancaman Produk atau Jasa pengganti. Cara mudah masuknya produk atau jasa yang dapat
menjadi alternatif dari produk atau jasa yang sudah ada, khususnya yang dibuat dengan biaya
lebih murah.
Daya tawar dari pembeli. Bagaimana kuatnya posisi pembeli. Pembeli mempunyai kekuatan utk
menentukan kemana dia akan melakukan transaksi.
Daya tawar dari supplier. Bagaimana kuatnya posisi penjual. Apakah ada banyak supplier atau
hanya beberapa supplier saja, bisa jadi mereka memonopoli supply barang.
Persaingan di antara pemain yang sudah ada. Bagaimana kuatnya persaingan diantara pemain
yang sudah ada.Apaka ada pemain yang sangat dominan atau semuanya sama.
Kadang ditambahkan kekuatan kompetitif yang ke-enam yaitu:
Pemerintah
Strategy diamond
Strategy diamond adalah konsep yang menjawab kegelisahan mengenai formulasi strategi yang
baik, menyeluruh atau komprehensif, integratif, dengan meliputi aspek-aspek dasar dari strategi.
Hambrick & Fredrickson (2001) memperkenalkan konsep ini karena merasa kata strategi
digunakan terlalu luas, sering, dan dangkal, sehingga kehilangan maknanya. Dengan latar
belakang seperti itu, muncul pertanyaan tentang bagaimana strategi bisa dilihat secara utuh. Apa
yang menjadi fondasi strategi? What makes a strategy?

Kelima elemen utama itu terintegrasi menjadi sesuatu yang dapat divisualisasikan sebagai
berlian. Elemen tersebut adalah:

Arena : di mana kita akan aktif?

Vehicle : bagaimana kita ke sana?

Differentiator : bagaimana kita bisa memenangi pasar?

Staging : seberapa cepat, dan tahapannya seperti apa?

Economic Logic : bagaimana kita akan meraih pendapatan?


Arena Ini merupakan pilihan paling fundamental yang diputuskan oleh strategist. Dalam poin
ini, seorang strategist memutuskan di arena manakah dia akan bertarung.
Vehicles Fungsi utama kendaraan adalah mengantarkan ke tujuan. Strategist harus menentukan
bagaimana perusahaan tersebut menuju ke arena yang diputuskan.
Differentiators Poin ini menekankan mengenai bagaimana bisnis membedakan diri dan
memenangi kompetisi.
Staging Elemen staging menekankan pentingnya memikirkan fase-fase yang ditempuh
perusahaan, dalam bentuk kecepatan dan rangkaian langkah. Tujuannya untuk meningkatkan
probabilitas kesuksesan strategi yang telah direncanakan.
Economic Logic Ini adalah jantung dari strategi yang menyatukan semua elemen, sebagaimana
digambarkan dalam visualisasi berlian. Logika ekonomi membantu perusahaan untuk
menemukan cara terbaik dalam meraih profit yang maksimal.
Pada dasarnya, logika ekonomi bertumpu pada dua alternatif dalam hal meraih profit, yaitu:
biaya yang rendah (low-cost), atau harga premium yang diimbangi dengan fitur tertentu yang
bernilai.
Porter value chain

Value Chain Porter (ditemukan oleh Michael Porter) adalah model yang digunakan untuk
membantu menganalisis aktivitas-aktivitas spesifik yang dapat menciptakan nilai dan
keuntungan kompetitif bagi organisasi. Aktivitas-aktivitas tersebut dibagi dalam 2 jenis, yaitu :
1. Primary activities :
a) Inbound logistics : aktivitas yang berhubungan dengan penanganan material sebelum
digunakan.

b)Operations : akivitas yang berhubungan dengan pengolahan input menjadi


output.

c)Outbound logistics : aktivitas yang dilakukan untuk menyampaikan produk ke tangan


konsumen.

d)Marketing and sales : aktivitas yang berhubungan dengan pengarahan konsumen agar
tertarik untuk membeli produk.

e)Service : aktivitas yang mempertahankan atau meningkatkan nilai dari


produk.
2. Supported activities :

a) Procurement : berkaitan dengan proses perolehan input/sumber daya.


b)Technological Development : pengembangan peralatan, software, hardware, prosedur,
didalam transformasi produk dari input menjadi output.

c)Human Resources Management : Pengaturan SDM mulai dari perekrutan,


kompensasi,sampai pemberhentian.

d) Firm Infrastructure : terdiri dari departemen-departemen/fungsi-fungsi (akuntansi,


keuangan, perencanaan, ) yang melayani kebutuhan organisasi dan mengikat bagian-bagiannya
menjadi sebuah kesatuan.
Key Success Factors
Key success factors (KSF) merupakan implikasi dari proses me-match-kan perusahaan terhadap
lingkungannya yang digunakan untuk mengidentifikasi faktor internal perusahaan. KSF adalah
area atau aspek-aspek yang merupakan potensi untuk memperoleh competitive advantage dalam
suatu industri tertentu, terutama dalam hal-hal yang penting bagi kemampuan perusahaan untuk
bertahan dan berhasil dengan sepenuhnya memanfaatkan peluang yang ada dan menghindari
tantangan yang dihadapi perusahaan.

