Anda di halaman 1dari 13

TUGAS

SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM

Guru Pembimbing : Alawiyah, S.Ag

DISUSUN OLEH :
BELLA SAFITRI

KELAS : IX D

MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI


OLAK KEMANG KOTA JAMBI
TAHUN PELAJARAN
2016 / 2017
TRADISI ISLAM DI NUSANTARA

Tradisi Islam Pada Upacara Ya Qawiyu di Jawa Tengah

Di Klaten, Jawa Tengah, pada bulan Safar diadakan upacara Ya Qawiyu. Upacara ini oleh penduduk
setempat disebut dengan Saparan. Upacara Ya Qowiyu ditandai dengan penyebaran kue apem. Kue
apem merupakan kue berbentuk bundar yang terbuat dari tepung beras dengan potongan kelapa di
tengahnya. Kue apem disebarkan dari menara. Konon apem berasal dari kata afwun yang berarti
Allah Swt. Maha Pemaaf.

Tradisi Islam Pada Upacara Kekah di Jambi

Di Jambi terdapat upacara Kekah (akikah). Akikah merupakan syariat agama Islam. Upacara Kekah
dimaksudkan sebagai upacara syukuran atas titipan Allah Swt. berupa anak kepada kedua orang
tuanya. Waktu pelaksanaannya bermacam-macam. Upacara dilaksanakan di rumah ibu si anak atau
bakonya. Acara dimulai dengan pembukaan. Selanjutnya, seekor kambing disembelih, dibersihkan,
dan dimasak. Acara dilanjutkan dengan doa kemudian makan bersama.
Tradisi Islam Pada Upacara Hanta Ua Pua di NTB

Di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) terdapat upacara untuk memperingati maulid Nabi Muhammad
saw. Upacara yang disebut dengan Hanta Ua Pua ini dilaksanakan pada tanggal 12 Rabiul Awal.
Selain memperingati maulid Nabi Muhammad, upacara ini dimaksudkan untuk memperingati
masuknya Islam ke Bima, Nusa Tenggara Barat. Upacara ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi
masyarakat.

Tradisi Islam Pada Upacara Panjang Jimat di Cirebon

Di Cirebon terdapat upacara untuk memperingati maulid Nabi Muhammad yang disebut Panjang
Jimat. Tradisi Muludan itu terdapat di Keraton Kasepuhan, Keraton Kesultanan Kanoman, dan
Keraton Kacirebonan. Panjang Jimat terdiri atas dua kata, yaitu Panjang dan Jimat. Panjang berarti
terus-menerus tanpa terputus. Jimat merupakan akronim dari bahasa Jawa, yaitu siji kang dirumat
atau satu yang dipelihara. Jimat yang dimaksud adalah syahadatain. Umat Islam harus berpegang
pada syahadatain secara terus-menerus tanpa terputus.
Tradisi Islam Pada Upacara Tamaik Kaji di Sumatera Barat

Upacara Tamaik Kaji (khatam Al-Quran) terdapat di Minangkabau. Upacara ini dilaksanakan jika
seorang anak yang telah mengaji di surau sebelumnya tamat membaca Al-Quran. Acara diadakan di
rumah ibu si anak, surau, atau masjid tempat anak itu mengaji. Anak yang sudah khatam Al-Quran
disuruh membaca Al-Quran di hadapan seluruh orang yang hadir, dilanjutkan dengan makan
bersama. Acara ini biasa pula dilakukan beramairamai.