Structur Conduct Performance (SCP)

Struktur

Struktur pasar menunjukkan karakteristik pasar seperti jumlah pembeli dan penjual, kedaan
produk perbedaan corak produk (produk differentiation), difersifikasi produk, hambatan masuk.

Struktur pada pasar persaingan sempurna ditandai dengan adanya sejumlah besat pembeli dan
penjual dan memiliki kekuatan yang relatif sama. Harga dan output menurut mekanisme pasar.
sedangkan monopoli jumlah penjual relatif tunggal. Keadaan pasar dikendalikan oleh monopolis.
Perbedaan Corak Produk (Product Differentiation)

memberikan keleluasan pada produsen guna mengatur strategi pasar. Produk yang unique
biasanya cenderung digemari kelompok konsumen tertentu. Melalui keunggulan produk
produsen industri memiliki kekuatan dalam mengendalikan pasar sehingga menjadi monopolis
diwilayah pasarnya sendiri. Sedangkan barang homogen memiliki lebih banyak barang subtitusi
bagi konsumen.

Hambatan Masuk (Entry and Exit Conditions)

Produsen yang efisien dalam berproduksi pada dasarnya memiliki kekuatan alamiah guna
merintangi pesaing masuk ke pasar. Produsen yang mapan (established firm) dapat menentukan
tingkat harga dan output. Perusahaan baru sering memerlukan perlindungan khusus dan
umumnya tidak efisien.

Perilaku (Conduct)

Kolusi (Collusion)

Perilaku kolusi umum terdapat pada pasar oligopoli. Meskipun demikian perilaku kolusi dapat
terjadi pada pasar monopoli. Setiap pesaing pada pasar berstruktur oligopoli menghadapi 2
pilihan berkolusi secara formal atau indormal. Kolusi formal ditandai dengan perjanjian-
perjanjian yang bersifat mengikat. contoh OPEC. Kolusi Informal (Tacit Colluction) yaitu setiap
anggota tidak mengenal langsung. Mereka tidak pernah melakukan perjanjian tertulis guna
menguasai pasar. Mereka bersekutu secara diam-diam guna menciptakan sutuasi aman bagi
anggota.

Kebijakan Harga (Pricing Policy)

Pada struktur oligopoli sangat peka terhadap kebijakan harga pesaing terkadang mamacu perang
harga. Semakin kuat suatu struktur perusahaan semakin mudah dalam menentukan harga.
Terutama dalam pasar monopoly.

Penelitian dan Pengembangan (Reseacrh and Development)

Penelitian dan Pengembangan Produk, Iklan, merupakan persaingan non harga antar perusahaan.

Merger

Horizontal Merger kerjasama antar perusahaan dengan menggunakan sumber daya yang sama.
Vertical Merger situasi dimana 2 perusahaa menggunakan sumberdaya yang berbeda tetapi
masih dalam proses produksi yang sama misalnya antara perusahaan kayu dengan
kertas.Conglomerate Merger 2 perusahaan atau lebih bergabung didalam industri yang tidak
berhubungan.

Kinerja (Performance)

Kinerja merupakan hasil dari tindakan pesaing yang menjalankan dengan berbagai strategi guna
bersaing dan menguasai keadaan pasar.

Keuntungan (profitability)

disetiap struktur industri pasar yang berbeda-beda terdapat corak perbedaan keuntungan. Pada
pasar persaingan sempurna keuntungan yang diterima setiap pesaing merupakan keuntungan
normal (normal Profit). Pada industri monopoli produsen memproduksi dengan tingkat harga
melebihi biaya rata-rata sehingga mendapatkan keuntungan extra profit.

Perkembangan Teknologi (Tecnological Progress)

adalah akibat dari Penelitian dan Pengembangan. Dalam jangka panjang perusahaan dengan
mengembangkan teknologi akan menghasilkan produk secara lebih efisien.

Productif dan allokatif effisiensi

Produktif efisiensi berkenaan dengan pengembangan perusahaan mencapai teknologi feasible


maksimum output dengan menggunakan kombinasi input yang efektif.

Interaksi Struktur Pasar-Perilaku-Kinerja

Ketidakharmonisan hubungan antar elemen didalam struktur pasar menyebabkan mekanisme


pasar menjadi tidak sempurna. Struktur pasar menentukan perilaku industri, Perilaku industri
menentukan kinerja. Misalya segala usaha penjualan pesaing akan meningkatkan output
perusahaan pesaing sehingga pada gilirannya akan meningkatkan keuntungan perusahaan
tersebut.

Resource-based view Theory (RBV)


Resource-based view Theory (RBV) adalah suatu konsep teori yang lahir dari penelitian para
pakar ekonomi di seluruh dunia, dimana teori ini dipercaya dapat memberikan jawaban dalam
menciptakan competitive advantage bagi suatu perusahaan.