Upacara Adat Ammateang di Sulawesi Selatan

Upacara Adat Ammateang atau Upacara Adat Kematian yang dalam adat Bugis merupakan upacara
yang dilaksanakan masyarakat Bugis saat seseorang dalam suatu kampung meninggal dunia.
Keluarga dan kerabat dekat maupun kerabat yang jauh, juga masyarakat sekitar lingkungan rumah
orang yang meninggal itu berbondong-bondong menjenguknya. Pelayat yang hadir biasanya
membawa sidekka (sumbangan kepada keluarga yang ditinggalkan) berupa barang seperti sarung
atau kebutuhan untuk mengurus mayat, selain itu ada juga yang membawa passolo (amplop berisi
uang sebagai tanda turut berduka cita). Mayat belum mulai diurus seperti dimandikan dan seterusnya
sebelum semua anggota terdekatnya hadir. Baru setelah keluarga terdekatnya hadir, mayat mulai
dimandikan, yang umumnya dilakukan oleh orang-orang tertentu yang memang biasa memandikan
mayat atau oleh anggota keluarganya sendiri. Hal ini masih sesuai ajaran Islam dalam tata cara
mengurus jenazah dalam hal memandikannya sampai menshalatkannya.
Tradisi Islam Mabbarasanji (Barzanji) di Sulawesi Selatan

Islam masuk di Sulawesi Selatan, dengan cara yang sangat santun terhadap kebudayaan dan tradisi
masyarakat Bugis Makassar. Bukti nyata dari sikap kesantunan Islam terhadap budaya dan tradisi
Bugis Makassar dapat kita lihat dalam tradisi-tradisi keislaman yang berkembang di Sulawesi Selatan
hingga kini. Seperti mengganti pembacaan kitab La Galigo dengan tradisi pembacaan Barzanji,
sebuah kitab yang berisi sejarah kehidupan Nabi Muhammad Saw, dalam setiap hajatan dan acara,
doa-doa selamatan, bahkan ketika membeli kendaraan baru, dan lain sebagainya.

Tellasan topa di Madura

Tellasan topa atau lebaran ketupat merupakan peristiwa penting bagi warga Madura, yang
dimeriahkan pada hari ketujuh setelah Hari Raya Idul Fitri. Masing-masing wilayah di Pulau Madura
dalam memperingati lebaran ketupat ini satu dengan yang lain memang tampak beda. Bahkan karena
dianggap penting pada saat tellasan topa ini, para warga Madura yag akan kembali ke tanah rantau
setelah mudik, mereka menunggu setelah lebaran ketupat
TUGAS
SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM

Guru Pembimbing : Alawiyah, S.Ag

DISUSUN OLEH :
ESTI MAREAH

KELAS : IX D

MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI


OLAK KEMANG KOTA JAMBI
TAHUN PELAJARAN
2016 / 2017
TRADISI ISLAM DI NUSANTARA

Tradisi Islam Pada Upacara Ya Qawiyu di Jawa Tengah

Di Klaten, Jawa Tengah, pada bulan Safar diadakan upacara Ya Qawiyu. Upacara ini oleh penduduk
setempat disebut dengan Saparan. Upacara Ya Qowiyu ditandai dengan penyebaran kue apem. Kue
apem merupakan kue berbentuk bundar yang terbuat dari tepung beras dengan potongan kelapa di
tengahnya. Kue apem disebarkan dari menara. Konon apem berasal dari kata afwun yang berarti
Allah Swt. Maha Pemaaf.

Tradisi Islam Pada Upacara Kekah di Jambi

Di Jambi terdapat upacara Kekah (akikah). Akikah merupakan syariat agama Islam. Upacara Kekah
dimaksudkan sebagai upacara syukuran atas titipan Allah Swt. berupa anak kepada kedua orang
tuanya. Waktu pelaksanaannya bermacam-macam. Upacara dilaksanakan di rumah ibu si anak atau
bakonya. Acara dimulai dengan pembukaan. Selanjutnya, seekor kambing disembelih, dibersihkan,
dan dimasak. Acara dilanjutkan dengan doa kemudian makan bersama.
Tradisi Islam Pada Upacara Hanta Ua Pua di NTB

Di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) terdapat upacara untuk memperingati maulid Nabi Muhammad
saw. Upacara yang disebut dengan Hanta Ua Pua ini dilaksanakan pada tanggal 12 Rabiul Awal.
Selain memperingati maulid Nabi Muhammad, upacara ini dimaksudkan untuk memperingati
masuknya Islam ke Bima, Nusa Tenggara Barat. Upacara ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi
masyarakat.

Tradisi Islam Pada Upacara Panjang Jimat di Cirebon

Di Cirebon terdapat upacara untuk memperingati maulid Nabi Muhammad yang disebut Panjang
Jimat. Tradisi Muludan itu terdapat di Keraton Kasepuhan, Keraton Kesultanan Kanoman, dan
Keraton Kacirebonan. Panjang Jimat terdiri atas dua kata, yaitu Panjang dan Jimat. Panjang berarti
terus-menerus tanpa terputus. Jimat merupakan akronim dari bahasa Jawa, yaitu siji kang dirumat
atau satu yang dipelihara. Jimat yang dimaksud adalah syahadatain. Umat Islam harus berpegang
pada syahadatain secara terus-menerus tanpa terputus.
Tradisi Islam Pada Upacara Tamaik Kaji di Sumatera Barat

Upacara Tamaik Kaji (khatam Al-Quran) terdapat di Minangkabau. Upacara ini dilaksanakan jika
seorang anak yang telah mengaji di surau sebelumnya tamat membaca Al-Quran. Acara diadakan di
rumah ibu si anak, surau, atau masjid tempat anak itu mengaji. Anak yang sudah khatam Al-Quran
disuruh membaca Al-Quran di hadapan seluruh orang yang hadir, dilanjutkan dengan makan
bersama. Acara ini biasa pula dilakukan beramairamai.

Upacara Adat Ammateang di Sulawesi Selatan

Upacara Adat Ammateang atau Upacara Adat Kematian yang dalam adat Bugis merupakan upacara
yang dilaksanakan masyarakat Bugis saat seseorang dalam suatu kampung meninggal dunia.
Keluarga dan kerabat dekat maupun kerabat yang jauh, juga masyarakat sekitar lingkungan rumah
orang yang meninggal itu berbondong-bondong menjenguknya. Pelayat yang hadir biasanya
membawa sidekka (sumbangan kepada keluarga yang ditinggalkan) berupa barang seperti sarung
atau kebutuhan untuk mengurus mayat, selain itu ada juga yang membawa passolo (amplop berisi
uang sebagai tanda turut berduka cita). Mayat belum mulai diurus seperti dimandikan dan seterusnya
sebelum semua anggota terdekatnya hadir. Baru setelah keluarga terdekatnya hadir, mayat mulai
dimandikan, yang umumnya dilakukan oleh orang-orang tertentu yang memang biasa memandikan
mayat atau oleh anggota keluarganya sendiri. Hal ini masih sesuai ajaran Islam dalam tata cara
mengurus jenazah dalam hal memandikannya sampai menshalatkannya.
Tradisi Islam Mabbarasanji (Barzanji) di Sulawesi Selatan

Islam masuk di Sulawesi Selatan, dengan cara yang sangat santun terhadap kebudayaan dan tradisi
masyarakat Bugis Makassar. Bukti nyata dari sikap kesantunan Islam terhadap budaya dan tradisi
Bugis Makassar dapat kita lihat dalam tradisi-tradisi keislaman yang berkembang di Sulawesi Selatan
hingga kini. Seperti mengganti pembacaan kitab La Galigo dengan tradisi pembacaan Barzanji,
sebuah kitab yang berisi sejarah kehidupan Nabi Muhammad Saw, dalam setiap hajatan dan acara,
doa-doa selamatan, bahkan ketika membeli kendaraan baru, dan lain sebagainya.

Tellasan topa di Madura

Tellasan topa atau lebaran ketupat merupakan peristiwa penting bagi warga Madura, yang
dimeriahkan pada hari ketujuh setelah Hari Raya Idul Fitri. Masing-masing wilayah di Pulau Madura
dalam memperingati lebaran ketupat ini satu dengan yang lain memang tampak beda. Bahkan karena
dianggap penting pada saat tellasan topa ini, para warga Madura yag akan kembali ke tanah rantau
setelah mudik, mereka menunggu setelah lebaran ketupat